Cerita di balik Blog a la Mechta

 

“Waah…dapat hadiah lagi ya, mbak?”

“Iya nih, alhamdulillah… Rezeki ngeblog, hehe… ”

“Seneng ya mbak…, bisa dapat  hadiah macam-macam modalnya cuma nulis saja..”

“Hm…iya… Alhamdulillaaaah banget…”

***

Itu sekelumit percakapan yang beberapa waktu lalu kualami, dan sudah beberapa kali pula terjadi.

Ada beragam perasaan muncul di hati saat percakapan semacam itu terjadi.

Yang pertama, tentu ada rasa senang…bangga…lalu ada juga rasa jengkel.

Jengkel??

Iya benar… rasa yang satu itu muncul ketika mendengar kalimat yang kugaris bawahi itu.  CUMA NULIS SAJA”.

Nulis itu…tak sekedar CUMA, Oy…!!

Pengen rasanya aku teriak begitu bila ada yang menggambarkan ketrampilan menulis dengan kata CUMA atau HANYA ataupun SEKEDAR.

Ya -buatku- menulis itu tidak mudah. Sebuah proses yang tak sekedar merangkai huruf menjadi kata dilanjutkan merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Jauh lebih dari itu. Buatku, menulis itu menceritakan apa yang kurasa, mengemukakan pendapatku, mengisahkan kembali apa yang kulihat, kudengar ataupun kualami.  Memberitakan suatu hal, menuturkan langkah-langkah yang ingin kujabarkan…dll, dsb, dst…. Intinya, menurutku menulis itu bukan suatu pekerjaan yang pantas diargai hanya dengan CUMA / HANYA / SEKEDAR saja. Continue reading “Cerita di balik Blog a la Mechta”

Bertemu kembali dengan Sawo Ijo, si manis lembut penuh kenangan…

Akhir pekan yang lalu, kami berkesempatan mendampingi adik-adik fasilitator pemberdayaan yang mengikuti pelatihan di Baturraden. Ya, sebuah tempat wisata alam yang berhawa sejuk di Kab. Banyumas itu…

Saat beristirahat diantara 2 sessi materi pelatihan, kami duduk-duduk di teras Aula Hotel Moroseneng itu, dan tiba-tiba perhatianku tertambat pada sebuah pohon rimbun di sebelah Aula Bakula itu.

Pohon Sawo Ijo Continue reading “Bertemu kembali dengan Sawo Ijo, si manis lembut penuh kenangan…”

6 Langkah registrasi e-PUPNS 2015

PUPNS 2015

Apa itu e-PUPNS 2015 ?

Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara Elektronik (e-PUPNS) Tahun 2015 adalah suatu sistem pendataan ulang PNS terbaru yang dibangun oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) dengan tujuan untuk memperoleh data PNS yang akurat, terpercaya dan terintegrasi yang mendukung pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

Kapan pelaksanaan e-PUPNS 2015 ?

Berdasarkan SE BKN No : K26-30/V77-4/99 tanggal 27 Juli 2015 tentang implementasi e-PUPNS, pelaksanaannya dijadwalkan sejak 1 September 2015 – 31 Desember 2015.

Bagaimana langkah-langkah pendataan dilakukan ? Continue reading “6 Langkah registrasi e-PUPNS 2015”

Jlamprang , motif batik khas Pekalongan.

Beberapa waktu lalu, ketika menulis tentang Pekalongan Jlamprang Carnival, ada beberapa teman yang menanyakan tentang Motif Jlamprang itu, yang seperti apa ??

Penampakan Batik Jlamprang PekalonganIni salah satu penampakan Batik Jlamprang

Nah, untuk menjawabnya, aku harus mencari beberapa referensi dulu, karena terus terang meskipun lumayan hafal dengan motif khas Pekalongan itu, aku tak banyak tahu tentang hal-hal lain tentang motif Jlamprang itu sendiri. Dan ini adalah rangkuman beberapa informasi mengenai Batik pekalongan pada umumnya, motif Jlamprang pada khususnya .. (eh..kok seperti bikin laporan resmi yah? hihi…)

Sebagai daerah pesisir, dengan pelabuhan yang sejak dahulu sudah dimanfaatkan sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan Nusantara, motif Batik Pekalongan sangat dipengaruhi oleh interaksi masyarakat pribumi dengan para pendatang baik itu etnis Tionghoa, Arab, India maupun Eropa.

