Hai Sahabat Lalang Ungu..setelah beberapa pekan absen mengisi blog ini, alhamdulilah hari ini bisa menulis lagi di sini. Apa kabar kalian semua? Semoga selalu sehat dan bahagia ya…
Sahabat, melanjutkan catatan Umrah Plus Turki 17 Hari, kali ini aku akan menceritakan pengalaman kami mengunjungi Anitkabir dan Makam Eyuup Sultan. Baca juga : Catatan Umrah Plus Turki (9)
Mengunjungi Musoleum Anitkabir di Ankara
Dalam perjalanan dari Cappadocia menuju Istanbul, pada hari Senin 6 Mei 2024 lalu kami singgah sejenak di musoleum Anitkabir, yaitu makam monumental yang didedikasikan kepada Mustafa Kemal Attaturk.
Sebagaimana kita ketahui, Mustafa Kemal Attaturk ini adalah pemimpin perang kemerdekaan Turki, pendiri sekaligus presiden pertama Republik Turki yang sekarang menjadi Turkiye.
Makam monumental yang dibangun sejak 9 Oktober 1944 dan diresmikan pada 1 September 1953 ini terletak di sebuah bukit di jantung kota Ankara. Terdapat 4 bagian utama dari Anitkabir ini, yaitu : Lion Road (Jalan Singa); Victory square (lapangan terbuka tempat seremonial); The Hall of Honor (Aula Kehormatan yang menjadi tempat makam Attaturk); dan Taman Perdamaian.

Dari tempat pemberhentian bus kami di arahkan menuju pos pemeriksaan pengunjung, lalu berjalan kaki menuju area makam monumental yang terletak agak di atas. Lumayan juga jauhnya…untung sepanjang jalan yang dilalui terlihat taman-taman rapi dan indah dengan pepohonan yang menyejukkan pandangan, hehe…
Ketika sampai di Lapangan Kemenangan/ Victory Square terlihat suasana di sana cukup ramai dengan pengunjung terutama rombongan siswa dengan seragam dan ada rombongan yang bertoga juga. Kata pendamping kami, memang merupakan kebiasaan bagi siswa untuk berfoto bersama di depan The Hall of Honor pada saat kelulusan.

Sebelum masuk Aula Kehormatan kami sempat menyaksikan upacara pergantian penjaga. Asyik juga melihat gerak langkah para penjaga yang patah-patah serempak khas tentara itu 🙂

Sayangnya kedatangan kami waktu itu bertepatan dengan akan diselenggarakannya sebuah acara di musoleum ini, sehingga kami hanya diberi kesempatan sebentar untuk masuk ke Aula Kehormatan tersebut.
Kesan kami di dalam aula tersebut adalah megah, mewah, indah dan bersih. Marmer yang digunakan pastilah produk utama, dengan ornamen perpaduan warna emas, merah dan cokelat kayu furniture nya tampak sangat berkelas. Sayang kemarin tak diperbolehkan memotret di dalam aula..

Oya, di lokasi ini juga ada Museum nya, sayang kemarin kami tidak sempat singgah. Mudah-mudahan lain kali berkesempatan berkunjung lagi ke sini dan menjelajah lokasi ini dengan lebih detil.
Ziarah ke Makam Eyup Sultan
Selain ziarah ke makam pendiri Turki, pada kesempatan kemarin kami juga sempat berziarah ke makam salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, yaitu Khalid bin Zaid atau lebih dikenal di Turki sebagai Abu Ayyub Al Anshari atau Eyup Sultan.
Makam Eyup Sultan berada di komplek Masjid Eyup Sultan (Eyup Sultan Camii) yang merupakan masjid peninggalan Kesultanan Ustmaniyah dan berada di daerah Eyup, Istanbul.
Siapakah Eyup Sultan?
Beliau yang bernama asli Khalid bin Zaid ini lahir di Kota Yastrib (sekarang menjadi Madinah) dari suku Khajraj Kabilah Bani Najjar. Di rumah beliaulah Baginda Nabi SAW pernah tinggal sementara pada awal masa hijrah beliau. Beliau turut berperang melawan kekaisaran Romawi dan wafat sebagai seorang mujahid di Konstantinopel pada tahun 52 H dalam usia 80 tahun. Di samping makam beliau inilah kelak dibangun Masjid Eyup Sultan.

(Sumber Foto : Wikipedia)
Ziarah ke Makam Eyup Sultan

Memasuki salah satu pintu gerbang komplek Masjid Eyup Sultan ini (Gerbang C), kami sampai di sebuah halaman yang ada sebuah pohon besar dan tua, di sebelah kanan pohon ini adalah makam Eyup Sultan sedangkan di sebelah kiri adalah teras Masjid Eyup Sultan yang saat itu sebagian sedang dalam renovasi.


Kami kemudian menuju pintu makam, antri dengan tertib satu persatu memasuki makam Eyup setelah sebelumnya melepas alas kaki kami. Dalam keheningan ruangan terdengar lantunan ayat suci dari seseorang di salah satu bagian makam tersebut. Di dalam ruangan tersebut tidak hanya terdapat makam Abu Ayyub Al Andhari saja namun juga terdapat relik-relik peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipajang di sana.

Setelah memanjatkan doa untuk beliau, satu persatu kami kembali ke luar ruangan. Semua berjalan dengan tertib dan tenang, dengan latar belakang suara lantunan ayat suci yang dibacakan seseorang di sana kala itu. Alhamdulillah kami telah berkesempatan berziarah ke makam salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, satu-satunya sahabat beliau yang dimakamkan di Turki.
Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalamanku mengunjungi Anitkabir dan Makam Eyup Sultan/ Abu Ayyub Al Anshari dalam rangkaian perjalanan umrah plus Turki bulan April-Mei lalu. Sampai sini dulu ya.. Insyaallah cerita City Tour Istanbul lainnya akan kulanjutkan pada tulisan berikutnya. Sampai jumpa…
Sebenarnya pas mengunjungi Anitkabir di Ankara dan Makam Eyup Sultan di Istanbul ada guide yang menjelaskan sejarahnya gak, ka Tanti?
Karena kalau bacanya pas uda balik ke Indonesia lagi tuh, rasanya jadi memutar kembali memori perjalanan kemarin yaa..
Ada Teh..guide rombongan masing-masing. Kalau guide khusus di tempat2 itu mgkn ada juga, tapi kami kemarin tdk menggunakan jasanya
Saya pengin banget ke sana!!! Doakan semoga saya bisa kesana ya kak! Sepertinya tempatnya memang sebagus ituuu
MasyaAllah…
Merinding bacanya
Jadi pengen bisa umroh juga
Umroh dan mengunjungi Anitkabir di Ankara dan Makam Eyup Sultan di Istanbul ini pasti jadi pengalaman bermakna yang tak terlupakan ya mbak
Sekarang umroh bisa plus ke Turki ya, Mbak. Bisa mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang penting.
Keinginan saya makin menggebu2 niha stelah baca ulasan mba tanti jadi pengen cepet2 umrah lalu sklalian ke Turki sempga diluaskan rejekinya biar bs umrah
Ga nyangka ada peninggalan makan salah satu sahabat nabi ya kak di Turki. Aku kira cuman ke museum/makam pendiri Turki, Kemal Attaturk. Btw, yang di makamnya ada bau menyengat itu apakah jg di situ ya? Aku pernah lihat kok ada yg bau menyengat bgt di kompleks makam tsb.
Ah jd pgn ziarah ke makam nabi dan sahabat2nya deh. Smg ada rezeki dan dimudahkan ke sana.
Senang pastinya bisa ibadah sekaligus wisata religi ke Turki, agar menambah lagi keimanan ya. Terima kasih Bu sharingnya
Ya Allah, pengen bgt bisa ngerasain pergi ke tanah suci sekaligus wisata religi di Turki
Skrng kalau nunggu haji msti sabar antre 30-40 thn.
Masya allah, asiknyaa umrah bisa diajak ke beberapa tempat bersejarah seperti ini.. Terima kasih sudah diceritain di sini Mba, dan jadi tau kalau umrah tuh bukan hanya ttg perjalanan spritual saja tapi perjalanan yang kaya makna dan perjalanan bersejarah jga yaa.
Masyaallah semoga saya bisa umroh plus Turki begini. Dengan niat, doa, dan ikhtiar, semoga terkabul keinginan saya dan keluarga. Doanya juga ya Kak.
Seru banget ya mbak, ibadah sekaligus city tour. Masya Alloh semoga aku dimampukan untuk melakukan yang sama, ditunggu cerita selanjutnya mbak. Jadi pengetahuan baru untuk aku nih
Wah, senangnya bisa berkunjung ke Turki Kak. Turki menurutku adalah negara cantik yang kaya sejarah. Kisah tentang Konstantinopel hingga sekarang masih terus terdengar. Mudah-mudahan ada kesempatan kelak saya untuk pergi ke sana juga.
beruntungnya saya ketemu tulisan kakak mengenai umroh +turki, karena saya juga sedang merencanakan perjalanan ini. nanti saya melalak ketulisan lain deh mau cari transportasi penginapannya juga 🙂
Berasa adem banget ya, Kak. Sayang banget di aula kehormatannya nggak bisa foto. Kalau bisa foto kan asyik. Kami, pembaca bisa ikutan melihat kemegahannya. Yah, meski dari tulisan dan foto saja. Hehehe
Keren ya Turki! Banyak bangunan berkubah dan cantik-cantik enggak kalah sama europe.
Tapi secara suhu, di sana panas enggak kak? Setahuku di sana termasuk bagian dari kawasan sub-gurun kan ya. 🙂