Nostalgia Awal Masa Kerja

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, kali ini aku akan bercerita tentang sebuah peristiwa di kantor yang memicu pikiranku bernostalgia ke masa lalu…

Hari Jumat tanggal 2 Mei kemarin  -bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional- di kantor aku menerima 2 orang rekan baru: CPNS hasil formasi penerimaan tahun 2024. Kebetulan keduanya perempuan dan akan ditempatkan pada bidang yang sama di OPD kami.

Keduanya mempunyai latar belakang pendidikan yang sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar, namun tupoksi yang akan mereka laksanakan di tempat kami merupakan tugas baru yang belum pernah mereka lakukan di tempat kerja sebelumnya.

Berbincang dengan keduanya memicu nostalgia saat-saat awal pengabdianku dulu, lebih dari dua dasa warsa lalu. Ya, kami ‘berbeda zaman’ pada awal masa tugas kami, tapi aku yakin suasana hati ku saat itu sebelas dua belas lah dengan suasana hati mereka saat ini: ada rasa bahagia tentunya, bercampur dengan semangat, rasa ingin tahu dan juga sedikit was-was tentang apakah kami akan dapat melaksanakan tugas dengan baik?

Ilustrasi: Karolina Grabowska by Pixabay

Saat itu, sebagai seorang fresh graduate aku merasa sedikit gamang saat memasuki dunia kerja. Latar belakang pendidikanku memang sesuai dengan yang diminta, namun ternyata keseluruhan tupoksi yang menjadi tanggung jawabku relatif kompleks, dan tak semua ada dalam kurikulum pendidikan yang telah kujalani sebelumnya, hehe ..

Tapi sebagaimana nasehat ayah-ibu yang selalu kuingat selalu, tak ada pekerjaan yang tak dapat dipelajari. Gawean iku barang katon, kabeh isa disinaoni (Bhs Jawa yang artinya kurang lebih: pekerjaan itu sesuatu yang terlihat, semua bisa dipelajari). Kunci utamanya adalah mau belajar dan terus belajar. 

Dari seseorang yang sebelumnya hanya berkutat dan berinteraksi dengan keluarga, buku-buku pelajaran dan tugas-tugas, bersosialisasi sebatas dengan teman kuliah dan dosen, dituntut untuk mengaplikasikan ilmu dengan berhubungan langsung dengan masyarakat dan juga harus membangun hubungan baik dengan rekan-rekan kerja. Kondisi yang awalnya tampak mudah namun cukup membuatku harus pontang-panting belajar menyesuaikan diri di lingkungan kerja yang sama sekali berbeda dengan lingkungan sekolah/rumah, zona nyamanku sebelumnya.

Begitulah, jatuh-bangun telah kulalui, hingga menjelang akhir masa tugas ini. Alhamdulillah aku mempunyai keluarga dan sahabat-sahabat yang sangat bisa menjadi pendukungku di awal masa tugas.

Orang tua kami tidak hanya telah memberi contoh dengan kinerja mereka selama masa tugas masing-masing namun juga selalu memberikan nasehat-nasehat yang sangat penting saat kuperlukan dalam berbagai situasi kerja. Pantang menyerah adalah kata kunci lain yang mereka ajarkan kepadaku. Dan sahabat juga menjadi tempat curhat yang sangat membantu di saat-saat sulit.

Sampai saat ini, ada 4 bidang pekerjaan yang pernah kujalani selama lebih dari 2 dasa warsa masa baktiku: kesehatan, pemberdayaan masyarakat, koperasi dan pertanian. Masing-masing mempunyai tantangan dan tuntutan yang berbeda-beda tentunya, tapi mau terus belajar dan pantang menyerah bisa terimplementasi di semua bidang tersebut dan membuatku bisa menjalankan tugas dengan baik.

Ohya, sependek pengalamanku, untuk dapat menikmati masa kerja dengan nyaman: membangun hubungan baik dengan rekan kerja (atasan-rekan setara-bawahan) merupakan hal yang tak kalah pentingnya dari kemampuan kita melaksanakan semua tugas pokok dan fungsi sesuai yang diharapkan dengan sebaik-baiknya.

Kadangkala kurasa berinteraksi sosial dengan rekan-rekan kerja bahkan relatif lebih ‘berat’ dibanding menyelesaikan tugas-tugas kedinasan yang menjadi tupoksi-ku. Mungkin karena aku bukan orang ekstrovert -meski juga bukan introvert sepenuhnya- maka interaksi sosial di lingkungan kerja cukup menguras energi buatku. Tidak mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil untuk diupayakan.

Begitulah Sahabat, sedikit cerita nostalgia di saat awal masa kerjaku, setelah bertemu dengan adik-adik CPNS baru. Selamat bergabung di OPD kita, adik-adik CPNS. Terus semangat, jangan berhenti belajar dan pantang menyerah yaa…

Ilustrasi: Werner Heiber by Pixabay

Ohya Sahabat Lalang Ungu, apakah kalian punya sedikit nasehat untuk mereka yang baru memasuki dunia kerja? Yuk, bagikan di kolom komen yaa…

18 thoughts on “Nostalgia Awal Masa Kerja”

  1. Setuju banget sama nasihat orang tuanya Mbak: “gawean iku barang katon, kabeh isa disinaoni” — dalem banget maknanya. Kadang memang bukan soal bisa atau nggak, tapi mau belajar atau nggaknya. Dan betul juga, adaptasi sosial di tempat kerja tuh kadang justru lebih menantang daripada tugas teknis ya.

  2. Setuju apa yang disampaikan Bu Tanti, kitanya juga ya harus punya semangat buat mempelajarinya, sehingga di manapun kerjanya ya asik aja

  3. memasuki dunia kerja memang tidak mudah, sama halnya dengan tidak mudahnya mencari pekerjaan itu sendiri. Jadi kalau mulai ngerasa agak bosan atau ada masalah, harus inget, cari kerjanya juga susah, hehe. jadi ya bener sih, harus adaptasi dan banyak belajar.

  4. Masuk dunia kerja selalu jadi tantangan, mbak. Apalagi klo kerjanya di swasta ya, aura duelnya kerasa banget. Maunya sih selalu punya relasi yang baik dengan rekan sejawat, tapi selalu ada aja yang hobi nyikut2.

  5. Saranku untuk teman-teman yang baru masuk dunia kerja: jangan mudah menyerah, cari pengalaman sebanyak-banyaknya, jangan baperan
    Semangat ya

  6. Sebelumnya, selamat untuk adik CPNS yang baru masuk ke kantor! YEaaaaayy! Selamat “mengabdi”!
    Ini cerita nostalgia kerja tersoffftt sih, enak banget bacanya tiba tiba dah habis aja

  7. Wah memang menjadi tantangan tersendiri yaa mba untuk berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda wataknya. Terlebih orang baru yg masih blum banyak kita kenali.

    Btw, sedikit nasehat utk anak baru hehe.. Dunia kerja itu tidak seperti masa sekolah yg mana masih bisa belajar banyak hal, tpi dunia kerja sebisa mungkin kita yg mengembangkan diri semaksimal mungkin karena saat kerja tidak ada org yg benar2 paham dg jobdesk kita kecuali diri kita dan orang2 yg pernah berada di posisi kita

  8. Pernah bekerja selama 9 bulan di usia 19 tahun selepas SMA, itu nyambung dari kerja nonformal selama 6 bulan, lalu nganggur sekitar 6 bulan. Setelah itu freelance dan kerja lagi di usia 34. Betul-betul butuh penyesuaian setelah hidup mencla mencle ke sana kemari, selama sebulan harus adaptasi dengan kantor dan duduk di meja. Tapi setelah sebulan mulai terbiasa.

    Mungkin faktor pembiasaan dan adaptasi terlebih dahulu dengan situasi baru yang harus dilakukan sama pegawai baru ya….

  9. Iya mengenang masa awal kerja tuh rasanya campur aduk ya senang, excited, deg-degan juga.. yang penting kita mau belajar dan membuka diri dengan berbagai hal baru di kantor ya Insya Allah cepat beradaptasi..

  10. Cerita tentang perjuangan di awal karier, mulai dari adaptasi lingkungan baru hingga tantangan yang dihadapi semasa kerja, terasa banget. Semoga generasi baru tetap semangat dan berinovasi ya. 😀

  11. Namanya kerja itu tidak ada yg enak. Selalu ada tantangan dan masalah. Sabar dan terus berbuat yang terbaik aja. Niatkan karena Allah insyaallah hasilnya tidak akan mengecewakan.
    Bekerja itu ibadah jadi niat dan ikhlas nya jangan sampai goyah

  12. Aku setuju sekali sama nasehat orang tua kakak. Pekerjaan itu memang sesuatu yang nyata. Sesulit apapun pasti kita akan bisa mengerjakannya asal mau belajar.

    Seringnya, kitanya sendiri yang enggan untuk belajar. Makanya, menganggap sebuah pekerjaan adalah hal yang sulit.

    Masukannya kepada CPNS barunya, semoga terus semangat dan pantang menyerah untuk terus belajar hal baru.

  13. Masyaallah. Beruntung banget punya orang tua yang bijak, ya. Terus terang aku enggak punya nasihat khusus buat para pekerja baru, soalnya emang enggak pernah berkarier di dunia kerja, sih

  14. Masyaallah, keren kak bisa masuk PNS saat fresh graduate, karena bagi kampus-kampus yang mohon maaf masih berkembang, bisa lolos CPNS itu hanya sebagian kecil saja. Itupun hanya mahasiswa yang terbilang paling cerdas di jurusannya.

    Saya tal ada kata yang begitu berarti, mungkin yg paling saya inginkan adalah CPNS tahun ini dibukan di pertengahan tahun ya, supaya yang umurnya mendekati limit bisa ikutan dan punya kesempatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *