LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Jeruk unik

Tak Sengaja Merawat Jeruk Berpenampilan Unik: Ugli atau Dekopon?

| 15 Comments

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Alhamdulillah aku akhirnya bisa update blog lagi..hehe.. Nah, kali ini aku akan mengajak kalian berkenalan dengan Jeruk berbentuk unik.

Sebelumnya aku ingin cerita flashback tentang asal mula kebun jeruk di kantor kami ya… Bermula dari keputusan kami mengelola lahan di belakang kantor yang lumayan luas dan tadinya untuk sawah namun karena satu dan lain hal tak dapat dijadikan sawah lagi.

Serah terima bibit jeruk

Serah terima bantuan bibit Jeruk Siem dari BPTP Jateng ke Dinperpa Kota Pekalongan

Alhamdulillah pada November 2020 kami mendapat bantuan bibit jeruk dari BPTP Ungaran Jawa Tengah. Sebagian kami bagikan ke kelurahan-kelurahan di Kota Pekalongan dalam rangka program Kelurahan Menanam dan sebagian lagi kami budidayakan di lahan kosong eks sawah itu (bukan sebagai tabulampot).

Jenis jeruk yang kami dapat saat itu adalah Jeruk Siem Banjar dan Jeruk Siem Pontianak. Kedua nama itulah yang tertera pada label yang menyertai masing-masing bibit tersebut. Alhamdulillah dalam perkembangannya jeruk-jeruk itu tumbuh dengan baik dan pada tahun kedua mulai belajar berbuah.

Pohon Jeruk 1 th

Pohon Jeruk Siem umur 1 tahun di kebun BPP Kertoharjo

Nah, saat mengamati pohon-pohon yang baru belajar berbuah itulah kami menemukan ada 2 pohon jeruk yang buahnya berbeda dari lainnya : ukuran buahnya jauh lebih besar dan bentuk buahnya pun unik!

Pohon Dekopon (?)

Usia 2 tahun, pohon jeruk mulai berbuah…eh ada pohon yang bentuk buahnya unik!

Saat kami amati lagi, bentuk daunnya agak berbeda yaitu terdiri dari 2 bagian (seperti daun jeruk purut) tapi bagian bawahnya seperti tak berkembang/tak sempurna.

Kalau bentuk bunganya, mirip dengan bunga jeruk lainnya yaitu berukuran kecil, berwarna putih pada helaian bunganya dan ada sedikit warna kuning pada bagian kepala putik dan benang sarinya.

Nah yang paling unik adalah buahnya. Bentuknya khas dengan bagian pangkal buah menebal seperti mahkota. Kulitnya berkerut-kerut (seperti kulit jeruk purut) namun ukurannya jauh lebih besar dari jeruk Siam / Keprok, meski tak sebesar Jeruk Bali.

Bunga, daun dan buah Dekopon

Bentuk bunga, daun dan buah muda jeruk yang berbeda dari yang lain

Karena heran dengan bentuk buah jeruk yang unik dan belum pernah kami lihat sebelumnya ini, kami pun melakukan pencarian di internet dengan modal foto buah itu.

Buah Ugli

Buah Ugli adalah nama yang pertama kali muncul dari hasil pencarian tersebut. Hmm, mungkin nama itu muncul dari kata ugly yang artinya jelek dan mengacu pada bentuk dan tampilan luar buah yang memang kurang cantik.

Buah Ugli ini adalah persilangan antara Jeruk Keprok (tangerine) dan Jeruk Bali (pomelo) sehingga dikenal juga dengan nama tangelo dan berasal dari Jamaika. Rasanya manis dan agak tajam, dengan daging buah berwarna oranye, berkulit tebal dan kasar.

Buah Ugli

Foto buah Ugli dari seevine.com

Penggambaran buah ini memang agak mirip dengan bentuk buah jeruk unik yang ada di kebun kami, terutama pada tampilan kulitnya yang berkerut-kerut.  Tapi pada beberapa gambar buah Ugli yang kami temukan, tidak terlihat jelas bentuk khas di pangkal buah yang seperti mahkota, dan saat itu kami belum tahu bentuk daging buah maupun rasanya karena buah-buah itu masih terlalu muda untuk dicicipi 🙂

Dekopon

Nama kedua yang muncul dalam hasil pencarian kemarin adalah Dekopon. Yaitu jeruk Mandarin  persilangan antara Jeruk Kiyomi dan Ponkan, yang pertama dikembangkan di Jepang pada 1972 dan mempunyai nama latin Citrus Reticulata ‘Shiranui’. Dekopon sendiri sebenarnya adalah merk dagang dari jeruk jenis ini yang berasal dari perfektur Kumamoto, namun nama ini menjadi nama yang lebih dikenal secara luas, termasuk di Indonesia (mulai dibudidayakan lebih luas di Indonesia sekitar tahun 2014).

Nah, kalau melihat dari bentuknya maka Dekopon ini lebih mirip dengan jeruk unik di kebun kami karena mempunyai bagian pangkal buah yang berbentuk khas seperti mahkota. Meskipun kulitnya yang saat matang berwarna oranye segar tampak lebih mulus hanya sedikit berkerut/keriput seperti yang ada di kebun kami.

Jeruk Dekopon

Foto buah Dekopon, dari Wikipedia

Di Brazil, jeruk ini bernama kinsei, di Korea Selatan dikenal dengan nama halabong sedangkan di Indonesia lebih dikenal sebagai Dekopon. Dari segi rasa, konon rasa Dekopon ini manis-asam, dengan bulir-bulir daging buah yang besar dan tidak berbiji. Mirip dengan jeruk Bali sepertinya. Bisa ditanam di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Mencicipi Jeruk Berbentuk Unik dari Kebun BPP Kertoharjo

Beberapa waktu lalu akhirnya kami berhasil mencicipi jeruk unik dari kebun kami. Satu buah jeruk itu saat ditimbang beratnya sekitar 800 gr, dengan ukuran lingkar buahnya setangkup dua telapak tangan orang dewasa.

Jeruk unik

Nah..ini penampilan jeruk unik dari kebun BPP Kertoharjo

Kulit buahnya tebal, namun cukup mudah untuk dibuka/dikuliti. Nah setelah dikuliti tampaklah bagian daging buah yang diselimuti dengan selaput putih yang agak tebal, persis seperti jeruk Bali / pomelo. Adapun warna daging buahnya sendiri adalah kuning pucat, tidak seperti pomelo yang berwarna pink/ merah.

Bagaimana rasanya?

Ternyata rasanya segar, dengan sedikit rasa asam-getir. Agak mengejutkan karena melihat penampilan kulitnya yang seperti jeruk purut/pecel, awalnya kami kira rasanya asam juga. Ternyata meskipun ada sedikit rasa asam -dan getir seperti khas jeruk Bali- rasa manisnya tetap terasa, sehingga kami dengan senang hati ramai-ramai menghabiskan jeruk itu 🤭

Daging buah Dekopon

Daging buahnya mirip Jeruk Bali.. 😍

Nah Sahabat Lalang Ungu, itu cerita ku tentang jeruk berbentuk unik dari kebun kami, jeruk yang masih menjadi tanda tanya identitas nya : Ugli / Dekopon? Sementara ini kami lebih cenderung ke Dekopon sih..

Apakah kalian sudah pernah melihat atau bahkan mencicipi kedua jenis buah itu? Menurut kalian, jeruk kami ini masuk jenis yang mana, Ugli atau Dekopon? Yuk, bagi pendapatnya di kolom komen ya… Terimakasih…

Oya, tulisanku yang lain tentang tanaman bisa dibaca di sini ya..

15 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.