LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Museum Al Amoudi Makkah
Museum Al Amoudi Makkah

Berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah

| 78 Comments

Berkunjung ke Museum Al Amoudi di Makkah

Lalang Ungu. Berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah memang bukan kegiatan yang baru kulakukan, melainkan sudah hampir 4 bulan berselang, namun baru kali ini sempat kutuliskan ☺

Kunjungan ke Museum Al Amoudi ini merupakan rangkaian perjalanan Umrah kami di akhir tahun lalu. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2018 kami berkunjung ke museum ini, setelah seluruh rangkaian ibadah Umrah telah selesai kami jalankan dan kami bergerak meninggalkan Makkah menuju Jeddah, sebelum kembali ke tanah air.

Penasaran dengan Museum Al Amoudi ini? Yuuk, lanjut baca ceritaku ya.. ☺

Sekilas tentang Museum Al Amoudi

Lokasi Museum Al Amoudi

Museum ini berlokasi di daerah pinggiran Makkah, tepatnya ada di daerah El Shimeisi, berada di tepi jalan raya Makkah-Jeddah yang cukup strategis dan mudah dikunjungi.

Pintu Gerbang Al Amoudi Museum di Makkah

Pintu Gerbang Museum Al Amoudi Makkah (entah kenapa ada Bajaj merah di sana..hehe)

Bentuk Bangunan Museum

Dibangun oleh Abu Bakr Al Amoudi, museum seluas sekitar 2000 meter persegi ini cukup unik, karena dari luar bentuk bangunannya seperti benteng. Terlihat kokoh dengan dinding berwarna coklat yang konon merupakan campuran lumpur dan susu, sebagaimana material bangunan rumah-rumah  Bangsa Arab di masa lalu.

Harga Tiket Museum Al Amoudi

Terus terang saat itu kami tidak harus membeli tiket sebelum masuk ke museum ini, karena sudah masuk dalam fasilitas yang kami dapatkan dari BPUH yang kami gunakan, namun berdasarkan beberapa informasi di internet, HTM ke museum ini adalah 3 SR atau sekitar Rp.12.000,- . Cukup terjangkau, bukan?

Halaman Museum Al Amoudi Makkah

Bagian luar Museum Al Amoudi Makkah

Napak Tilas Peradaban Arab di Masa Lalu

Tempat Tinggal

Di masa lalu, penduduk Arab tinggal di rumah-rumah dengan dinding yang terbuat dari campuran lumpur dan susu, atau di tenda-tenda saat berkelana di gurun.

Sumur dan Rumah di Museum Al Amoudi Makkah

Sumur batu dan penampilan sebagian dinding rumah Arab

Pertama kali memasuki gerbang museum ini, pengunjung dapat melihat sebuah sumur batu yang berada di luar rumah.

Detil rumah di Al Amoudi Museum Makkah

Detil rumah yang cantik

Rumah tinggal berbentuk persegi dengan dominasi warna coklat tanah, bertangga tanah diperkeras, dengan pintu dan jendela kayu yang khas.

Tenda Badui Arab di Al Amoudi Museum

Tenda Badui Arab di Museum Al Amoudi Makkah

Diperlihatkan pula tenda-tenda tempat tinggal -baik yang beratapkan kain ataupun kayu- lengkap dengan perabotan dan pernak-pernik hiasan di dalamnya.

Peralatan Rumah Tangga

Di bagian luar bangunan utama museum kita dapat melihat berbagai peralatan rumah tangga maupun peralatan berburu yang digunakan penduduk Arab di masa lalu.

Peralatan rumah tangga di Al Amoudi Museum Makkah

Pernak-pernik peralatan rumah tangga di Museum Al Amoudi Makkah

Adat dan Budaya

1. Suasana Ka’bah di masa lalu

Suasana Ka'bah di masa lalu (Al Amoudi Museum)

Suasana seputar Ka’bah di masa lalu

Memasuki bangunan utama museum, kita disuguhi artefak dan foto-foto yang menggambarkan suasana di sekitar Ka’bah jaman dulu. Ada miniatur Talang Mas, Foto Sumur Zam-zam jaman dulu, foto kain penutup Ka’bah, Al Qur’an kuno, replika Hajar Aswad dalam bentuk 3 dimensi, dll.

2. Senjata dan Pakaian Perang

Adapula pajangan replika macam-macam senjata dan pakaian perang, dari masa ke masa. Pengunjung diperbolehkan memegang bahkan berfoto menggunakan replika senjata perang tersebut, tentunya dengan didampingi petugas.

Senjata perang & Tandu di Al Amoudi Museum

Mejeng bersama senjata perang ☺

3. Pakaian, Peralatan Rumah Tangga dan Lingkungan

Selanjutnya dapat kita lihat juga pakaian Badui, tandu bagi para Puteri, peralatan-peralatan kuno, hewan-hewan yang berhabitat di Padang pasir, dll. Pengunjung dapat menggunakan pakaian Badui itu untuk berfoto lho..bahkan penjaga dengan ramah menawarkan untuk membantu memotret! ☺

Binatang gurun di Al Amoudi Museum

Binatang-binatang yang berhabitat gurun pasir

4. Hasil Karya / Kerajinan Tangan

Selain itu dipamerkan pula hasil karya / kerajinan tangan dan alat-alat yang digunakan, antara lain gerabah, kain tenun, anyaman, dll.

Barang kerajinan Badui di Al Amoudi Museum Makkah

Hasil kerajinan tangan Badui Arab

Waktu seolah berhenti di museum ini. Satu jam berlalu tanpa terasa. Mengamati benda-benda yang dipamerkan di Museum Al Amoudi sungguh mengasyikkan dan membuatku lupa waktu, meskipun sering harus mengira-ngira sendiri karena tulisan-tulisan menggunakan huruf dan bahasa Arab yang tidak kumengerti 🤣

Saat keluar bangunan museum, panas semakin terik dan tak kutemukan teman-teman serombongan! Akupun bergegas ke luar menuju bus yang terparkir di seberang jalan. Olala…rupanya teman-teman sudah ngadem di dalam bus, sambil menunggu aku yang masih keasyikan di dalam! Maafkaaan, teman-teman.. ☺

Sejurus kemudian ketua rombongan mengabsen anggota, kemudian setelah tak ada yang tertinggal lagi, bus pun bergerak, meninggalkan Al Amoudi Museum, meninggalkan Kota Suci Makkah. Selamat tinggal…sampai jumpa lagi 😘

Museum Al Amoudi Makkah

Museum Al Amoudi Makkah

Nah teman, itulah cerita singkat ketika kami berkunjung ke Museum Al Amoudi Makkah. Ada yang sudah pernah ke sini? Bagi pengalamannya di kolom komen ya… Terima kasih…

78 Comments

  1. akkk mbak me…. senengnya… btw murah banget tiket museumnya ya.. doakan mbak, semoga esok lusa bisa ke sana.. aamiin

  2. Duh, sayangnya waktu umrah aku ngga main kesini mba, tertarik banget bentuk rumahnya yang unik

    • Oh pas nggak ada jadwal ke sini ya mba.. Mudah2an pada kunjungan ke Tanah Suci berikutnya ya mba.. Insya Allah..

  3. Dua kali ke Tanah Suci … belum pernah kami ke sana …
    mestinya ini jadi kunjungan wajib ya Aunty … untuk melengkapi pengetahuan kita tentang masyarakat dan budaya di Arab zaman dulu …

    Salam saya

  4. Ya Allah, mudahkanlah kami datang ke rumahMu sehingga bisa juga ke museum itu. Aamiin.

  5. wah…tempatnya bagus bgt ya. oia…itu ada bajaj juga ya. Ya Allah, semoga aku juga bisa ke Mekah.

  6. HTMnya 12 ribu sangat terjangkau ya Mbak…. Bentuk rumahnya mengingatkanku pada satu film Mission Imposible yang di gurun pasir…. Teracota gitu rumahnya…. Cantik dan unik ya….

  7. Ke Makkah aja aku belum pernah mba, apalagi mengunjungi museum ini. Pengiiiinn banget suatu hari bisa menjejakkan kaki di bumi para nabi ini ya mba.
    Baru tau lho kalau bangunan di sana rata2 terbuat dari campuran lumpur dan susu. Inget ngga mba sejarah Masjid Demak atau Kudus, yang bikinnya menggunakan putih telur sebagai perekat batunya. 😉 Kearifan lokal jaman dulu yang luar biasa ya.

    • Allah tidak sare, dik. Insya Allah setiap doamu didengar-NYA termasuk keinginan untuk segeraenjadi Tamu Allah. Semoga dipermudah dan disegerakan oleh-NYA. Aamiin…

  8. Bacanya sambil mimblik mimblik karena kangen Mekkah Madinah.. hiks.. Tapi saat umroh kemarin, saya ndak sempat ke sini. Semoga nanti ada kesempatan lagi..

    • Iya…Makkah-Madinah selaluuuu membuat rindu untuk kembali. Semoga Allah memperkenankan kita semua kembali menjadi Tamu-Nya kelak. Aamiin..

  9. saya belum pernah ke Makkah, Mba. Semoga suatu saat nanti saya bisa mengunjungi tempat suci itu, sekaligus bisa berkunjung ke museum ini, amiiin

  10. wah bagus banget ya kak moseom nya, jadi pengen juga nih bisa berkunjung kesana, kira-kira kapan ya bisa haji dan umroh ke tanah suci 😉

  11. Aku kudet beneran deh nggak tahu museum ini waktu ibadah haji dulu. Isinya cuma berangkat dari hotel ke masjid, trus pulang ke hotel udah malam. Jadi pengennya langsung ke hotel dan bobok, hahahaa. Semoga bisa berkunjung ketika kami ibadah umroh tahun depan, doakan ya mbak

    • Aamiin… Semoga disegerakan dan dilancarkan ya mba.. Ini juga kami tahunya karena dibawa oleh muthawif nya..kalau nggak ya kami gak tahu juga..hehe..

  12. Harga tiket masuknya ternyata terjangkau ya Mba, seru bisa melihat-lihat peradaban mekkah jama dahulu, masih terawat ya sampai sekarang peninggalan-peninggalannya.

  13. Bagus ya Mbak museumnya…Ini bisa jadi referensi nih buat temen2 yang mau ke Mekkah

  14. Seru bgt ya ngeliat isinya. Lucu2 dan sangat orisinil. Berasa kayak lagi tur ke masa lalu.

  15. wah ada museum di mekah juga ya

  16. salfok sama dinding terbuat dari lumpur dan susu mba jadi pengen meraba itu dindingnya hahaha..

    btw untung yah rombongannya ga marah nungguin mba wkwkwk

    • Hehe..iya mba.. Memang masih dalam batas waktu kunjungan yg telah disepakati kok, hanya sebag bedar rombongan kurang tertarik berlama-lama di museum hehe..

  17. Museumnya penuh dengan kebudayaan masa lalu, saya tertatrik banget dengan alat rumah tangga masa lalu itu. Jalan ke museum Indonesia saya tertarik banget, apalagi Museum luar negeri.

  18. MAsyaAllah sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan sekali bisa ke sini mba. Aku belum tahu tempat ini jadi tujuan juga ketika umrah mba. SMoga aku bisa ke sini suatu saat nanti ya. Aamiin

  19. Asyik banget bisa belajar banget tentang kebudayaan Islam ya mba. Well noted semoga bisa mampir sini mbaaa

  20. Koleksinya lengkap juga ya mbak. Bangunannya juga khas banget rumah2 di padang pasir. Jadi pengen kesana

  21. Wah, unik ya museumnya. Barang-barang di dalemnya gak biasa. Seru banget bisa mampir ke sana. Semoga aku pun kesampaian main ke sana. 🙂

  22. bagus banget, ya, sudah gitu ciri khas Timur Tengah-nya juga kental banet. semoga aku bisa ke sana juga yaa aamiin

  23. Barokallah Mba Tanti bisa sampai ke museum Al Amoudi Makkah
    Semoga kakiku juga bisa menjejak ke sana aamiin
    Sumurnya khas banget ya, itu tanah liat tok ya tanpa semenan gitu

  24. Saking asyiknya gak nyadar hampir ditinggal rombongan ya mbak hehe. MEmang kalau ke museum itu gak cuma liat barang2nya tapi jg membayangkan kira2 bagaimaan kisah peradaban yang kini telah jadi sejarah itu yaaaaa

    • Hehe..iya mba.. Memang belum lewat dari waktu yg disepakati sih, tapi rupanya tinggal saya yg masih asyik di dalam

  25. MashaAllah~
    Jadi ada bayangan, bagaimana kehidupan jaman Rosululloh dulu, yang begitu sederhana.
    Ternyata, rumah-rumah di Arab itu kurang lebih bahan dan bentuk bangunan serta perabotannya persis seperti Museum Al-Amoudi ini yaa..

  26. Aku belum main ke sini pas umroh kemarin. Padahal banyak yg bilang bagus tempatnya.

  27. Huaa jadi pengen kesana deh huhu, doakan aku ya mba semoga bisa Umroh sekaligus wisata religi ke tempat lainnya disana ya termasuk ini.

  28. Tiketnya ternyata terjangkau ya mbak..apalagi kita bisa semacam napak tilas kehidupan disana.. uuuj jadi pengen ke mekkah nihh

  29. Ya Allab kangen suasana Mekah banget…baca2 ttg mekah jd pengen segera ke sana, Baru baca nih ada yg membahas ttg museum.di mekah..

  30. Ma Syaa Allah, Mbak. Menarik sekali ya, dinding yang dibuat pake susu sama lumpur itu. Jadi penasaran. Dan bikin makin pengen ibadah ke tanah suci. Semoga suatu saat bisa menginjakkan kaki di sana. aamiin

  31. Huwaaa seneng bgt bisa ngunjungin museum di Makkah. Jarang2 kyknya yg berkunjung ksana ya Mba

  32. Ya Allah, semoga bisa kembali ke rumah Allah ya Mba Tanti
    doa yang sama ingin juga meninjakan kaki di sana Aamiin
    jadi itu bangunan dari lumpur dan susu. Waa ngabisin berapa banyak susu itu hahaha

  33. Bisa lihat kehidupan suku badui arab di masa lalu ya. Btw susu apa ya mba yg dipake buat bangun dindingnya. Susu unta kayaknya ya

  34. Mbak, aku lihat foto-fotonya malah inget film Aladin.
    Mirip di cerita buku gitu.

  35. Semoga, kalau suatu saat Allah ta’ala mengizinkan bisa ke Baitullah, mau banget mampir ke museum ini. Pengen tahu juga bagaimana peninggalan orang-orang Arab jaman dulu

  36. Jadi kebayang rumah-rumah para sahabat Rasulullah di masa lalu 🙂

    Semoga kami punya kesempatan untuk ibadah ke Baitullah. aamiin..

  37. masyallah sy jadi flashback sama film Oemar tentang kehidupan di sekitar kabah

Leave a Reply

Required fields are marked *.