
Prolog
Flashback ke akhir Ramadan 2 tahun lalu, aku sibuk memupuk rasa percaya diri bahwa aku mampu menyajikan hidangan lebaran hasil masakanku sendiri. Ya, lebaran kali itu akan menjadi saat pertama absennya ibu dari dapur karena alasan kesehatan. Apakah aku mampu meneruskan tradisi keluarga kami menyantab hidangan lebaran hasil masakan sendiri, atau memulai babak baru lebaran tanpa Ketupat, Opor, Gudeg dan Sambel Goreng masakan sendiri?
Aku memang bukan wanita yang akrab dengan dapur, sehingga mungkin hal yang bagi orang lain remeh itu bagiku merupakan masalah besar! Aku sungguh tak yakin aku bisa, tapi akupun tak tega membuat ibu bersedih apabila gagal meneruskan tradisi beliau itu. Jadi…aku berusaha keras meyakinkan hati bahwa aku akan bisa memasak menu lebaran yang selalu ibu masakkan untuk kami selama ini, tentunya dengan panduan resep anti gagal dari pakar dapur.
Alhamdulillah saat itu aku menemukan resep anti gagal itu di blog mbak Diah Didi. Resep Gudeg basah, Opor Ayam dan Sambel Goreng Hati dari blog ini lah -yang rinci namun dengan step by step yang mudah kupahami- yang akhirnya menyelamatkan tradisi masak menu lebaran kami yang kugunakan sejak saat itu. Kemudian, bila butuh resep-resep anti gagal, maka ke sanalah aku lebih dulu mencari. Jadi, itulah latar belakang kenapa aku semakin ngefans dengan mbak cantik yang jago masak satu itu.
Baca Juga : Libur Lebaran : Liburanku yang paling berkesan
Itu pula sebabnya, ketika ada informasi bahwa mba Diah Didi akan sharing pengalamannya dalam melakukan pengaturan belanjaan bahan makanan sebelum penyimpanan atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah food preparation (foodprep), maka aku antusias untuk ikut acara tersebut. Mungkin ini momentum bagiku untuk mewujudkan mimpi melihat isi kulkas tertata rapi! Hahaha…
Collabox Creative Hub, lokasi Tumbasin Weekend Gathering 7 Des 2019
Begitulah, Sabtu sore sekitar jam 14.30 kemarin aku sudah duduk manis di salah satu ruangan nyaman di Collabox Creative Hub yang akan menjadi tempat berlangsungnya acara #TumbasinWeekendGathering dengan tema Kitchen Management and Food Preparation by Diah Didi itu.

Berhubung aku adalah peserta pertama yang hadir -kerajinan banget ya, aku ni..hehe- maka aku berkesempatan mengamati salah satu ruangan creative hub pertama di Kota Semarang ini. Oh ya, creative hub adalah ruang / wadah -fisik maupun virtual- yang mempertemukan insan-insan kreatif untuk dapat mengembangkan data kreatifitasnya. Collabox Creative Hub yang berlokasi di Jl Indraprasta No 74 Semarang ini berfokus pada sektor kreatif, budaya dan teknologi. Memang terasa nyaman suasana di sana. Kapan-kapan pengen nyoba juga bekerja di coworking space yang disediakan di sana..hehe..

Tumbasin Weekend Gathering 7 Des 2019
Oh ya, acara tanggal 7 Desember 2019 kemarin adalah weekend gathering yang diselenggarakan oleh Tumbasin dengan peserta para wanita dari berbagai komunitas, termasuk aku dan beberapa rekan blogger Gandjel Rel Semarang.
Sudah kenal dengan Tumbasin ? Ini adalah sebuah aplikasi yang dirancang untuk memfasilitasi belanja di pasar tradisional Semarang tanpa harus repot-repot datang ke pasar itu.

Dalam kesempatan gathering kemarin, Mas Bayu Mahendra kreator Tumbasin juga hadir memberikan penjelasan tentang aplikasi ini. Lebih lanjut tentang Tumbasin dan pengalamanku menggunakan aplikasi ini akan kutuliskan tersendiri nanti yaa..
Foodprep a la Diah Didi

Alhamdulillah ada banyak hal baru yang kupelajari dari hasil sharing tentang Foodprep oleh mba Diah Didi kemarin, dan berikut aku sampaikan ringkasannya saja ya..hehe..
1. Buat rencana menu secara berkala
Nah, inilah yang pertama harus kita lakukan. Yang dimaksud secara berkala di sini adalah sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Minimal perencanaan menu ini secara mingguan, tentunya dengan mempertimbangkan masukan / kebutuhan dari semua anggota keluarga.
Perencanaan menu menghindari kondisi ‘masak itu-itu saja’ yang bisa menimbulkan kebosanan dan juga bisa disesuaikan dengan anggaran belanja masing-masing rumah tangga. Dengan mengetahui menu masakan yang akan dibuat, bahan-bahan yang diperlukan mudah diinventarisir untuk dibelanjakan.
2. Belanja sesuai kebutuhan

Setelah rencana menu siap, kita bisa menginventarisir jenis dan jumlah bahan makanan yang harus kita beli dalam pekan itu, serta menentukan kapan dan di mana kita akan belanja untuk memenuhi kebutuhan itu.
Jangan tergoda diskon-diskon yang akan mengacaukan perencanaan kita, Buibu…!!
Sekitar 3 hari sekali berbelanja masih cukup ideal karena makin lama bahan pangan disimpan akan mempengaruhi mutunya. Lebih ideal memang belanja tiap hari dan langsung masak, sehingga bahan-bahan benar-benar masih segar. Tidak sempat ke pasar tiap hari? Kan ada Tumbasin…hehehe
3. Lakukan foodprep SEGERA setelah berbelanja
Nah, segera setelah bahan pangan yang kita beli sampai di rumah, segera lakukan foodprep ini. Kalau tidak sangat terpaksa,jangan nanti-nanti alias ditunda-tunda deh. Karena penundaan itu memperlambat bahan pangan segera tertangani dan akan berpengaruh terhadap mutunya.
Siapkan wadah-wadah penyimpanan dengan berbagai ukuran

Saat ini, relatif mudah bagi kita untuk memperoleh wadah-wadah penyimpanan bahan pangan ini. Ada berbagai jenis wadah dengan beragam ukuran. Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tempat penyimpanan kita.
Pisahkan dan tangani bahan pangan sesuai jenisnya

Pemisahan bahan pangan menurut jenisnya adalah langkah pertama yang harus kita lakukan dalam foodprep. Bahan pangan basah dan kering tentu akan kita simpan secara terpisah.
Penanganan masing-masing jenis bahan pangan itu tentunya juga berbeda. Berikut beberapa contoh penanganan bahan pangan.
Tahu. Sebelum kita simpan, tahu dapat kita rebus sebentar dengan menambahkan sedikit garam. Tiriskan dan dinginkan lalu masukkan dalam kotak/wadah yang bersih, tutup rapat dan simpan ke dalam kulkas.
Daging. Jika daging akan segera dimasak atau hanya akan disimpan sebentar, tidak perlu mencucinya sebelum masuk kulkas, karena pencucian akan menyebabkan luruhnya sari pati daging sehingga akan terasa hambar (Bhs Jawa : sepo / anyep). Simpan daging dalam wadah tertutup ke dalam freezer. Sebaiknya waktu penyimpanan tidak lebih dari 1 Minggu. Makin segar makin baik. Untuk daging berbumbu dapat disimpan dalam kotak tertutup rapat dan masuk ke freezer.
Seafood. Bahan pangan misal Udang ataupun Ikan ini harus sudah dicuci dan dipesiangi sebelum disimpan ke dalam kotak-kotak penyimpanan. Untuk Udang, cuci bersih, kupas / hilangkan bagian kotoran di kepala dan semacam ‘benang’ yang ada dipunggung. Lalu tata di wadah penyimpanan dan masuk kulkas. Demikian pula untuk ikan, cuci dan bersihkan sisik dan kotoran di perut, potong sesuai rencana masakan dan masukkan dalam wadah-wadah tertutup rapat, masuk kulkas.

Sayuran. Untuk sayuran berdaun (misal Kangkung / Sawi) dapat dipotong sesuai kebutuhan, tidak perlu dicuci sebelum disimpan. Bungkus dengan kertas bersih / tisu dapur sebelum masuk ke kotak, atau plastik bening yang sudah diberi lubang-lubang. Masukkan ke dalam kulkas. Bila membeli sayuran daun yang masih ada akarnya, masukkan saja ke dalam baskom berair dengan posisi akar terendam dan simpan di ruangan, tahan selama beberapa hari. Oya, khusus Daun Kemangi jangan disimpan di kulkas karena akan cepat layu. Simpan di ruangan sejuk dan kibas-kibaskan di bawah air mengalir / disemprot untuk menjaga kesegarannya.
Bumbu Dapur. Untuk bumbu dapur sebaiknya tidak disimpan di kulkas. Tempatkan bumbu dapur dan rempah-rempah kering dalam wadah-wadah terpisah sesuai jenisnya dan simpan di ruang dapur yang kering/tidak lembab, misalnya di rak-rak bumbu. Bila ingin menyimpan ke dalam kulkas, maka bumbu dapur ini di simpan di kulkas bagian bawah.
Jangan lupa memberi label pada wadah penyimpan
Setelah masuk ke dalam kotak/wadah penyimpanan, jangan lupa menuliskan label berisi nama bahan dan yang terpenting adalah tanggal pembelian / pengolahan. Dengan demikian kita tahu ‘umur’ bahan itu dalam penyimpanan. Adakah teman-teman yang bersih-bersih kulkas dan menemukan bahan-bahan pangan yang kita simpan entah berapa lama?? Haha…itu sih akuuu.. Dan biasanya keranjang sampah akan menjadi tempat akhir bahan-bahan meragukan itu bukan? Mubazir..hiks..

Bonus tips dari mba Diah Didi
Bumbu Dasar Putih.
Bahan-bahan yaitu Bawang Merah, Bawang Putih dan Kemiri, semuanya dihaluskan lalu ditumis dengan api kecil hingga matang dan harum. Dinginkan lalu tempatkan di wadah-wadah yang sudah disiapkan, simpan di kulkas.
Bumbu Dasar Putih ini siap untuk digunakan sewaktu-waktu, misal untuk masak Nasi Goreng, Mi Goreng, Sop, dll. Bisa ditambahkan bumbu lain bila suka.
Bumbu Dasar Merah
Bahan dasarnya adalah Bawang Putih, Bawang Merah dan Cabe, yang dihaluskan lalu ditumis dengan api kecil. Setelah matang, dinginkan dan masukkan ke dalam wadah lalu simpan di kulkas untuk digunakan sewaktu-waktu.
Baceman Bawang
Ternyata cara membuatnya sangat mudah yaitu Bawang Putih dicincang, lalu tambahkan kemiri dan minyak wijen secukupnya, campur ketiganya (tanpa proses pemasakan) lalu disimpan di dalam wadah untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Baceman Bawang ini mempersingkat waktu masak kita, misalnya saat membuat menu tumis-tumisan, bisa juga digunakan saat membuat Nasi / Mi Goreng.
Kaldu Udang
Bersihkan dan cuci Udang, sisihkan bagian kulit dan kepala Udang. Panaskan wajan tanpa minyak, sangrai udang hingga berubah warna. Didihkan air, masukkan kulit dan kepala Udang tadi, masak hingga meresap. Saring dan kaldu ini dapat digunakan untuk masak menu-menu yang menggunakan Udang, misal : Soto Jepara, Tekwan, Mi Godog, dll.

Nah, Sahabat Lalang Ungu… Itulah beberapa hal yang kurangkum dari acara Tumbasin Weekend Gathering bersama Mbak Diah Didi dan dipandu dengan apik oleh Nuno Orange, pada Sabtu 7 Desember 2019 yang lalu. Bila ada hal-hal yang kutuliskan di sini ternyata kurang sesuai dengan penjelasan mba Diah Didi kemarin, mohon maaf sebelumnya itu semata karena keawamanku di dunia masak-memasak ini.. Hehe…
Apakah kalian sudah menerapkan foodprep ini, teman? Yuuk, bagi pengalaman kalian di kolom komen ya..
Wah mamaku sering banget food prep nih! Aku harus mulai mengikuti jejak bikin foodprep jugaa
iyes, aku juga melakukan semuanya. tapi bedanya nggak sempat bikin label aja hahaha. soalnya anakku masuk pagi, jadi masak harus cepat ya sedia aneka bumbu dasar gitu
Saya sudah melakukan hal itu mba, tapi hanya utk 3 hari karna kulkas tidak mendukung utk simpan barang banyak..
acaarnya seru dan tempatnay nyaman banget
Terima kasih sharing nya mbak Tanti
Semangat berbagi dan menginspirasi terus dengan talenta menulisnya
Terima kasih sdh mampir, Dik..
Cucook nih tipsnya, secara aku kalau masak masih amburadul dalam hal perbelanjaan dan persiapan…sering banget kalau ke pasar suka gelap mata dibeli semua padahal belum tahu mau masak apa..alhasil sayur di kulkas malah pada busuk kelamaan nongkrong.Aku sering ngintip-ngintip resepnya Mba Didi di IG terus nyobain bikin juga
Nah…ikut acara tgl 14 tuh mba…
Wah aku ngefans banget sama bunda Diah Didi. Senang sama postingannya di sosmed
Fans Bunda Didi memang buanyaaak…
Wah aku butuh aplikasi Tumbasin itu tapi sayang cuma di Semarang. Sering males belanja sayur, akhirnya beli masakan jadi aja hehe. Rajin banget ya bikin foodprep.
Nah aku juga masih nunggu Tumbasin di Pekalongan nih..hehe..
Wah jadi lebih awet ya kalau sayuran pakai tisu atau kertas koran gt. Biasanya aku main taro aja sih makanamya ga tahan lama. Thanks for sharing kak.
Sama mba..biasanua aku juga main masuk2in saja campur2 gitu..duuh..ternyata salah besar! Haha..
Wah asyik nih bs langsung dpt ilmu dari mba Didi ..acara seru pastinya ya mba..
Iya Teh..seruuu dan bikin nagih ikutan lagi..ahha..
Mba diah didi apa kabaaar.. duh aku suka bangeet dengan resep2nya. Seruu ya bisa ikutan acara ini mba
Yeay sebagai IRT aku sangat senang dengan artikel ini mbak berbagai tahapan yang dapat dilakukan apalagi setelah belanja. Btw acara gathering nya bagus juga ya mbak ada acara keren seperti ini.
Wkwk namanya kok lucu ya mbak “Tumbasin” 😀
Apakah terinspirasi dari kata “tumbas” dalam bahasa Jawa?
Wah ini aku bakalan suka kalau ke sini mba. Bisa belajar menyiapkan bahan makanan. Maklum ibu bekerja harus pintar atur waktu juga untuk masak. Makasih tpsnya ya mba 🙂
Bisa nyimpan bumbu-bumbu dengan rapi ya mbk. Kadang ekspetasi pengen dirapikan eh realitanya masih di campur-camour dasar aku.
pake byk wadah penyimpannan emng enak ya mbak, bahan makann hgak kecampur2,, klo disimpen dikulkas juga jadi rapi dan aromanya tetep seger gitu
Trima kasih mbak infonya. Aku baru tau istilah foodprep. Tapi so far udah dilakuin di rumah. Hanya utk bbrp bumbu aku masih nyimpen di kulkas kaya jenis rimpang2an
Wih, seneng ya kalau bisa simpen bumbu dengan rapi, masak jadi rajin deh.
Di rumah aku masih sulit, karena ibu mertua udah sepuh.
Pernah udah rapi eh, dicampur lagi,.hehe
Mbak Diah Didi idolak emak2 sejagat timelinee
Selalu hepi dgn resep mb Diah baijk d blog maupun IG.
Duh, inspiring bgt dahhh.
Tumbasin juga kece amaatt. Semoga expansi k Sby jugak
Sejauh ini saya cuma menyiapkan bumbu dasar saja. Biar praktis kalau mau kemana mana tinggal ambil. Menyimpan bahan masakan sendiri masih berantakan hahaha…
Lebih banyak beli sekali untuk masak hari itu sih. Jadi gak banyak simpen stok.