2 Ilustrasi

Ilustrasi #1

Seorang Batita cantik ikut ibunya arisan. Pada suatu kesempatan, si mungil itu memandang penuh rasa ingin pada sepiring kue yang ada di depannya.  Tanggap akan situasi itu, nyonya rumah mengangkat piring dan menyodorkannya pada si Batita.

“Ayo De’… dipundhut ( diambil) kuenya..” begitu ia menawarkan sambil tersenyum manis.

Setelah mengerling pada ibunya, si mungil itupun malu-malu mengulurkan tangannya, mengambil kue yang diinginkannya itu.  Sang ibu pun tersenyum sambil berbisik pada putri kecilnya, ” mature pripun (bilang gimana), De’ ?”

“Uwuun, Tante..” dengan bahasa cadelnya si mungil mengucapkan maturnuwun untuk berterima kasih pada si Tante yang telah memberinya kue … 🙂

***

Ilustrasi #2

SMS dari A :  ” Mbak, aku lagi kepepet butuh nih. Tolong aku dipinjami sebesar…. untuk keperluan…. yaa.”

Balasan B : “Insya Allah… aku transfer besok..”

SMS A pada keesokan paginya : “Mbak, jadi transfer hari ini kan?”

Balasan B : “Insya Allah nanti jam 9”

Setelah mentransfer, si B mengirim SMS pemberitahuan pada si A.  Setelah itu, tak ada SMS  lagi dari si A, tapi si B berbaik sangka bahwa transferan sudah diterima dan si A hanya ‘lupa’ mengabarinya.

SMS dari A beberapa bulan kemudian : “Maaf mbak, aku mau ngrusuhi lagi…, karena aku butuh biaya untuk  … dan … Mbak bisa tolong pinjami aku lagi? Besok aku kerumah ya mbak…”

Balasan si B : “Besok aku ke luar kota, tapi akan kutitipkan ke orang rumah.. Atau kalau mau ketemu aku tunggu beberapa hari lagi…”

Balasan A : “Aku ambil besok saja ya mbak..”

Keesokan harinya sebelum pergi si B menyiapkan dan menitipkan kepada adiknya di rumah, dengan pesan bahwa si A akan mengambilnya siang itu.  Si B baru tahu bahwa si A sudah datang & mengambil titipan itu ketika ia bertanya pada adiknya malam harinya, sedangkan dari si A sendiri rupanya kembali lupa untuk memberitahukannya…

Si B hanya bisa mbatin : mudah-mudahan bermanfaat bagi A dan keluarganya…

***

T-e-r-i-m-a-k-a-s-i-h.  Satu kata yang hanya terdiri dari sebelas huruf.  Tidak susah untuk diucapkan. Sayangnya, meskipun banyak dari kita yang sejak kecil diajarkan untuk  mengejanya namun masih ada orang dewasa yang ‘lupa‘ cara mengucapkannya.. 😉

***

Selamat hari Jum’at, teman-teman….

Menikmati indahnya Bromo di suatu pagi

Pemandangan dari Bukit Cinta
Pemandangan dari Bukit Cinta

Sebenarnya, aku sudah lamaaa…ingin menikmati indahnya panorama Bromo.  Terlebih bila melihat foto-foto cantik sunrise di Bromo… Wiih, makin ngiler saja!  Makanya ketika melihat penawaran jalan2 ke Bromo ala backpackeran dari sebuah agen tour jadi berminat juga.  Sayangnya, pas ditanggal yg ditentukan itu aku tak bisa ikut. Namun rupanya, Allah masih memberi kesempatan padaku untuk ke sana. Pada akhir pekan kemarin, aku dan beberapa teman kerja akhirnya bergabung untuk jalan2 singkat ke Bromo & Malang dari tgl 6-8 Juni 2013. Alhamdulillah… 🙂 Continue reading “Menikmati indahnya Bromo di suatu pagi”

Gizi Buah Pepaya – Workshop Online “All about Pepaya”

Masih ingatkah tentang Workshop Online “All about Pepaya” yang berlangsung pada 1- 30 April 2013 yang lalu? Ini adalah sebagian  ‘oleh-oleh’ dari Workshop yang diselenggarakan oleh IKA FAPERTA IPB itu.  Maaf, baru sempat menuliskannya… Silahkan disimak, teman… 🙂

***

GIZI BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.). 

Oleh Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD,
DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA IPB.

Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Continue reading “Gizi Buah Pepaya – Workshop Online “All about Pepaya””

Aku sudah, kamu ?

Hari ini, Minggu 26 Mei 2013 ada Pilgub Jawa Tengah.

Tapiii… kok rasanya sepi sepi saja yaa… Bahkan sejak masa kampanye sebelum hari H ini, tak ada hiruk pikuk, gegap gempita ataupun hingar bingar -setidaknya- di sekitar tempat tinggal kami.  Suasanya adem ayem saja, bahkan di koran lokal beberapa hari lalu, tertulis artikel bahwa Pemilukada di Jawa Tengah ini cenderung anyep… -eh, sayur…’kalee kok dikatakan anyep gitu..- 🙂

Sangking adem ayemnya, dua hari lalu ketika melihat berita di salah satu channel TV petugas Kamtib ramai-ramai membersihkan atribut kampanye di jalan protokol Kota Semarang, aku baru tersadar bahwa masa tenang sudah datang, dan nyeletuk, ” Eh… , kampanyene wis rampung to?”

Langsung teman-temanku melantunkan koor “Wooo…. ketinggalan beritaa…” dengan riangnya.  Haha, tapi aku seneng juga bahwa kampanye telah berlalu tanpa ada keributan apa pun.  Tak seperti masa kampanye dulu-dulu yang hampir selalu ada bentrok antar pendukung yang meramaikan rapat akbar ataupun pawai dalam rangka kampanye.

Eh tapi, suasana sepi ini memang karena kesadaran para warga yang sudah semakin tinggi untuk mengedepankan kedamaian saat kampanye, ataukah rasa ketakpedulian warga akan adanya pilgub ini yg makin meninggi? hehe.. biarlah para pakar saja yang menilai…

Sampai dengan kemarin masih banyak kudengar pertanyaan ,” Enake nyoblos yang mana ya? Gak kenal semua…”  Hm, sosialisasinya masih kurang ternyata…  Adalagi yang nyeletuk, ” Eh, jadi Pilgub gak sih? kok amplopnya belum sampai?” Alamaaak…. ada yang masih menunggu serangan fajar ternyata..  🙁  Mudah2an gak banyak yg begini…

Bagaimanapun, kampanye telah usai, masa tenang telah berlalu, dan hari ini saat memilih telah tiba.  Gunakan hak pilihmu dengan sebaik-baiknya, karena hari ini menentukan masa 5 tahun ke depan, bukan? Semoga siapapun Gubernur Jateng yang terpilih nantinya, akan amanah dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk Jawa Tengah. Aamin…

Kalau ada yang tanya apakah aku sudah memilih hari ini? Tentu sudah, nih buktinya…

coblosan

Lalu, siapa yang kupilih ? Hm, kasih tau gak yaa… ? 😉

[BeraniCerita#12] Hadiah dari Bunda

Setelah beberapa kali menekan remote  untuk mengganti-ganti saluran TV dan tak menemukan acara yang diminatinya, akhirnya Putri memutuskan untuk mematikan saja TV itu.  Lalu dia menghampiri tempat tidur besar di sudut kamarnya dan menghempaskan diri di kasur empuk itu.

Dia tersenyum puas ketika melayangkan pandangnya menikmati kamar luas itu.  Sudah lebih setahun dia menempati kamar indah itu, sejak Bunda menerima pinangan Oom Doni, duda kaya yang sekarang dipanggilnya Ayah.  Lebih dua belas bulan telah berlalu namun tak juga berkurang rasa gembiranya menikmati kemewahan yang sekarang melimpahinya, dunia gemerlap yang tak disangka-sangka menggantikan kehidupan sederhana yang dulu dimilikinya berdua ibunya.

Putri memiringkan badannya, meraih Teddy Bear besar berbulu lembut yang menjadi hadiah dari ayah barunya setahun lalu.  Seulas senyum kembali terukir di bibirnya.  Esok adalah ulang tahunnya yang ke 14, dan ia yakin akan mendapat hadiah-hadiah indah lainnya dari orang-tuanya.  Dan akhirnya Putri pun terlelap, masih dengan senyum yang terukir di bibirnya.

***

Pesta meriah itu telah usai dan teman-temannya telah meninggalkan rumahnya.  Putri tak sabar membuka bungkusan-bungkusan kadonya.  Senang hatinya melihat satu demi satu hadiah yang diterimanya.  Ah, setahun lalu, hanya ada tiga bungkusan hadiah yang diterimanya.  Satu boneka beruang dari ayah barunya, satu lagi tas sekolah cantik dari ibunya, dan satu tempat pinsil dari Tuti, teman sebangkunya dulu. Ya, dulu, karena sudah lama ia tak lagi sebangku dengan Tuti bahkan  malam inipun Tuti tak diundangnya.

Yah, tahun lalu -kecuali Tuti- tak ada teman-teman yang mengucapkan selamat padanya, apalagi memberikan kado untuknya.  Tahun lalu, ia hanyalah Putri -gadis sederhana yang tak diperhitungkan teman-temannya.  Namun kini? Ah…lihat saja kado-kado bertumpuk itu…  Dunia gemerlapnya membawa teman-teman baru, seolah madu yang menghadirkan kumbang-kumbang 🙂

Kado terakhir yang belum dibukanya, berbungkus kertas indah seperti kado-kado sebelumnya.  Putri menoleh kepada ibunya ketika meraih kado itu.  Dilihatnya ada senyum di bibir ibunya, yang berdiri bersisian dengan ayahnya.  Kado itu terasa ringan ketika ditimangnya… apakah isinya? Apakah ponsel baru seperti yang sedang diinginkannya? Tergesa ia membuka kado itu, dan tertegun ketika melihat isinya. Continue reading “[BeraniCerita#12] Hadiah dari Bunda”

[Berani Cerita #11] Kembalinya Cincin Ibu

“Buuk… Sri pergi dulu yaa… Assalamualaikuum ”

“Waalaikumsalam. Lho Sri, mau kemana lagi? Kan baru pulang?” ibu menyahut dari belakang rumah, tapi tak ada jawaban dari Sri. Rupanya anak itu langsung  pergi lagi.  Hm… wanita paruh baya itu menarik nafas panjang sebelum meneruskan kesibukannya mencuci.  Ada apa dengan anak gadisnya itu? Akhir-akhir ini selalu saja pergi sepulang sekolah hingga malam hari.  Malam ini, aku harus tahu kemana saja Sri selama ini, tekadnya dalam hati.

Rasa gelisah terus hinggap di hatinya saat duduk menunggu di amben sambil memilah-milah baju-baju yang sudah diseterikanya, dikelompok-kelompokkan sesuai pemiliknya. Ia teringat berita TV yang ditontonnya sore kemarin di rumah Bu Sardi.  Ah.. miris hatinya mengetahui berita kekerasan yang korbannya gadis seusia Sri. Atau juga cerita Yu Ginah tentang penangkapan gadis-gadis yang katanya bekerja di warung remang-remang… Duh Gusti… Bagaimana kalau Sri mengalami hal itu? Pikiran buruk itu melintas. Ya Allah…lindungilah selalu anak hamba…doanya untuk keselamatan buah hatinya itu.

“Assalamualaikum… ” Sri masuk rumah dengan wajah tampak lelah.

“Waalaikumsalam…. Dari mana saja to, nduk ?”

“Dari… rumah Santi, buk..” jawab Sri pelan sambil membantu ibunya menata baju-baju pelanggan ibunya.

“Tiap hari? Ah, ojo ngapusi ta nduk…

“Buk, maafkan Sri ya buuk..” tiba-tiba Sri merangkul ibunya sambil menangis.

Hati perempuan paruh baya itupun tersentak Ya Allah… ada apa dengan anak semata wayangnya ini? Berbagai pikiran buruk kembali memenuhi benaknya.

“Ada apa, nduk ? apa yang sudah kau lakukan?”

Sri melepas pelukannya dan perlahan mencium tangan ibunya, tepat di atas tanda yang melingkari jari manis kanan ibunya.

“Sri membuat ibu harus melepaskan cincin peninggalan Bapak..”

“Oalaah nduuk… Cuma karena itu to? Ndak papa , kapan-kapan kalau ada rejeki bisa kita tebus.  Yang penting, ujianmu kemarin lancar to?”

“Alhamdulillah bu, sudah selesai.  Dan, sepuluh hari ini aku tiap sore bantu-bantu Bulik Tri jaga toko bu… kadang-kadang bantu masak di katering ibunya Santi. Lumayan bu, ini hasilnya…”

Sri menyerahkan bungkusan saputangan ke tangan ibunya.  Perlahan sang ibu membuka saputangan itu dan air matanya mengalir melihat cincin kawin yang sempat digadaikannya untuk biaya yang harus dilunasi sebelum Sri bisa ikut ujian akhir di SMAnya.

“Alhamdulillah…. Duh Gustiiii…maturnuwun sanget…” rasa lega dan syukur memenuhi hati perempuan paruh baya itu. Bukan karena cincinnya telah tertebus, tapi lebih karena keselamatan Sri- kekayaannya yang tak ternilai…

Note : 370 kata.

2 Aroma

Alkisah, di suatu siang menjelang sore, seorang gadis sedang termangu di tepi jalan di seberang rumah kostnya.  Ia gelisah menanti datangnya bus AKAP yang akan membawanya kembali ke rumahnya di Kota Lumpia.  Tunggu punya tunggu tak juga datang bus itu, hingga lewat 1 jam lebih dari waktu yang seharusnya, dan siang pun beranjak sore.

Akhirnya si gadis pun menyeberang jalan, kembali ke rumah kostnya.  Setelah meminjam telepon kepada ibu kostnya, barulah ia mendapat kepastian bus yang ditunggunya sudah berangkat sesuai jadwal, namun entah kenapa tidak berhenti di seberang rumah kost itu, tempat yang sudah disepakati sebelumnya dengan si agen.  Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya selama dia menggunakan jasa bus itu.  Maka galaulah hatinya saat itu… batal pulang kampung dan bertemu keluarga tersayang? aargh… menyebalkan! 🙁

Namun rupanya itu bukan akhir cerita.  Seseorang dengan baik hati menawarkan untuk mengantarnya ke agen bus itu, sehingga bisa segera mencari solusi atas masalah itu.  Dan sore itu, kegalauannya akhirnya sirna…tercecer di sepanjang perjalanan PP dari Jl. GG (tempat kost) – Tajur (tempat pool bus malam itu) yang mereka tempuh dengan berboncengan Vespa tua Sang Pahlawan itu…  Tentu saja, karena Sang Pahlawan itu tak lain orang yang -saat itu- menghiasi mimpi-mimpinya 😉 Continue reading “2 Aroma”

Menunggu …

***

Tik..tok…tik…tok…

waktu berlalu, hari berganti

namun jemariku seolah beku, enggan menari

jangankan jalinan cerita

bahkan kata pembuka pun begitu sulit dicari

Tik..tok..tik..tok…

kucoba telusuri lorong benak hingga ke sudut hati

kosong…kering…sepi…

tak selintas ide pun kutemui

jangankan kisah baru

bahkan kenangan lama pun rapi bersembunyi…

Tik..tok..tik..tok…

baiklah…

kan kubiarkan saja kebuntuan itu puas menikmati waktu

sampai dia bosan

dan siap ditaklukkan….

***

Rumus ’10-D’ dan Beda Kaum Pemenang dg Kaum Kalah

Akhir pekan kemarin, kami berkesempatan mengikuti sebuah acara dimana salah satu pembicaranya adalah Prof. DR. Mudjahirin Thohir MA, seorang budayawan Jawa Tengah sekaligus salah satu Guru Besar UNDIP Semarang.  Dan ini adalah sekelumit penggalan catatan kami :

* Rumus 10 D yang menentukan Kualitas Hidup, yaitu :

  1. DREAM –> bagaimana mewujudkan mimpi atau angan-angannya
  2. DECISIVENESS –> kecepatan & ketepatan dalam mengambil keputusan adalah faktor kunci sukses bisnis
  3. DOERS –> tidak menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan
  4. DETERMINATION –> tanggung jawab tinggi walau dihadapkan pada halangan dan rintangan
  5. DEDICATION –> pengorbanan yang tinggi untuk kesuksesan
  6. DEVOTION  –> kegemaran yang dapat mendorong keberhasilan
  7. DETAILS –> memperhatikan factor kritis secara rinci
  8. DESTINY –>bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yg hendak dicapainya
  9. DOLLARS –> motivasinya bukan uang, namun uang dapat menjadi tolok ukur kesuksesan bisnis
  10. DISTRIBUTE –> mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya

 

* Sikap positif terhadap persaingan :

  • Persaingan perlu dilihat sebagai sebuah bentuk kerjasama, dimana kedua pesaing / lebih mendapatkan keuntungan karena dipaksa untuk melakukan yang terbaik

* Perbedaan cara pandang orang pesimis dan optimis  :

  • Orang PESIMIS :

             –          Hanya melihat kesulitan dalam setiap peluang
             –          Merasa bahwa perubahan adalah ANCAMAN

  • Orang OPTIMIS :

             –          Cenderung melihat peluang dalam setiap kesulitan

             –          Menganggap perubahan adalah sebuah TANTANGAN

* Kelebihan kaum pemenang dari kaum kalah :

  • Kaum PEMENANG :

             –          Mampu menemukan peluang di setiap kesulitan

             –          Berpikir bahwa, “ Itu memang sulit, tapi pasti ada jalan keluar”

  • Kaum KALAH :

             –          Selalu melihat adanya masalah pada tiap peluang

             –          Berpikir bahwa, “setiap penyelesaian tetap menghadirkan masalah”

Nah… bagaimana denganmu, teman? Semoga kita semua tergabung dalam kelompok orang OPTIMIS yang ditakdirkan menjadi kaum PEMENANG…  

Selamat mengawali pekan, teman 🙂