Membuat Pupuk Organik Sederhana dari Kulit Bawang, Cangkang Telur dan Kulit Pisang

Pupuk organik dari limbah dapur

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia ya.. Hm, PPKM mulai lagi nih ya di daerah-daerah yang masuk zona merah. Jangan panik ya..jalani saja dengan gembira, insya Allah pasti ada manfaatnya.

Baca juga : 4 Hal yang Bisa Kita Lakukan untuk Mendukung Kerabat yang Sedang Isolasi Mandiri

Dua minggu di rumah, mau ngapain saja nih? Jalankan hobi salah satunya ya.. Atau bersih-bersih rumah? Apapun itu, lakukan dengan tetap gembira. Karena ngomel-ngomel tak baik buat kesehatan kita bukan? Hehe..

Pupuk organik dari limbah dapur
Yuk..olah sampah dapur menjadi pupuk

Yuk, kita cari kegiatan bermanfaat saja. Salah satunya, mengolah limbah dapur menjadi lebih bermanfaat, yaitu sebagai pupuk organik bagi tanaman-tanaman kita. Nah, melalui tulisan ini akan kuuraikan caranya ya..

Limbah Dapur Untuk Pupuk Organik

Mungkin teman-teman sudah sering mendengar bahwa salah satu andil kita dalam menjaga lingkungan adalah dengan mengolah limbah dapur, menjadi kompos misalnya. Namun ada kalanya merasa terkendala dengan sarana pengomposan mungkin, atau merasa volume limbah yang dihasilkan per hari sedikit, dll..

Volume limbah yang hanya sedikit sebenarnya tidak harus menjadi kendala untuk mulai mengolah limbah. Sedikit-sedikit kalau tiap hari ya lama-lama menumpuk juga bila dibiarkan ya..hehe.. Nah, sebelum beneran membukit, lebih baik meski sedikit mulai kita olah.

Limbah dapur apa saja yang bisa kita olah untuk pupuk?

Saat hendak mengolah sayuran & bumbu menjadi aneka masakan, pasti kita lakukan penyiangan dulu, bukan? Nah, bonggol sayuran, batang-batang kangkung/ bayam/kemangi, kulit bawang, tangkai buah, potongan-potongan/bagian sayuran lain yang tak layak masak, merupakan limbah organik yang bisa kita gunakan.

Selain itu, kulit-kulit buah/umbi juga sayang bila dibuang begitu saja, karena masih dapat kita manfaatkan sebagai bahan kompos/pupuk tanaman. Ingat, limbah dapur yang dimaksud di sini adalah yang ‘segar’ bukan sisa yang sudah diolah/masakan basi ya…

Pemanfaatan Kulit Bawang, Cangkang Telur dan Kulit Pisang Untuk Pupuk Tanaman

Cara Mengolah Kulit Bawang untuk Pupuk Tanaman

Bawang merupakan salah satu jenis bumbu dapur yang hampir selalu ada di tiap rumah, karena merupakan bagian dari banyak bumbu dasar masakan nusantara. Terutama bawang merah dan bawang putih. Itu sebabnya, hampir setiap hari akan ada kulit bawang yang menjadi sampah. Nah, cara pemanfaatannya untuk pupuk adalah sbb:

  1. Kumpulkan kulit bawang (campur saja merah maupun putih) dalam suatu wadah. Kami menggunakan gelas plastik ukuran sedang, bekas kemasan bubur / minuman kemasan.

    Sampah dapur kulit bawang
    Kulit bawang siap diolah sebagai pupuk
  2. Setelah wadah penuh, tambahkan air ke dalam wadah berisi kulit bawang tersebut, tutup dan simpan semalam.
  3. Paginya cemceman (air rendaman) kulit bawang siap digunakan untuk memupuk, dengan cara menyiramkan pada media tanam.
Air rendaman kulit bawang
Cemceman Kulit Bawang

Cara Membuat Pupuk Organik dari Cangkang Telur

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat lazim dikonsumsi dalam masyarakat kita. Hampir selalu ada persediaan telur di rumah, karena mudah diolah baik untuk lauk maupun sebagai bagian dari bahan pembuat kue-kue ataupun olahan masakan lainnya.

Itu sebabnya, limbah kulit telur/cangkang juga sering kita temui di rumah-rumah. Menurut berbagai literatur, cangkang telur ini mengandung Kalsium karbonat dalam proporsi yang besar, sehingga sangat cocok digunakan sebagai penambah kebutuhan kalsium bagi tanaman.

Kalsium itu sendiri dibutuhkan oleh tanaman untuk: mempercepat pertumbuhan batang & daun, meningkatkan zat hijau daun, meningkatkan produksi dan juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama.

Ciri-ciri tanaman yang kekurangan kalsium antara lain: tumbuh kerdil/lemah, daun/pucuk muda layu/hangus, kerusakan kuncup bunga/bakal buah, ujung akar kerdil/mati, dll.

Nah, bagaimana cara membuat pupuk organik dari cangkang telur? Mudah saja, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Kumpulkan cangkang-cangkang telur, cuci hingga bersih dari sisa-sisa telur yang melekat, jemur di bawah terik sinar matahari.
  2. Setelah kering, remukkan cangkang. Bisa menggunakan blender atau ditumbuk secara manual. Dengan blender hasilnya akan lebih halus. Menggunakan ulegan batu biasa juga tidak masalah, seperti yang biasa kami lakukan.

    Proses penghalusan cangkang telur
    Menghaluskan kulit telur dengan ulegan batu.
  3. Setelah halus, bubuk cangkang kering dapat disimpan dalam wadah tertutup di suhu ruang, siap digunakan untuk memupuk tanaman.

    Pupuk organik Cangkang telur
    Pupuk organik dari Cangkang telur siap digunakan

Nah, bagaimana cara mengaplikasikannya pada tanaman?

Penggunaan pupuk dari cangkang telur ini bisa menggunakan berbagai cara:

  • Bisa digunakan sebagai campuran pada media tanam yang akan digunakan atau ditaburkan pada lubang tanam sebelum memasukkan bibit tanaman
  • Bisa ditaburkan di atas media tanam/sekitar tanaman bagi tanaman yang telah tumbuh.
  • Bisa dilarutkan dalam air (1 liter air + 1 sdt bubuk cangkang) lalu disiramkan ke media tanam/sekitar tanaman. Apabila akan digunakan dengan cara ini, sebaiknya penghalusan menggunakan blender agar hasilnya benar-benar halus sehingga mudah larut.

Selain menambah ketahanan tanaman terhadap hama (setelah kalsium terserap oleh tanaman) dengan penebaran remukan cangkan pada media tanam di sekitar tanaman ini juga mencegah gangguan dari siput/hama sejenis, karena permukaan media akan menjadi kasar dan tidak disukai oleh siput/hama sejenis. Untuk pot-pot berukuran besar biasanya juga sering diganggu kucing (untuk BAB) maka remukan cangkang dengan ukuran lebih besar di permukaan pot itu akan menghalau para kucing nakal. 🙂

Cara Membuat Pupuk Organik dari Kulit Pisang

Keluarga kami penikmat pisang, baik dikonsumsi segar maupun untuk diolah. Walhasil, kulit buah pisang seringkali menjadi salah satu jenis limbah organik yang ada di rumah kami.

Baca juga : 2 Olahan Pisang Terlalu Matang yang Sangat Gampang

Suatu waktu pernah membaca bahwa kulit pisang ini bagus untuk pupuk tanaman karena kandungan fosfor, kalium dan magnesiumnya tinggi.

Kalium adalah unsur hara yang dapat memperkuat perakaran tanaman dan meningkatkan pembungaan. Begitu pula fosfor dan magnesium yang sangat berguna dalam perkembangan tanaman. Nggak pakai lama kami pun menerapkan pengetahuan yang kami dapat itu, alhamdulillah…rupanya cocok untuk tanaman-tanaman kami 🙂

Kulit pisang dapat berfungsi sebagai pupuk organik dengan cara langsung mengubur kulit pisang pada tanah/media di sekitar tanaman kita, selain itu juga bisa melalui pemupukan dengan Cemceman / rendaman kulit pisang. Berikut adalah cara membuat Cemceman Kulit Pisang:

  1. Potong-potong kulit pisang, lalu masukkan ke dalam wadah yang mempunyai tutup (bisa toples atau botol). Kami menggunakan botol-botol bekas untuk keperluan ini.
  2. Tambahkan air ke dalam wadah, jangan sampai penuh agar masih ada udara, lalu tutup wadah dan biarkan rendaman ini 1-2 hari.
  3. Perhatikan apabila terlihat ada gelembung/busa di permukaan air, buka sebentar tutup untuk melepas gas.
  4. Pupuk siap diaplikasikan dengan cara menyiramkan airnya ke media tanam di sekitar tanaman. Sisa kulit pisang dapat dikuburkan juga atau ditambahkan ke bahan kompos.

    Pupuk organik kulit pisang
    Cemceman Kulit pisang sebagai pupuk organik

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah cara membuat pupuk organik sederhana dari kulit bawang, cangkang telur dan kulit pisang. Sangat mudah bukan? Alhamdulillah kami sudah mempraktekannya sekitar setahun belakangan ini dan hasilnya bagus. Tak perlu membeli pupuk kimia, hehe..

