LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Yuuk, Berlibur ke Dewi Mangrovesari

| 34 Comments

Hai, temaaan…, apa kabar? Menjelang penghujung Bulan Desember ini, semoga teman-teman dan keluarga sehat-sehat selalu yaaa…

Oya, mungkin teman-teman juga sedang menikmati liburan ya, mengingat hari ini sudah tanggal 24 Desember dan sebagian besar anak sekolah sudah menerima rapor dan memasuki masa liburan sekolah.

Nah, berbincang tentang liburan, sudah adakah rencana liburan akhir tahun, teman-teman? Mestinya sih sudah ya, karena akhir tahun tinggal beberapa hari lagi dan perencanaan awal merupakan salah satu kunci keberhasilan liburan.

Etapi, kalau ternyata belum dapat lokasi tujuan liburan akhir tahun, aku punya informasi asyik lhooo… Cobain ke DEWI MANGROVESARI atau Desa Wisata Mangrove Pandansari Brebes, dijamin nggak akan nyesel deeh..

Sebagai gambaran, akan kuceritakan apa  saja yang dapat kita lakukan saat berlibur ke Hutan Mangrove yang ada Dukuh Pandansari Desa Kaliwlingi  Kec Brebes Kab Brebes Jawa Tengah itu.

Melakukan Tracking Hutan Mangrove

Menuju ke Desa Wisata Pandansari sekilas memang terlihat tak berbeda dengan desa-desa nelayan lainnya. Terdiri dari rumah-rumah penduduk dengan tambak-tambak di kanan-kiri jalan -yang tak terlalu lebar- dan ada perahu-perahu yang tertambat di beberapa bagian sungai.

Memasuki Dukuh Pandansari baru terasa bedanya. Ada Joglo Mangrove yang menjadi pusat edukasi dan ruang pembelajaran untuk memahami tentang ekosistem mangrove, dll.  Ada pula Sanggar Seni tempat pertemuan ide-ide kreatif warga berupa karya seni, dan juga penampilan tradisi / budaya baik itu tarian, musik, seni lukis maupun teater.

Tak perlu takut nyasar untuk menuju Hutan Wisata Mangrove, karena ada papan-papan petunjuk arah menuju lokasi ini, dan penduduk yang ramah pun akan memberi petunjuk dengan senang hati bila ditanyai.

Memasuki lokasi Hutan Wisata Mangrove ada gerbang dengan loket tiket masuk di sebelah kanan, dan posko Desa Wisata di sebelah kirinya. Oya, untuk memasuki kawasan ini pengunjung dipungut biaya Rp. 15.000 (orang dewasa) dan Rp. 5.000 (anak-anak) di hari kerja dan Rp. 20.000 (dewasa) dan Rp. 10.000 (anak-anak) di hari libur.

Memasuki gerbang kita akan melewati tempat parkir, warung & tempat makan serta kios-kios penjual cendera mata maupun oleh-oleh khas Brebes, langsung menuju dermaga.

Inilah dermaga menuju lokasi susur mangrove Pandansari

Lho..kok menuju dermaga? Bukannya kita akan tracking mangrove?

Jangan bingung, teman… Kita memang harus naik perahu dulu untuk menuju lokasi tracking mangrove itu. Tenang saja, tidak akan lama kok, perjalanan menuju lokasi tracking hanya sekitar 15 menit saja, dan itu merupakan perjalanan yang menyenangkan dengan berperahu, karena pemandangannya elok lho…

Berperahu menuju DEWI MANGROVESARI

Sesampai di dermaga tujuan, kita akan disambut spot swafoto di samping gerbang masuk. Mau foto-foto dulu atau langsung menapaki track kayu yang telah disediakan, silakan pilih..

Selamat Datang di lokasi Tracking Mangrove DEWI MANGROVESARI

Sambil menikmati jalan-jalan di antara pepohonan manhrove yang lebat, dengan menapaki track sepanjang 1,8 km ini, kita juga bisa pepotoan lhooo…banyak spot-spot foto yang disediakan di sana. Ada brug asmara, lorong cinta, tapak berwarna, 2 menara pandang, dll.

Yuuk…mulai susur mangrove kitaaa…

Brug Asmara, Menara Pandang & Tapak warna, beberapa spot pendukung pepotoan di Dewi Mangrovesari

Kita juga bisa belajar tentang ekosistem hutan mangrove, karena ada beberapa jenis pohon mangrove yang ditanam di sana dan kita  juga bisa mengintip kemunculan ikan Glodog yang menjadi ikon taman mangrove ini. Psst, ternyata biji buah mangrove dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan ( tepung mangrove ) dan akar mangrove juga ada khasiat khususnya lhooh.. 🙂

Ikan Glodog -ikon hutan mangrove- , biji dan akar mangrove

Lelah berjalan-jalan, jangan takut kehausan / kelaparan, teman… Meskipun terletak jauh dari daratan, namun lokasi ini dilengkapi dengan kios-kios yang menjual makanan dan minuman lho… Dan asyiknya lagi, daftar menu dan harganya terpampang nyata di tiap bagian depan kios, jadi kita bisa pilih mana yang sesuai dengan selera dan kondisi kantong kita tanpa takut keblondrok, hehe..

Tergoda untuk gegayaan di Dewi Mangrovesari

Bila telah puas melakukan tracking mangrove -sambil pepotoan- kita dapat kembali dengan menumpang perahu-perahu yang siap di sana, menuju darmaga di Pandansari kembali.

Jangan lupa membawa oleh-oleh dari sini, teman. Banyak pilihan, ada Telur Asin, Bawang Merah, aneka jenis ikan segar maupun olahannya, kepiting, dll. Oya ada juga kenang-kenangan berupa suvenir / karya seni yang dapat teman temui di kios Balakanca.  Kios ini memang menampung karya-karya seni daur ulang limbah / hasil laut seperti kerang, kulit kerang, dll.

Silakan pilih buah tangan yang ingin di bawa

Balakanca, Kios Suvenir dengan aneka kerajinan tangan yang menggoda di bawa pulang

Melihat pembuatan Batik Mangrove

Selain menjadi nelayan, ada pula sebagian penduduk Pandansari yang menjadi pembatik lho… Batik di sini sangat khas karena menggunakan pewarna alami dari bagian pohon mangrove.

Pak Gatot adalah salah satu penggiat lingkungan yang telah mengkoordinir beberapa ibu-ibu pembatik untuk memproduksi batik warna alam ini.  Harga selembar kain batik di sini masih relatif murah, mulai dari Rp 300.000 untuk selembar batik yang dikerjakan sekitar 4-5 hari ini.

Batik warna alam mangrove ini cenderung berwarna coklat muda hingga coklat tua / gelap, dengan motif flora dan fauna yang banyak ditemukan di lingkungan Pandansari. Aih, cantik-cantik dan menggoda hati untuk diadopsi 🙂

Aneka Batik Warna Alam Mangrove

Beberapa rekan blogger bergaya dengan batik mangrove

Mengunjungi lokasi budidaya Kepiting Soka

Apakah teman-teman merupakan penggemar makanan laut? Jika ya, tentu tak asing lagi dengan salah satu hasil laut yaitu Kepiting Soka ya?

Kepiting Soka adalah kepiting dengan cangkang yang lunak dan konon mempunyai harga yang lumayan mahal, bisa 2-3x lipat dari harga kepiting biasa.

Budidaya Kepiting Soka

Nah, di Desa Pandansari ini kita dapat mengunjungi lokasi Budidaya Kepiting Soka ini, yang menggunakan jenis kepiting bakau dengan memberikan perlakuan-perlakuan khusus sehingga menghasilkan kepiting dalam kondisi proses moulting dan dalam kondisi cangkang lunak inilah dilakukan pemanenan.

Melihat pembuatan garam rebus

Salah satu jenis usaha rumahan yang bisa kita lihat di Desa Pandansari ini adalah pembuatan garam rebus.

Lho, ternyata membuat garam itu direbus to? Tidak hanya dijemur begitu saja?

Hm, mungkin ini adalah pengetahuan baru bagi sebagian besar kita. Ternyata untuk mendapatkan garam yang memenuhi standar kesehatan dari Dinas Kesehatan, tidak cukup dijemur saja (garam krosok). Ada proses yang harus dilalui yaitu sbb :

  1. garam krosok ditaruh di sebuah tempat dari anyaman bambu (tenggok / dunak) sebagai penyaring, lalu ditambah dengan air laut.
  2. air yang keluar dari proses (1) tersebut dialirkan ke suatu alat tampung berupa tong / blong, diendapkan selama 1 hari.
  3. air yang telah diendapkan tersebut kemudian dimasak selama kurang lebih 6 jam hingga seluruh air menguap meninggalkan butiran-butiran garam yang lembut.
  4. garam hasil rebusan tersebut kemudian ditiriskan dan dikumpulkan di satu tempat, disimpan sebelum proses penanganan selanjutnya yaitu penambahan yodium (untuk garam makan) dan pengemasan (untuk garam makan dan garam mandi / spa).

Proses pembuatan garam rebus

Begitulah proses pembuatan garam rebus yang dapat kita lihat di Desa Pandansari.  Oya garam sehat yang telah siap jual ini dapat dibeli di koperasi setempat (Koperasi Mekarsari Sejahtera) juga di beberapa toko / mini market.

Nah, itu adalah gambaran beberapa kegiatan yang dapat kita lakukan di Desa Wisata Pandansari.  Oya, jika ingin berlibur di sana dan mengunjungi lokasi-lokasi itu secara lengkap, Pokdarwis setempat telah membuat 2 paket wisata yang dapat dipilih, yaitu Paket Standard dan Paket Umum.

  1. Paket Standard. Dengan biaya Rp. 250.000/pack (2 hari 1 malam), menginap di homestay non AC (Rp.100.000/org termasuk sarapan & makan malam), kegiatan : susur mangrove, larung lampion, pentas tari Dewi Mangrove / Sintren, batik mangrove, tanam mangrove, onthel sepeda keliling kampung, ngitung nener / panen Bandeng Terbang, Banyu mili dan makan siang.
  2. Paket Umum. Biaya Rp. 100.000/pack ( 1 hari ). Kegiatan  : mengunjungi Batik Mangrove, garam rebus, kepiting soka, tracking mangrove, panen kerang, tanam mangrove, Banyu mili dan makan siang.

Teman, itulah informasi tentang DEWI MANGROVESARI atau Desa Wisata Mangrove Pandansari Brebes, yang mungkin bisa menjadi destinasi liburan akhir tahun teman-teman. Semoga bermanfaat ya, teman…

Oya tulisan ini menjawab tema arisan blog Gandjel Rel ke-18 yaitu tentang Liburan Akhir Tahun, tema yang diajukan oleh 2 orang blogger keren Gandjel Rel yaitu Diajeng Uniek dan mba Novia Domi

Nah, bagaimana denganmu, teman.. Sudahkah bersiap liburan akhir tahun? semoga lancar acaranya yaa… Yang ingin berbagi cerita tentang liburan akhir tahun / tentang loka wisata ini, silakan di kolom komen yaa.. Terima kasih…

34 Comments

  1. Bisa kalap saya lihat oleh-olehnya, apalagi kepiting. Tempatnya juga Instagram ke banget ya mba, jadi ingin berkunjung kesana.

  2. Lengkap. Kalo pas mudik, bisa disinggahi niih.

  3. Kapan hari pas di Pasar Karetan, aku menikmati dawet mangrove mba. Kalik aja di Dewi Mangrovesari juga memproduksi tepung bahan dawet ini ya. Sungguh bisa menaikkan ekonomi kerakyatan dari berbagai sektor.

    • Iya, kemarin sempat dijelaskan ttg buah yg bs ditepung utk makanan ini, tp krg tahu adh diproduksi di sana / blm.. Eeh, kmrn wktu ke Karetan kita tlisipan yoo..aku sama ibu..hehe..

  4. Kereeen pool Diajeng.
    Batik mangrove cakep banget ya. Postingan berhasil mengin2i. Salam

  5. Aihhh jadi kangen pengen jalan lagi ke Mangrovesari. Udaranya sejuk, gak seperti hutan mangrove umumnya

  6. langsung jatuh cinta sama batiknya…
    batik cantik secantik nama desanya, Dewi Mangrovesari, jadi terbayang wajah gadis jelita he.. he..

  7. Pengen kesana lagi…ih. Pengen beli kepiting soka nya..

  8. Batiknya apiiik, pemandangannya cantiik…seru ya mbaa..

  9. Iya mba Dew..g nyangka Brebes punya batik cantik jg hehe..

  10. Waaah udah terbit aja tulisannya 🙂 ku kangen pengen main k mangrovesari lagi..

  11. Itu nyegerin mata banget sih pemandangannya…asyik banget kayaknya..kapan-kapan perlu dicoba kesana nih

  12. seru banget nih mbak mechta..pingin ngajak anak2 kapan2

  13. Mba.. Itu ikan apa? Baru liat bentuk ikan kayak gitu..

    • Naah..itu yg namanya Ikan Glodog mbaa… khas nya di habitat Mangrove itu… Warnanya agak abu dan bertotol-totol kebiruan..

  14. Waw, sudah kelar semua tulisannya mb tan..

    Mangstab pisan lah

  15. Foto-foto ku yang di sini ilang semua gegara MMC nya ketinggalan di suatu tempat dan telah ditemukan oleh entah seseorang bu Tanti Hikss :((

    Jadi belu ku tulis perjalanan ini, padahal dapat banyak foto bagus kemaren ..

  16. Pingback: Asyiknya Bermain di Pulau Cemara Brebes |

  17. Pingback: Berkunjung ke DEWI SAMBI (1) : Gancik Hills Top |

  18. Grow your online community with voice comments. Let your readers voice their opinions in a fun, fast and easy way. Improve your user retention, website SEO, and get more conversions. Get the Free Plugin here, http://bit.ly/-Voice-Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.