Quiche Brokoli a la Mechta

Menurut Wikipedia, Quiche adalah makanan yang berasal dari Perancis, terbuat dari tepung terigu dengan adonan berisi bayam, salmon, ayam, daging asap yang dibalut keju. Quiche yang terkenal adalah dari Lorraine berupa adonan susu, telur, daging asap dan keju Gruyere.

Nah, salah satu resep yang kami dapatkan saat kumpul keluarga lebaran lalu adalah Quiche Brokoli, yang menurut Jeng Wati -yang memberikan resep ini- merupakan alternatif menu sarapan dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan membuatnya pun mudah.

Ini dia resep Quiche Brokoli dari Jeng Wati : Continue reading “Quiche Brokoli a la Mechta”

Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )

Cerita ringan seputar lebaran kami kemarin, tak hanya kisah konyol tentang tahu pahit itu lho… Ada banyak kisah-kisah kebersamaan yang menyenangkan, satu diantaranya adalah manfaat bersilaturahmi.

Ya, tentunya sudah banyak yang tahu bahwa menjalin / mempererat silaturahmi itu sangat dianjurkan, karena memang banyak manfaat yang diperoleh.  Coba cari di mesin pencarian dengan kata kunci manfaat silaturahmi. Pasti hasilnya berdereeet.. 🙂

Salah satu hasil yang kami dapatkan dengan bersilaturahmi melalui pertemuan keluarga pada Lebaran kemarin itu adalah makin eratnya jalinan persaudaraan antar anggota keluarga besar. Dari dua orang kakak beradik yaitu ibuku dan Oomku, telah berkembang menjadi 10 keluarga dengan rata-rata 1-2 anak per keluarga sehingga jumlah anggota keluarga Bani Kasijo saat ini 39 orang (anggota termuda lahir H-3 Lebaran), yang tersebar di beberapa kota.

Di Tegal1
Kumpul Bani Kasijo 2014 di Tegal. Kurang dari separuh yg hadir tapi tetep gayeng…

Continue reading “Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )”

Sandangan kuwalik arep entuk rejeki (?)

” Nganggo sandangan kuwalik iku arep entuk rejeki”

Kanca-kanca, mestine akeh sing wis nate krungu ujaran lawas iku… Nanging, sapa sing wis nate mbukteake?

Ana sing tau nganggo sandangan (klambi / rok / kathok) kuwalik nanging ora krasa, lan nembe nglegewa sakwise sauntara wektu?

Sempat-sempate dipotret..hehe...
Kuwalik njaba njerone…

Hehe.., aku yo tau lho…  Nembe wingi-wingi wae, durung pati suwe, dadi yo isih jelas kelingan piye rasane nang ati : Mak tratab… gugup…isin…lsp. Continue reading “Sandangan kuwalik arep entuk rejeki (?)”

Yang Kedua dan Keempat

Ketika iseng melihat-lihat tulisan-tulisanku di rumah maya yang ini, khususnya pada kategori ‘buku ku’, sempat mengerutkan kening ketika hanya menemukan 2 tulisan -yaitu tentang buku solo pertamaku & buku antologi pertamaku- sementara aku merasa telah mendokumentasikan beberapa antologi lain yang juga memuat karyaku.

Ternyata eh ternyata…. yang satu kutuliskan di blogdetikku, sementara 2 buku lagi memang belum sempat kuulas di sini..hihi… *pikuuun…

Jadi -tanpa bermaksud pamer- aku akan menuliskan 2 buku yang tertinggal itu kali ini, untuk melengkapi dokumentasi pribadiku tentang beberapa buku yang -Alhamdulillah- telah terbit pada tahun 2014 ini dan memuat tulisanku.

Buku pertamaku yaitu Notes from Mecca terbit Bulan Februari, bulan yang sama saat kuterima buku antologi pertamaku yaitu Blogger Punya Mimpi yang merupakan Kumpulan Cerpen dari warga Warung Blogger.

Yang Kedua

Adapun buku antologi kedua ku adalah Harmoni yang merupakan antologi Warung Blogger pula, namun kali ini berupa Kumpulan Puisi.

HARMONI - Antologi Puisi Warung Blogger.
HARMONI – Antologi Puisi Warung Blogger.

Berkolaborasi dengan 34 kawan lain dalam buku ini sungguh merupakan suatu kebanggaan bagiku.  Ke-80 untaian kata indah ini dikelompokkan dalam 5 Bagian yaitu : Mengetuk Pintu-Mu ; Cintamu Sesejuk Embun ; Bisikan Alam ; Kasidah Nyeri dan Zamrud Cinta Untuk Nusantara.  Hm, dengan membaca judul-judul bab itu tidakkah kalian penasaran akan puisi-puisi yang terangkum di dalam masing-masing bab itu, teman? Continue reading “Yang Kedua dan Keempat”

Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.

“..Masih syawalan saja, Bu!…”

Itu sekelumit tanya yg muncul di komen post sebelum ini, yang lumayan mak jlebb! bagiku..hehe…

Betul juga… Meriahnya acara syawalan sudah lewat relatif lama, namun masih saja tulisan tentang itu yang nangkring di halaman muka berandaku alias belum ada tulisan baru.. Pengen nulis macem-macem sih udah dari kemarin-kemarin..tapi kok ya adaa… saja kendalanya #ngeles

OK deh… Biar blog ini nggak sawangen alias dipenuhi sarang laba-laba gara-gara tak terjamah oleh si empunya, maka di awal weekend ini langsung tancap deh bikin tulisan.

Sebagai pemanasan, nulis yang ringan-ringan saja dulu.. *padahal biasanya juga tulisannya ringaaan terus teu aya nu berbobot! haha…*

Ini cerita-cerita ringan di keluarga kami pada Lebaran kemarin itu lho…

Lebaran 2014 ini -seperti tahun sebelumnya- kami awali di ‘markas besar’ yaitu rumah keluarga yang di Semarang, padahal rencana awal kami akan berlebaran di Pekalongan sebelum ke makam Bapak & Simbah di Semarang lalu silaturahmi ke Tegal.

Rencana tinggal rencana. Pada saat-saat akhir Romadhon, tiba-tiba ibu ngersake  sholat Ied di Semarang saja, dilanjut nyekar-nyekar  di sana lalu pulang ke Pekalongan & istirahat sehari sebelum pergi silaturahmi ke rumah Oom di Tegal dilanjut ke rumah kakak di Jogja.

Waah… perubahan rencana di saat akhir itu membuatku agak pontang-panting mencari tiket ke Semarang dan ke Jogja. Alhamdulillah… akhirnya masih kebagian 1 tiket ke Semarang & 2 tiket ke Jogja… Jadilah memenuhi keinginan ibu berlebaran di Semarang (lagi).

Lhoo.. judulnya kok Tahu? Apa hubungannya dengan tiket?

Haha… gak ada hubungannya sama sekali! Cerita nyari tiket di H-3 itu cerita pertama…nah, tentang TAHU itu cerita kedua…

Ada hubungan apa antara TAHU dengan Lebaran? Ceritanya begini teman… Continue reading “Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.”

Syawalan di Kota Pekalongan

Suara petasan sudah terdengar sejak pagi.. Baik yang dibunyikan dari sekitar rumah kami maupun suara petasan besar yang seperti suara meriam itu… terdengar menggelegar dari arah atas rumah kami.

Arah atas? Ya betul… dari langit tepatnya.. karena langit di atas Kota Pekalongan pagi tadi disesaki noktah-noktah hitam..yang melayang-layang sebelum satu persatu meletus dengan bunyi yang cukup menggetarkan hati.

Ya.. noktah-noktah hitam di langit kota kami seharian tadi sebenarnya adalah balon-balon besar yang sengaja dibuat dan diterbangkan oleh sebagian (besar) warga untuk merayakan Syawalan , yang jatuh pada hari ini : hari ke-8 di bulan Syawal.

Balon raksasa
Kesibukan warga menyiapkan Balon Raksasa

Continue reading “Syawalan di Kota Pekalongan”

3 Waktu di 3 Tempat ibadah di Ibu Kota

Beberapa hari lalu, kami ditugaskan mengikuti konsultasi di Ibu Kota. Karena jadwalnya tak terlalu pagi, akhirnya kami berdelapan memutuskan untuk berangkat dari kota kami malam hari, menggunakan Kereta Api yang sampai di sana sebelum subuh lalu pulangnya akan menggunakan Kereta Api sore.

Nah, alhamdulillah, pada kesempatan itu kami mendapat pengalaman melaksanakan 3 waktu ibadah di 3 tempat yang berbeda. Naah… 3 tempat ibadah itu yg akan kuceritakan kali ini yaa..

Yang pertama adalah waktu subuh di Masjid Istiqlal.  Kami sampai di stasiun Gambir pada pukul 03.30 WIB.  Karena di stasiun saat itu tak kami temukan tempat makan sahur maka kami pun mencari di tempat lain, kemudian menuju ke Masjid Istiqlal untuk melaksanakan sholat subuh.

Istiqlal di dini hari
Istiqlal di dini hari itu

Cantiknya Masjid Istiqlal di dini hari itu.  Sayangnya tak sempat berlama-lama memotret keindahan itu, karena waktu subuh akan segera menjelang. Meskipun, di sekitar masjid itu masih terlihat cukup banyak  pengunjung yang sedang bersantap sahur di sana. Continue reading “3 Waktu di 3 Tempat ibadah di Ibu Kota”

Prompt #57 – Lorong Kenangan

Lorong itu sepi lagi.  Sesudah sesiang tadi ramai dengan kemeriahan hari pertama sekolah.  Selalu senang menikmati keceriaan adik-adik yang baru saja resmi menjadi murid SMA Ternama ini dan sedang mengikuti MOS.

Rasa bangga terlukis jelas di wajah-wajah ceria mereka.  Seragam putih-biru masih mereka kenakan, dilengkapi atribut khas masa yang dulu sering disebut masa perploncoan itu. Ah, melihat mereka mondar-mandir ceria di lorong kenangan itu, membangkitkan rasa haru di hatiku.

Ya… lorong itu, memang lorong kenangan bagiku.  Kenangan ketika keadaanku persis sama dengan mereka : siswa baru SMA Ternama.  Masih kuingat jelas rasa bahagia yang memenuhi dadaku ketika pertama kali menapakkan kaki menyusuri lorong itu, menuju ruang kelas X-C, yang akan menjadi kelasku.

Satu lagi kenangan indahku, di sudut lorong itu, dekat Mading. Tempatku pertama kali berkenalan dengan gadis manis berkuncir lima berpita ungu, yang sama-sama dihukum berdiri di sana.

“Hai… siapa namamu?” tanyaku

“Lolita. Eh, salah apa kau sampai dapat hukuman ini?”

“Itu… Kacang Panjang di Oseng-osengku tak semua pas 3 cm. Kau?”

“Seharusnya aku pakai lima warna, bukan hanya ungu…” jawabnya menunjuk pita di kuncirnya.

“Warna kesukaanmu?”

“Iyalaah…” jawabnya centil. Kami pun tertawa tertahan, takut dibentak lagi.

Sejak itu, hari-hari di masa MOS itu terasa cepat berlalu, dengan kedekatan kami : Oki dan Lolita, yang seolah tak terpisahkan. Namun pada akhirnya hal itu memancing kecemburuan dari teman lain. Bahkan tak hanya teman-teman seangkatanku, juga beberapa senior kami.  Tentu saja, karena Lolita tak hanya cantik dan selalu ceria, ia pun pintar dan pandai bergaul.

Ah.. mengingat kecemburuan itu, membuyarkan semua kenangan indahku dan mengungkit kenangan pahitku di lorong itu. Ya, kenangan terakhirku di lorong itu begitu pahit : saat kelemahan fisikku tak sanggup menerima kebrutalan kakak-kakak senior dan nafas terakhirku terpaksa kuhembuskan di ujung lorong itu!

Hanya satu doaku selalu, semoga peristiwa MOS kelabu itu tak pernah terulang. Cukup aku saja korbannya…

Subuhan di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal seringkali menjadi tempat jujugan bagi para pendatang di Ibu Kota. Seperti halnya yang kami lakukan menjelang subuh 10 Juli 2014 kemarin, ketika kami sampai di Stasiun Gambir pada pukul 03.30 dan mendapati bahwa lingkungan stasiun menjelang subuh itu kurang kondusif untuk bersantap sahur & menunggu subuh. Maka kami pun memutuskan menuju Masjid Istiqlal. Alhamdulillah, di masjid agung dengan interior nan cantik itu, kami bisa sholat berjamaah disambung dengan mendengarkan kultum subuh dari imam masjid sesudah sholat. Siraman rohani pembuka hari… 🙂

Jamaah subuh mendengarkan kultum dari imam Masjid Istiqlal

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

LOGO