Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah Untuk Anggrek

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga senantiasa sehat dan bahagia menjelang pertengahan Bulan Mei ini ya… Di daerahku cuaca masih sering berubah-ubah, kadang panas tapi masih sering juga turun hujan. Mungkin begitu pula di daerahmu ya?

Sahabat, apakah kalian pernah dengar tentang media tanam pinus bark alias cacahan kulit pohon Pinus? Nah, sebenarnya aku sudah cukup lama membaca info tentang media tanam ini, namun baru beberapa minggu lalu berkesempatan mencobanya untuk tanaman anggrek di rumah kami.

Ragam Media Tanam Anggrek

Sebelum mencoba cacahan kulit pinus sebagai media tanam anggrek, kami menggunakan beberapa jenis media lain yang relatif mudah di dapat.

Memang ada banyak media tanam yang bisa digunakan untuk anggrek, yang jelas harus memenuhi syarat yaitu mampu menyediakan aerasi, drainase dan juga nutrisi yang cukup bagi tanaman anggrek kita.

Beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan untuk anggrek a.l :

  • Sabut Kelapa
  • Arang
  • Pecahan Batu Bata Merah
  • Pakis
  • Moss/lumut spagnum
  • Serutan Kayu
  • Batu Lava
  • Kulit Pinus

Yang sudah pernah kami gunakan di rumah adalah sabut kelapa, arang, pecahan bata merah dan pakis. Dari ke-4 bahan ini di rumah kami yang paling cocok menurutku adalah arang kayu. Untuk media sabut kelapa pada pot cenderung sangat menyerap air sehingga akar bisa cepat busuk, terutama pada saat musim.hujan yang cukup panjang seperti beberapa bulan kemarin.

Pengalamanku Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah

Saat berselancar di dunia Maya beberapa waktu lalu, aku menemukan artikel tentang pinus bark alias cacahan kulit pinus sebagai media tanam anggrek.

Pinus Bark alias Kulit Pinus Cacah
Polish Pinus Bark yang kugunakan untuk media tanam anggrek

Selain memenuhi syarat-syarat media tanam anggrek yang telah kutuliskan di atas, kelebihan dari kulit pinus cacah ini sebagai media tanam anggrek antara lain memberikan tampilan estetis pada pot anggrek, menjaga kelembaban dalam pot dan jangka waktu pemakaian relatif lama.

Anggrek merupakan salah satu tanaman yang tidak membutuhkan air terlalu banyak namun kelembaban harus tetap dijaga. Saat disiram, kulit pinus ini tidak menyerap air secara berlebihan namun juga tidak mudah kering. Jadi dengan media ini tidak perlu sering menyiram anggrek, bisa dilihat dari kondisi media kulit pinus nya.

Pada awal April lalu, aku mulai mencoba media tanam kulit pinus cacah pada 2 jenis anggrek yaitu Dendrobium dan Anggrek Bulan. Sebelum menggunakan media ini keduanya menggunakan media campuran arang kayu dan pakis cacah. Kondisi kedua tanaman adalah tanaman dewasa yang sudah pernah berbunga.

Selama percobaan ini, kedua pot kuletakkan di tempat biasa / sebelumnya yaitu di teras dan di rak luar. Sampai pekan ke-3, anggrek dendrobium lebih tampak perkembangannya yaitu dengan akar yang makin gondrong serta pertumbuhan tunas muda terlihat sehat.

Akar Dendro tampak gondrong di hari ke-24 dengan media pinus

Sementara Anggrek Bulan sempat harus bongkar pot sekitar pekan ke-2 karena pot-nya menjadi sarang semut angkrang. Mungkin karena posisi rak di bawah pohon jambu dan tidak terkena panas matahari secara langsung. Saat bongkar pot itu terlihat ada akar baru tapi tak banyak.

Melihat pertumbuhan kedua anggrek yang cukup baik dengan menggunakan pinus cacah ini, maka hari Minggu lalu aku pun melakukan penggantian media untuk 2 pot kecil anggrek lainnya. Kenapa tidak diganti semua? Belum beli lagi…hehe…

Kemarin -Minggu, 11 Mei 2025- adalah hari ke-37 penggantian media anggrek dari arang+pakis ke pinus cacah. Alhamdulillah kondisi Dendrobium dan Anggrek Bulan nya tampak sehat. Si bongsor Dendro selain menampilkan akar gondrong nya juga memunculkan tunas baru, sementara Si Bulan baru memunculkan daun barunya nan imut.

Dendrobium dengan media pinus cacah
Anggrek Bulan dengan media pinus cacah

Selama sebulan lebih ini, tak ada kendala yang berarti. Baik Dendrobium maupun Anggrek Bulan dapat beradaptasi dengan baik pada media tanamnya yang baru yaitu kulit pinus cacah. Untuk penyiraman hanya dilakukan bila permukaan media tanam sudah tampak kering.

Tampilan pot anggrek juga tampak lebih menarik dengan media tanam baru ini. Hanya saja, untuk anggrek dewasa dengan ukuran yang besar perlu penyesuaian ukuran cacahan pinus yang digunakan, agar pohon tetap dapat berdiri tegak dan tidak ambruk karena keberatan bagian atas! Hehe..

Yang ini penampilan 2 Dendro lainnya yang baru 1 pekan lalu menggunakan media tanam pinus cacah

Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalamanku mencoba kulit pinus cacah sebagai media tanam anggrek di rumah kami. Sejauh ini berjalan dengan baik dan aku berencana untuk menggunakannya pada pot-pot anggrek kami lainnya, atau mungkin nanti mencobanya juga untuk media tanaman hias lainnya.

