LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Rungkat

| 72 Comments

“Hai semua…pohon kesayangan kita rungkat baru saja…” 😭😭😭

Sebuah foto dan chat kakak dalam WAG keluarga kami di penghujung bulan Juni lalu cukup menghebohkan.

Yang pertama kami cari tahu saat membaca kabar itu adalah kondisi kakak sekeluarga saat itu dan apakah robohnya pohon tua itu menimbulkan kerusakan rumah kami maupun tetangga terdekat?

Alhamdulillah, kakak mengabarkan bahwa semua anggota keluarga baik-baik saja, tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan di bagian teras samping, tanaman2 dan juga kabel listrik maupun telepon yang putus. Kami sangat bersyukur pohon besar itu roboh ke arah yang aman..

Baru kemudian kami mencerna lebih dalam berita dari kakak dan merasakan kehilangan. Rungkatnya pohon besar itu cukup mencengangkan. Pohon yang tumbang itu adalah pohon Nangka, entah sudah berapa umur tepatnya kami kurang tahu. Yang jelas pohon Nangka itu sudah cukup besar ketika kami mulai menghuni rumah di Tegalsari Semarang itu -sekitar awal tahun 1976- setelah kepindahan kami dari Salatiga.

Waktu berlalu dan pohon itu makin besar. Lengan-lengan kami tak lagi bisa memeluknya penuh. Sampai saat terakhir perlu lengan 2 orang dewasa untuk melingkari pokok pohonnya. Ia tumbuh membesar sebagaimana besar kenangan akan keriaan masa kecil kami.

Ya, pohon Nangka itu telah menjadi bagian dari cerita keluarga kami sejak awal kepindahan kami. Kenangan masa kecil kami berlima tak lepas dari keseruan bermain di bawah pohon itu. Rumah dengan pohon nangka besar, begitu selalu ancer-ancer yang kami berikan bila ada yang menanyakan rumah kami.

Setara dengan bentuk fisiknya yang besar, pohon nangka kami ini pun hampir selalu berbuah lebat sehingga tak hanya kami konsumsi sendiri namun juga dibagi-bagikan ke tetangga sekitar. Daging buahnya berwarna oranye, tebal dan manis. Bahkan dami/damen-nya pun tebal dan manis! 😋

Baca juga : Pohon Kenangan di Rumah Masa Kecil

Pohon Nangka

Pohon Nangka tua & Simbar Menjangan

Apa itu Rungkat?

Dan sekarang, pohon kesayangan kami sudah tak ada. Rungkat tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Oya, untuk teman-teman yang belum tahu, rungkat adalah istilah dalam bahasa daerah kami (Jawa), yang artinya tumbang/roboh dan tercerabut hingga ke akarnya. Kalau dalam bahasa daerah kalian, apa istilahnya?

Biasanya pohon rungkat saat hujan angin besar, karena pengaruh air yang melembekkan tanah sekitar pohon dan angin kencang seakan menggoyang pohon itu. Kejadian hujan-angin besar entah sudah tak terhitung menimpa pohon Nangka kami, dan ia tetap tegak selama ini dan sama sekali tak pernah membahayakan jiwa. Saat kejadian kemarin, tidak sedang hujan atau angin besar.. Mungkin memang sudah waktunya saja..

Tentu saja ada ‘cerita-cerita’ dari tetangga kanan-kiri yang terkait dengan peristiwa ini, namun kami tetap yakin bahwa peristiwa itu semata terjadi karena memang pohon sudah tua. Bukan pertanda apapun.

Sedih memang, tapi apa mau dikata. Dalam hidup kita harus siap melepaskan. Merelakan yang sudah saatnya pergi. Dan rasa sedih atas kehilangan pohon itu, makin tak ada artinya dibanding rasa sedih yang kami rasakan atas kehilangan lain yang kami alami kemudian. Rasa sedih dan kehilangan amat sangat saat ini sedang kami rasakan atas berpulangnya ibu kami tercinta, pekan lalu. Kembali kami harus belajar mengikhlaskan, meski pelajaran kali ini jauuuh lebih berat 😭😭😭😭

Ingin menuliskan banyaaak hal terkait ibu dan kepergian beliau ke pangkuan Illahi, namun rasanya belum sanggup. Biarlah kuendapkan dulu semua rasa ini..

Sahabat Lalang Ungu, demikian sekilas berita tentang rungkatnya pohon nangka kesayangan kami. Kalian punya pohon kesayangan juga kah? Pohon apa? Yuk, bagi ceritanya di kolom komen ya.. Terima kasih..

72 Comments

  1. Rasanya ada yang tercerabut dari dalam diri juga ya Mbak Tanti dengan tumbangnya pohon nangka itu?
    Kebayang masa anak-anaknya Mbak Tanti dulu. Saya ingat masa kecil, selalu saja ada kenangan mendalam dengan rumah2 teman yang ada pohon besarnya.

  2. Sedih memang kalau pohon yang berhubungan dengan masa kecil harus rungkat. Jujur, aku baru tahu mbak istilah ini dari artikel Mba Tanti. Walau gimana pun, tapi mungkin udah terbaik sih mbak. Untung si pohon rungkat pas gak ada orang dibawahnya. Bisa bahaya soalnya

  3. Tadi di awal apalah Rungkat nih, eh tyt bahas jawa toh. Kalau di aku ya tumbang mba hehe…
    Btw kalau baca cerita kiri kanan, menurut aku ya krn empunya sudah pergi dan aku juga ikutlah. Seperti film Hachiko 🙂

    • Dalam kasus kami, terbalik mba… Pohonnya rungkat seolah mengawali rungkatnya ‘pohon keluarga’ kami kemudian..

  4. Aku baru tahu istilah Rungkat, Mbak. Kalo bahasa Jawa biasanya menyebutnya ambruk, wet e ambruk.

    Sayang ya situasi masih seperti ini, belum bisa bertemu. Aslinya kalo gak ada pandemi pengen ke syawalan lopis

  5. Loh, aku orang Jawa tapi baru tahu istilah ‘rungkat’. Jawanya perlu dipertanyakan, hahaha …

    Pohon belimbing di depan rumah kami semasa di Tangerang menyimpan banyak kenangan. Buahnya mulai dari yang kecil sampai besar, manisnya luar biasa. Berbuah terus, nggak pernah habis. Saya sering duduk di atas pohon sambil makan buahnya. Artinya, saya makan belimbing tanpa pernah dicuci, hihihi … Waktu kami butuh ruang lebih luas (namanya juga luas rumah cuma 60), akhirnya pohon itu ditebang. Sediih banget.

    Mbak, turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda, ya. Semoga Allah menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa almarhumah, serta menempatnya beliau di tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin.

  6. Turut berduka cita Mbk, semoga Mbk kuat dan sabar Tetap semangat ya Mbk, aku juga pas ibuku meninggal sedih sekali, berusaha untuk bangkit

  7. Pohon kenangan… sudah berapa banyak buah nangka yang dihasilkan oleh pohon tersebut dalam waktu puluhan tahun ya? Sangat berjasa sekali pohon tersebut. Turut berduka atas berpulangnya Ibunda. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran.

  8. Bagai pertanda habisnya era ya, apalagi dari jaman kecil 🙂 mungkin sudah saatnya menumbuhkan pohon baru, atau menanam yang lain? Semangat ya mbak! Turut berduka cita juga atas kehilangannya

  9. Bahasa Sunda, roboh itu rungkad. Beda dikit dengan rungkat ya …

    Semoga Almarhumah ibu Husnul khatimah ya ?bak…

    Sehat selalu bersama keluarga. Aamiin…

  10. Turut berduka cita, ya Mbak. Hidup memang begitu, ada yang datang dan pergi. Kita kudu siap dan ikhlas

    Btw, di rumah juga ada pohon nangka yang dekat banget sama rumah Mbakku. Deg-degan sih kalau tiba-tiba rubuh, tapi semoga saja gak. Pohon itu juga punya banyak cerita. Dan entah mengapa, sekarang gak pernah berbuah. Mungkin dia tahu kalau ada buah pasti agak nyusahin yang punya rumah

  11. Emakku juga sering bilang “RUNGKAT” gitu, mbak. Kalau di depan rumah emakku ada pohon jambu air yang warna coklat itu buahnya.

    Turut berduka cita ya, Mbak. Semoga Mbak Tanti tetap semangat dan tabah dalam menghadapi segala cobaan.

  12. aku pun baru tau istilah ‘rungkat’, padahal orang jawa juga mba.. hehe..
    ohya, turut berduka juga atas kepergian ibunda nya ya mbaa.. Semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah, keluarga yang ditinggalkan juga diberi kesabaran. Amiinnn 🙂

  13. Sejak awal tahun 1976 aja pohonnya sudah cukup besar ya, Mbak. Usianya jauh lebih tua dari saya. Kebayang seandainya itu pohon bisa bicara, pastinya ada banyak sekali cerita.

    Mbak, saya turut berduka cita. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya. Diampuni semua dosa. Aamiin Allahumma aamiin

  14. Sedih banget deh. Pasti bakal kangen sama buah nangkanya.

    Btw, penasaran. Proses pemindahan batang pohonnya itu butuh waktu berapa lama kah?

  15. Alhamdulillah anggota keluara baik-baik aja mbak. Pohonnya udah tua juga ya mbak. Pohon nangka yang udah kasih manfaat buat keluarga dan tetangga. Awalnya aku bingung tadi Rungkat itu apa tapi aku kira-kira aja

  16. Baru denger ttg istilah ini. Waduhh. Dirumahku juga ada pohon uang dan pohon mangga kesayangan aku, nama ilmiahnya aku ga tau tapi aku juga sayang banget.

  17. yang penting keluarga dan tetangga baik-baik aja ya kak. aku jadi inget dulu punya pohon mangga depan rumah yang udah tinggi banget, yang kalo ada truk besar lewat ada suara gesekan daun sama truknya wkwk, akhirnya ditebang aja karena takut bikin nyangkut

  18. MasyaAllah, sejak 1976 bahkan lebih dari itu ya Mbak, 40tahub lebih ya usia pohon ini, pasti banyak kisah juga ya tentang pohon ini, syukurnya pas rungkatnya gak buat celaka sekitar ya Mbak.
    Turut berduka atas kepergian Ibunya Mbak.

  19. Kalau udah jadi bagian di kehidupan mah pasti bakal merasa kehilangan meskipun itu sebuah pohon. Mohon nangkanya udh tua banget ya mbak, bhakn tahun 76 sudah ada. Tangguh bener pohonnya.

  20. Oh, kalau di Jawa…mengetahui ada pohon rungkat ada mitos apakah, kak Tanti?
    ((penasaran))

    Karena filosofi orang Jawa terhadap sebuah kejadian selalu menjadi pertanda ini menjadi kepercayaan dan doa yang bisa jadi ijabah.

    Semoga seluruh keluarga kak Tanti sehat dan dijauhkan dari bahaya apapun.
    Aamiin~

    • Membahas mengenia Rungkat ini memang penuh dengan kenangan.
      Dimana yang sudah terjadi dan kini harus merelakan kepergiannya.
      Jadi super mellow yaa..

      Btw,
      Rungkat bisa digunakan untuk selain tumbuhan gak, kak Tanti?

      Misal “Bangunan itu rungkat”. Atau hanya berlaku pada sesuatu yang hidup?

      • klo untuk bangunan biasanya hanya kata rubuh/ambruk Teh..sedangkan rungkat ini rubuh hingga akarnya terangkat, biasanya utk pohon2. nah kalau makhluk.hidup.lain misal orang/hewan tidak ada istilah rungkat ini, yg ada ‘tibo’ (jatuh), ‘ambruk’ (tumbang), ‘kejlungup’ (jatuh ke depan), ‘kejengkang’ (jatuh ke belakang), dll..
        Hehe..jadi banyak.deh istilahnya ya..

    • iya Teh..biasalah ada cerita ini-itu.. tapi ya bismillah saja.. aamiin, terima kasih doanya Teh Lendy

  21. Pohonnya guede banget mba. Aku ga ada cerita khususnya sih mba. Tapi dulu drmah eyangku ada pohon jambu yang menjadi pilihan kita saat libur naik pohon dan ambil jambunya yang segar

  22. Ketika ditinggalkan oleh sesuatu yang sudah menemani sedari kecil memang ada rasa kesedihan, aku baca rungkatnya pohon nangka ini jadi keinget dulu di depan rumah ada pohon mangga besar yang jadi tempat bermain adikku. Ia perempuan tapi malah bisa manjat disitu padahal aku tidak bisa. Bedanya, pohon manggaku memang ditebang buat perluasan teras rumah

    Turut berduka cita buat ibunya kak, semoga beliau ditempatkan di sisi terbaik Tuhan dan keluarga diberikan ketabahan

  23. Rungkat sepertinya bahasa halusnya yaa, yang kutau sekarang kalau jatuh itu “tibo”. Tapi aku pernah denger-denger si rungkat itu, tapi kurang paham sama artinya dan baru itu artinya itu jatuh atau roboh. Yahhh tapi sayang banget ya pohonnya roboh, aku juga punya banget pohon kesayangan yang aku pelihara dari kecil sampe besar dan bisa menikmati buahnya, tapi terbakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab huhu.

    • kalau ‘tibo’ itu utk jatuh dari sebuah posisi. sedangkan rubuh itu tumbang (bisa utk mahluk hidup atau gedung) nah rungkat ini rubuhnya pohon hingga akarnya terangkat..

  24. Kui dongkar ya, Mbak. Mungkin akarnya udah terlalu banyak. Gedeene poll koh.

  25. Wah bisa gitu ya…. heu aku mah ga punya pohon besar kesayangan sih Mba… kalau pohon imut2 semua yg di rumah kesayangan deh hehe….

  26. Turut berduka cita mbak, semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisiNya…

    Memang berat untuk mengihklaskan, tapi itulah kehidupan ada yang datang dan tiba tiba pergi…

  27. Turut berduka cita mbak, semoga Ibunda mendapat tempat terbaik di sisiNya….

  28. Lihat foto rubuhnya pohon, antara sedih dan bersyukur ya mbak…. bersyukurnya arah rubuhnya berlawanan arah rumah ya mbaa….

  29. Woowww.. sedih rasanya kehilangan pohon ini, sama mba aku pun istilahnya Rungkat.
    Nah, kisah yg sama, aku punya pohon mang di teras rumah, udah tinggi banget tapi belom berbuah, akarnya kmana manaa masuk ke rumah jadi lantainya ngangkat, udah 7 tahunan pas hujnnn agak tumbang , jadinya kepaksa merelakan untuk ditebang dan jadi panaaas.

  30. Saya orang jawa tapi nggak tau arti rungkat. Saya taunya mangkat, hehe =))
    Mohon maaf, ini saya jawanya emang KW, mbak.. T.T

  31. AKu baru tahu istilah rungkat ini, pasti warga sekitar menghubung2kan deh kejadian rungkat sama berpulangnya Ibu, ada-ada aja deh, memang tidak ada yang kebetulan di dunia ini sih, semua sudah digariskan sama Allah. Turut berduka yaa mba, semoga keluarga diberi keikhlasan ya

  32. Mungkin memang sudah terlalu tua ya mba pohonnya bisa ampe rungkat gitu. Pohon manggaku yang udah sepuh aja ga rungkat nih, hanya kering dan lama-lama kelihatan ‘tidak sehat’ gitu deh. Tapi dia tetap tegak berdiri sebelum dibabat habis.

  33. aku baru awaree nih mba tentang rungkat ini dan bahagia bangeeet punya pohon yang subuuur seperti iniii

  34. mbaa aku tuh baru tau arti kata rungkat.. tapi begitu lihat fotonya langsung paham. duh pasti rasanya nyesek yaa pohon sebesar itu tumbang.. apalagi kalau ada banyak kenangan, biasanya kenangan lintas generasi yaa

  35. Pingback: Kala Anggrek Pertamaku Berbunga - LALANG UNGU

Leave a Reply

Required fields are marked *.