Tabulampot Kedondong, Kenapa Tidak?

Tabulapot Kedondong

“…dondong..apa salak.. duku cilik-cilik.. gendong apa mundak.. mlaku thimik-thimik...”

Sahabat Lalang Ungu, apakah kalian pernah mendengar lagu dolanan yang ku kutip di atas? Mungkin ada yang masih mengenalnya atau mungkin pula ada yang sama sekali belum pernah mendengar lagu itu. Nggak heran sih, karena memang itu potongan lagu anak berbahasa Jawa yang jaduuul banget. 😁

Lagu itu salah satu lagu kenangan masa kecil kami, lagu yang dulu sering dinyanyikan alm bapak sambil menggendong mundak kami (mundak artinya digendong di atas pundak). Lagu itu masih sering terdengar dulu di keluarga kami ketika generasi ketiga keluarga kami masih kecil-kecil..nah kalau sekarang sih sudah tak ada lagi yang digendong di pundak (mungkin nanti kami nyanyikan lagi kalau generasi keempat/cucu sudah lahir..hehe..)

Nah, cukup lah sudah tentang lagu masa kecil itu yaa.. Kali ini aku bukan akan menulis tentang lagu anak-anak, melainkan tentang salah satu dari 2 nama buah yang ada di lagu itu. Hmm..buah yang mana yaaa??

Yuuk, Lebih Mengenal Tanaman Kedondong…

Tabulapot Kedondong
Buah Kedondong hasil Tabulampot

Adakah di antara sahabat yang belum tahu buah kedondong? Hmm..rasanya jarang yang tidak tahu buah kedondong, meskipun belum tentu semua suka. Seperti aku, yang awalnya tidak suka dengan buah satu ini karena daging buahnya keras dan rasanya asam. Namun setelah tahu banyak manfaatnya, jadi suka deh..hehe..

Nama-nama Tanaman Kedondong

Kedondong yang mempunyai nama ilmiah Spondias dulcis ini ternyata merupakan tanaman buah yang masuk dalam golongan mangga-manggaan (anacardiaceae). Dalam bahasa Inggris disebut Ambarella, Attaheite Apple atau Great hot plum. Sementara itu di negeri kita buah ini pun mempunyai beragam nama lokal, antara lain : kadendong (Sunda), kedundung (Madura), kacemcem (Bali), karuntung (Makasar), dll.

Selain buahnya yang dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah sebagai manisan, asinan, rujak, dll, ada bagian tumbuhan lain yang bisa dimanfaatkan juga yaitu pucuk/daun mudanya yang di beberapa daerah digunakan sebagai sayuran atau pelengkap/bumbu masakan, misalnya olahan ikan.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Buah Kedondong bagi Kesehatan

Salah satu artikel online pada sebuah web kesehatan menjelaskan bahwa dalam 100 gr buah kedondong ternyata mengandung sekitar 40 kalori dan beragam nutrisi a.l : protein dan serat, karbohidrat, vitamin (A, B,C), zat besi, kalium dan fosfor. Selain itu juga mengandung antioksidan flavonoid dan polifenol.

pohon kedondong tabulapot
Daun, bunga dan buah muda Kedondong

Dalam artikel yang sama dituliskan beberapa manfaat kedondong bagi kesehatan tubuh yaitu :

  1. Meningkatkan imunitas tubuh.
  2. Menurunkan resiko penyakit jantung
  3. Menjaga kesehatan mata
  4. Melancarkan pencernaan
  5. Menjaga kesehatan kulit
  6. Menurunkan berat badan

Budidaya Tanaman Kedondong Sebagai Tabulampot

Kedondong ini merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Kalau dulu kita biasa menemukan pohon kedondong di kebun / halaman luas di pedesaan karena pohonnya biasanya cukup besar, saat ini sudah mulai banyak kita dapati budidaya kedondong di halaman / bagian dari  pertanian perkotaan dengan sistem penanaman tabulampot (tanaman buah dalam pot).

Pada salah satu artikel di website Dinas Pertanian Kota Semarang dijelaskan bahwa syarat tumbuh tanaman kedondong antara lain adalah pH tanah 5,6-6,2. Tanah yang cocok untuk budidaya kedondong adalah tanah yang poros, gembur dan kaya akan humus. Lokasi mempunyai curah hujan 1.000-1.500 mm, ketinggian 0-650 mdpl, suhu 30-400C. Kecepatan angin diharapkan tidak terlalu kuat dikarenakan tanaman ini memiliki cabang yang rapuh dan mudah patah. Kedondong siap di panen 6-8 bulan setelah bunga mekar.

Langkah-langkah Budidaya Tabulampot Kedondong

1. Persiapan Tempat & Media Tanam.

Sebagai tempat menanam dapat digunakan pot/planter bag yang berukuran besar : diameter 50cm & tinggi 50cm. Adapun untuk media tanam disiapkan tanah dan pupuk kandang (perbandingan 1:1) yang telah dicampur rata dengan 3 gr insektisida untuk mencegah hama dalam tanah/media tanam.

2. Persiapan Bibit Kedondong

Bibit kedondong bisa diperoleh secara generatif (dari biji) atau vegetatif (stek/cangkok/sambung pucuk). Lebih baik menggunakan bibit kedondong dari cara vegetatif dibanding bibit dari biji, agar lebih cepat berbuah dan lebih identik dengan tanaman induknya. Jangan lupa pilih bibit yang sehat, bebas dari bibit penyakit.

3. Penanaman Kedondong Sebagai Tabulampot

Setelah media tanam siap, masukkan ke dalam pot/planter bag sekitar separuh tinggi pot (sekitar 25 cm) lalu masukkan bibit kedondong, atur posisi akar dengan baik/menyebar rata, lalu tutup kembali dengan sisa media hingga sekitar tepi atas pot. Siram dengan air hingga merata, pasang ajir dan ikat batang kedondong pada ajir dengan tali agar tanaman tegak dan tidak banyak bergerak.

4. Pemeliharaan Tabulampot Kedondong

Pemeliharaan dilakukan meliputi penyiraman rutin 2x sehari, terutama saat awal penanaman. Jika tanaman telah tumbuh dengan baik, penyiraman dapat dilakukan 2 hari sekali. Setelah tanaman besar penyiraman dapat dilakukan 4-6 hari sekali / sesuai kondisi media tanam.

Penyiangan gulma juga perlu dilakukan, minimal seminggu sekali agar tanaman tumbuh dan menyerap nutrisi dengan baik tanpa gangguan gulma di sekitar tanaman.

Adapun tentang pemupukan dilakukan secara rutin. Pemupukan pertama pada saat tanaman berumur 2 Minggu dengan menggunakan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi (urea dan NPK atau pupuk cair) dengan dosis 20 gr/1 sendok makan yang disebar di sekitar pohon kedondong, lalu disiram agar terserap dengan baik. Pemupukan selanjutnya saat umur 1 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 8 bulan dst. Selain urea dan NPK atau pupuk cair, dapat pula ditambahkan pupuk kandang.

5. Pemanenan Tabulampot Kedondong

Kedondong mulai berbuah biasanya setelah umur 1-1,5 tahun setelah tanam. Ciri buah kedondong yang siap panen adalah warna kulit hijau tua dan ada aroma harum.

Tabulapot Kedondong
Tabulampot Kedondong siap panen

Nah sahabat Lalang Ungu, ternyata meski rasanya asam buah kedondong ini banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Bagaimana..apakah tertarik untuk menanam kedondong dengan cara Tabulampot? Atau memilih membeli saja di toko buah? Apapun pilihannya semuanya baik, karena yang utama adalah mengkonsumsi buah sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh. Oya, punya pengalaman dengan kedondong/tanaman kedondong? Yuk bagi pengalamannya di kolom komen ya..

Asinan Kedondong
Semangkuk Asinan Kedondong..hasil panen Tabulampot Kedondong kemarin

***

Sumber informasi :

  1. Kedondong. Wikipedia
  2. 6 Manfaat Kedondong bagi Kesehatan Tubuh – alodokter.
  3. Kedondong. Website Dinas Pertanian Kota Semarang
  4. Bertanam Buah Kedondong Menggunakan Tabulampot. Cybex Pertanian – Pusluhtan Kementan

14 thoughts on “Tabulampot Kedondong, Kenapa Tidak?”

  1. Wahhh aku terakhir makan kedondong waktu masih SD kelas 3/4 pada waktu itu, dan gak tau kenapa di daerahku ini aku tidak menemukan buah ini dimanapun. Padahal rasanya enak banget, apalagi merasakan biji dalamnya yang seperti akar akar suka nyempil disela sela gigi pas dimakan hha

  2. Aku ingat buah kendondong kalau dicampurkan ke rujak tuh enak banget.. meski suka kesel sama bagian tengahnya yang suka diikutkan agar terlihat penuh. Tapi mbrakoti kedondong ini, yuummm~~

  3. Waktu pindah rumah ke tempat sekarang ini, aku membawa 1 pot isi tanaman kedondong. Yang 1 lagi aku tinggalkan di rumah lama, mba.Tapi karena depan rumah udah full tanaman buah dalam pot juga, akhirnya aku pindahkan lagi ke rumah ibuku, hihii. Tanaman buah kedondong jenis ini juga gampang berbuah dan nggak berhenti panenan terus

  4. buah kedondng ini masih banyak di daerah kami, Mba. Biasa dijadikan manisan, kadang juga dibuat jadi rujak. Tapi karena saya gak suka kecut, jadinya gak terlalu doyan sama buah kedondong ini.

    Ahh jadi ingat waktu hamil muda anak pertama, saat itu saya ngidam pengen makan kedondong, hehehe

  5. di tempat saya (Sunda) namanya Kadongdong, mungkin beda ya tiap daerah itu meski pun sama di tanah Sunda. Langsung ngiler banget lihat asinannya bayanginnya enak banget apalagi pas panas banget di sini mba, seger kayaknya makan itu

  6. Aku kangen tulisan kak Tanti dengan tema berkebun begini.
    Sekarang jadi tahu manfaat buah kedondong dan cara budidayanya. Sungguh Allah menurunkan banyak nikmat dari apa yang ada di sekitar kita yaa…

  7. Kedondong ini jd buat favorit aku karena rasanya yang unik tapi gak menyangka kandungannya juga banyak ya, apalagi pas tau manfaatnya. Bisa makin rajin aku makan buah yang satu ini

  8. Inget kata temen daku, “Fen kalau batuk makan kedondong aja…”
    Entah apa maksudnya, tapi ndak daku ikuti sih hehe

  9. Samaa mbaak baca liriknya langsung nyanyi huahaha ingat jaman TK nyanyi lagu itu di kampung.

    Ini ciyus dondong bisa buat nurunin BB? Asyik dong. Dicemilin gitu atau dibikin rujak ya? Kebayang rasanya asem seger gitu apalagi pas panas2 gini. Ternyata juga bisa dibikin asinan ya.

    Kalau buahnya ada setelah 1,5 tahun ditanam ya termasuk cepet kah?

    Akutu ga hobi berkebun wkwkkw hobi menikmati buah-buahan aja.

  10. Saya dengar lagu dondong opo salak sejak TK, Mbak (meski saya di Makassar :D) pasalnya dulu ada teman TK orang Jawa kan namanya Dodo (Widodo), terus sama guru suka dinyanyiin, dipelesetin “dodo opo salak” … 😀

    Btw, kalau dalam pot, kedondong buahnya giman dibandingkan dengan di halaman? Lebih kecil ya?

  11. Di halaman rumah kami juga ada kedondong mba. Kedondong Karimunjawa, buahnya jaaauh lebih besar dari kedondong biasa. Paling enak kalau makan dondon segar setelah buahnya jatuh dari pohon.

  12. Baru ngeh nih kepanjangan Tambulampot mba. Iya ya sekarang banyak banget ya tanaman zaman aku kecil itu pohon pohon besar sekarang udah bisa ditanam dalam pot aja dan jadi leliatan deh taruh di halaman kan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *