Hai, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia yaa… Sahabat, ceritaku kali ini di Lalang Ungu adalah tentang sekelumit pengalamanku mampir di Kampung Batik Laweyan Solo.
Konon, Kampung Batik Laweyan adalah salah satu kawasan sentra industri dan destinasi wisata batik yang tertua dan bersejarah, terletak di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.
Beberapa waktu lalu kami sempat mampir sebentar di kawasan wisata satu ini, dan ternyata di sini tidak hanya dapat mengenal / melihat tentang batik saja, namun juga banyak spot-spot cantik untuk pepotoan dan juga tak ketinggalan banyak tempat untuk kulineran lho..
Spot-spot pepotoan di Kampung Batik Laweyan
Mentari sudah membagikan sinarnya yang terasa cukup ‘sumelet‘ meskipun jarum jam baru menunjukkan pukul 09.30 WIB saat kedatangan kami di Kampung Batik Laweyan pagi itu.
Memasuki gerbang yang bertuliskan Kampung Batik Laweyan, kesan pertama adalah suasana khas wilayah pemukiman perkotaan: jalan gang tak terlalu lebar, diapit rumah-rumah penduduk di kanan-kiri. Masih belum terlihat keistimewaan nya.
Ketika kemudian kami berjalan kaki menyusuri gang, sekitar Jl Sidoluhur itu..barulah terlihat hal-hal yang berbeda dari sekedar pemukiman biasa. Terdapat banyak tembok di kanan-kiri gang sempit di sana berlukiskan mural warna-warni menarik mata dan kaki untuk mendekat dan menikmati keindahannya.

Kaki seolah otomatis berbelok memasuki gang Jl Mlinjon itu.. menyusuri gang sambil menikmati keindahan lukisan-lukisan di dinding, dan bersiap untuk ngantri potret di sana. Iyaa..pagi menjelang siang itu, kampung Laweyan sudah cukup ramai dengan wisatawan (kebanyakan domestik yang kulihat waktu itu), bergantian berpose di spot-spot cantik di sana.

Tak jauh memasuki Jl Mlinjon itu, terdapat sebuah gerbang gang berikutnya yang terbaca olehku : Kampung Klaseman Gumregah. Lalu terdapat papan penunjuk juga bertuliskan ‘spot foto’ dan ‘kuliner’. Hmm..tak menunggu lama, kaki pun terayun memasuki gang tersebut dan menikmati spot-spot cantik untuk pepotoan yang sudah disediakan di sana.



Selain tempat-tempat berfoto-ria , di gang ini juga ada tempat-tempat untuk kulineran yang dapat digunakan oleh pengunjung melepas lelah setelah berjalan seputaran kampung ini. Sayangnya, pagi itu belum banyak yang buka. Mungkin siang-sore hari bukanya.


Rehat sejenak di Next Door Laweyan
Setelah lumayan lama kaki terayun menyusuri gang-gang di kampung ini, akhirnya aku memutuskan untuk mengistirahatkan kaki di salah satu cafe yang pagi itu sudah buka.
Next Door cafe namanya, salah satu coffee spot yang satu lokasi dengan Batik Putera Laweyan, di Jl. Sidoluhur No.6 Laweyan. Dari luar sudah tampak istemewa karena pintu masuknya dinaungi pohon bunga Bugenvil yang subur dan sarat berbunga. Cantik dan eksotik, pantas saja menjadi salah satu spot pepotoan pengunjung, hehe..

Memasuki cafe ini, kita akan disambut dengan suasana adem ayem bernuansa tempo dulu. Selain meja kursi kayu vintage di dalam ruangan (pas di depan kasir & pemesanan menu), pengunjung dapat memilih tempat duduk lainnya yang tersebar di halaman asri, di bawah pohon rindang atau di sudut lain halaman itu.

Yang jelas…di sini pun banyak spot-spot cantik yang membuat pengunjung betah menikmati makanan-minuman sambil pepotoan.

Siang itu aku awalnya memilih Ice Chocolate (28K) dan seporsi Platter Gorengan -pisang, tempe dan singkong- (30K). Asyik juga mengistirahatkan kaki sambil menikmati minuman dingin camilan anget, di bawah pohon rindang.


Namun ketika segelas es coklat itu sudah tandas, sementara aku masih betah berlama-lama di sana, akhirnya aku pun menambah pesanan lagi, yaitu Linger (cranberry, lemon & ginger).

Sahabat Lalang Ungu, itulah sekelumit cerita jalan-jalan ku di Kampung Batik Laweyan Solo. Sahabat punya cerita di sini juga kah? Yuuk, bagi kisahnya di kolom komen yaa…
Terakhir ke sini sudah dua dekade lalu dan vibesnya masih sama. Malah dari foto-foto, makin estetik dengan spot foto yang makin menarik. Btw, jadi kangen berburu batik di Laweyan, walau batik tulis yang berkualitas harganya juga ga main-main hehe
Cakep ya kampung batiknya, ga hanya belanja batik tapi mata dimanjakan juga dengan mural cantik di tembok rumah penduduk. Kreatif, bagus lukisan kreatornya. Btw koleksi batiknya kok tidak difoto mbak. Btw kalau harga di kampung batik dibandingkan di pasar Klewer lebih murah mana mbak?
saya belum pernah mampir ke kampung batik Laweyan soalnya hanya melintas saja saat ke Solo beberapa waktu lalu
Mbak berarti setiap rumah di kampung ini bikin batik ya, mbak? Ini kampung yang bisa belajar membatik itu juga nggak yaa? Duh kapan ya bisa ke Solo dan jalan-jalan menikmati berbagai tempat wisata di sana?
Saya belum pernah berkunjung ke Kampung Batik laweyan Solo mbak. Tapi bagus sekali yaa warganya kreatif, dinding tembok warga dihiasi lukisan mural. Bagus dan kreatif yaa daripada jadi tempat coret coret gak jelas malah jatuhnya vandalisme. Konsep seperti ini jadi mengingatkan saya ke Kampung warna warni Jodipan Malang. Banyak lukisan-lukisan juga disana. Masyarakatnya bagus yaa di Kampung Batik LAweyan ini kompak dan seru.
Wah, emang cakep cakep ya spot foto di Kampung Batik Laweyan Solo ini
Sip, ini akan aku masukkan dalam satu destinasi yang wajib dikunjungi saat ke solo
Tempat yang menyenangkan untuk disinggahi, Bu. Apalagi bagian outdoor nya bikin betah karena sejuk.
Terima kasih untuk sharing manisnya ini
Lucu banget spot-spotnya. Tinggal ditambah hiburan tipis-tipis dan jualan camilan udah menarik wisatawan. Salut banget emang sama orang-orang kreatif yaaa. Semoga kebersihannya selalu terjaga supaya berumur panjang.
Salah satu wishlist kalo ke Jawa, salah satunya Solo Mbak Mechta, tapi belum kesampaian, baru ke jogja beberapa kali, pas ke daerah ngasem ada gang yang unik juga, tapi kaya ragu-ragu mau ngapain, gak ada tujuan…jadinya cuma lihat dari depan gang aja, begitu juga pas ke Malioboro juga ada gang yang duh kayaknya nyeni banget ya
Spot-spotnya instagramable banget tuh, pasti bikin betah para pengunjung perempuan cewe-cewe yang doyan foto-foto hehe.
Saya suka deh sama tempat-tempat yang konsepnya kayak kampung batik Laweyan ini.
Cocok untuk semua usia kayaknya ya.
Kalo ini ada di Bandung, saya pasti akan ajak orangtua saya kesini.
Wow, ini benar-benar banyak spot cantik untuk foto. Jujur, aku langsung suka pas lihat foto pertama dan kedua. Terus, yang paling susah dibikin itu adalah hiasan bunga bougenvil. Itu perawatannya pasti lama. Kalau lukisan di dinding, bisa dibuat dalam hitungan hari.
gang paling estetik dan cocok untuk foto-foto cantik nih 😀
Kalau berkunjung ke tempat seperti Kampung Batik Laweyan, rasanya sayang kalau cuma datang untuk belanja batik lalu pulang. Gang-gang dan bangunan tuanya justru punya karakter yang menarik untuk dijelajahi dan difoto. Apalagi kalau menemukan sudut dengan arsitektur khas, biasanya foto yang dihasilkan terasa lebih punya cerita daripada sekadar foto di spot yang memang dibuat khusus untuk berfoto
Kupikir bakal ketemu tempat buat batik jugaaaa, tapi spot-spotnya cukup menarik ya. Buat foto atau mau istirahat santai, kayanya asyik dan adem aja
Tentu saja kita bisa kunjungi juga rumah2 batik di sana yang tidak hanya dapat membeli batik tapi juga melihat prosesnya. Tapi memang kemarin saya tidak banyak eksplor terkait aktivi6ini karena sudah cukup sering, hehe..
Menarik sekali, Solo memang se menyenangkan itu. Sayang waktu ke arah sana parkiran mobil agak susah jadi belok ke tempat lain.
Selain itu kemana lagi mbak? Pasar Triwindu?
Ke Mangkunegaran mbaa..pengen eksplor lebih banyak sih, sayang waktunya lumayan mepet, hehe..