Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan berbahagia ya.. Aah..senang rasanya bisa kembali menyapa sahabat semua di rumah maya ku ini.
Sahabat, beberapa waktu lalu, aku senang karena menemukan kembali buah kesukaan waktu kecil dulu. Nah, ceritaku kali ini adalah tentang buah kesukaanku di masa kecil, yaitu Si Buah Genit. Kalian tahu kan, buah yang kumaksud itu?

Yak betuul.. Si Buah Genit yang kumaksud tak lain adalah Buah Kesemek, yang sering disebut buah genit karena ‘berbedak’ atau ada bubuk putih menutupi kulit buahnya. Buah ini dulu (di masa kecilku) mudah ditemui di sekitar rumah/di pasar, tapi sepertinya sekarang ini sudah mulai jarang dijual (setidaknya di kota kami).
Mengenal Buah Kesemek
Bagi sahabat yang belum familiar dengan buah ini, yuuk kita sedikit mengenalnya.
Buah Kesemek ini mempunyai nama ilmiah Diospyros kaki , dan disebut Oriental Persimmon dalam bahasa Inggris. Kata ‘kaki’ ini berasal dari Bahasa Jepang yang merupakan nama zat yang dihasilkan buah ini, yaitu zat Tanin.
Konon buah ini berasal dari Tiongkok sebelum kemudian menyebar ke Jepang dan negara-negara Asia lainnya (termasuk Indonesia), Eropa dan Amerika. Ohya di Jawa, buah ini dikenal pula dengan nama Kledhung.

Pohon Kesemek ini merupakan tanaman sub tropis yang tumbuh baik di dataran tinggi berhawa sejuk. Ohya, meskipun Kesemek ini salah satu buah kesukaanku sejak kecil, tapiii…aku belum pernah secara langsung melihat pohonnya! Haha… Malah dari blogpost teman-teman blogger aku melihat tampilan pohonnya, antara lain dari blognya Bu Prih.
Buah Kesemek berbentuk khas, bulat tapi agak kotak juga. Buah yang matang berwarna oranye kekuningan, dan Kesemek lokal biasanya tampil berbedak sehingga sering disebut Buah Genit.
Mengapa Buah Kesemek Berbedak?
Sahabat, di umur berapa kalian tahu bahwa lapisan putih seperti bedak yang ada pada buah Kesemek lokal bukanlah terjadi secara alami?
Ya, duluuu..kukira memang buah Kesemek yang matang memunculkan bubuk putih / bedak di kulitnya secara alami.
Ternyata, perkiraanku itu salah besar!
Bedak / bubuk putih yang kita temukan pada kulit buah Kesemek yang dijajakan di pasar / toko buah itu sebenarnya adalah sisa endapan kapur dari proses perendaman tradisional buah Kesemek.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Buah Kesemek ini mengandung TANIN yang menyebabkan rasa sepat pada buah. Nah, untuk menghilangkan getah dan rasa sepat itu perlu dilakukan perendaman dengan menggunakan air kapur pada buah, sehingga buah lebih enak dan aman dikonsumsi.
Manfaat Buah Kesemek
Sahabat, ternyata Si Buah Genit ini manfaatnya bagi tubuh kita tidaklah sedikit lho… Kandungan vitamin, serat dan antioksidan yang ada pada Kesemek membuatnya memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memelihara kesehatan mata, memelihara kesehatan jantung dan juga baik bagi pencernaan kita. Pastikan mengkonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan buah dalam keadaan matang yaa ..
Sahabat dapat gugling untuk mengetahui lebih rinci terkait manfaat buah ini, karena cukup banyak artikel-artikel kesehatan yang sudah menuliskannya.
Bagaimana Cara Mengkonsumsi Buah Kesemek?

Saat mengunggah foto buah ini di akun FB ku beberapa waktu lalu, ternyata ada teman yang belum tahu cara makan buah ini, karena memang belum familiar… Nah berikut ini kutuliskan saja caranya yaa..
Cara makan buah Kesemek adalah sbb:
- Pilih buah yang sudah matang, ditandai dengan warna kuning / oranye kekuningan
- Cuci bersih buah untuk menghilangkan lapisan bedak yang ada di kulitnya dan buang kelopaknya
- Iris buah seperti mengiris apel atau apabila buah terlalu lembek dapat dipotong menjadi 2 bagian dan makan dengan menggunakan sendok.
Buah Kesemek ini dapat dimakan segar, atau dibuat smoothies atau dicampur dengan buah-buahan lain sebagai salad. Ada juga yang membuat olahan dari buah ini, antara lain Dodol Kesemek.

Sahabat Lalang Ungu , itulah sekelumit ceritaku tentang Buah Kesemek, Buah Genit kesukaanku saat kecil yang sekarang tak begitu mudah kujumpai. Apakah kalian suka juga buah ini? Atau punya kenangan dengan buah ini? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen yaa…
Ohya..untuk tulisan lain tentang berkebun atau tanaman, dapat dibaca di sini yaa..
Aku baru tahu ternyata buah kesemek punya banyak manfaat. Selama ini lebih sering lihat dijual di pasar tanpa benar-benar tahu kandungan gizinya. Memang kadang buah lokal yang terlihat sederhana justru menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Jadi makin tertarik buat nyobain lagi
Buah ini susah diperoleh kak, saya baru beberapa kali aja mencicipi nya, rasanya unik menurutku tapi suka
Semula kukira bedak itu memang bawaan buahnya lho ternyata sisa perendaman kapur ya,mnice info kak, jadi tahu ternyata dia ga genit dari lahir tapi disengaja wkwkwk
kayaknya aku pas kemarin ke pasar ada lihat buah ini, mbak. baru tahu namanya buah kesemek. kalau di sini juga kayaknya banyak yang belum tahu nih cara makan buah kesemek ini karena memang bukan buah yang familiar ditemukan atau dimakan
Tetangga daku depan rumah pernah ada yang tanam Bu, hanya aja karena beliau sudah pindah dan dibeli oleh tetangga baru jadinya pohon buah kesemeknya ditebang. Terima kasih Bu Tanti, jadi bikin daku rindu sama buah kesemek
Beneran baruu tau buah kesemek, ka Tantii..
Ternyataa.. unik yaah… benerrr, kayak lagi bedakan. Hehehe.. tapi itu ternyata akibat dari manusia.
Jadi inget beberapa makanan, diolah dulu sama manusia sebelum dijual.
Sekilas pas uda dikupas kayaak sawo yaah.. tapi dengan warnanya seperti pumpkin.
Pengeenn banget cobain smoothies kesemek yang segaarrr…
Beberapa kali mengunjungi pasar kaget saya sering nemu buah ini tapi belum berani nyoba karena katanya asem. Ternyata gak juga ya ada triknya. Btw kesemek yang di indo sama gak sih dengan yang di Korea? Jadi penasaran.
Duh iyaa.. dulu aku sering nemu buah lucu ini. Lupa tapinya, sudah pernah makan belum, ya? Kwkwkwk… Yang kuingat, bedaknya itu bikin unik dan berbeda dari buah lainnya.
Aku dulu malah nggak suka kesemek mbak. Baru suka kesemek pas nikah ini malah.. huehehe.. Rasanya mirip rasa pepaya. Lembut manis.
Kalau dipikir² kesemek memang sudah jarang, apalagi kota besar. Di kota saya pun, di Malang, kalau cari kesemek pun untung²an, kalau jual pun biasanya di pasar.
Sudah lama sekali saya tidak.menemukan buah kesemek. Dulu pernah melihat pohon kesemek di belakang rumah waktu sy masih kecil. Jadi pengen nyoba lagi buah kesemek.
Wahh buah favorit ku ini salah satunya. Rasanya enak juga, kayanya ini cocok dijadikan rujak atau dimakan langsung juga enak. Unik buahnya, kaya dibedakin, hehehe
dijadikan rujak apakah cocok kak? 😀 pengen coba