LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Sumber NPK Organik

Yuk Memanfaatkan Limbah Dapur Sebagai Sumber NPK Organik bagi Tanaman

| 14 Comments

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Setelah sepagian tadi ngurusin tanaman dan kebutuhannya, siang ini gantian ngurusin rumah mayaku biar nggak terlantar lagi .. hehe..

Kali ini aku mau menuliskan tentang pengalamanku memanfaatkan 3 bahan limbah dapur (kulit telur, ampas teh dan kulit pisang) untuk membuat pupuk majemuk NPK organik secara sederhana. Ketiga bahan tersebut sayang kalau dibuang begitu saja karena mengandung unsur N,P dan K yang dibutuhkan untuk tanaman.

Sumber NPK Organik

3 Limbah Dapur Sumber NPK Organik

Apa Manfaat Pupuk NPK bagi Tanaman?

Pupuk NPK atau sering disebut juga pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung 3 unsur hara utama yaitu Natrium, Fosfor dan Kalium. Pupuk ini dibutuhkan oleh tanaman baik dalam fase vegetatif maupun generatif, tersedia di pasaran dalam bentuk padat maupun cair dan merupakan pupuk yang dapat dibuat secara organik.

Manfaat Unsur Nitrogen (N)

Nitrogen merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, itu sebabnya sering disebut sebagai unsur hara makro primer.

Bagi tanaman unsur N ini berfungsi sebagai penyusun asam amino, asam nukleat, nukleotida dan penyusunan klorofil. Dengan terpenuhinya kebutuhan unsur N ini maka tanaman akan tampak lebih hijau/segar dan juga lebih cepat tumbuh.

Kekurangan unsur N menyebabkan tanaman kerdil/ terganggu pertumbuhannya, warna daun pucat kekuningan, produksi buah terganggu, dll.

Pohon pisang

Tanaman yang terpenuhi kebutuhan harganya tumbuh sehat dan produktif

Adapun sumber unsur N ini dapat berasal dari bahan organik, mineral tanah maupun penambahan melalui pemberian pupuk organik.

Manfaat Unsur Fosfor (P)

Unsur Fosfor (P) juga merupakan salah satu unsur hara makro primer yang dibutuhkan oleh tanaman sedikit lebih rendah prosentase nya dibanding unsur N dan K.

Manfaat Unsur P bagi tanaman adalah sebagai penyimpan dan transfer energi untuk aktifitas metabolisme tanaman. Dengan terpenuhinya unsur P maka tanaman mempunyai sistem perakaran yang baik, memiliki pertumbuhan jaringan tanaman / titik tumbuh yang baik, memacu pertumbuhan bunga, pematangan buah dan biji dengan baik sehingga meningkatkan produksi/panen, dll.

Sebaliknya bila kekurangan unsur P ini maka tanaman bisa menjadi kerdil, perakaran tidak kuat, dan  perkembangan bunga dan buah terhambat karena proses pembuahan tidak sempurna.

Manfaat Unsur Kalium (K)

Unsur ketiga dari unsur hara makro primer bagi tanaman adalah unsur Kalium (K) yang dibutuhkan oleh tanaman terutama sebagai aktivator enzim. Unsur K membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah, dan juga membantu penyebaran hasil asimilasi dari daun ke jaringan-jaringan tanaman.

Tanaman yang kekurangan unsur K ini juga menjukkan gejala yang sama dengan kekurangan unsur N dan P yaitu pertumbuhan kerdil dan warna daun pucat kekuningan. Gejala yang khas adalah dimulai pada pinggir daun sehingga tampak seperti huruf V terbalik.

3 Limbah Dapur  Yang Bisa Digunakan Untuk Membuat NPK Organik Sederhana

Sebagaimana kusebutkan sebelumnya bahwa pupuk majemuk NPK ini mudah kita temukan di pasaran yaitu di kios-kios tani / tanaman, baik pupuk kimia (dengan berbagai merk) maupun pupuk organik (cair/padat).

Namun jangan lupa, kita juga bisa memanfaatkan limbah dapur kita yang mengandung unsur NPK tersebut, diolah secara sederhana dan memberikan manfaat bagi tanaman kita daripada terbuang percuma.

Limbah dapur apa saja yang bisa kita gunakan?

Sisa/Ampas Teh

Sahabat, tahukah kalian bahwa ampas Teh bisa menjadi sumber unsur N bagi tanaman?

Ya, ternyata ampas teh ini selain mengandung kafein juga mengandung nitrogen yang tinggi yang bisa bermanfaat bagi tanaman sehingga sangat sayang bila dibuang begitu saja.

Cara mengolahnya agar bisa bermanfaat bagi tanaman sangatlah mudah. Kita hanya perlu menjemurnya 1-2 hari hingga kering. Bila menggunakan teh tabur maka setelah kering ampas teh itu bisa langsung digunakan atau dapat kita haluskan sebelum disimpan. Bila menggunakan teh celup maka pisahkan bubuk teh dari pembungkusnya, jemur hingga kering dan setelah kering sudah bisa langsung digunakan / disimpan karena sudah halus.

Oya, pastikan teh yang digunakan ini tidak tercampur gula ya, agar tidak menjadi sasaran semut yang justru dapat mengganggu tanaman kita, hehe…

Penjemuran limbah dapur

Penjemuran Ampas Teh dan Cangkang Telur

Kulit / Cangkang Telur

Cangkang telur ternyata mengandung banyak unsur hara yaitu kaliumkalsium, fosfor, magnesium dan natrium. Nah, jadi sayang kan bila cangkang-cangkang ini berakhir di pembuangan sampah saja padahal masih bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanaman kita.

Kita hanya perlu mencuci nya terlebih dahulu (agar bersih sisa putih/kuning telur sehingga tidak mengundang semut/serangga lain), lalu menjemurnya 2-3 hari hingga kering (warna cangkang berubah kusam keputihan). Setelah kering haluskan cangkang dengan blender / digiling kasar dengan gelas/botol/penggiling kayu.

Cangkang telur siap diaplikasikan/ disimpan

Setelah cukup halus sesuai kebutuhan dapat langsung diaplikasikan atau disimpan di tempat yang kering dan tertutup. Oya aku lebih suka cangkang telur yang tak terlalu halus karena bila ditaburkan di media sekitar tanaman, juga dapat menjaga tanaman dari molusca pengganggu seperti siput/bekicot.

Kulit Pisang

Bahan dari limbah dapur yang berikutnya adalah kulit pisang. Kulit pisang ini juga banyak mengandung mineral yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga bagus untuk digunakan sebagai pupuk / bahan kompos.

Tentunya kita gunakan kulit pisang yang belum rusak kandungan mineralnya dalam artian kulit pisang segar (bukan yg sudah dikukus/direbus/dibakar) hehe .. Nah kita dapat mengolah kulit pisang ini untuk pupuk cair ataupun padat.

Untuk pupuk cair, kulit pisang ini direndam dengan air bersih dalam wadah tertutup minimal 48 jam, lalu air rendaman yang telah berubah warna menjadi kecoklatan itu bisa langsung kita gunakan sebagai pupuk cair sedangkan kulitnya kita pisahkan masuk ke tempat kompos.

Kulit Pisang dijemur

Penjemuran kulit pisang

Bisa juga kita manfaatkan kulit pisang ini sebagai pupuk padat yaitu dengan menjemurnya 2-3 hari hingga benar-benar kering, lalu dihaluskan dengan blender. Setelah itu dapat langsung diaplikasikan atau disimpan di wadah kering.

Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik Limbah Dapur pada Tanaman

Ketiga pupuk organik sederhana yang telah kita buat tersebut dapat diaplikasikan sendiri-sendiri ataupun sebagai pupuk majemuk.

Bila kita ingin mengaplikasikan nya sebagai pupuk NPK 1:1:1 maka kita campur ketiga jenis pupuk tersebut dengan masing-masing takaran yang sama. Misal 1 cup dari masing-masing ampas Teh, cangkang telur dan kulit pisang. Campur jadi satu lalu taburkan di media sekeliling tanaman, setiap 15 hari pada sore hari. Pupuk ini baik untuk masa sebelum tanaman berbunga dan membuat akar, batang dan daun sehat.

Untuk NPK 2:1:2 didapat dengan mencampur kan 2 takar ampas Teh + 1 takar Cangkang Telur + 2 takar kulit pisang. Aplikasikan setiap 15 hari pada tanaman yang sedang berbunga/ berbuah, memperkuat bunga sehingga menjadi buah yang bagus.

Pupuk ini bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman yang ada di kebun kita, baik tanaman bunga maupun tanaman buah. Untuk anggrek juga bisa, gunakan 6 sendok makan dengan dibungkus kain, letakkan di pot anggrek.

Sahabat Lalang Ungu, demikian cerita pengalamanku memanfaatkan limbah dapur berupa ampas teh, cangkang telur dan kulit pisang sebagai pupuk bagi tanaman kami. Apakah kalian pernah mencobanya? Yuk bagi kisahnya di kolom komen ya..

***

Sumber bacaan :

  1. Tumbuhan Cepat Subur, Ini Cara Pembuatan Pupuk NPK Organik. Agroniaga. 13/2/2021.
  2. 4 Cara Mudah Menggunakan Kulit Pisang Sebagai Pupuk Tanaman. Kompas. 19/2/2022.
  3. Pupuk NPK Organik. Kultwit akun Twitter Axceel Dee. 18/5/2023.

14 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.