Bila Dr Reisa Broto Asmoro Serukan New Normal Life, Sudah Siapkah Kita?

Dr Reisa Broto Asmoro

Bila Dr Reisa Broto Asmoro serukan New Normal Life, sudah siapkah kita? Sahabat Lalang Ungu, mungkin kalian masih ingat bahwa beberapa hari lalu ada sebuah nama yang sempat masuk trending topik di sosial media, yaitu Dokter Reisa Broto Asmoro

Siapakah Dr Reisa Broto Asmoro?

Dr Reisa Broto Asmoro
Dr Reisa Broto Asmoro (Foto : Republika)

Tanya itu muncul di benakku, karena namanya seperti tak asing, tapi kuingat-ingat tak juga ada jejak spesial diingatanku tentangnya.

Lha itu kan nama dokter cantik pemandu acara TV Dr.Oz Indonesia, jawab seorang teman yang kutanya. Oh, pantas saja aku nggak ngeh, pikirku. Haha..maklum saja, aku bukan penikmat Televisi jadi tak banyak memori acara TV yang nyantol  di benakku, termasuk acara yang konon populer itu. Seingatku aku hanya sekali-dua nonton acara itu di rumah kakak, dan kalau kuingat-ingat lagi memang salah satu pemandunya adalah seorang dokter cantik.

Saking penasaranku dengan dokter cantik yang namanya sempat trending kemarin itu, aku pun mencari namanya via google, dan hasilnya adalah rasa kagum dan salut, karena ternyata beliau tak sekedar ‘dokter cantik’ saja, namun telah banyak menorehkan prestasi pula di berbagai bidang.

Memulai kiprahnya di dunia model sebagai Gadis Sampul, model iklan, hingga kemudian berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2010 dan mewakili Indonesia di ajang internasional yaitu Miss Internasional 2011. Sedangkan dalam profesinya di dunia kedokteran beliau sempat bergabung dalam Tim Forensik RS Polri Kramatjati dan anggota Disaster Victim Identification yang menangani proses investigasi korban bencana. Beliau juga aktif dalam kepengurusan IDI.

Nah, apa yang menyebabkan namanya membuat heboh di awal pekan ini?

Ternyata sejak 8 Juni 2020 lalu beliau masuk menjadi anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan salah satu tugas beliau adalah menyampaikan informasi dalam konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19 bersama dengan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Bp. Achmad Yurianto.

Eh..tanggal 8 Juni ya? Ah, pantas saja lagi-lagi aku tak update berita heboh ini karena di waktu itu aku masih menikmati kesibukan pribadi pasca operasi, hehe..

Baca juga : Pengalaman berobat dan Menjalani Rawat Inap di Masa Pandemi

Kabarnya, ada berbagai tanggapan masyarakat terkait perubahan baru ini, namun sepertinya lebih banyak yang mendukung perubahan tersebut meski ada juga pihak-pihak yang mempertanyakan efektifitas penugasan dokter cantik itu.  Ah, apapun itu aku tak mau terlibat dalam pro maupun kontra itu. Aku yakin pemerintah sudah berusaha keras dalam penanganan Covid-19 ini dan penunjukan dokter Reisa selaku anggota tim adalah salah satu upaya untuk meningkatkan komunikasi dan edukasi tentang penanganan Covid-19 ini ke masyarakat.

Ada pula yang berpendapat penugasan Dokter Reisa ini sebagai salah satu tanda bahwa tatanan New Normal Life  sudah mulai diterapkan di negara kita. Hmm, apakah betul demikian?

Daripada menebak-nebak kukira lebih baik kita mengulik lebih jauh apa itu new normal life yang dimaksud terkait Covid-19 dan bagaimana kesiapan kita menjalaninya.

Apa itu New Normal life?

Menurut Juru Bicara Pemerintah dalam penanganan Covid-19, new normal adalah tatanan, kebiasaan dan perilaku berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Tatanan kenormalan baru ini perlu kita lakukan karena kita harus tetap menjaga produktivitas kita namun harus tetap aman dari Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan vaksin untuk pengendalian pandemi ini.

Pemerintah bersama tokoh masyarakat, para ahli dan pihak-pihak terkait telah merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan tetap aman dari Covid-19.

Apakah kita siap memasuki New Normal Life?

Nah, pertanyaan ini menjadi PR kita bersama. Yang sangat penting untuk kita ketahui adalah bahwa New Normal Life bukan berarti kita telah bebas dari Covid-19. Ya, di luar sana virus itu masih ada, belum bisa dikendalikan seutuhnya sehingga kita tetap harus waspada dan menerapkan protokol kesehatan saat harus beraktivitas di luar rumah.

Kriteria WHO untuk New Normal

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagaimana dirilis Kompas pada 13 Juni 2020 menyatakan setidaknya ada kriteria-kriteria khusus yang harus dipenuhi suatu wilayah untuk dapat menerapkan New Normal ini, yaitu :

  • Isolasi cepat dari semua kasus yang diduga dan dikonfirmasi;
  • Pelacakan kontak ekstensif dan karantina semua kontak
  • Setidaknya 80% kasus baru dilacak  dan kontaknya dikarantina selama 72 jam setelah terkonfirmasi
  • Setidaknya 80% kontak dari kasus baru dipantau selama 14 hari
  • Memastikan orang sering cuci tangan, memakai masker di tempat umum dan tempat kerja, serta menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari yang lain

Di samping itu, disampaikan pula langkah-langkah perlindungan dasar New Normal untuk orang, yaitu :

  • Sering mencuci tangan dengan air sabun atau air berbasis alkohol
  • Hindari menyentuh daerah mata, hidung dan mulut
  • Mempertahankan jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain
  • Meninggalkan rumah hanya untuk keperluan yang penting dan jika memungkinkan bekerja dari rumah
  • Jika terpaksa keluar rumah, di tempat umum dan di tempat kerja selalu gunakan masker non medis (masker kain). Adapun masker medis dipertimbangkan untuk kelompok rentan yaitu para Lansia (> 60 th) dan orang dengan kondisi penyakit : kardiovaskular, diabetes, paru-paru kronis, serebrovaskular, kanker dan imunosupresi.

Mengetahui Kondisi Risiko di Wilayah Setempat

Selain mengetahui protokol yang harus dilaksanakan dalam tatanan  kenormalan baru ini, kita juga sebaiknya selalu update mengenai kondisi wilayah di mana kita berada agar dapat melaksanakan protokol yang sesuai.

Kriteria Risiko Daerah berdasarkan warna
Kriteria Risiko Daerah berdasarkan Warna (Sumber infografis : akun Twitter BKKBN Official)

Kriteria Resiko Daerah Berdasarkan Warna (sumber akun Twitter BKKBN Official) :

  • Daerah Hijau (Kategori Risiko : Tidak Terdampak) : Tidak ditemukan kasus positif Covid-19; Penyebaran Covid-19 terkontrol; Risiko penyebaran tetap ada di tempat-tempat isolasi; pengawasan ketat dan berkala dilakukan untuk mencegah timbulnya kasus baru.
  • Daerah Kuning (Kategori Risiko : rendah) : Ditemukan kasus positif Covid-19; transmisi dan imported case bisa terjadi; transmisi tingkat rumah tangga bisa terjadi; kluster penyebaran terkendali dan tidak bertambah.
  • Daerah Oranye (Kategori Risiko : sedang) : transmisi lokal mungkin bisa terjadi dengan cepat; transmisi dari imported case mungkin bisa terjadi secara cepat; kluster-kluster baru harus terpantau dan dikontrol melalui testing dan tracing agresif.
  • Daerah Merah (Kategori Risiko : tinggi) : transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat; wabah menyebar secata luas dan banyak kluster-kluster baru.

Beberapa waktu lalu pemerintah melalui Tim Gugus Tugas Nasional telah mengumumkan pembagian wilayah berdasarkan kategori warna berdasarkan hasil evaluasi tim pakar epidemiologi, kesehatan masyarakat, sosial, budaya, ekonomi kerakyatan dan keamanan.

Per 8 Juni 2020  terdapat 92 Kab/Kota yang masuk zona hijau dan 136 Kab/Kota yang masuk dalam zona kuning. Total 228 Kab /Kota yang masuk kategori resiko rendah ini, atau 44% dari total Kab/Kota secara Nasional.

Di  JawaTengah,  per 8 Juni 2020 lalu hanya ada 1 wilayah yang masuk zona hijau yaitu Kota Tegal, sedangkan yang masuk zona kuning ada 10 wilayah : Kota Pekalongan, Wonogiri, Grobogan, Karanganyar, Kendal, Pekalongan, Boyolali, Blora, Rembang dan Sragen.

Sedangkan apdet per 15 Juni 2020 sebagaimana terlihat dalam peta berikut ini, ada 2 daerah hijau (Banyumas & Wonosobo) dan 2 daerah merah (Magelang & Demak).

Persebaran covid19 di Jateng per 15/6/2020
Kondisi Kab/Kota di Jawa Tengah per 15 Juni 2020 (Sbr : akun Twitter Info Magelangan)

Namun kondisi itu bersifat dinamis seiring dengan waktu, sehingga kita juga harus bersama-sama mematuhi aturan dan penerapan protokol yang sudah ditetapkan agar berdampak positif dengan mempertahankan resiko rendah di daerah kita masing-masing.