Jlamprang adalah salah satu motif Batik khas Pekalongan, yang juga dipengaruhi oleh interaksi masyarakat setempat dengan pendatang, dalam hal ini etnis India. Continue reading “Jlamprang , motif batik khas Pekalongan.”

Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015

Pekan Batik merupakan salah satu agenda rutin di Kota Pekalongan. Biasanya berlangsung pada awal Oktober untuk memperingati Hari Batik tanggal 2 Oktober, namun pada tahun ini dilaksanakan pada akhir Juli s.d awal Agustus 2015 ditengah bersamaan dengan Pameran Inovasi & Kreatifitas yang berlangsung sejak 30 Juli – 3 Agustus 2015 lalu.

Dalam rangkaian acara Pekalongan Batik Week tahun ini diselenggarakan juga Pekalongan Jlamprang Carnival tepatnya pada hari minggu tanggal 2 Agustus 2015 lalu, yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga siang harinya.

Karnaval tahun ini lebih berkesan bagiku, karena bersama rekan-rekan lainnya aku terlibat langsung sbg peserta karnaval hari itu.

Beberapa hari sebelumnya teman-teman sudah sibuk berembug kostum yang akan digunakan maupun konfigurasi gerakan yang akan ditampilkan di depan panggung kehormatan. Karena kesibukan masing-masing Badan dan Kantor yang tergabung dalam 1 kontingen ini, bukan hal yang mudah untuk dapat meluangkan waktu pada saat yang sama untuk berlatih gerakan yang akan ditampilkan.

Dan akhirnya hari H datang juga. Pagi-pagi sudah sibuk berkutat dengan kebaya dan kain batik juga riasan -ala kadarnya- dan perlengkapan lainnya. Aah…untung saja kontingen yg kuikuti tidak menggunakan kostum yg ribet, hanya kain-kebaya untuk para ibu dan baju koko – celana panjang + kain & tutup kepala batik untuk para bapaknya.

Oya, aku sengaja menggunakan sepatu datar sebagai alas kaki karena harus berjalan kaki sepanjang route karnaval itu, meskipun agak tidak matching dengan kain-kebaya..hihi… Hasilnya? Nyaman saat jalan sih…tapi tetap saja lumayan pegeeel setelah selesai karnaval … hehe… Continue reading “Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015”

Benarkah buah Bintaro pengusir tikus?

Sudah cukup lama aku penasaran dengan pohon di sudut halaman kantor kami. Pohon itu berdaun seperti daun Kamboja, berbunga mungil berwarna putih dan bentuk buahnya seperti buah mangga / markisa.

Pohon Bintaro di sudut halaman
Pohon Bintaro di sudut halaman kantor kami
Buahnya cukup banyak...dari jauh seperti buah mangga ya?
Buahnya cukup banyak…dari jauh seperti buah mangga ya?

Bertanya pada rekan-rekan kantor tak ada yg tahu pasti nama pohon itu.. Padahal pohon itu tampaknya banyak juga ditanam sebagai pohon penghijauan di pinggir jalan raya…namun kebetulan orang-orang yang kutanya tak tahu apa nama pohon itu (atau aku yg bertanya pada orang yg salah ya? Hehe..) Continue reading “Benarkah buah Bintaro pengusir tikus?”

Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan

Brug Loji

Pagi belum beranjak siang, ketika kami beristirahat setelah bersama-sama mengikuti acara kerja bakti -di lahan bekas lokasi Pasar Sentiling Pekalongan- yang merupakan salah satu kegiatan pada puncak acara Bulan bakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM) di Kota Pekalongan pada akhir bulan lalu.

Sambil beristirahat di tepi Kali Loji, pandangan kami tertuju pada lalu lintas yang sudah mulai ramai melintasi kedua jembatan di atas sana. Ya, saat ini memang terdapat 2 buah jembatan yang melintang diatas Kali Loji / Kali Kupang dan menghubungkan Kawasan Jetayu (alun-alun utara Kota Pekalongan) dan Jl. Sultan Agung Pekalongan. Nah, tahukah teman, salah satu dari kedua jembatan tersebut, merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan, lho….

Tepatnya adalah jembatan yang tampak lebih ringkih dan berada di sebelah kanan ( dari arah Lap Jetayu ). Konon, Brug Loji ( Jembatan Loji ) tersebut dibangun pada sekitar tahun 1908 pada masa kolonial Hindia-Belanda, merupakan sarana penyeberangan sepanjang sekitar 90 m yang menghubungkan kawasan pemerintahan saat itu dengan kawasan Loji ( Lodge ) yang terletak berseberangan dibatasi Kali ( sungai ) Loji / Kali Kupang tersebut. Continue reading “Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan”

Membuat Apem dan Pasung untuk Megengan Ruwahan

Apem & Pasung dalam Megengan Ruwahan
Apem & Pasung dalam Megengan Ruwahan

Ruwah adalah urutan bulan ketujuh dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan Bulan Sya’ban pada Tahun Hijriah. Pada bulan sebelum bulan puasa ini, dalam lingkungan masyarakat Jawa biasanya diadakan tradisi Ruwahan.

Di beberapa daerah, tradisi yang berlangsung sekitar 10 hari sebelum bulan Puasa ini terdiri dari beberapa ritual antara lain kenduren (selamatan) & megengan (hantaran makanan), bersih-bersih area makam, nyadran dan diakhiri dengan ritual padusan sehari sebelum puasa. Intinya, tradisi ruwahan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan bentuk penyucian diri sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Continue reading “Membuat Apem dan Pasung untuk Megengan Ruwahan”

SUKUN Malang, bukan Sukun biasa …

Ada apa dengan motor ibu ini ?

Ada apa dengan motor ibu itu ? Apakah kehabisan bensin, atau ban-nya kempes?

Ya, mungkin itu pertanyaan yang hinggap di benak kita ketika melihat seorang wanita menuntun sepeda motor-nya sepanjang gang, alih-alih mengendarainya.

Itu pula sekelumit tanya yang sempat terbersit di hati kami ketika hari minggu pagi menjelang siang kemarin, kami menyaksikan kejadian itu.  Tanya di hati makin mengemuka ketika tak hanya ibu itu seorang yang kami lihat menuntun motornya sepanjang gang pagi itu.  Ada pula seorang bapak, ibu-ibu lainnya bahkan beberapa anak muda yang melakukannya.  Tak mungkin ada kejadian ‘bocor ban berjamaah’ saat itu bukan??? Continue reading “SUKUN Malang, bukan Sukun biasa …”

Sebuah puisi tentang Kali

KALI ASEM BINATOER

Di kala jiwa anak

mengendap merayap

menggapai cita kelak dewasa

Kali Asem Binatoer

adalah teman bercanda ria

teman berenang bersama udang

teman menyelam bersama ketam

Tiada sampah tiada limbah

air mengalir menyapa sawah

agar padi menguning menjadi berkah

Kali Asem Binatoer

walau katanya kau punya makna asam yang hina dina

tapi duka tak pernah kau rasa

bersama sampan dan ikan sebagai teman setia

Kali Asem Binatoer

kini engkau telah tertipu oleh manusia-manusia dungu

yang membuang sampah, membuang limbah

tapi mereka katakan membawa berkah

Kali Asem Binatoer

kini airmu yang mengalir menyusuri depan istana raja

telah berubah warna

bersama racun yang kelak bisa membawa bencana…

( Muchsin – Tepi Asem Binatoer, 26-2-2015 )

*** Continue reading “Sebuah puisi tentang Kali”