Pagi di ujung Februari

Bersama mentari pembuka hari ini,

kembali kulantunkan syukurku pada NYA :

atas semua nikmat terkecap dan semua uji penguat hati,

semua bahagia yang mencerahkan serta duka yang menyadarkan,

semua mimpi yang menginspirasi,

juga realita penuh makna

Bersama mentari penanda pagi ini,

kembali kulantunkan doa-doa penuh pengharapan :

semoga semakin tegar menapaki jalan yang digariskan-NYA,

semakin pandai mengukir senyum para tercinta,

semakin bermanfaat bagi sesama,

dan semakin baik dari diri yang sebelumnya

Bersama terbitnya mentari penanda bilangan kali ini,

alhamdulillah Ya Rabb …

Pagi_laran

6 thoughts on “Pagi di ujung Februari”

    1. Btw, di hari H masing2 kita menulis sesuatu yang tersirat 🙂

      hihi..iyaa… *toss dulu dg Teteh aah .. 🙂

  1. merunut di arsip Feb 14 tiada jawab, di Feb 13 ,,,,,ini dia. sugeng tanggap warsa Diajeng, senantiasa dalam berkat lindunganNya.
    Salam hangat

    hihi…Ibu…kok repot2 ngulik smp di 2013 segala..ngapunten… Maturnuwun pandonganipun, Ibu… Semoga Bu Prih sekeluarga juga senantiasa dalam lindungan-NYA. Aamiin..

  2. insya Allah makin kuat, makin tabah, makin sehat, makin bersemangat

    selamat ulang tahun auntie Mechta (#nebak banget)

    Aamiin … terima kasih doa2nya, Mba Monda 🙂

Leave a Reply to dey Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *