Hai Sahabat Lalang Ungu..apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya… Sahabat, meneruskan cerita tentang jalan bareng Grup Senam Sehat Binagriya ya, setelah dari Umbul Kemanten di Klaten, kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya yaitu Benteng Pendem Ambarawa alias Fort Willem I.
Tentang Benteng Pendem Fort Willem I Ambarawa
Benteng Pendem Ambarawa mempunyai nama resmi Fort Willem I yang berlokasi di Desa Lodoyong Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Benteng ini dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai tahun 1834 hingga 1853 M. Peruntukan awal adalah sebagai tangsi dan pusat logistik militer yang merupakan bagian dari pusat pertahanan militer Belanda kala itu.
Dinamakan Willem I sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Willem I sedangkan disebut juga sebagai Benteng Pendem karena sebagian struktur bangunannya rendah dan tampak seperti di bawah permukaan tanah rawa sehingga masyarakat sekitar menyebutnya demikian.
Keunikan benteng ini tidak hanya pada arsitektur khas klasik kolonial yaitu dinding bata merah yang tinggi, deretan jendela besar serta lorong panjang di antara bangunan-bangunan nan kokoh. Keunikan inilah yang pada akhirnya mendasari revitalisasi bangunan dan fungsi menjadi loka wisata sejak 2024 hingga saat ini.

Ohya Sahabat, untuk jam operasional lokawisata Benteng Pendem Fort Willem I Ambarawa ini adalah Senin-Jumat jam 08.00 – 20.00 WIB (HTM Rp.10.000) dan Sabtu-Minggu jam 06.00 – 20.00 WIB (HTM Rp. 15.000).
Menikmati Sore di Benteng Pendem Fort Willem I Ambarawa
Bus yang membawa rombongan kami sampai di lokasi Benteng Pendem ini sekitar pukul 15.00 WIB. Sinar mentari sore itu masih terasa hangat, mengiringi jalan-jalan sore kami di lokasi ini.

Dari pintu gerbang / loket tiket pengunjung mulai berjalan kaki menuju bangunan-bangunan benteng yang saat ini sudah dipugar dan tampak cantik. Di kejauhan sebelah kiri tampak bangunan berdinding bata merah dengan tulisan putih “Graha Mandala Cipta” di salah satu bagian dindingnya mencuri perhatianku. Hm..itu bangunan saat ini untuk apa yaa??

Rute kunjungan dimulai dari bangunan kuno berdinding putih cantik, yang ternyata merupakan sebuah cafe. Sanpedro Cafe / Pedro Cafe namanya, merupakan salah satu cafe estetik di Benteng / Foert Willem I yang dapat digunakan sebagai tempat nongki-nongki bersama sahabat / keluarga.
Suasana tempo doeloe sangat terasa di cafe ini, didukung penataan interior dan juga meubelair-nya. Jendela -jendela kayu khas jadul dan juga lengkung-lengkung cantik dinding dan atap lorong di terasnya, tentu saja sayang untuk dilewatkan sebagai tempat kita berpose-pose..haha..

Di antara 2 bangunan kokoh berdinding putih dengan deretan jendela besarnya yang saling berhadapan, ada jalanan berpaving cantik yang tentu saja menarik untuk pepotoan. Di kanan-kiri jalan ini ada toko-toko souvenir, cafe-cafe ataupun studio foto bagi yang ingin berfoto dengan kostum a la noni-noni / tuan-tuan Belanda.

Bangunan berdinding bata yang tampak di ujung sana adalah bangunan yang saat ini difungsikan sebagai tempat ngupi-ngupi cantik (Fort Willem Coffee) dan area wahana. Wahana yang tersedia di sini a.l berfoto-ria dengan mobil-mobil antik dan juga persewaan sepeda, motor jadul maupun mobil kuno untuk berkeliling di area benteng.

Sore itu aku dan teman-teman memilih untuk berkeliling menggunakan mobil kuno saja. Untuk sewanya Rp. 150.000,-/ mobil (maksimal 5 orang), menurutku sih cukup sepadan karena selama berkeliling, mas sopir sekaligus menjelaskan tentang bagian-bagian benteng yang kami lewati..semacam guide lah..hehe..

Ternyata area benteng ini luas juga ya..untuk bangunan benteng nya sendiri lebih dari 1000 m2 luasnya sedangkan area keseluruhan lebih dari 27.000 m2 dan belum semua selesai direvitalisasi. Masih ada beberapa bangunan yang asli, antara lain bagian yang digunakan untuk penjara.
Ohya, mas sopir juga menjelaskan bahwa di lingkungan benteng ini, gedung-gedungnya yang sudah direvitalisasi selain untuk tempat makan (resto, cafe, coffee shop, dll), toko suvenir, area wahana, studio foto, ada juga ruangan yang digunakan untuk pemutaran film dan pertunjukan seni.
Masih ingat gedung berdinding bata merah dengan tulisan Graha Mandala Cipta di awal tulisan ini? Nah, menurut penjelasan mas sopir bangunan itu difungsikan sebagai pusat kegiatan warga, pementasan seni (tari /musik), pameran UMKM, dll. Nah..sudah gak penasaran lagi deh..

Setelah selesai berkeliling area benteng, foto-foto (lagi..), kami pun bergegas menuju pintu keluar karena waktu sudah semakin sore. Ohya, alur keluar pengunjung diarahkan melalui bangunan bernama Makutoromo yang merupakan pusat oleh-oleh dan sentra produk UMKM di area Benteng Pendem ini.

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita keseruan kami berkunjung sore hari ke Benteng Pendem Ambarawa alias Fort Willem I. Apakah sahabat ada yang punya kenangan juga di sini? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen ya ..
