Di dalam kurungan2 kecil itu :
ada kebebasan yang terampas,
ada jeritan pilu yang disalahartikan sebagai nyanyian merdu,
ada warna-warni palsu yang dipaksakan,
Di dalam kurungan2 kecil itu :
tak tersisa ruang untuk rasa iba pada sesama mahkluk-NYA
uang menghalalkan segala cara!
ah… betapa serakahnya manusia
🙁

saya kadang ketemu penjual burung itu dan beli satu trus saya lepaskan, misal sy ada duit banyak pasti saya beli semua 🙁
begitu ya… trus saat dilepas mereka masih bisa hidup dg baik kah? mudah2an ya…
banyak ditemuin di parti 😀
parti, fenomenal banget yak di kota kita. anak ayam jg senasib dengan teman kecil dlm sangkar 🙁
betul… juga keong2an / pong2an.. semua dicat! 🙁
hhee.. biasanya juga ada yang dituker barang bekas (rongsokan) ya bu 😀
salam
hah? ada juga to? setahuku tuker barang rongsokan dengan garam… *eh,cerita thn kapan itu yak? hihi…
Dilema sebenarnya… Harus ada solusi dibalik kritik 🙂
Trimakasih masukannya mas… solusinya? silahkan… siapa yg mau usul solusinya…. 🙂
Pembelajaran cinta sesama mahkluk yang dimulai dari keluarga kecil. Perdagangan burung diwarnai ternyata menggobal ya. Salam
iya Bu.. dan seperti kata mbak Monda, tak cuma burung… kuthuk, keong2an dll juga… 🙁
burung kecil, anak ayam, kadal, umang2 .. cuma jadi obyek ekonomis aja ya…
betul mbak… mungkin mereka lupa kalau mahkluk2 mungil itu juga berhak hidup damai & bebas…
Iya auntie…ga berapa lami makhluk cantik itu akan mati 🙁
kasihan ya…
emang manusia itu serakah ya, payah dah..
payah-payah-payaahh… *ipin-upinmodeon*
aku pernah marah pada istriku karena membelikan anakku burung itu… padahal anakku kan ga bisa memeliharanya. Akhirnya burungnya saya lepas.
mudah2an burung yg dilepas itu akhirnya bisa hidup dg baik di alam liar ya Pak…
suara hati para penghuni kurungan2 kecil itu, tertangkap dan terucap sempurna lewat puisinya mba Mechta! Bener juga ya mba… kasian para burung kecil itu…. hiks…
sebesar apapun kurungan..tetap menyedihkan bg yg ingin bebas.. apalagi kurungan nan mungil seperti itu… dan tubuh mereka dicat warna-warni yg sangat tidak alami! 🙁
gak enak ya mbak liatnya binatang2 yg di jual seperti itu.. *sedih
terkurung ditempat super sempit dan… diwarnai pula! 🙁
sediiih bayanginnyaa Mba Mechta.. Burung0burung kecil itu,,
dan ketika mereka menjeritkan pilu hatinya…pemiliknya tersenyum mendengar ‘dendang’ merdu mereka 🙁
moga penjual burung itu kelak tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yg dia jual..
hm… kita memang harus mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita, bukan?..