LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (2)

| 43 Comments

Hai Sobat Lalang Ungu…, jumpa kembali kita ya.. Setelah beberapa lama absen menulis di sini -antara lain karena umroh kemarin- maka kali ini kuawali kegiatan ngeblog di 2019 ini dengan menuliskan kembali beberapa persiapan dalam mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah.

Pada tulisan sebelumnya sudah kita bahas tentang pembukaan rekening khusus dan juga memilih PPIU yang berkualitas. Lalu persiapan apa lagi yang perlu kita lakukan? Berikut ini, beberapa persiapan yang perlu kita lakukan :

Pembuatan / penggantian paspor

Bagi yang belum mempunyai paspor bisa segera menyiapkan syarat-syarat pembuatan paspor, sedangkan bagi yang sudah mempunyai paspor namun habis masa berlakunya bisa melakukan penggantian paspor. Syarat-syarat keduanya hampir sama dan bisa dilakukan di kantor imigrasi terdekat. Oya masa berlaku paspor adalah 5 tahun,  bila sudah punya paspor & masih berlaku, tahapan persiapan ini bisa diskip saja.. Nah, untuk mengetahui persyaratan dan alur pembuatan paspor bisa baca di tulisan yang ini ya..

Menentukan waktu keberangkatan

Berbeda dengan ibadah haji yang waktunya sudah ditentukan, ibadah umroh waktunya lebih fleksibel. Kita dapat mengatur waktu keberangkatan sesuai jadwal kita dan jadwal dari travel yang mengatur keberangkatan kita. Nah, di sini kita dapat memilih waktu yang paling tepat sesuai kondisi kita masing-masing. Untuk kalangan pendidik atau bila ingin berumrah bersama anak-anak yang masih sekolah, mungkin memilih waktu umroh yang bertepatan dengan liburan akan lebih baik. Untuk kalangan pekerja -seperti aku, misalnya- dapat memilih saat di mana volume pekerjaan tidak terlalu padat sehingga bisa ditinggal cuti selama 9-12 hari, ini penting agar kita dapat beribadah dengan tenang tanpa terbebani tugas-tugas yang belum selesai.

Persiapan fisik dan mental

Tentu saja kita berharap dapat melakukan ibadah umrah dengan lancar tanpa halangan apapun dalam keadaan sehat wal Afiat. Nah untuk itu kita perlu bersiap menjaga kesehatan kita sejak sebelum hingga selama perjalanan ini.

Suntik vaksinasi meningitis adalah salah satu upaya kita menjaga kesehatan, yang juga merupakan suatu yang wajib dilakukan calon jamaah umroh. Suntik ini dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Di Kota Pekalongan, imunisasi ini dapat kita peroleh di klinik kesehatan di lingkungan PPNP Jl WR Supratman No 2 Kota Pekalongan, dengan biaya Rp. 315.000,-

Tempat pelayanan vaksinasi meningitis di Kota Pekalongan

Oya, suntik ini dilakukan maksimal 2 Minggu dan tidak kurang dari 10 hari sebelum hari keberangkatan, jadi pastikan dahulu hari keberangkatan dan lakukan vaksinasi 2 Minggu sebelumnya karena efektivitas vaksin ini baru terbentuk setelah 10-14 hari setelah pemberian vaksin. Untuk orang dewasa masa perlindungan vaksin ini 2-3 tahun.

Selain vaksinasi meningitis, kita juga harus bersiap melakukan aktivitas fisik selama umrah. Sebaiknya minimal 1 bulan sebelum berangkat sudah rutin berolahraga ringan, misalnya jalan kaki selama 30 menit per hari. Jangan lupa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Nah, untuk persiapan mental, sejak awal kita dapat mempelajari amalan-amalan wajib dan Sunnah umrah serta doa-doa ibadah umrah dan tentu saja selalu berdoa mohon kepada Yang Maha Kuasa agar kita mendapatkan kemudahan, kelancaran dan sehat wal Afiat. Mengikuti bimbingan umroh yang dilaksanakan oleh biro travel / PPIU juga sangat bermanfaat dalam persiapan mental kita, karena kita dibimbing untuk dapat melakukan semua amalan wajib maupun Sunnah dengan tertib dan baik.

Persiapan barang bawaan

Tidak perlu membawa barang bawaan secara berlebihan, siapkan pakaian & barang bawaan secukupnya saja. Yang utama tentu saja membawa pakaian ihrom (kain untuk laki-laki dan baju/gamis untuk perempuan). Perlengkapan sholat : sarung / mukena & sajadah, pilih yang ringkas untuk dibawa dan tidak¬† makan tempat. Pakaian sehari-hari dan pakaian dalam secukupnya, pilih yang berbahan ringan sehingga mudah kering setelah dicuci. Bagi perempuan, siapkan jilbab, deker tangan dan kaus kaki secukupnya agar dapat beribadah dengan syar’i dan nyaman. Selain itu, siapkan pula baju hangat / jaket untuk mengusir dingin dan masker sebagai penghalang debu.

Pilih alas kaki yang nyaman, bisa berupa sandal, sepatu sandal ataupun sepatu tertutup. Menurutku, sepatu ataupun sepatu sandal yang tertutup di bagian belakang relatif lebih aman karena terhindar dari insiden jatuh akibat terinjak bagian belakang sandal oleh orang lain saat ada / berjalan di kerumunan. Jangan lupa siapkan tas / kantung khusus tempat alas kaki, sehingga alas kaki dapat kita bawa masuk ke dalam masjid.

Barang-barang keperluan kita itu kita bawa dengan menggunakan tas-tas yang sudah disiapkan oleh PPIU. Meskipun tas-tas tersebut biasanya sudah beridentitas kelompok, sebaiknya kita menambahkan identitas kita sendiri sebagai pembeda agar mudah menemukan tas kita di antara tas-tas anggota rombongan. Pita / kain berwarna mencolok bisa menjadi alternatif penanda ini, selain menuliskan nama & alamat kita tentunya..

Pita warna salah satu penanda khusus bagasi kita

Nah, teman.. itulah catatanku kali ini, tentang persiapan yang perlu dilakukan sebelum umrah. Semoga catatan ini memberikan manfaat bagi teman-teman yang membutuhkannya. Oya, kalau ada teman yang ingin menambahkan hal-hal yang perlu dipersiapkan, silakan lho..share di kolom komen ya teman… Terima kasih…

43 Comments

  1. Pingback: Catatan Umroh 2018 (1) : Pendamping Jamaah Sepuh |

Leave a Reply

Required fields are marked *.