Apakah kalian juga membuat sendiri pupuk organik/kompos dari limbah dapur? Yuk..bagi kisahnya di komen ya.. Terima kasih..

73 thoughts on “Membuat Pupuk Organik Sederhana dari Kulit Bawang, Cangkang Telur dan Kulit Pisang”

  1. Aku kalau lagi rajin juga bikin nih pupuk organik yg dicampur air. Kalau lagi males, langsung aja dibuang ke tanah itu kulit bawang, cangkang telur, & sisa-sisa sayuran lain hehehe

  2. aku baru tau huhuuhu dan merasa rugi sudah membuang sampah itu dengan sia2. Thx infonya ya mba, besok2 aku mampir lagi kali-kali ada tips menarik lainnya

  3. Mantep mbak Tanti. Selain jadi gak perlu beli pupuk, kalau buat sendiri tuh jadi memanfaatkan sampah jadi lebih berguna. Apresiasi banget akutuh sama hobi mbak Tanti

  4. Kalau telurnya tidak dicuci langsung masukin ke kompos gimana mba? Dia masuknya bahan coklat atau hijau?

    Kompos lagi penuh nih. Bingung aku apain. Nggak pengen buang ke TPA. Hiks

    1. kadang2 sisa cairan telur yg menempel akan mengundang serangga/lalat. kadang klo males nyuci langsung kujemur saja..haha..

  5. Yang cangkang telur aku udah tau. Dikasih tau ibuku. Yang kulit bawang aku baru tau. Tapi kayaknya yang alami-alami gitu bisa jadi pupuk ya.
    Duh jadi pengen belajar nanem 😀

  6. Nah ini info yang cucok juga dengan sikon sekarang banyak yang hobi berkebun tanam tanam kayak aku nih jadi nggak perlu beli pupuk ya, pernah dengar klo cangkang telur, kalau gabungan gini baru tau nih, tak coba akh mba e. Makasih ya

  7. ini baru terobosan, baru tahu aku jika cangkang telur bisa di jadikan pupuk, selama ini malah aku buang begitu saja. segera aku aplikasikan biar tanamam menjadi lebih sehat

  8. paling banyak nih kulit bawang sama kulit posang, tiap hari makan pisang dan masak udah pasti pakai bawang ya mba. Bisa aku coba nih biar makin go zero waste.

  9. Wah, aku belum kepikiran mengolah limbah dapur khususnya bekas sayur, buah, bahkan cangkang telur. Bagus dibuat pupuk organik ya. Makasih ilmunya ya. Bisa banget ini dipraktekin di rumah.

  10. Wah….sebenarnya yang kita pakai sehari-hari itu bisa menjadi limbah yang sangat bermanfaat bagi tumbuhan yaa… Kalau tahu begini, jadi lebih semangat niih.. Mengolahnya pun tidak susah.

    Assikk~
    Bermain-main di kebun.

      1. Sebenarnya treatment untuk membuatnya gak lama dan gak sulit yaa, kak Tanti.
        Hanya butuh waktu perendaman sehari semalam. Misal kelupaan dan terlalu lama proses perendaman, apakah masih bisa menjadi pupuk organik, kak?

          1. Oh…iyaya, kebayang menyimpan limbah.
            Kalau di rumahku, limbah yang paling terasa itu seperti nasi sisa di pinggiran rice cooker, yang kalau direndam dan kemudian dibuang tuh, bisa dapat 2 genggam, kak Tanti.
            Ada saran kah kalau limbah nasi digunakan untuk apa?

  11. Wah keren nih, rajin dan telaten banget. Huhu aku masih aja beralasan susah nyari pupuk saat mau tanam-tanam. Padahal bisa bikin sendiri ya. Kudu nyontoh Mbak Tanti nih.

  12. wah makasih mbak, aku emang lagi suka buat pupuk dari bahan organik, karena ya males aja buang sampahnya hihihi, lagipula kan bisa buat pupuk sendiri juga yaa. makasih lho cara membuat pupuknya. ini yang aku butuhkan selama ini.

  13. Hhuuuuu, ketabok banget sama postingan ini, padahal sering tuh kupas2 bawang, cangkang telor atau oun kulit pisang, sehari-hari pasti ada dan ditemui di dapur.
    Makasih loh Mba Tanti, gampang banget bikinnya , aku suka buang2 aja, hiks.

    Nanti aku cobain bikin cem2annya.

  14. Ya ampun mbaa, ini life hacks yg sangaatt berfaedah banget
    aku tuh sering makan telor, tapi ya cangkangnya dibuang gitu aja.
    padahal, bisa bermanfaat utk tanaman y
    sip markosip mau aku coba telateni ahh mba

    btw, itu kalo kulit telor yg udah direbus, bisa juga kahhh?
    atau kudu telor yg mentah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *