Minat Bacaku, Ngumpet Di Mana Sih Kamu?

Minat bacaku, ngumpet di mana sih kamu? Sahabat Lalang Ungu, itu lah tanya yang saat ini bergaung di benakku sejak beberapa waktu lalu. Mungkin teman-teman ingat sering sekali aku menuliskan bahwa membaca adalah hobiku yang kemudian membawaku pada hobi lain yaitu menulis. Itu benar sekali, teman. Aku sama sekali nggak bohong tentang hobi membacaku itu.

Sejak kapan suka membaca?

Foto by Pixabay

Hm, rasanya sejak aku kecil. Seingatku ibu pernah cerita bahwa dulu ayah kami mempunyai kebiasaan memboncengkan kami (terutama aku dan adik bungsuku) dengan sepeda sore-sore, putar-putar kota. Nah, saat aku mulai belajar mengeja huruf-huruf, setiap kali diboncengkan itu aku selalu sibuk mengeja nama-nama toko yang kami lewati. Mengulang-ulang dan menceritakannya kembali dengan bangga pada ibu setiba kami di rumah 🙂

Kali lain, aku dan adikku dengan senang mendengarkan bapak/ibu/kakak-kakakku membacakanku cerita, lalu kami  mengulang-ulang cerita itu sambil membolak-balik buku cerita seakan-akan aku sudah bisa membacanya sendiri.. 😁

Orang tua kami memang senang membelikan kami buku bacaan atau majalah anak-anak, selain itu koran dan majalah juga bertebaran di rumah kami.  Jadi sejak kecil kami sudah terbiasa melihat ayah-ibu membaca dan bersemangat untuk ikut membaca juga tentunya. Memang ya, kalau baca-baca tulisan tentang parenting bahwa teladan dari orang tua adalah salah satu pendorong besar minat anak, termasuk juga dalam penumbuhan minat baca ini tentunya.

Sejak bisa membaca, apa saja kami lahap untuk dibaca, termasuk koran langganan hingga ke iklan-iklannya pun kami baca..haha.. Oya, saat SD aku mendapat tugas membacakan berita di koran untuk nenek kami yang hanya bisa membaca nilai uang rupiah. Waah..senang sekali lho saat itu, rasanya bangga bisa membuat nenek tahu berita-berita terkini saat itu.

Menginjak masa remaja, buku-buku bacaan semakin bertambah. Tidak hanya koran dan majalah langganan, juga buku-buku dari perpustakaan sekolah. Aku juga mulai mengenal Sapta Siaga, Lima Sekawan, dll. Ketika SMA, kakak sulungku yang juga hobi membaca memperkenalkanku dengan karya-karya Agatha Christie, juga novel petualangan Winnetou, dll. Sedangkan novel-novel roman terjemahan mulai kukenal saat kuliah di Kota Hujan dulu..hehe..

Foto by Pixabay

Begitulah, bacaanku memang beragam dan karena kebiasaanku menuntaskan bacaan setiap kali baca (biasanya nggak sampai sehari selesai baca sih) aku dijuluki pelahap buku oleh kakak-adikku 😁

Hingga 1-2 tahun lalu aku masih jadi pelahap buku, lalu tiba-tiba saja aku terhenti. Entah apa sebabnya, aku tiba-tiba tak bisa serakus dulu terhadap buku. Satu buku bisa berhari-hari baru bisa kuselesaikan, bahkan ada yang tak berhasil kuselesaikan sampai sekarang. Beberapa buku yang kubeli ataupun kudapat dari beberapa acara masih ada yang terbungkus rapi dalam plastik kemasannya.

Aduuuh..kemana perginya minat bacaku?? T_T

Awal tahun ini aku bertekad akan mencari dan menemukan kembali minat bacaku yang sedang ngumpet itu. Dimulai dari mengumpulkan buku-buku ‘baru’ yang belum kubaca. Memilih-milih mana yang kira-kira paling menarik untuk mulai kubaca.

Sudah kutemukan satu buku. Sudah mulai kubawa kemana-mana buku itu.. Sudah selesai kubaca? Belum juga! 😢

Penasaran, aku berselancar di dunia maya mencari tips-tips menumbuhkan (kembali) minat baca. Alhamdulillah ada beberapa tulisan tentang hal ini yang menarik dan sepertinya bisa kuterapkan juga. Lha kalau hanya menarik tapi tidak bisa kuterapkan sama saja bohong kan? Haha..

Dan inilah beberapa tips yang kutemukan itu.

8 Cara Menumbuhkan Minat Baca a la Ary Rahmawan

Salah satu hasil pencarianku di dunia Maya adalah tulisan Ary Rahmawan (salah seorang passionate educator) di blognya. 8 Cara Menumbuhkan Minat Baca ala Ary Rahmawan  adalah sebagai berikut:

  1. Mengalokasikan waktu khusus untuk membaca
  2. Membeli buku setiap Minggu
  3. Manfaatkan waktu menunggu untuk membaca
  4. Memiliki list buku populer / rekomendasi
  5. Belajar membaca secara efektif
  6. Membaca saat istirahat / sebelum tidur
  7. Membuat target membaca
  8. Berdiskusi dan bergabung di komunitas

Nah, dari ke-8 tips itu mungkin yang lebih dahulu akan kucoba praktekkan adalah tips no 1, 3 dan 6. Aku akan mengalokasikan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membaca, terutama saat menunggu, istirahat atau sebelum tidur, alih-alih sibuk utak atik medsos kepoin hidup orang-orang 😁

Mempercantik Koleksi Buku Pribadi

Tips lain untuk meningkatkan minat baca kutemukan dari bpkp(.)go(.)id antara lain adalah dengan mempercantik koleksi buku pribadi.  Ah, benar juga ya, kalau buku-bukunya tampak usang, tak terawat, manalah mungkin menarik untuk dibaca?

Bagaimana cara membuat koleksi buku kita semakin menarik?

Nah ini adalah beberapa cara yang kurangkum dari tulisan tersebut :

  • Sampuli buku-buku agar rapi dengan sampul yang menarik
  • Letakkan buku-buku yang telah tersampul rapi di tempat-tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau
  • Jaga buku dengan menjauhkannya dari lingkungan lembab yang dapat merusak buku
  • Rak buku dapat didisain dengan menarik
  • Tidak menumpuk buku atau menjajarkannya dengan ukuran yang tidak teratur, karena lama kelamaan hal ini akan merusak buku. Dan kurang menarik juga tentunya bukan?

7 Cara Menumbuhkan Minat Baca bagi Diri Sendiri a la Shiq4

Oya kutemukan juga tulisan lama di blog seorang kawan, tentang cara menumbuhkan minat baca bagi diri sendiri. Mau tahu caranya? Ini dia 7 cara menumbuhkan minat baca bagi diri sendiri a la Shiq4 :

  1. Ketahui manfaat besar dari membaca
  2. Alokasikan waktu khusus untuk membaca
  3. Temukan buku-buku yang tepat
  4. Buat diri anda terpaksa membaca
  5. Baca review-review tentang buku
  6. Bergabung dengan komunitas
  7. Sampaikan apa yang anda baca

Hai, ada 2 hal yang sama dengan tips yang sudah kubagikan sebelumnya yaitu pada poin ke-2 dan 6. Hm, apakah bisa dibilang bahwa itu karena kedua memang berdampak besar terhadap peningkatan minat baca kita? Ok lah..nanti kucoba juga kapan-kapan.

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah beberapa tips yang kutemukan yang beberapa di antaranya akan kucoba untuk dapat mengembalikan minat bacaku. Doakan semoga berhasil ya..

Foto by Pixabay

Oya, apakah kalian punya tips lain tentang hal ini? Yuuk, bagi di kolom komen yaa.. Terima kasih sebelum dan sesudahnya 🙂

72 thoughts on “Minat Bacaku, Ngumpet Di Mana Sih Kamu?”

  1. Emang kudu dipaksa kayaknya mba terkait kebiasaan membaca ini.
    Nah sekarang giliran aku pengin membaca dan ga bisa lepas dari novel, ternyata tetap harus terbagi perhatian dengan kerjaan lain. Hahaha… njuk kapan iki bar e le moco. :))

  2. Samaaaaa. Tahun ini udah masuk pertengahan, belum ada buku yang aku baca. Kayaknya kalo dulu target baca buku banyak dalam setahun. Sekarang udah beralih selain lebih sering baca di digital dan me time baca buku kadang jadi terlupakan.

  3. Kalau aku, dibikin habit, Kak. Jadi baca bukunya tak lagi dilakukan sesekali kalau pengen, tapi dijadikan suatu keharusan yang dilakukan setiap hari. Aku seringnya baca buku tuh malam, menjelang tidur. Dan biasanya antara 1 jam sebelum tidur gitu. Memang dulu pas bangun habit ini susahnya minta ampun. Suka lupa. Setelah jadi kebiasaan malah kalau gak baca terasa ada yang kurang

  4. Duuh Mbak kok samaan ya kita. Entah kenapa minat baca saya menguap begitu saja. Padahal dulu cinta banget sama buku. Kemanapun selalu dibawa.

  5. Saya sedih karena nggak biasa baca buku lagi. kalau dulu seminggu sekali sudah ganti ke buku baru. Terus saja begitu sekarang duuh kayaknya buat duduk tenang aja susah.

  6. Minat baca memang harus dipelihara terus menerus ya Mba hehe. Karena gak bisa dipungkiri ada banyak banget manfaat membaca. Salah satu yg paling kurasain adalah manfaat terciptanya logika berpikir saat lagi nulis. Jadi klo lagi nulis tuh runut gak loncat sana loncat sini pembahasannya.

  7. aku juga akhir akhir iini lagi ilang minat baca, padahal beberapa tahun lalu seneng banget baca, bahkan bisa setengah hari dihabiskan buat baca buku, apalagi pas masih kerja ditoko buku, hihihi, gatau kenapa nih skrg lebih seneng nonton

  8. Ada masanya minat baca itu ilang, aku pun merasakan hal itu.
    Kalo lagi anteng d rumah seharian bisa 4 ato 5 buku abis dibaca. Kalo lagi sibuk, bablas deh.

    AKu menikmati saja, toh membaca adalah hobi, me time, ga ada yang harus dikejar, jadinya sesantainya , waktu senggang, menyendiri, sunyi, sepi dan ditemani secangkir kopi.

    YAng penting tetep kita membaca, bisa di hp, membaca status eeaaaa

    1. Tapi, sepertinya sejak tak rajin baca, ada beberapa ketrampilan menulisku yg berkurang..hihi..

  9. Duh jadi malu saya, ngakunya suka baca tapi saya lupa kapan terakhir baca buku sampe tuntas ha.. ha.. kebanyakan waktu luang abis buat kepoin Instagram hahah.. duh duh… e tapi tadi saya mulai buka buku lo.. komik gitu, masih belum lanjut juga tapi. Makasih mbak tipsnya..

  10. Aku pakai tipsnya ya mbak, aku juga udah mulai menguap minat bacanya padahal dulu buku tebal aja bisa 1-2 hari habis dibaca

  11. haduuuh…. minat bacaku anjlok dari dulu sih ini keknya hehehe…
    Aku jarang baca kecuali brita ma crita fiksi yang aku seneng aja gitu hohoho….
    Apalagi sekarang ada HP, makin anjlok lah ini 🙁

  12. Senangnyaa ya punya keluarga yang memang sudah menanamkan budaya baca buku sejak dini.. mbak beruntung bareng, karena orangtua aku dulu tidak melakukan hal itu.. tapi memang kebiasaan itu harus dimulai dari diri sendiri dan kita sebagai orang tua sekaligus role model buat anak anak. kalo ingin punya anak gemar membaca ya kita juga harus sering baca buku.. dan jika minat baca lagi ngumpet bisa melakukan beberapa tips dari mbak ya.. semoga kita senantiasa bisa senang membaca buku ya mbak

  13. sama nih mbak, minat membacaku lagi rada anjlok nih
    Dulu kalo mau bobok, harus baca buku dulu sampai ngantuk
    Sekarang kalo mau bobok malah pegang hape buat nonton drama atau mainan sosmed huhuhuhu

  14. Setuju banget mbak, aku udah lama banget malah mati suri nih minat baca apalagi semenjak berkeluarga mbak. Rasanya pengen melakukan tips itu biar kembali semangat untuk membaca.

  15. Anakku termasuk yang gemar baca mbak, setiap bulan beli buku sampai numpuk. Seharian juga dia betah baca buku gak keluar kamar. Bukunya setebal alaiyum gambreng.. yg buat nimpuk orang langsung pingsan.

  16. Sama mbak aku dulu baca buku tebel 700 halaman juga bakal selesai dalam satu hari..sekarang baca 1 buku aja bisa harian atau mingguan waktunya yang terbatas baru baca 5 menit sudah dipanggil-panggil atau anak-anak berantem akhirnya ga jadi baca deh hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *