Susur Mangrove di Maerokoco Semarang

Selamat pagi, teman-teman… Pa kabar?

Semoga di penghujung Bulan Desember ini, teman-teman tetap semangat yaa… Iyalaah…kan habis liburan jilid 1, hehe… Eh, itu sih aku yang liburannya terbagi 2 bagian, yaitu bagian 1 tanggal 23-27 Desember sedangkan bagian keduanya nanti tanggal 30 Desember  2017 – 1 Januari 2018.

Nah, sambil bersiap tuk liburan akhir tahun nanti, maka kali ini kutuliskan dulu beberapa perjalanan ‘piknik tipis-tipis‘ yang beberapa waktu lalu kami lakukan, yaitu treking  / susur mangrove.

Susur Mangrove di Maerokoco

Continue reading “Susur Mangrove di Maerokoco Semarang”

Yuuk, Berlibur ke Dewi Mangrovesari

Hai, temaaan…, apa kabar? Menjelang penghujung Bulan Desember ini, semoga teman-teman dan keluarga sehat-sehat selalu yaaa…

Oya, mungkin teman-teman juga sedang menikmati liburan ya, mengingat hari ini sudah tanggal 24 Desember dan sebagian besar anak sekolah sudah menerima rapor dan memasuki masa liburan sekolah.

Nah, berbincang tentang liburan, sudah adakah rencana liburan akhir tahun, teman-teman? Mestinya sih sudah ya, karena akhir tahun tinggal beberapa hari lagi dan perencanaan awal merupakan salah satu kunci keberhasilan liburan.

Etapi, kalau ternyata belum dapat lokasi tujuan liburan akhir tahun, aku punya informasi asyik lhooo… Cobain ke DEWI MANGROVESARI atau Desa Wisata Mangrove Pandansari Brebes, dijamin nggak akan nyesel deeh..

Sebagai gambaran, akan kuceritakan apa  saja yang dapat kita lakukan saat berlibur ke Hutan Mangrove yang ada Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi  Kec Brebes Kab Brebes Jawa Tengah itu.

Melakukan Tracking Hutan Mangrove

Menuju ke Desa Wisata Pandansari sekilas memang terlihat tak berbeda dengan desa-desa nelayan lainnya. Terdiri dari rumah-rumah penduduk dengan tambak-tambak di kanan-kiri jalan -yang tak terlalu lebar- dan ada perahu-perahu yang tertambat di beberapa bagian sungai.

Memasuki Dukuh Pandansari baru terasa bedanya. Ada Joglo Mangrove yang menjadi pusat edukasi dan ruang pembelajaran untuk memahami tentang ekosistem mangrove, dll.  Ada pula Sanggar Seni tempat pertemuan ide-ide kreatif warga berupa karya seni, dan juga penampilan tradisi / budaya baik itu tarian, musik, seni lukis maupun teater.

Tak perlu takut nyasar untuk menuju Hutan Wisata Mangrove, karena ada papan-papan petunjuk arah menuju lokasi ini, dan penduduk yang ramah pun akan memberi petunjuk dengan senang hati bila ditanyai.

Memasuki lokasi Hutan Wisata Mangrove ada gerbang dengan loket tiket masuk di sebelah kanan, dan posko Desa Wisata di sebelah kirinya. Oya, untuk memasuki kawasan ini pengunjung dipungut biaya Rp. 15.000 (orang dewasa) dan Rp. 5.000 (anak-anak) di hari kerja dan Rp. 20.000 (dewasa) dan Rp. 10.000 (anak-anak) di hari libur.

Memasuki gerbang kita akan melewati tempat parkir, warung & tempat makan serta kios-kios penjual cendera mata maupun oleh-oleh khas Brebes, langsung menuju dermaga.

Inilah dermaga menuju lokasi susur mangrove Pandansari

Lho..kok menuju dermaga? Bukannya kita akan tracking mangrove? Continue reading “Yuuk, Berlibur ke Dewi Mangrovesari”

Famtrip Banjarnegara (4) : Bukit Scotter & Telaga Merdada Melengkapi Pesona Dieng

Lalang Ungu.  Teman, jika disebut kata ‘DIENG’ , kata-kata apa yang langsung muncul di benakmu? Kalau aku, ada 3 kata yang muncul. Dingin dan kabut. Itu dua kata pertama yang langsung terpikir olehku setiap kali mengingat Dieng. Ya, beberapa kali mengunjungi daerah wisata nan elok ini, selalu saja disambut dengan rintik hujan, hawa sejuk cenderung dingin…dan kabut -tipis ataupun tebal- yang menyapa…

Namun dua kata itu tak serta merta menepis kata lain yang tercipta di benakku mengenai Dieng : mempesona. Ya, meskipun dingin dan berkabut, Dieng selalu saja mempesonaku dan membuatku mau dan mau lagi untuk mengunjunginya.. Hm, jangan-jangan ada mantera pemanggil di antara kabut itu?? Haha…

Kalau sebelumnya keelokan candi-candi dengan pemandangan indah di sekitarnya, kecantikan Telaga Warna maupun kondisi unik sekitar kawah Sikidang yang telah menawan hatiku, maka beberapa waktu lalu kudapati hatiku tertawan oleh dua lokasi lain di Dieng ini. Mau tahu? Ini dia keduanya : Continue reading “Famtrip Banjarnegara (4) : Bukit Scotter & Telaga Merdada Melengkapi Pesona Dieng”

Famtrip Banjarnegara (3) : Menikmati Keindahan Seni di Gumelem dan Pagak

Lalang Ungu. Suara gamelan Jawa yang cukup rampak menyambut kedatangan rombongan kami di Desa Gumelem Wetan Kec Susukan Kab Banjarnegara siang itu. Oya, setelah kunjungan kami ke Sentra Keramik Klampok, maka Desa Gumelem adalah tujuan kunjungan Famtrip selanjutnya.

Baca juga : Famtrip Banjarnegara (2)

Tari-tarian menyambut di Balai Desa Gumelem

Ternyata saat kedatangan kami, di halaman Balai Desa Gumelem yang terlihat semarak siang itu sedang dipentaskan sebuah tarian Kuda Lumping oleh para remaja putera, setelah itu juga tari-tarian oleh gadis-gadis kecil di atas panggung. Meriah sekali 😀 Rupanya sedang ada acara peringatan ulang tahun Desa Gumelem, yang juga dihadiri oleh perwakilan dari Kasunanan Surakarta. Setelah mendengarkan sambutan dari Kades, kami pun langsung menuju pinggir arena tempat ibu-ibu memajang aneka macam kain batik.

Lho…ada batik di Banjarnegara?? Continue reading “Famtrip Banjarnegara (3) : Menikmati Keindahan Seni di Gumelem dan Pagak”

Famtrip Banjarnegara (2) : Menikmati Cantiknya Keramik Klampok

Lalang Ungu. Sabtu, 11 Nopember 2017 merupakan hari ke-2 kegiatan Famtrip Banjarnegara yang kuikuti bersama dengan rekan-rekan blogger, GenPI, pekerja media dan sosial media.

Baca juga : Famtrip Banjarnegara (1)

Kecamatan Purworejo Klampok dan Kecamatan Susukan menjadi tujuan kunjungan kami hari kedua. Di Kecamatan Purworejo Klampok kami langsung menuju ke sentra kerajinan keramik yang merupakan salah satu produk unggulan Banjarnegara.

Keramik Usaha Karya adalah unit usaha pembuatan keramik yang menjadi tujuan pertama kami di pagi itu, salah satu dari banyak usaha keramik yang ada di daerah Klampok ini. Continue reading “Famtrip Banjarnegara (2) : Menikmati Cantiknya Keramik Klampok”

Plesir maring Banjarnegara (1) : Surya Yudha, The PIKAS & GenPI Banyumasan

Banjarnegara. Bila mendengar kata itu, apa yang langsung terbayang olehmu, teman? Dawet Ayu, Tempe Kemul, Dieng, Keramik, Batik, rafting?

Ya, memang banyak sekali potensi yang ada di Kabupaten Banjarnegara ini, sangat menarik untuk dieksplor satu persatu ya… Itu sebabnya aku sangat senang dan semangat ketika beberapa waktu lalu mendapat tawaran untuk ikut Famtrip Blogger dan Media ke Banjarnegara pada 10-12 Nopember 2017.

Semangat sekali sehingga dibela-belain ambil cuti sehari di kantor karena acara itu akan dimulai pada hari Jumat pagi yang notabene bukan hari libur kami, hehe… Alhamdulillah izin cuti disetujui dengan mudah, sehingga aku berhasil ikut acara keren ini. Sungguh tak menyesal karena benar-benar seruuuu…

Mau tau cerita keseruannya? Yuuk..maree…simak ceritaku selanjutnya yaa… Continue reading “Plesir maring Banjarnegara (1) : Surya Yudha, The PIKAS & GenPI Banyumasan”

Ngangsu Kawruh di Hydroponic Agrofarm Bandungan

Lalang Ungu. Bandungan. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata itu, teman?

Pasar?

    Bunga?

         Buah?

              Villa?

                     Daerah sejuk?

                          Kabupaten Semarang?

Yak…semua benar! 😀

Menurut Wikipedia, Bandungan adalah nama sebuah wilayah di Kabupaten Semarang, yang merupakan kecamatan baru, pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Jambu.

Bandungan terkenal dengan pasar tradisionalnya yang berlokasi strategis yaitu di pinggir jalan utama Bandungan, di mana pengunjung dapat membeli aneka buah maupun makanan khas Bandungan seperti Tahu Serasi, Kerupuk Opak maupun Torakur alias Tomat Rasa Kurma.

Selain aneka buah -yang paling sering dicari orang adalah Kelengkeng dan Alpukat- bagi pecinta bunga hias Bandungan adalah surganya. Deretan kios-kios penjual bunga hias ini ada di sepanjang trotoar jalan utama. Warna-warni yang sangat menyegarkan mata!

Sebagaimana daerah beriklim sejuk lainnya, ada banyak hotel, motel maupun villa-villa yang bertebaran di Bandungan ini. Pilih saja yang paling sesuai dengan kebutuhan dan ketebalan dompet anda! Hehehe..

Nah, itu dia sekilas info tentang Bandungan, yang menjadi lokasi pengalaman belanjaku yang anti mainstream dan akan kutuliskan kali ini.

Memangnya bisa belanja apalagi di Bandungan selain yang sudah disebutkan sebelumnya?

Masih ada lagi dooong….yaitu : Belanja ilmu alias ngangsu kawruh! Continue reading “Ngangsu Kawruh di Hydroponic Agrofarm Bandungan”

Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab Semarang

Lalang Ungu. Sebagaimana telah sering terjadi di keluarga kami, susah sekali merencanakan pergi bersama. Seringkali rencana yang sudah dibuat gagal terlaksana karena satu dan lain hal, dan bahkan pengalaman membuktikan bahwa acara mendadak justru seringkali berhasil! 😀

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja ibu ngersake diantar ke Salatiga -kota kelahiran kami- karena merasa kangen dengan satu-satunya eyang yang masih ada dan juga karena pada libur lebaran yang lalu kami tidak sempat bersilaturahmi ke Salatiga seperti tahun-tahun sebelumnya.

Nah, ketika sampai di rumah Semarang, tiba-tiba saja aku kok pengen jalan-jalan bareng dan mengusulkan untuk jalan-jalan dulu ke Bandungan, atau sekalian ke Gedong Songo saja yang sudah cukup lama tidak kami kunjungi…dan usul itu diterima oleh semua! Ahay…asyiknya…

Akhirnya pada hari Sabtu 2 minggu yang lalu, kami sekeluarga pun menuju salah satu lokawisata di Kab. Semarang itu. Alhamdulillah perjalanan dari Semarang – Bandungan lancar, mungkin karena masih pagi sehingga lalu lintas tak terlalu padat. Sekitar 1 jam dari Semarang kami sampai di Pasar Bandungan, terus naik lagi ke atas menuju Gedong Songo.

