Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, melanjutkan cerita jalan bareng sobat putih-abu kemarin, kali ini aku akan menceritakan pengalaman kami berkunjung ke salah satu pantai indah di daerah Gunungkidul.
Baca juga: Sarapan di Pawon Purba
Pantai Ngobaran. Apakah kalian pernah mendengar namanya? Atau bahkan pernah berkunjung ke pantai ini? Aku sendiri memang baru pertama kali berkunjung ke sini dan sebelumnya sempat mencari-cari info terkait Pantai Ngobaran ini.

Sekilas Tentang Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran adalah salah satu dari banyak pantai pesisir Selatan, tepatnya di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, sekitar 65 km dari Pusat Kota Yogyakarta.
Selain pemandangan alam pantai nan indah, hal yang membuat pantai ini terkenal adalah karena suasana mirip seperti pantai-pantai di Bali dengan adanya pura dan arca-arca yang menyebabkan pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Bernuansa Bali di Yogja atau sering disebut sebagai Bali of Java.
Ada banyak mitos yang terkait dengan pantai ini, dan salah satunya adalah kisah tentang Prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit ) yang melakukan ritual muksa / membakar diri di pantai ini setelah runtuhnya kerajaan. Kobaran api terjadi di sepanjang pantai akibat ritual tersebut, itulah yang disebutkan menjadi asal muasal disebutnya pantai ini sebagai PANTAI NGOBARAN.
Di pantai ini juga terdapat tempat ibadah agama Hindu yaitu Pura Wukir Asih yang seringkali menjadi tempat pelaksanaan upacara-upacara keagamaan Hindu seperti Melasti, Galungan, dll. Konon lokasi pura ini dipercaya sebagai tempat muksa-nya Raja Brawijaya V tersebut.
Sepenggal Siang di Pantai Ngobaran
Sabtu 17 Mei 2025 lalu, aku dan sobat-sobat putih-abu ku berkunjung ke Pantai Ngobaran ini. Berdasarkan beberapa tulisan disarankan ke pantai ini pagi/sore hari untuk mendapatkan pemandangan indah dan kenyamanan berkunjung ke sana. Sayang sekali, kami baru sampai di kawasan ini menjelang tengah hari.
Apakah kunjungan kami siang itu menjadi tak menarik?
Tentu tidak! Sinar mentari yang cukup terik siang itu tak menghalangi keriaan kami di sana. Setelah sebelumnya membayar tiket masuk sebesar Rp. 8.000,- per orang, kendaraan yang kami tumpangi sampai di tempat parkir yang siang itu tampak ramai. Dan dari tempat parkir itu kami pun berjalan kaki menuju ke tepi pantainya.

Jalan kecil menuju Pantai Ngobaran ini agak menurun, dengan kanan-kiri jalan dipenuhi kios-kios pedagang makanan, souvenir maupun tempat penyewaan pakaian adat Bali. Suara-suara pedagang menawarkan dagangannya masing-masing membuat suasana terasa cukup riuh. Selain itu banyak juga para penjual jasa foto menyapa dan menawarkan jasanya.
Untuk persewaan kostum adat Bali rata-rata dihargai Rp. 20.000,- dan juga ada yang menyediakan jasa make up nya. Sedangkan penjual jasa foto rata-rata menawarkan jasanya Rp. 5.000,- per foto yang dipilih. Jadi setelah ada kesepakatan, mereka akan memotret banyak pose-pose, lalu kita memilih foto mana yang akan kita beli dan membayar sesuai harganya.
Ternyata tak seperti perkiraanku sebelumnya, setelah deretan kios-kios itu, pengunjung tidak langsung bisa melihat dan menikmati keindahan pasir pantaiseperti pada pantai-pantai landai di Pulau Dewata. Sebaliknya, kita disuguhi spot-spot foto yang sudah disiapkan dan bisa kita gunakan dengan membayar Rp. 3.000,- per orang per spot.
Pantai Ngobaran ini adalah tipe pantai berombak besar yang dikelilingi oleh bukit-bukit karang nan terjal. Pengunjung dapat berfoto-foto di lokasi yang sudah disiapkan. Terdapat pula bibir pantai nan indah, namun karena satu dan lain hal kami tidak turun ke bibir pantai siang itu.


Begitulah, akhirnya siang itu kami melakukan sesi foto-foto di Pantai Ngobaran itu, baik secara mandiri maupun menggunakan jasa fotografer yang ada di sana. Pengunjung cukup ramai siang itu, sehingga perlu waktu -dan kesabaran- untuk antri foto-foto di sana.




Sambil menunggu giliran, duduk santai di area teduh sambil menikmati nyanyian ombak berkejaran di kejauhan, semilir angin sepoi-sepoi serta tarian dahan-dahan pepohonan di Pantai Ngobaran ini asyik juga lho… Tak lupa mengabadikan keindahan alamnya dengan perangkat yang kita bawa.



Setelah puas berfoto-ria di sana, kami pun meninggalkan area tersebut, lalu duduk-duduk di salah satu kios makanan, memilih foto-foto yang akan kita beli sambil menikmati air kelapa muda serta memesan beberapa menu makanan laut yang ingin kita santap di sana atau dibawa pulang.
Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalaman kami berkunjung ke Pantai Ngobaran, di suatu siang yang lumayan terik. Aku pribadi sih masih ingin ke sana lagi suatu saat nanti, mungkin di pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana berbeda, dan semoga saat itu berkesempatan turun main di bibir pantainya. Aamiin…
Apakah kalian pernah juga ke pantai ini? Atau punya pantai favorit lainnya? Yuk ceritakan di kolom komen yaa…
Selamaatt atas launching blog barunya, ka Tanti..
Bener baru kan yaa..??
Seneng banget karena jalan-jalan happy ke Pantai Ngobaran di Yogyakarta.
Beneerr, kalau ngliat vibesnya, mirip Pantai Uluwatu Bali yaa..
Ada pura-puranya jugaa..
Cocok banget disebut Bali of Java.
Template nya saja yg baru ganti karena yg lama ngadat..hehe…
Duh pengen banget nih ke Pantai-pantai di Yogjakarta!!
Waktu ke Ponorogo lewat jalur selatan dua kali lewat Jogja, tapi sayang tujuannya bukan buat wisata, jadi fokus ke tujuan, padahal dari Bantul mula sudah ada pantainya ya…bahkan sebelum jogja daerah purworejo pinggirnya pantai semua…
Waah ternyata Pantai Ngobaran keindahannya apik ya. Bis aja di destinasi wisata menarik buat dikunjungi bareng keluarga maupun rekan²
Pantai ngobaran yaa
Tar liburan ke jogja aku kesana ahh
Liat foto-fotonya indah banget
Perjalanan nya agak lumayan c kayanya kalo dari tengah kota
Gunung Kidul itu pantainya indah² yaa…banyak spot lerennya. Saya pernah ke Gunung Kidul tapi gak sempat main ke pantainya. Next kalau ke Gunung Kidul lagi mau main ah ke Pantai Ngobaran.
Waktu baca baju adat bali sempat bingung ini pantai di jogja apa bali ya? Heu. Mungkin karena ada candi atau pura gitu ya makanya jadi berasa di Bali di pantai ini
Wah ngeliat fotonya menyenangkan sekali main ke pantai. Belum pernah ke Gunungkidul, padahal saudara banyak di Jogja. Bisa diagendakan selanjutnya untuk ke sana nih
Asyik banget ni pantai ngobaran kalau buat duduk-duduk bercengkerama bareng teman-teman putih abu-abu. Btw tarif untuk spot fotonya terjangkau ya, kak. jasa fotonya juga murah. semoga makin ramai deh pengunjung pantainya aamiin.
Makasih ya, Kak, sudah diajak jalan-jalan ke pantai ngobaran
Wuih seneng banget ya bisa mantai bareng teman skul, sekalian reuni dan nostalgia
Wahh baguss jg yaa Ngobaran. Saya td habis dari Jungwok. Pantai GK memang sebaguss itu yaaa…
Tp jalanannya jg mesti hati2 saat melalui pakai roda 2 maupun 4
Tadi sempat skroll naik lagi pas baca ada persewaan baju Bali karena mau mastiin benar kan lokasi yang saya baca ini di Gunung Kidul, YK bukan sungguhan di Bali, hehe
Pasti senang sekali ya mbak bisa berkarya wisata bareng sahabat di lokasi yang indah begini. Hasil fotonya pun indah semua
Pemandangannya bagus ya seperti di Bali. Tapi sepertinya tidak bisa berenang nih. Jadi kurang kids friendly. Cocoknya emang buat hunting sama teman ya.
Pantas pantai Ngobaran ini disebut balinya di Jawa, itu suasana dan karang tepi pantai seperti di Bali sungguhan saja ya…
Harus pinter cari angel sudut pandang bidik foto supaya hasilnya indah dan gak banyak bocor. Jadi tampak di Bali yang sebenarnya. Hehe…
Aku jadi kebayang suasana di pantai Ngobaran, kayak diajak jalan bareng beneran gitu
Ternyata bukan cuma cantik tapi juga punya cerita dan budaya yang unik banget ya, ada pura dan arca yang bikin suasananya kayak Bali gitu di Jogja.
Aku suka banget kalau tempat wisata punya nilai sejarah dan mitos yang bikin makin menarik, apalagi kisah Raja Brawijaya V yang bikin nama pantainya “Ngobaran” itu. Jadi pengen banget ke sana, sambil menikmati pemandangan pantai sekaligus belajar budaya.
Gunung Kidul emang sebagus itu, sih! Sayang banget pas masa-masa di Jogja, daerah gunung kidul belum begitu dilirik. Cuma ada Baron, kakal, sama drinil. Akhirnya kita balik lagi ke jogja cuma buat explore area pantai gunung kidul, jalannya lumayan ekstream tapi worth it sama pantainya. Asli keren!
belom pernah ke pantai ngobaran ini sih mbak, tapi ala ala bali juga ya bebatuannya. dan jadi pengen sewa baju adat bali disana juga deh
Waahh harga tiketnya cukup terjangkau sih ini. Pengen nyoba liburan ke sana jadinya, hehhe. Tapi mayan juga lokasinya itu. Harus nabung dulu….
Sekilas pantai ngobaran tuh kayak tanah lot di tabanan atau daerah nusa penida, sekilas juga kalau di Malang ada pantai balekambang. Struktur pantainya yang ada tebing tinggi tuh nggak akan bikin orang percaya kalau itu di gunung kidul lho mbak. Ternyata gunung kidul pantainya udah cakep banget mana ombaknya juga wus wus kalau dilihat. 😀
nah..iya..mirip yg di Tanah Lot, terutama karena banyak arca khas Bali
Ayuks dicobain pada kesana dijamin gak nyesel buat foto2 an