Subuhan di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal seringkali menjadi tempat jujugan bagi para pendatang di Ibu Kota. Seperti halnya yang kami lakukan menjelang subuh 10 Juli 2014 kemarin, ketika kami sampai di Stasiun Gambir pada pukul 03.30 dan mendapati bahwa lingkungan stasiun menjelang subuh itu kurang kondusif untuk bersantap sahur & menunggu subuh. Maka kami pun memutuskan menuju Masjid Istiqlal. Alhamdulillah, di masjid agung dengan interior nan cantik itu, kami bisa sholat berjamaah disambung dengan mendengarkan kultum subuh dari imam masjid sesudah sholat. Siraman rohani pembuka hari… 🙂

Jamaah subuh mendengarkan kultum dari imam Masjid Istiqlal

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

LOGO

 

Ke Dieng (lagi)

Dieng Plateau atau dataran tinggi Dieng yang masuk dalam wilayah Kab Banjarnegara & Wonosobo, memang tempat yang tak akan mboseni untuk didatangi. Meski telah beberapa kali ke sana, dan terakhir di akhir 2012 lalu, tetap saja aku bersemangat ketika ‘gank ngluyur’ ngajak jalan-jalan ke Dieng lagi.

Kalau pada perjalanan sebelumnya bersama keluarga kami lebih lama menghabiskan waktu di kompleks Candi, jalan-jalan di hutan sekitar telaga warna dan di Kawah Sikidang, maka kunjungan tanggal 29 mei 2014 kemarin bersama teman-teman hanya di seputar Candi, berlama-lama di Museum Kailasa dan di seputar Telaga Warna, tentunya.. 🙂

Cuaca Dieng pagi menjelang siang itu cukup cerah, pengunjung sudah mulai banyak meskipun tak sampai berdesak-desakan… Dan, pengunjung pun asyik berfoto-foto ria di sekitar artefak di Komplek Candi Arjuna itu.

KompleksArjuna

Tak ketinggalan berpose dengan Mas Hanoman, Cakil dan teman-temannya… Jadi ingat 2 tahun lalu juga berfoto ria bersama mereka & para krucilku.. Ini perbandingan 2 pose itu, hehe..

Mas Hanoman dkk yang selalu menggoda utk pose bareng..
Mas Hanoman dkk yang selalu menggoda utk pose bareng..

Continue reading “Ke Dieng (lagi)”

Kenang2an saat Benchmarking ke Sidoarjo

Pada 24 – 27 Maret lalu, kami berkesempatan mengunjungi Kab. Sidoarjo, sebagai lokasi tujuan studi banding diklat yg sedang kami ikuti.  Hanya 5 hari, dan jadwal kegiatan yg cukup padat menyebabkan kami tak sempat mengunjungi ikon-ikon wisata di sana, namun alhamdulillah aku berhasil ikut Kopdar Meja Bundar-nya Pakde dan kopdar sejenak di The Square dengan Jeng Muna & keluarga kecilnya 🙂

Mungkin panitia kasihan juga melihat para peserta yang umyeg dengan tugas-tugas tanpa sempat refreshing, akhirnya sebelum pulang ke Jogja sempat diajak mampir ke sentra industri tas & koper Tanggulangin, icip-icip bandeng asap berukuran Jumbo, menyeberangi Suromadu & mampir sholat di Masjid Sunan Ampel.. Oya, kami juga sempat menikmati suasana pagi / siang di  alun-alun Sidoarjo yang tiap hari menjadi meeting point dari 6 kelompok setelah masing-masing mengunjungi instansi yang dituju.  Alhamdulillah.. 🙂

Ini beberapa kenangan saat di sana…

Setelah acara resmi diterima WaBup di Kantor Bupati Sidoarjo
Setelah acara resmi diterima WaBup di Kantor Bupati Sidoarjo

Continue reading “Kenang2an saat Benchmarking ke Sidoarjo”

Kunjungan kedua ke RATU BOKO

Akhir tahun 2009 lalu, kami memenuhi keinginan anak-anak untuk merasakan kemping dengan mengambil lokasi di camping ground  Candi Ratu Boko, yang letaknya sekitar 3 km sebelah selatan kompleks Candi Prambanan, tepatnya di Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Menurut Wikipedia, nama Ratu Boko yang digunakan untuk menamai situs yg diperkirakan sudah dipergunakan pada abad ke-8 ini berasal dari legenda masyarakat setempat, yg arti harfiahnya adalah “Raja Bangau”.  Lebih lanjut tentang tempat wisata ini, pernah kutulis di blogdetik.

Nah, beberapa waktu lalu, aku berkesempatan untuk mengunjungi kembali lokasi wisata sejarah itu, kali ini bersama rekan-rekan di Diklat PIM yang sedang kuikuti.  Ya, lokasi wisata Candi Ratu Boko atau Keraton Ratu Boko adalah lokasi kegiatan outbound  yang menjadi salah satu bagian dari kegiatan Diklat.

Ternyata sudah banyak perubahan di lokasi wisata itu, lebih tertata dengan baik.  Perubahan yang paling mencolok adalah peraturan untuk melilitkan kain batik (yg sudah disediakan) di atas celana panjang / rok yang kita pakai, sebelum memasuki situs Candi Ratu Boko.  Pada waktu kami ke sana di tahun 2009, peraturan itu belum ada.  Kurang jelas apakah kain itu harus disewa / cuma-cuma, dan siapa saja yg diwajibkan, karena rombongan kami kemarin bebas dari aturan itu tidak seperti wisatawan lain yang datang bersamaan waktu itu.

Nah.. ini sebagian foto-foto ketika kami ke sana kemarin… Continue reading “Kunjungan kedua ke RATU BOKO”

Kopdar Surabaya : dari bundar ke kotak…

Ketika beberapa waktu lalu mengetahui bahwa lokasi kegiatan benchmarking to best practise yang menjadi salah satu bagian kegiatan Diklatku adalah di Sidoarjo, maka akupun mengabarkannya kepada Diajeng Muna Sungkar, rekan blogger yang bertindak sebagai PJ buku antologi “11 Warna Pelangi Cinta” dan berdomisili di sana. Dan kami pun sepakat untuk bertemu antara tanggal 24 – 27 Maret itu.

Lalu dalam perjalanan menuju Sidoarjo, aku pun memberanikan diri kontak Pakde Cholik, karena ternyata kami menginap di Surabaya dan sudah lama aku berharap bisa sowan  Pakde dan Bude di Galaxy.  Alhamdulillah, gayung bersambut, Pakde berkenan menerimaku dan kami pun menentukan waktu kopdarnya.

Senin (24 Maret 2014) lepas maghrib aku pun minta izin pembimbing untuk keluar hotel, menggunakan taksi menuju RM Bu Cokro yang dipilih Pakde sebagai lokasi ‘Kopdar Meja Bundar’ itu.  Karena bertepatan dengan waktu pulang kantor, jalanan cukup padat merayap sehingga perjalanan ke sana lebih dari waktu yang diperkirakan.  Setelah sempat mencari-cari dan tanya sana-sini, akhirnya akupun sampai di lokasi, dan kata-kata Pak sopir begitu sampai di sana adalah : “Wooo… kalau rumah makan sugeng rawuh ini sih saya tahu, lha tadi ibu nyebutnya rumah makan bu cokro…” sambil mengucapkan terima kasih, aku keluar taksi dan tersenyum kecut memperhatikan tulisan “SUGENG RAWUH” besar yang terpampang di luar rumah makan itu 🙁 Continue reading “Kopdar Surabaya : dari bundar ke kotak…”

Jasmerah di Monjali

“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah “ 

Itu kalimat yang sangat terkenal, diucapkan oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia.  Kalimat yang sering disingkat sebagai Jasmerah itu kembali menggaung di telinga kami ketika kami mengunjungi Monjali ( Monumen Jogja Kembali ) pada Jum’at 28 Pebruari 2014 yang lalu.

Adalah Pak Gunadi, pemandu berusia 76 tahun yang kembali mengucapkan kata-kata bersejarah yang merupakan pesan dari salah satu founding father bangsa ini. Pemandu sepuh  itu dengan penuh semangat menguraikan arti di balik pesan Presiden RI pertama itu, dan menceritakan kembali sejarah perjuangan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan didirikannya MONJALI yaitu sejarah agresi militer Belanda di Jogjakarta pada tahun 1948-1949 itu, berhasil menggelorakan kembali rasa cinta tanah air di hati kami, yang (terus terang) seringkali lupa akan sebagian sejarah bangsa ini. Continue reading “Jasmerah di Monjali”

Jalan2 di akhir bulan kemarin

Hai teman…., pa kabar? Mudah-mudahan tetap ceria meskipun suasana dingin kadang membuat menggigil dan malaas buat ngapa-ngapain…hehe…  Masih banyak cerita tentang banjir yang datang lagi untuk yang ke-3 kalinya (wiih, skor sudah 3-0 nii..hehe..) tapi, daripada bikin orang khawatir, mending cerita yang seneng-seneng saja laah…

Ketika melihat ada tanggal merah di akhir bulan, langsung ibu mendaulatku untuk ke Jogja, sekalian menemani kakak dan keponakan yang akan terapi di sana.  OK lah, berhubung sudah cukup lama jadi ‘tahanan kota’ akhir tahun kemarin dan di awal tahun ini, maka akupun meng-iyakan permintaan itu.

Jadilah aku bersama keluarga kakak dari Brebes bertolak ke Jogja pada kamis (30/1) malam yang lalu. Ya, memang akhirnya kami baru bisa berangkat sekitar jam 8 malam dari Pekalongan karena ternyata hari itu perjalanan Brebes – Pekalongan yang biasanya 2 jam lebih sedikit molor menjadi 4 jam lebih, sehingga kakak yang berangkat dari sana jam 4 sore baru sampai di rumahku jam 8 malam 🙁

Perjalanan malam itu relatif lancar, diiringi hujan yang -alhamdulillah- tak terlalu deras, hanya harus super hati-hati karena kondisi jalan banyak yang berlubang, bahkan ada yang cukup parah antara Sukorejo – Parakan misalnya, sehingga ketika memasuki Kota Magelang sudah hampir tengah malam.  Saat mendekati alun-alun kota itu, hujan sudah berhenti dan tampak keramaian di sekitar alun-alun. Ada apakah? Continue reading “Jalan2 di akhir bulan kemarin”

Kilas balik

Seperti biasa di akhir tahun menjelang tahun berganti, selalu ada acara kilas balik di TV… eh, itu dulu ding, kalau sekarang entah masih atau tidak karena aku sudah semakin jaraaang nonton TV.

Nah, ceritanya aku juga mau nulis tentang kilas balik, tapi bukan kilas balik setahun kemarin, melainkan kilas balik liburan akhir tahun ataupun tahun baruan beberapa tahun kebelakang.  Untuk apa? Emm… sebagai kenangan saja sih, atau mungkin sebagai ganti karena akhir tahun ini sedang jadi tahanan kota alias gak boleh kemana-mana…jadinya berkelana di ranah kenangan saja,  haha… Continue reading “Kilas balik”

KBN2013 : Istimewa!

Ikut…tidak…ikut…tidak..ikut…tidak..ikuuuut! *akhirnya 🙂

Setelah sempat ‘maju mundur’ -karena satu dan lain hal- tentang keikutsertaanku di KBN 2013 di Jogja, akhirnya awal pekan lalu kepastian itu pun datang : kerjaan beres alias bisa ditinggal. Segera nyari tiket travel (alhamdulillah dapat) dan siap-siap untuk berangkat jumat sorenya.

Kalau ditanya blogger mana yang khusus ingin kutemui di KBN 2013 itu, kujawab dengan pasti, aku ingin ketemu semua teman yang sudah kukenal dari blog.  Ya, kali ini tidak ada yang khusus, karena memang -kecuali mbak Esti- belum ada yg pernah kutemui sebelumnya… hehe..  Tapi…, tak ada blogger khusus yg ingin kutemui di KBN 2013 bukan berarti tak deg2an sebelumnya lhooo…

Rasa was-was itu sempat ada karena itu adalah kopdar akbar yg pertama kali akan kuikuti. Bisakah aku ‘membaur’ dengan teman-teman yang belum pernah kutemui secara nyata? Apakah interaksi kami akan sehangat interaksi saat berbalas komen? Bukan aku meragukan teman-teman, tapi lebih kepada diriku sendiri yang seringkali agak susah memulai dengan orang baru.  Tapi kopdar pemanasan sebelumnya memperkecil rasa was-was itu. Ternyata dengan Cii Yuni & mbak Esti yg baru pertama bertemu terbukti kami bisa ‘larut’ dalam percakapan gayeng, jadi insya Allah di Jogja bisa lah aku berbaur dengan teman-teman baru di sana, begitu pikirku ‘menguatkan’ hati..hehe.. Continue reading “KBN2013 : Istimewa!”

Ada apa dengannya?

Hari Jum’at hingga minggu siang tadi, aku bersama teman2 kantor mendapat tugas menyelenggarakan sebuah pembekalan  / pelatihan singkat bagi rekan-rekan yg saat ini bertugas sebagai fasilitator sebuah program daerah.  Kegiatan pelatihan singkat yang bertujuan meningkatkan kerjasama / team-work dan kinerja para fasilitator tersebut dilaksanakan di Wana Wisata Pagilaran, kebun teh yang ada di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Meskipun itu bukan kali pertama aku Tea walk Medini juga sudah kali kesekian menginap di salah satu villa di Pagilaran, tapi menikmati sejuknya udara di perkebunan teh selalu menyenangkan buatku, apalagi hari terakhir pelatihan itu akan diisi dengan acara Outbond yang pastinya seru… Maka akupun semangat menyiapkan segala sesuatu persiapannya, termasuk kamera saku yang selalu setia menemani acara jalan-jalanku.. 🙂 Continue reading “Ada apa dengannya?”