Sekitar jam 9 pagi kami sampai di kompleks candi hindu yang terletak di Dusun Darum Desa Candi Kec. Bandungan Kab. Semarang itu, namun pengunjung sudah terlihat banyak. Mobil sudah tidak dapat parkir di area wisata, namun di tepi jalan beberapa puluh meter sebelum gerbang lokawisata… Ok, uji kaki sudah dimulai dari sini..hehe…

Continue reading “Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab Semarang”

Belanja Oksigen di Rumah Pohon Tombo Bandar

Lalang Ungu. TOMBO. Pernah dengar kata itu? Kalau dalam bahasa Jawa, arti dari kata ‘tombo’ adalah ‘obat’. Ternyata, di daerah Bandar Kab Batang Jawa Tengah, ada desa yang bernama Tombo, yang ternyata benar-benar bisa menjadi obat, khususnya bagi para penderita ‘kurang piknik’ seperti diriku..hehe…

Konon kabarnya, di Desa Tombo itu terdapat sebuah tempat wisata yang cukup nge-hits, yaitu Rumah Pohon. Nah, sudah lama diriku yang kurang piknik ini ingin sekali menikmati pemandangan alam nan indah dari suatu perbukitan yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata satu ini. Rumah pohon ini di daerah perbukitan yang masih asri dan bebas polusi, nah…tempat yang pas buat belanja oksigen banyak-banyak, bukan? 😀

Beberapa kali berencana datang ke sini dengan teman-teman yang berbeda, namun belum juga kesampaian, hingga akhirnya di libur Hari Raya Idul Adha yang lalu justru aku berkesempatan mengunjungi lokasi itu dengan keluarga tercinta. Alhamdulillah… Continue reading “Belanja Oksigen di Rumah Pohon Tombo Bandar”

Ibu, kita jalan-jalan yuuk…

Hai teman, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia yaa…

Tulisanku kali ini, untuk menjawab pertanyaan pada Arisan Blogger Gandjel Rel ke-6, yang datang dari dua member kece nya, yaitu Dwi Septia yang punya Dwi Septia’s Blog dan Winda Oei pemilik blog Winda Oei Random Thougts .

Pertanyaannya adalah “Siapa orang yang paling ingin kau ajak traveling?”

IBU.

Ya, orang yang paling ingin kuajak traveling saat ini adalah ibuku, orang yang paling ingin kubahagiakan saat ini.

Kenapa?

Alasan utamanya ya itu sudah kusebutkan di atas : ingin membahagiakan ibu. Saat ini karena kondisi kesehatan ibu yang ‘naik-turun’ ibu jadi jarang bepergian, padahal ibu pada dasarnya adalah orang yang aktif.

Rasanya baru kemarin dulu ibu masih wira-wiri Pekalongan – Semarang – Jogja tiap kali beliau menginginkan, bahkan tidak harus menunggu diantar, ibu sering bepergian sendiri dengan naik kendaraan umum (hal yang sering menjadi bahan perdebatan berkepanjangan dengan kami ).

Jadi, kondisi sekarang karena keterbatasan gerak beliau, mungkin membuat beliau seperti terkungkung. Ingin rasanya mengajak beliau refreshing, jalan-jalan ke tempat-tempat baru atau tempat-tempat penuh kenangan yang ingin beliau kunjungi lagi, agar beliau lebih semangat, lebih bahagia…

Selain itu, keinginanku mengajak ibu bila ada kesempatan liburan adalah karena bila pergi liburan sendiri dalam waktu lama meninggalkan beliau saat ini, maka akupun tak akan merasa nyaman. Pasti kepikiran terus : bagaimana kondisi beliau di rumah? jangan-jangan keluhan sakitnya datang lagi? apakah …? jangan-jangan…? … Dan hasil akhirnya adalah tidak akan bisa menikmati liburan itu.

Ya, itu sih keinginanku. Namun tampaknya, keinginan itu memang belum bisa terpenuhi dengan segera.Rutinitas kerja masih belum bisa ditinggalkan untuk cuti dan melakukan perjalanan dengan ibu saat ini.

Eh tapi…memangnya bisa, melakukan perjalanan dengan Lansia? Continue reading “Ibu, kita jalan-jalan yuuk…”