Apakah kalian pernah mencobanya juga? Yuk bagi cerita nya di kolom komen yaa…

21 thoughts on “Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah Untuk Anggrek”

  1. maapkeun diriku yang awam dengan tanam menanam ini. Masih sebatas menikmati indahnya Anggrek aja sih mbak bekum sampai menanamnya. Setahuku biasanya digantung ya anggrek ini, tapi kalau ini ditanam ya. Pengaruh dimanannya ya mbak antara yang digantung dan ditanam?

  2. Ka Tantii.. tampilan blognya fressh bangettt..
    Sukaa..
    Ternyata kemarin sedang beberes interior “rumah” baru yaa..

    Ijin bertanya, ka.. maaff.. ini orang awam banget di dunia tanam-menanam.
    Biasanya anggrek kan digantung yaa.. Kalau menggunakan kulit pinus cacah sebagai media tanam anggrek, apakah tetap bisa digantung? Gak terlalu berat atau terlalu besar potnya?

    Haturnuhun pencerahannya.
    Ini bisa jadi bahan obrolan aku sama mamah mertua, yang hobi nanem anggrek juga.

    1. Ganti template karena bermasalah, Teh .hehe .. Utk kulit pinus ditaruh di pot, jika ingin digantung pakai pot-nya yg ringan, jangan yg tanah liat Teh. Tapi anggrek ga harus digantung juga sih. Oya bisa juga pakai kulit pinus yg lembaran/pakis kotak kalau ingin digantung.

  3. Ide yang menarik menanamnya, karena memanfaatkan kulit pinus. Sehat² buat tanamannya dan juga Bu Tanti, kabari lagi ya ketika sudah makin besar tanamannya

  4. Mbak, Ibuku penggemar anggrek. Selama ini beliau belum pernah pakai kulit pinus cacah. Ternyata bagus juga kalau pakai media tanam ini. Bisa menyerap banyak air dan terus lembab. Cocok banget buat kami di Surabaya yang cuacanya panas terik. Terima kasih banyak atas informasinya.

  5. Dapat insight baru nih buat bercocok tanam. Bagus banget nih, ada alternatif media yang bisa digunakan untuk menanam bunga favorit

  6. Saya punyaa beberapa pot anggrek di rumah. Gimana yaa cara perawatan anggrek yg benar itu? Kalau menyiram anggrek itu berapa hari sekali? Anggrek saya lamaa berbunganya. Media tanam mau saya coba ganti deh dengan salah satu yang tertulis di artikel ini.

    1. Utk penyiraman anggrek nggak harus sering2 Kak..dilihat saja kalau medianya sudah kering baru disiram. Kalau musim kemarau mungkin bisa setiap hari, tapi kalau musim.hujan (dan bila terkena hujan langsung) tdk harus menyiram lagi

  7. Wah bsa dipraktekkin juga nih di rumah.. Soalnya belum pernah nyoba dan belum pernah nanam lgsg gitu, sepertinya asik juga yaa sesekali buat healing mbaa

  8. Ternyata kulit pinus bisa jadi media tanam juga ya Kak. Biasanya ya g sering kulihat pake media kulit kelapa sama arang. Terima kasih Kak, jadi tambah wawasan.

  9. Inget anggrek, ingat alm. ibu yang suka koleksi macam-macam anggrek sampe dibuatin rumah kaca mini sama bapak buat nempatin anggreknya.

    Ternyata kulit pinus ini juga bisa dijadikan media tanam. Kebanyakan tuh pakai arang buat media tanam anggrek. 🙂

  10. Baru tahu kalau kulit pinus cacah bisa jd media tanam. Pengen deh dari dulu tu buat melihara tanaman hias. Tiap pagi sore menyiram biar dpt energi positif dari alam. Tp utk perawatan sprtinya masih perlu belajar lg saya. Susah ngga sih Kak kalau utk pekerja yg pulangnya malam, takut tanamannya ngga keurus huhu

  11. Saya udah 3 kali nanam anggrek, beli udah jadi ada media tanamnya, tapi gak kejadian numbuh euy, perlu percobaan lagi gimana caranya, cuma memang di halaman yang cahayanya ketutup sama kanopi bening sih…

  12. Wah ini kebeneran banget nemu artikel tentang nanem angger, saya udah 3 kali nanem anggrek gak berhasil terus. Mungkin dari media tanam kali ya, pasti ujungnya mati….

  13. Kenapa ya tiap aku nanam tumbuhan tuh selalu mati? Awalnya seger, tapi beberapa hari kemudian jadi layu. Hmm, apa aku yang kurang sabar dan telaten? Dari semua tanaman yang aku tanam, cuma daun bidara doang yang tumbuh subur sampe sekarang. Hahaha, itupun kemarin sempet hampir mati.

  14. Aku baru tahu kulit pinus bisa dimanfaatkan untuk media tanam anggrek. Kalau baca ini, kayanya nanam bunga ini gak sulit-sulit amat ya. Meski sekarang masih yang lihat-lihat dulu aja, belum berani praktik

  15. Wah, menarik sekali, Mbak! Saya baru tahu kalau kulit pinus bisa digunakan sebagai media tanam anggrek. Selama ini saya tahunya pakai arang atau pakis saja. Terima kasih sudah berbagi pengalamannya, jadi tertarik juga nih buat coba pakai cacahan kulit pinus. Semoga anggreknya makin subur ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *