Balon Raksasa & Lopis Ageng ciri Syawalan di Kota Pekalongan

Lebaran telah berlalu, bulan Syawal telah memasuki pekan ke-2.ย  Namun kemeriahan belum lagi usai, di beberapa daerah, bahkan acara Syawalan ataupun bada kupatย  tak kalah meriah sebagai rangkaian perayaan Lebaran itu sendiri.

Salah satu daerah yang merayakan momen Syawalan dengan meriah adalah di Pekalongan, baik di Kota maupun Kabupaten Pekalongan.

Jumat pagi tanggal 8 Syawal 1436 H atau 24 Juli 2015 yang lalu, terasa benar kemeriahan perayaan Syawalan di Kota Pekalongan.ย  Sejak sekitar jam 6 pagi, suara-suara petasan besar terdengar bersahut-sahutan, namun arahnya dari atas. Ya, pagi itu banyak warga yang keluar rumah dan mendongakkan kepalanya menikmati balon-balon raksasa yang bertebangan di langit Pekalongan, dan sesekali mengeluarkan suara menggelegar ketika petasan yang dibawa balon-balon itu meletus di atas.

Balon raksasa menari-nari di langit Kota Pekalongan
Balon raksasa menari-nari di langit Kota Pekalongan

Saat petasan yang dibawa balon meletus di udara, suaranya seperti dentum meriam...
Saat petasan yang dibawa balon meletus di udara, suaranya seperti dentum meriam…

Ngeri-ngeri sedap menyaksikan pembuatan & penerbangan balon-balon raksasa itu.ย  Menyenangkan melihat kebersamaan warga bergotong-royong membuat dan menerbangkan balon-balon raksasa itu, namun was-was juga karena proses itu melibatkan petasan-petasan yang jumlahnya banyak dengan ukuran yang relatif besar .. ๐Ÿ™

Pembuatan Balon Raksasa di Panjang Wetan Th 2014 ( Foto dr BBM Fida )
Balon Raksasa di Panjang Wetan Th 2014 ( Foto dr BBM Fida )

Ada puluhan balon raksasa yang dibuat dan diterbangkan oleh warga Kota Pekalongan setiap perayaan Syawalan tiba. Ya, pembuatan & penerbangan balon raksasa sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Tradisi Syawalan di Kota Pekalongan.

Konon, tradisi pelepasan balon ini diadopsi dari kebiasaan bangsa Eropa yang tinggal di Pekalongan sedangkan kebiasaan membunyikan petasan / mercon diadopsi dari kebiasaan Tionghoa.

Balon-balon raksasa itu ada yang dibuat dari kertas minyak, ada pula yang berbahan plastik kresekย  yang disambung-sambung. Kreatifitas para pemuda banyak berperan pada proses pembuatan balon-balon raksasa itu.

Tradisi Syawalan itu sendiri konon bermula dari kebiasaan tokoh agama setempat yang selalu melakukan puasa syawal sejak setelah hari raya (tanggal 2 – 7 syawal), yang tentu saja diikuti warga sehingga setelah Lebaran masyarakat tidak merayakan secara berlebihan dan justru setelah selesai puasa syawal ( tgl 8 syawal ) barulah kemeriahan itu dimulai.

Puncak dari acara Syawalan di Kota Pekalongan adalah di Kelurahan Krapyak ( Kec. Pekalongan Utara ) yang setiap tahun membuat Lopis Ageng secara bergantian untuk kemudian dipotong oleh Walikota dan dibagikan kepada masyarakat yang datang ( yang mencapai ratusan bahkan ribuan pengunjung dari Kota Pekalongan sendiri ataupun dari Kabupaten Pekalongan, Kab Batang, dll ).

Konon, tradisi pembuatan dan pemotongan Lopis Ageng / lopis raksasa ini terinspirasi dari pidato Presiden Soekarno pada th 1958 di Kebon Rodjo Pekalongan, yang mengimbau masyarakat Pekalongan untuk bersatu padu sebagaimana sifat makanan Lopis ( makanan khas Pekalongan ) yang bertekstur lengket dan kuat.

Pada tahun ini, acara lebih meriah karena tidak hanya 1 Lopis Ageng yang dibuat sebagaimana tahun-tahun sebelumnya ( bergantian antara Krapyak Lor dan Krapyak Kidul) namun bahkan 2 Lopis Ageng, masing-masing 1 di Krapyak Lor dan Krapyak Kidul.

Lopis Ageng di wilayah Krapyak Kidul seberat 1.320 kg, tinggi 203 cm dan berdiameter 87 cm, sedangkan Lopis Ageng di Krapyak Lor beratnya sekitar 1,7 ton, dengan tinggi 190 cm dan berdiameter 75 cm.ย  Wiii…. besar-buesaaar bukan? ๐Ÿ™‚

Lopisan2015
Sambutan Walikota Pekalongan sebelum pemotongan Lopis Ageng Th 2015 ( Foto oleh Bp. Endo Poernomo )

Selain menyaksikan pemotongan dan pembagian Lopis Ageng tersebut, masyarakat yang datang juga bisa menikmati Lotis buah dan jajanan pasar yang banyak dijual di sepanjang jalan Jlamprang Kel Krapyak, dilanjutkan dengan berwisata di Pantai Slamaran yang lokasinya tak jauh dari lokasi pemotongan Lopis Raksasa tersebut.

Nah… itu dia kemeriahan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan. Yang penasaran, silakan agendakan kunjungan ke Kota Pekalongan pada 8 Syawal 1437 H yang akan datang yaa…

84 thoughts on “Balon Raksasa & Lopis Ageng ciri Syawalan di Kota Pekalongan”

  1. Bocah Renyah pengin banget nih maen ke Pekalongan melihat tradisi syawalan yang unik dan seru ini. Semoga besok pas lebaran bisa maen ke sana ya Budhe Tanti.

  2. Meriah banget ya acara syawalannya mbak. Kalo di kampungku paling cuma tabuh bedug sama nyalain mercon (padahal udah dari kapan tahun dilarang membunyikan mercon)

  3. di Pemalang juga ada mba. Waktu aku kecil pernah tuh dibikinin lampion gede sama paklik, seingatku cuma pake bambu buat rangkanya trus plastik panjang yang dipakai di sawah itu lho hehe

  4. Nggak kebayang gimana senangnya si Salfa kalau saya ajak lihat balon raksasa ini
    Pernah gambar balon udara dan di dekatnya dia gambar kami sekeluarga hehe

    1. Itu ada di salah satu foto mba..setinggi pak Wali yg berdiri di sampingnya, bahkan lebih besaaaaar..haha..

  5. Kemarin baca tulisannya kak Tanti juga…katanya balon udaranya gak boleh diterbangkan karena takut mengganggu transportasi udara.
    Kalau yang hari ini, bagaimana kak?
    Adakah peraturannya juga…?

    1. Ini tulisan lama the 2015 mba…saat itu blm ada sosialisasi ttg aturan penerbangan balon udara itu.. Nah, setelah ada aturan tersebut, maka mulai tahun kemarin diadakan festival balon udara tambat agar tetap bisa melaksanakan tradisi tanpa melanggar regulasi..

      1. Oh..jadi kalau Festival Balon Udara tambat, hanya di situ aja yaa, kak Tanti?
        Apa gak lebih berbahaya?
        Aku juga takut liat api hehhee…tapi ini memang bikin meriah Syawalan di Pekalongan yaa… Membuat semua lapisan masyarakat turut berkumpul dan memeriahkan.

  6. Seru ya mba tradisi syawalan di Pekalongan. Kira2 tahun ini ada penerbangan balon lagi apa ndak ya, soalnya kan bahaya tuh ya, katanya mengganggu penerbangan.
    Tradisi lama kan itu ya, orang Belanda yang tinggal di Pekalongan itu berani menerbangkan balon karena belum ada pesawat yang mondar-mandir ๐Ÿ˜‰

    1. Mulai tahun 2017 sudah ada sosialisasi pelarangan penerbangan balon udara dan diadakan festival Balon udara tambat sebagai gantinya. Sayangnya masih saja ada yg sembunyi2 membuat dan menerbangkan balon udara secara legal..

  7. Senengnya bisa lihat balon udara secera langsung. Biasanya cuma di film film atau buku buku aja. duh jadi ngebayangin naik balon udara keliling kota mbak. pasti tak terlupakan.

  8. Ternyata ada tradisi bikin balon udara di Pekalongan, aku malah baru tau mbak ๐Ÿ˜€
    Pasti ramai banget ya di sana saat festivalnya berlangsung. Bisa jd ajang silaturahmi antar warga kota juga ๐Ÿ˜€

    1. Ya mba..biasanya dulu masing-masing kampung anak.mudanya iuran untuk membuat dan menerbangkannya

  9. Kalo di kampungku, deket rumah ada yg namanya bulusan, semacam pasar gt sih banyak jual macem2 sama arena permainan. Tapi ada sejarahnya juga kenapa kok dikasih nama bulusan.

    1. Nah..penasaran juga nih..kenapa dinamakan Bulusan ya? Apakah ada kaitannya dgn Bulus? Hehe..

  10. Wah jd pe.gen nyoba jg berada di suasana penuh balon balon raksasa saat syawalan…sensasinya beda mungkin ya..

  11. Aku belum pernah lihat balon raksaksa dari dekat mbak, cuma lihat di film aja hhihi. Unik ya budaya lokal Pekalongan kaya di luar negeri gitu

    1. Nah..baru dari tahun 2017 aku juga melihat langsung balon besar bermotif warna-warni itu..tahun2 sebelumnya hanya melihat balon terbang di langit Pekalongan

Leave a Reply to Diah Woro Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *