Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (3): Gesing Wonderland dan Obelix Sea View

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, tulisan terakhir tentang Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul kali ini adalah tempat-tempat yang kami singgahi di Gunungkidul sebelum pulang kembali ke Semarang.

Meskipun masih ingin berlama-lama di Pantai Ngobaran, namun kami harus mengakhiri kunjungan kami di sana siang itu karena siang akan segera beranjak sore, sementara masih ada 2 tempat lagi yang ingin kami kunjungi.

Oleh karena itu, segera setelah selesai masalah dokumentasi, kami ber-11 segera masuk ke mobil kembali dan mas sopir pun tancap gas menuju lokasi berikutnya.

Gesing Wonderland

Lokawisata Gunungkidul yang kami kunjungi berikutnya adalah Gesing Wonderland yaitu sebuah di kawasan Pantai Gesing, Dusun Bolang, Desa Girikarto, Kapanewon Panggang Kab. Gunungkidul Yogyakarta.

Google map Ngobaran-Gesing
Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (3): Gesing Wonderland dan Obelix Sea View”

Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul (2): Sepenggal Siang di Pantai Ngobaran

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, melanjutkan cerita jalan bareng sobat putih-abu kemarin, kali ini aku akan menceritakan pengalaman kami berkunjung ke salah satu pantai indah di daerah Gunungkidul.

Baca juga: Sarapan di Pawon Purba

Pantai Ngobaran. Apakah kalian pernah mendengar namanya? Atau bahkan pernah berkunjung ke pantai ini? Aku sendiri memang baru pertama kali berkunjung ke sini dan sebelumnya sempat mencari-cari info terkait Pantai Ngobaran ini.

Sekilas Tentang Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran adalah salah satu dari banyak pantai pesisir Selatan, tepatnya di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, sekitar 65 km dari Pusat Kota Yogyakarta.

Selain pemandangan alam pantai nan indah, hal yang membuat pantai ini terkenal adalah karena suasana mirip seperti pantai-pantai di Bali dengan adanya pura dan arca-arca yang menyebabkan pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Bernuansa Bali di Yogja atau sering disebut sebagai Bali of Java.

Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul (2): Sepenggal Siang di Pantai Ngobaran”

Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (1): Sarapan di Pawon Purba

Hai Sahabat Lalang Ungu, salam sehat dan bahagia ya.. Sahabat, pada tulisan kali ini dan beberapa tulisan yang akan datang aku akan menuliskan cerita pengalamanku bersama dengan sahabat-sahabat putih-abu ku saat reunian beberapa hari lalu.

Reuni bersama sahabat putih-abu selalu menyenangkan apalagi bila dikemas dengan acara healing tipis-tipis alias jalan-jalan. Nah, kali ini reuni + jalan-jalan kami bertujuan Jogja khususnya ke daerah Gunungkidul. Ada 3 lokasi wisata yang kita kunjungi yaitu Pantai Ngobaran, Pantai Gesing dan Obelix Sea View. Kebersamaan seharian yang seru dan sangat berkesan!

Kami berangkat dari Semarang sekitar pukul 6.30 WIB, meluncur menuju Jogjakarta melalui tol Semarang – Boyolali dan lanjut ke Jogja via Klaten, ngampiri Jeng Esti -sahabat kami yang berdomisili di Jogja- dengan titik temu di Piyungan, lalu bablas ke Gunungkidul.

Sarapan di Pawon Purba Nglanggeran Gunungkidul

Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (1): Sarapan di Pawon Purba”

Singgah Sejenak di Taman Bunga Romantic Garden Bantul

Romantic Garden Bantul

Hai  Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Melanjutkan cerita jalan-jalan kami ke Jogja beberapa waktu lalu, kali ini akan kutuliskan cerita pengalaman kami ketika singgah sejenak di Taman Bunga Romantic Garden setelah sebelumnya mengunjungi Pantai Goa Cemara.

Baca juga : 5 Keistimewaan Pantai Goa Cemara Bantul

Lokasi Romantic Garden

Sebagaimana Pantai Gocem, Taman Bunga Romantic Garden ini juga berlokasi di Bantul, tepatnya di Jl Lintas Selatan, Dusun Wonoroto, Desa Gadingsari, Kec. Sanden, Kab. Bantul Jogjakarta. Kalau dari arah Kota Jogja lokasi ini  di sebelah kiri jalan sebelum Pantai Gocem, sebaliknya bila dari arah Parangtritis ada di sebelah kanan jalan setelah Pantai Gocem. Continue reading “Singgah Sejenak di Taman Bunga Romantic Garden Bantul”

Belajar Seni Semakin Menyenangkan Di Museum Nasional Jogja

Museum Nasional Jogja
Foto : indonesiakaya.com

Lalang Ungu. Selamat pagi, sahabat… Akhir pekan sudah datang lagi. Mau jalan kemana nih? Bagaimana kalau ke Jogja? Daerah Istimewa Yogjakarta memang terkenal akan budaya dan seninya yang selalu terjaga. Berjalan-jalan atau menikmati tempat wisata di Yogyakarta seakan mengajak kita untuk selalu mencintai budaya kita sendiri. Jika selama ini kamu ke Jogja dan hanya datang ke Malioboro atau tempat-tempat populer saja, maka tak ada salahnya jika kamu mencoba untuk berkunjung sekaligus belajar seni di Museum Nasional Jogja.

Museum Nasional Jogja sendiri adalah sebuah museum seni yang memamerkan seni kontemporer dari berbagai seniman-seniman lokal yang berada di bawah Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara. Seperti yang kita sudah tau, Jogja memang menyimpan berbagai ragam budaya jawa dengan nuansa yang kental di setiap sudutnya. Dengan mengunjungi Museum Nasional Jogja, kamu bisa belajar tentang seni kontemporer langsung di sana. Banyak sekali karya terkenal yang bisa kamu lihat di sana, beberapa di antaranya adalah karya dari Ugo Untoro, S. Teddy D, Agus Suwage, dan seniman lain. Continue reading “Belajar Seni Semakin Menyenangkan Di Museum Nasional Jogja”

Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (1)

Menanti mentari di Kaliadem

Jam baru sedikit lewat dari pukul 3 pagi ketika bus wisata yang kami tumpangi dari Pekalongan berhenti, dan mbak Via – Sang pemandu  – membangunkan kami dengan menyalakan lampu dalam bus.

“Mohon perhatian, Bapak dan Ibu… Kita telah sampai di tujuan pertama kita yaitu di Basecamp 86..” begitu pemberitahuannya kepada kami.

Aah…, sudah sampai di kaki Merapi??

Bergegas kami menegakkan tubuh di tempat duduk masing-masing, dengan penuh antisipasi. Namun, ketika mengintip keluar jendela… hanya keremangan yang tampak di sekitar bus. Hiii… pasti dingin di luar sana, bukan??

Akhirnya setelah nyawa terkumpul sepenuhnya kami pun mulai keluar satu persatu dari bus yang nyaman itu, menuju…toilet! hehe…

Setelah menyelesaikan kebutuhan pagi itu, kami pun bersama-sama menuju mushola kecil yang ada di lokasi basecamp tersebut, bersiap menunggu adzan subuh untuk kemudian sholat berjamaah di sana.

Sesudahnya, kami pun bersiap memulai perjalanan offroad  Lava tour Merapi paket sunrise itu. Kostum anti dingin sudah dikenakan : jaket tebal, kaus tangan, kaus kaki, topi penghangat plus masker yang dibagikan pendamping sebagai penahan dingin maupun debu-debu vulkanik dan kamipun menaiki jeep-jeep yang sudah siap sedia. Masing-masing jeep berisi 4 orang, dan lepas subuh pagi itu keseruan offroad pun dimulai!! eng-ing-eeeng…. 🙂

Lewat subuh, start dari Basecamp 86
Lewat subuh, start dari Basecamp 86

Agak deg-degan rasanya ketika sopir memacu mobil dengan laju, melewati jalanan sempit yang berkelok tajam, naik-turun dan…tentu saja melewati medan yang cukup mengocok perut alias gronjalan!  Dalam hati akupun berdoa semoga tak turun hujan pagi itu, karena aku tak membawa jas hujan dan akan sangat mustahil untuk mengembangkan payung yang kubawa bila hujan turun selama perjalanan yang WOW itu…

Perhentian pertama adalah bunker di Kaliadem.  Ya, sebuah tempat perlindungan yang menjadi tempat kejadian meninggalnya 2 orang relawan karena panas yang sangat tinggi berhasil menembus bunker pada saat erupsi 2006 dan pernah tertimbun material erupsi merapi tahun 2010. Saat ini bunker tersebut telah dibuka kembali dan menjadi salah satu tujuan wisata Lava di lereng Merapi ini.

Inilah penampakan bunker itu di dini hari...
Inilah penampakan bunker itu di dini hari…

Wiii... ada yg berani masuk ke bunker dini hari itu!
Wiii… ada juga yg berani masuk ke bunker dini hari begitu!

Di sekitar bunker itu kalau siang rupanya sudah banyak penjaja makanan & minuman, terlihat dari lokasi-lokasi tempat warung-warung tenda tersebut, namun pagi itu tentu saja belum ada warung yang buka.  Setelah melihat bunker – tentu saja dari luar..hehe..- kami pun mendaki bukit di atas bunker tersebut, sementara kabut masih cukup tebal dan membuat kami was-was apakah sunrise akan bisa kami saksikan dengan baik…

Kabut di bukit Kaliadem
Dini hari berkabut di bukit Kaliadem

Continue reading “Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (1)”