Adenium: Mawar Gurun nan Cantik, Primadona di Musim Kemarau

tiada ranting yang rimbun

daun pun berguguran

mata air pun kering

tiada titik embun turun

hati gersang dan berdebu

saat itu kemarau yang datang

curah hujan tiada turun

membasahi jiwa ini

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia yaa… Meskipun di luar sana saat ini mentari sedang bersinar terik, seperti lirik lagu KEMARAU dari Prambors yang sebagian liriknya kukutip di awal tulisan ini.

Ya, musim kemarau memang sudah benar-benar tiba. Sudah berhari-hari di daerahku tak ada mendung apalagi hujan, begitu juga kah di daerahmu, teman?

Saat kemarau begini, para pekebun atau penghobi tanaman banyak yang galau nih..pontang-panting berusaha menyelamatkan tanamannya dari dampak cuaca panas dan kering begini.

Eh tapi, apakah benar semua tanaman akan kehilangan keindahannya di musim kemarau begini?

Ternyata tidak semua tanaman terdampak cuaca panas lho… Ada juga tanaman hias yang justru makin ceria dan menampilkan keindahan bunganya di saat musim panas begini.

Mau tahu tanaman hias apakah itu?

Yuk, lanjutkan bacanya yaa.. Sahabat Lalang Ungu, di tulisanku kali ini aku akan ceritakan tentang salah satu tanaman hias yang justru bersahabat dengan cuaca panas.

Yuk, kenalan dengan Adenium

Adenium merupakan tanaman yang masuk dalam famili Apocynaceae yang berasal dari wilayah Afrika hingga Semenanjung Arab dengan iklim semi-kering dan kering. Itu sebabnya tanaman hias satu ini tahan cuaca kering / cahaya panas karena kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan yang kurang air.

Si cantik Adenium yang tetap ceria di musim kemarau

Tanaman hias yang disebut juga sebagai Kamboja Jepang ataupun Mawar Gurun ( desert rose ) ini digemari selain karena bunganya yang berwarna-warni dan bercorak unik, daya tarik lainnya adalah bentuk batang bagian bawah yang membesar dan terlihat unik dan cantik. Pembesaran bagian pangkal batang ini disebut caudex yang merupakan tempat penyimpanan cadangan air dan nutrisi bagi adenium.

Bentuk caudex ini beragam sesuai jenis adeniumnya. Biasanya semakin tua tanaman maka bentuk caudexnya akan makin besar, unik dan estetik, sehingga dapat mempengaruhi harga tanaman adenium tersebut.

Ditonjolkan caudex alias bonggolnya

Selain batangnya yang unik dan cantik, adenium juga digemari karena bentuk dan warna bunganya beragam. Kalau dulu umumnya ditemui adenium berwarna pink / merah muda polos, sekarang lebih banyak lagi warna dan corak adenium bisa kita temui karena telah banyak dilakukan proses pemuliaan tanaman yang menghasilkan adenium dengan beragam warna, bentuk maupun corak bunganya.

5 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Merawat Adenium

Apakah tanaman hias adenium ini termasuk tanaman yang susah dirawat / rewel?

Menurutku sih tidak. Justru tanaman ini tergolong tanaman hias yang ‘bandel’ alias tidak sulit dirawat. Hanya saja, untuk dapat menghasilkan tanaman yang sehat dan rajin berbunga, tentu saja ada hal-hal yang harus kita perhatikan dalam perawatannya, sebagai berikut.

1. Kebutuhan Air

Sebagaimana sudah ku tuliskan di awal, adenium ini tidak membutuhkan banyak air, jadi kita tidak perlu sering-sering menyiramnya, melainkan disesuaikan dengan kebutuhannya. Apabila cuaca sangat panas / kemarau, bisa disiram setiap hari / saat media tanam sudah kering. Nah, di musim hujan sebaliknya, cukup disiram 3 hari, 5 hari atau bahkan 1 Minggu sekali sesuai kondisi tanaman.

Sesekali..butuh mandi juga laah…

2. Kebutuhan Sinar Matahari

Pembungaan adenium sangat dipengaruhi oleh banyaknya sinar matahari, oleh karena itu penempatan di bawah sinar matahari minimal 4 jam / hari sangat bagus, dan puncak kejayaan bunga ini di musim panas / kemarau. Limpahan sinar matahari membuat bunga-bunganya bermekaran indah dan pohonnya pun semakin sehat.

Sebaliknya, di musim hujan bunganya akan berkurang dan perlu diwaspadai bila air berlebih dapat menyebabkan akarnya busuk. Memasuki musim hujan biasanya pertumbuhan akan melambat dan sebagian daun-daunnya berguguran.

3. Media Tanam

Adenium membutuhkan media tanam yang bersifat poros, yaitu yang cepat dan mudah menyerap air dan mempunyai sirkulasi udara dalam media yang baik. Tanah berpasir misalnya, lebih baik dibanding tanah liat yang cepat padat.

Selain campuran tanah dan pasir, campuran tanah dengan sekam, cocopeat dan kompos juga baik sebagai media tanam adenium ini.

Beragam bentuk, warna dan corak bunga adenium

4. Sirkulasi Udara

Tanaman adenium ini juga tidak suka dengan tempat yang lembab, lebih menyukai tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Jika ditempatkan di lingkungan yang lembab maka pertumbuhannya sering terhambat, rentan terhadap hama dan penyakit.

5. Pot / tempat tanam yang tepat

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya, salah satu daya tarik adenium ini adalah coudexnya yang unik dan cantik, membuatnya seperti tanaman bonsai. Oleh karena itu, perlu digunakan pot / wadah tanam yang tepat karena akan mempengaruhi pertumbuhan ataupun penampilan si bonggol itu.

Wadah / pot dangkal akan mendukung pertumbuhan bonggol yang baik, karena akarnya tidak menemukan nutrisi di bagian dalam media dan akan mencarinya di bagian atas media yang ada pada pot dangkal (semacam pot bonsai).

Sebaliknya pada adenium yang menggunakan pot dalam/tinggi, maka akarnya cenderung akan kurus dan masuk ke dalam media. Pembentukan bonggol dan akar besar yang tampak cantik akan terganggu.

Perbanyakan Adenium

Adenium dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan generatif adalah melalui biji yang disemai, sedangkan secara vegetatif yaitu melalui setek batang.

Buah muda adenium. Lucu yaaa..seperti tanduk..

Tanaman adenium dewasa, selain menampilkan bunga-bunga nan cantik juga menghasilkan buah berbentuk silinder panjang (eh menurutku sih seperti tanduk..hehe) yang tumbuh berpasangan. Saat muda berwarna hijau kemerahan, lalu semakin tua berubah warna menjadi merah tua dan setelah berwarna cokelat tua dinding buah akan mengering dan membuka.

Nah…ini ‘tanduk’ alias buah yang lebih tua

Naah…di dalam buah kering itu terdapat puluhan biji-biji adenium yang bentuknya unik. Masing-masing biji mungil berwarna cokelat muda itu mempunyai bulu-bulu (eh..bulu atau rambut ya?? Hehe..) di kedua ujungnya, yang akan membantu di biji ini untuk terbang dan menemukan kehidupannya sendiri.

Ini penampakan biji bersayap yang siap terbaaaang …
Kalau yang ini penampakan biji-biji adenium yang siap disemai

Nah, bila ingin menyemainya, bersihkan biji dari rambut/bulunya, lalu dapat ditebar di atas media tanam, ditutup selapis media, disiram lalu ditunggu deh..

Yang ini penampakan 3 adenium muda (umur 1 bulan).

Untuk perbanyakan dengan cara stek dapat menggunakan batang ataupun dahan cabangnya. Dipotong sesuai kebutuhan, lalu bagian bawah potongan (yang nantinya akan ditanam di media) dikuliti sedikit hingga nampak bagian putihnya, lalu dibungkus dengan plastik grafting. Pembungkusan ujung potongan ini selama 10-14 hari, setelah itu baru stek batang ini ditanam di media yang sesuai.

Calon setek adenium

Sahabat Lalang Ungu , begitulah cerita tanaman ku kali ini tentang Adenium, tanaman hias yang tahan bahkan semakin ceria di musim kemarau. Apakah kalian punya juga tanaman ini, atau ingin merawatnya? Yuuk..bagi ceritanya di kolom komen yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *