Berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah

Berkunjung ke Museum Al Amoudi di Makkah

Lalang Ungu. Berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah memang bukan kegiatan yang baru kulakukan, melainkan sudah hampir 4 bulan berselang, namun baru kali ini sempat kutuliskan ☺

Kunjungan ke Museum Al Amoudi ini merupakan rangkaian perjalanan Umrah kami di akhir tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2018 kami berkunjung ke museum ini, setelah seluruh rangkaian ibadah Umrah telah selesai kami jalankan dan kami bergerak meninggalkan Makkah menuju Jeddah, sebelum kembali ke tanah air.

Penasaran dengan Museum Al Amoudi ini? Yuuk, lanjut baca ceritaku ya.. ☺

Continue reading “Berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah”

Catatan Umrah 2018 (2) : Nikmatnya Lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari

Catatan Umrah 2018 (2) :  Nikmatnya lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari.  Assalamualaikum, sahabat Lalang Ungu.. Di awal bulan Februari ini, meskipun hujan masih setia menemani bahkan ada banjir di beberapa lokasi yang belum juga surut, semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia ya.. Sahabat, di akhir pekan kali ini, aku akan berbagi cerita ringan, kenangan saat umrah kemarin, yaitu nikmatnya lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari.

Apa itu Nasi Bukhari?

Mungkin teman-teman sudah banyak yang mengenal salah satu menu masakan Timur Tengah yang satu ini ya.. Kalau aku sendiri, memang baru pertama kali ini lidahku mengenalnya..hehe.. Sebelumnya baru Nasi Kebuli dan Bubur Haritsah dua menu masakan Arab yang pernah kucicipi..

Konon, Nasi Bukhari yang berasal dari Afghanistan ini  adalah salah satu hidangan makan siang yang khas di Arab, terdiri dari nasi yang dimasak dengan bumbu rempah bersama ayam / daging. Masakan ini mudah di dapat di daerah-daerah Timur Tengah, termasuk di Kota Makkah tempat kami mencicipinya beberapa waktu lalu.

Nasi Bukhari
Nasi Bukhari, Ayam Panggang dan lalapannya

Continue reading “Catatan Umrah 2018 (2) : Nikmatnya Lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari”

Catatan Umroh 2018 (1) : Pendamping Jamaah Sepuh

Mbak…kok belum tayang tulisanmu tentang Umroh kemarin?”

“Eh..iyaa… Belum sempat, hehe..”

Sahabat Lalang Ungu, itulah sepenggal percakapanku dengan seorang teman beberapa waktu lalu, yang saat ini terngiang-ngiang kembali di benakku.

Aku tidak sedang berbohong ketika menjawab belum sempat menuliskan pengalamanku di perjalanan religi kali ini, yang Alhamdulillah telah kujalani sejak tanggal 27 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 lalu. Sehari setelah sampai di rumah, kondisi kesehatanku sempat ngedrop hingga sisa cuti 3 hari + 2 hari libur kulalui dengan lebih banyak di tempat tidur.

Selanjutnya, hari ketiga masuk kerja langsung dapat tugas luar provinsi selama 3 hari yang mau tak mau harus dijalani meski dengan kondisi body yang masih agak oleng. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai fit lagi…tapi mood untuk nulis masih belum kembali sepenuhnya..hehe..

Oya, entah kenapa, kurasa memang ada yang berbeda dari perjalananku kali ini, dengan perjalanan ke tanah suci 7 tahun lalu. Saat itu, aku rajin sekali mendokumentasikan pengalamanku baik lewat foto-foto maupun catatan singkat di buku kecil yang selalu kubawa. Nah, kali ini berbeda. Aku lebih banyak merekam petistiwa-peristiwa di sekelilingku, dalam benak dan hatiku saja. Tentu saja ada foto-foto tapi tak sebanyak yang lalu. Dan buku kecilku..hanya beberapa lembar awal saja terisi. Entah kenapa..

Bukan karena tidak berkesan. Ya, bukan karena perjalanan kali ini tidak berkesan. Sebaliknya malah. Aku merasakan ada banyak sekali kesan dan pelajaran yang kuperoleh dalam kesempatan menjadi tamu Allah kali ini…tapi…entah mengapa tak mudah untuk menuliskannya.

Tapi…aku tetap akan menuliskannya, dan kumulai dari tulisan ini. Mungkin kemarin-kemarin aku hanya perlu mengendapkan segala rasa dan cerita itu, sedikit lebih lama lagi… Oya, aku menuliskan pengalamanku, bukan dengan niatan untuk menggurui ataupun pamer.

Insya Allah, tak ada sama sekali niatan itu dalam hatiku, dan semoga teman-teman yang membacanya nanti juga tidak akan merasa aku sedang menggurui ataupun pamer. Aku ingin menuliskannya, pertama dan yang paling utama adalah sebagai ungkapan rasa syukurku dan bagian dari catatan perjalanan hidupku. Apabila ada hal-hal baik atau hikmah yang dapat dipetik dari tulisan-tulisan ku itu : Alhamdulillah.. Namun bila ternyata hanya tertangkap sebagai curhat semata, mohon dimaklumi dan dimaafkan ya..teman-teman …

Jamaah Umroh Al Baika-Samawi Desember 2018 (Foto : Istimewa)

Continue reading “Catatan Umroh 2018 (1) : Pendamping Jamaah Sepuh”

Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (2)

Hai Sobat Lalang Ungu…, jumpa kembali kita ya.. Setelah beberapa lama absen menulis di sini -antara lain karena umroh kemarin- maka kali ini kuawali kegiatan ngeblog di 2019 ini dengan menuliskan kembali beberapa persiapan dalam mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah.

Pada tulisan sebelumnya sudah kita bahas tentang pembukaan rekening khusus dan juga memilih PPIU yang berkualitas. Lalu persiapan apa lagi yang perlu kita lakukan? Berikut ini, beberapa persiapan yang perlu kita lakukan : Continue reading “Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (2)”

Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (1)

Salam jumpa, sobat Lalang UnguMengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah menyita perhatianku akhir-akhir ini. Ya, meskipun rindu itu terus menggebu sejak beberapa tahun lalu, namun rupanya baru di akhir tahun nanti -insya Allah- kudapat memenuhi panggilan-NYA kali ini. Mohon doanya ya, teman-teman…

Penuh syukur kubersiap untuk keberangkatanku kali ini, meski terasa semua serba mendadak -dibanding perjalanan religiku sebelumnya- namun mudah-mudahan tidak mengurangi kesiapanku menjalankan ibadah kali ini. Dan salah satu wujud syukurku adalah dengan mendokumentasikan perjalanan religiku kali ini, sejak persiapan hingga insya Allah pelaksanaannya nanti. Nah, kuawali catatan ini dengan menuliskan beberapa upayaku untuk mengawali langkah menuju Makkah-Madinah itu : Continue reading “Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (1)”

Kali Pertama Kutatap Kiblatku

Lalang Ungu. Kali pertama melakukan sesuatu…pasti berkesan, bukan? Ada sensasi deg-degannya, ada kegugupan, ada rasa bahagia, dan rasa-rasa lain -kecuali rasa yang tak pernah ada..hehe..- bercampur-aduk, membentuk kesan yang mendalam yang akan membuat kenangan itu terpatri dalam ingatan.

Nah, tulisan kali ini, aku ingin menceritakan momen ‘kali pertama’ yang pernah kulalui, yang meninggalkan kesan mendalam hingga kini. Oya, tulisan ini untuk menjawab tema “tentang yang pertama” yang dilontarkan oleh duet asyik mba Dini dan mba Marita untuk arisan Blog Gandjel Rel putaran ke-12.

Sebenarnya, agak bingung untuk memulai tulisan ini. Seperti kalian semua, tentunya ada banyak kejadian ‘yang pertama’ dalam hidup kalian bukan? Demikian pula denganku. Continue reading “Kali Pertama Kutatap Kiblatku”

3 Tips menabung untuk ONH

Mampu memenuhi panggilan-NYA untuk menjadi tamu Allah atau menyempurnakan rukun islam dengan melaksanakan ibadah haji mungkin merupakan impian setiap muslim / muslimat.

Namun sayangnya, biaya untuk pelaksanaannya atau yang seringkali kita sebut ONH -Ongkos Naik Haji- masih relatif mahal bagi sebagian (besar) dari kita.

Bersyukurlah bagi muslim / muslimat yang berkecukupan rizqinya sehingga tak kesulitan untuk memenuhi ONH yang ditetapkan pemerintah setuap tahunnya. Namun tidak semua orang seberuntung itu, masih banyak umat Islam yang sangat terkendala oleh tingginya biaya ONH itu.

Tapi apakah lalu berhaji menjadi hal yang mustahil bagi yang kurang mampu?

Menurut saya, tidak. Ya, rezeki memang sudah diatur oleh Yang Kuasa, namun kita juga wajib berusaha. Dan menabung, adalah salah satu usaha yang dapat kita lakukan. Berikut ini adalah pengalaman saya menabung untuk ONH.

Sebagai seorang pegawai negeri tingkat menengah yang tidak mempunyai penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup saya, memang saya sempat merasa pesimis bisa menyisihkan sebagian penghasilan tersebut untuk ditabung.  Belum lagi, pengalaman beberapa rekan yang lebih senior, yang menyatakan bahwa sudah cukup lama menabung untuk ONH namun jumlah tabungannya tak banyak bertambah bahkan lebih sering berkurang. Lhah..kok bisaa?? Continue reading “3 Tips menabung untuk ONH”

Menguak Dahsyatnya Ibadah Haji bersama Pakdhe Cholik

DIH

Judul Buku :

Dahsyatnya Ibadah Haji

(Catatan perjalanan ibadah di Makkah dan Madinah)

Penulis : Abdul Cholik

Jenis Buku : Motivasi Islami

Jumlah Halaman : ix + 233 halaman

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

ISBN : 978-602-02-4810-3

Cetakan Pertama : 2014

Harga : Rp. 47.800,-

*** Continue reading “Menguak Dahsyatnya Ibadah Haji bersama Pakdhe Cholik”

Notes from Mecca

Alhamdulillah… akhirnya terwujud juga sebuah buku bertuliskan namaku, sebagaimana yang kutuliskan sebagai Proyek Monumental 2014 yang digagas Pakde kala itu…

Sebuah buku memoar pengalamanku sejak mempersiapkan, menjalani hingga usai terwujudnya sebuah mimpi yaitu menjadi tamu Allah di tahun 2011 yang lalu.

Untuk apa aku menuliskannya?

Hm, latar-belakangnya bisa jadi cukup panjang, intinya -sejujurnya- aku sempat merasa gamang ketika harus menjalani perjalanan haji ini sendiri. Aku yang tak terbiasa jauh dari dukungan keluarga besar, sempat merasa ragu akan kesanggupanku menjalani semuanya sendiri.  Belum lagi kekuranganku yang tak bisa berada ditengah keramaian atau berdesakan yang seringkali menyebabkan sesak nafas, pusing & mual hingga hampir pingsan.  Padahal keramaian seperti itu suatu hal yang selalu kulihat di TV / kudengar dari cerita teman/kerabat yang sudah menunaikan rukun islam ke-5 ini.  Bagaimana bila kondisiku itu membuatku tak mampu menjalani wajib & sunnah yang harus kujalani?

Kegamangan dan keraguan itu mendorongku untuk lebih fokus pada persiapan mentalku, melalui banyak membaca & mencari informasi tentang perjalanan suci ini.  Alhamdulillah, aku mendapat banyak kemudahan untuk hal itu, bahkan – entah kebetulan atau memang sudah digariskan-NYA- seorang teman kakak sempat meminjamiku sebuah catatan perjalanan haji dari kakaknya, yang diketik manual dan dijilid rapi. Sebuah catatan sederhana yang sangat membantuku karena ternyata penulis catatan itu juga mempunyai masalah yang sama denganku, dan dari catatan itu aku mendapat tips penting untuk mengatasi permasalahan itu dan secara umum untuk menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.

Demikianlah, kuharap dengan menuliskan pengalamanku sendiri, aku dapat memberikan manfaat bagi orang lain sebagaimana aku telah mengambil manfaat dari sebuah catatan orang lain.

Terima kasih yang tulus kusampaikan untuk para endorser :  Mbak Dee -seorang manajer sekaligus blogger & salah satu penulis buku Rumah Kayu– yang sejak awal telah menyemangatiku untuk menuliskan pengalaman ini, Pakde Cholik  -blogger penulis Buku Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti– yang selalu setia ‘ngompori’ dan menginspirasi kita dengan semangat beliau, Mas A. Muhaimin Azzet – blogger, editor dan juga penulis karya-karya inspiratif  serta Pak Eko Kusuma (penulis buku Haji Ngeteng), tak ketinggalan terima kasih kepada Mas Rudi dari Penerbit Sixmidad untuk ide judul & kerjasamanya. Selain itu, terima kasihku juga untuk keluarga dan teman-teman lainnya yang telah menyemangati selama ini…. Terima kasiiih 🙂

Semoga buku pertama ini akan menjadi ‘pembuka jalan’ bagi lahirnya buku-bukuku berikutnya. Aamiin.  Nah, ini dia penampilan buku NFM :

NFM2

Judul : Notes from Mecca

Penulis : Mechta Deera.

Penyunting : Rudi  G. Aswan

Desain isi & sampul : SixmidArt

Penerbit : Sixmidad – Bogor

ISBN : 978-602-14595-2-2

Halaman : xii + 100

Harganya? Rp. 40.000,- saja… Murmer, kan? Nah, bagi teman-teman yang berminat memesan, bisa inbox FB  atau via email : auntiemechta@gmail.com  Silakaaan… 🙂