Kesiapan New Normal di Wilayah Kota Pekalongan

Mensikapi kebijakan dari Pemerintah Pusat, masing-masing daerah tentunya telah mengantisipasinya dengan penerapan protokol di wilayah masing-masing, begitu pula di daerah kami.

Pemkot Pekalongan telah menerbitkan beberapa surat terkait pedoman dalam tatanan New Normal, yaitu antara lain :

  • Pedoman Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai di Lingkungan Pemkot Pekalongan pada Masa Tatanan Normal Baru (New Normal), a.l meliputi : penerapan protokol kesehatan pegawai, penyelenggaraan rapat & perjalanan dinas, dll.
  • Pedoman Penyelenggaraan Hajatan pada Tatanan Normal Baru Covid-19 di Kota Pekalongan, a.l meliputi : penerapan physical distancing, pengendalian jumlah tamu, penyediaan sarana cuci tangan, mempercepat waktu pelaksanaan, dll.

Secara pribadi tentunya kita pun menyesuaikan dengan penerapan tatanan kenormalan baru ini.  Bila harus keluar rumah untuk alasan penting misalnya pergi bekerja, jangan lupa untuk membawa beberapa peralatan pribadi sebagaimana digambarkan dalam infografis berikut ini :

Peralatan pribadi New Normal
Peralatan pribadi di masa New Normal (sumber : bkkbn(.)go(.)id

Dalam salah satu wawancaranya Dr Reisa menyarankan bagi warga yang tidak WFH untuk membawa bekal makan dari rumah yang bergizi seimbang dan terjamin kebersihannya. Namun bila hal itu tidak memungkinkan, dan masyarakat harus membeli makanan dari luar maka hendaknya bersikap selektif, pastikan lingkungan penjual makanan itu terjaga kebersihannya, baik tempat masak, peralatan masak, pembuat masakan maupun pramusajinya. Sistem take away juga lebih disarankan dibanding makan di tempat.

Nah bagaimana teman-teman, sudahkah siap menjalani Tatanan new normal life ini? Boleh tahu tentang persiapan kalian semua? Yuuk, ceritakan di kolom komen ya..

64 thoughts on “Bila Dr Reisa Broto Asmoro Serukan New Normal Life, Sudah Siapkah Kita?”

  1. Mau nggak mau ya harus siap ya mba. Mau gimana lagi, hidup harus terus berjalan dengan segala aktivitasnya. Kita yang harus siap sedia untuk menjalankan tatanan kehidupan new normal life ini dan menjaga kondisi keluarga selalu sehat.

  2. Banyak sekali wacana New Normal ini yaa, kak Tanti.
    Harapanku cuma satu, bahwa dengan edukasi yang sama, kita masih harus ektra hati-hati di masa pandemi ini.
    Apalagi di Jawa, belum ada zona hijau.

  3. Di kotaku masih zona merah. Aku pribadi merasa belum saatnya new normal. Waktu psbb aja masih banyak yang bandel. Perlu banyak edukasi supaya nggak salah mengartikan new normal.

  4. siap ngga siap harus siap ya mba karena tetap bagaimana pun harus mengikuti aturan perusahaan dan pemerintah, saatnya masuk kantor telah tiba, hanya bisa beriktiar untuk mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan.

  5. Alhamdulillah, daerah saya di Cianjur Selatan termasuk zona hijau. Sempat heboh waktu ada yg dari zona merah, meninggalnya di Cianjur Utara dan positif covid-19.
    Btw ga ada zona hitam ya? Saya baca semingguan ini juga berita di tv Surabaya kan masuk zona hitam katanya…

    1. Menurut yg sdh say baca sih hanya 4 zona itu..entah kalau kemudian ada perkembangan baru hehe..

  6. Kalau di tempat saya kayaknya new normal life dianggap sudah bisa berkeliaran bebas, soalnya pas saya ke pasar pakai masker, orang berkeliaran dan berdesak-desakan tanpa pakai masker, padahal ada pedagang yang katanya positif huhu bikin sedih dan khawatir aja

    1. Aduduuu..sedih sekali ya mba.. Kita mesti ekstra hati2. Mulai dari kita dan lingkungan sekitar kita ya

  7. Sebetulnya kalau melihat kondisi di lapangan berdasarkan data yg ada belum layak sih kita menuju new normal ini…karena kurva masih menanjak belum melandai. Tapi mungkin karena faktor ekonomi akhirnya terpaksa kita siap tidak siap harus memulai nih…

    1. Ya Teh, kalau menurut Jubir pemerintah kan memang begitu..mau tak mau harus.mulai.prodykrif lagi, sementara pandemi masih berlangsung. Jadi new normal ini sama sekali bukan sudah normal alias boleh abaikan protokol.kesehatan ya.. sayang masih banyak yg belum faham

  8. Sejujurnya aku belum begitu siap dengan new normal, Mbak. Karena keempat anakku masih kecil-kecil, mikir sekolahnya gimana. Mereka tampaknya belum bisa disiplin jika harus mematuhi protokol kesehatan di sekolah.
    Tapi ya sudah agak lega sih setelah menyimak pengumuman dari Kemendikbud soal bagaimana belajar di masa pembiasaan baru ini.

  9. Aku kurang akrab dengan nama Dr Reisa Broto Asmoro tapi wajahnya ga asing. Ternyata pernah mengisi acara Dr Oz
    New normal yang akan kita jalani di keseharian harus siap dengan segala prosedurnya
    Ahhh semoga Pandemi ini lekas berakhir

  10. kalo buat saya dan suami, siap aja memulai new normal ini. namun buat anak-anak yang gak siap saya , mereka belum terlalu waspada dengan protokol kesehatan. jadi moga sekolahnya nanti saja dibukanya

    1. Karena memang anak-anak belum sadar tentang bahayanya ya mba..orang tua yg harus benar2 menjaganya..

  11. Wah, alhamdulillah Tegal termasuk zona hijau yaa, bisa jadi krn sejak awal pemda ketat melakukan karatina wilayah ya Mba.

    Semoga kita semua diberi kekuatan dan kesehatan untuk menghadapi hari2 new normal, tetap eling lan waspada, jaga jarak, maskeran, makan sehat, cuci tangan semoga jadi habits

  12. Ahh lumayan yaa ada dokter cantik bikin acara press conference makin menarik disimak. Kalo untuk Pak Yuri nya angkat 10 jempol dah… Siap gak siap kita harus siap ya dengan new normal.. semoga pandemi segera usai

    1. Betul mba.. siap gak siap kita harus menjalani, jadi lebih baik bersiap sebaik mungkin ya..

  13. Hahaha … Heboh ya ada dokter cantik. Tapi aku belum menyimak langsung sih laporan kasus harian yang disampaikan beliau. Nggak mungkin juga sih rasa khawatir karena lonjakan kasus harian bisa sirna karena menatap kecantikan Dr. Reisa ini, hihihi …

    Sebenarnya kepengen banget bisa ngantor lagi. Tapi apa daya harus di rumah ya sudah nggak papa. Aku keluar rumah hanya untuk kondisi urgent. Lagian, nggak nyaman juga di luar rumah lama-lama. Mana bawaan banyak, sampai rumah mesti ganti pakaian, cuci-cuci, malah boros air dan deterjen.

    Pokoknya, keluar rumah saat penting banget aja.

  14. Nah ini dasar ilmu komunikasi, supaya pesannya didengar, minimal orang ngeh, adalah siapa yg memberikan pesan tersebut.. yg bikin nengoks..hahhaha.. semoga terkabul yah..

  15. Alhamdulillah bu dokter ini muncul ya Mbak. Jadinya orang-orang pada perhatian kembali sama seruan waspada covid … eh … itu harapan saya sih hehe.

  16. aku pribadi sebetulnya belum siap huhuhu, mungkin bakalan mengutamakan dirumah aja seperti biasa kalo nggak terlalu perlu banget keluar rumah , berharap banget pandemic ini bisa teratasi dengan baik

  17. Siap gak siap tapi harus bisa mengikutinyanew normal life ya mbak, mau gimana lagi keadaaannya sudah seperti ini. Jangan lupa untuk menerapkan aturan yang berlaku aja ya.
    Duh aku pernah foto bareng dokter cantik ini mbak 🙂

    1. Betul mba..siap gak siap..kita harus jalani ya..
      Wah..penasaran dg foto dua orang cantik2 ini..

  18. Kita mah suka heboh kalo ada yang cantik. Tukang gorengan cantik aja jadi trending topic, hahaha…

    Tapi baiklah, dokter Raisa, semoga betul-betul membawa pencerahan bukan cuma yang cerah aja.

    Makin berat nih tugasnya. Soalnya orang udah mulai pd bosen di rumah, terus pd bikin opini aneh-aneh.

    1. Haha..iyaa..yg cantik2 mah cepat jadi trending topik. Meski ada opini pula, bhw kita mesti waspada krn biasanya dikasih yg cantik2 gini utk membungkus penyampaian hal2 yg kurang enak..hiks..

Leave a Reply to Afifah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *