LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Kawasan Rumah Pangan Lestari

| 14 Comments

Apa itu  Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang seringkali disingkat KRPL?

KRPL  adalah pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan, dalam suatu kawasan, untuk :

  1. Pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga;
  2. Peningkatan pendapatan keluarga;
  3. Meningkatkan kesejahteraan melalui partisipasi masyarakat.

Latar-belakang diadakannya Model KRPL ini adalah karena adanya 2 permasalahan, yaitu :

  1. Realisasi konsumsi masyarakat masih di bawah anjuran pemenuhan gizi;
  2. Perhatian terhadap pemanfaatan lahan pekarangan relatif masih terbatas.

Adapun tujuan pengembangan KRPL adalah :

  1. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.
  2. Meningkatkan kemampuan keluarga & masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, tanaman obat, ternak, ikan, pengolahan hasil dan kompos.
  3. Mengembangkan sumber benih / bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan.
  4. Melestarikan tanaman pangan lokal untuk masa depan.
  5. Mengembangkan ekonomi produktif keluarga, hingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan lingkungan hijau, bersih dan sehat secara mandiri.

Jadi, inti dari Model / Program KRPL ini adalah pemanfaatan pekarangan.  Di lingkungan pedesaan mungkin tidak ada masalah karena rata-rata keluarga mempunyai lahan pekarangan yang cukup.  Bagaimana dengan keluarga di perkotaan yang rata-rata berpekarangan sempit / bahkan tidak ada lahan pekarangannya? Tidak bisakah ikut melaksanakan program ini?

Jawabnya adalah BISA.  Ya, KRPL ini bisa juga diterapkan di lingkungan perkotaan yang rata-rata pemukiman padat, perumahan tipe sedang – kecil atau bahkan di rumah susun.

KRPL di rumah Type 21

KRPL di rumah Type 21

KRPL di rumah Type 45

KRPL di rumah Type 45

Lahan pekarangan yang terbatas atau sangat terbatas disiasati dengan penanaman model budidaya vertikultur , antara lain dengan menggunakan pipa pralon, bambu, kotak / kardus bekas, dll. Seperti beberapa contoh berikut ini :

Penggunaan kotak kayu, pipa pralon atau bambu utk VERTIKULTUR

Penggunaan kotak kayu, pipa pralon atau bambu utk VERTIKULTUR

Saat ini di Kota Pekalongan sedang digalakkan KRPL di masing-masing kelurahan hingga ke tingkat RW, RT dan rumah tangga.  Tak ketinggalan di kantor- kantor, melaksanakan juga KRPL baik dengan cara vertikultur ataupun TABULAPOT ( Tanaman Buah & Sayur dalam Pot).  Ini hasil tabulapot di kantor kami :

Tomat, terong dan cabe hasil TABULAPOT di kantor kami

Tomat, terong dan cabe hasil TABULAPOT di kantor kami

Naah… bagimana teman… tertarik juga melaksanakan KRPL di rumahmu? atau sudah? 🙂

Catatan : Sumber tulisan & Foto 1-3  dipinjam dari paparan M-KRPL dari BPT-Balitbang Pertanian.

14 Comments

  1. Sudah ada mbak di rumahku, tapi suami yang nanam 😀

    siip… ga penting siapa yg nanam, yg penting kopen… *aja kaya nggonku, ra kopeeen… hiks…

  2. Akan saya praktekkan dirumah, seger buanget dan adem juga asri!

    ayo Pak Edi… pilih tanaman yg disuka kelg… tomat / cabe / seledri dll… asri & bermanfaat.. 🙂

  3. di rumah saya sudah ditanam pohon sawo, delima, jambu biji, belimbing, jeruk nipis, cabe, rambutan, daun katuk, pepaya dan beberapa tanaman hias. Hehehe. Beberapa diantaranya hasil lempar biji ke halaman Mba Mechta. Semoga bisa berbuah semuanya.. 😀

    alhamdulillah… senangnyaa…. sungguh seperti lagunya koes plus ya… tanah kita subur..apa yg dibuang tumbuh.. aamiin.. semoga segera memetik hasilnya yaa… 🙂

  4. Dengan menanam kita jadi tahu proses tumbuh ya Mbak Mechta. Selain menambah pasokan makanan untuk dirumah. Produk kebun sendiri tentunya juga lebih sehat karena kita pasti ogah menggunakan racun untuk tanamannya 🙂

    setuju sekali, mbak Evi… tapi harus komit merawat juga… *nglirik tanaman di terasku yg tak terawat.. hihi…

  5. Hiks…di rumahku belom sempat ditanami apapun nih auntie :((

    ayo say… pilih bibit yg disuka, tanam 2-3 polibag taruh di teras rumah… lama2 akan jadi banyaak… hehe….

  6. Mba Mechtaaa. di rumah sekarang banyak banget pohon dari hasil ngebuang biji ke halaman. Hihihi. Mulai dari cabe sampe jambu biji. Rambutan juga ada keknya. 😀

    siip.. tinggal merawat doong… ntar klo panen raya undang2 yaa…hehe…

  7. walaupun tidak punya lahan dan tanah tapi bisa memanfaatkan teras ya bun

    betul mbak.. di teras juga bisa, dg pot / polibag yg langsung ditaruh di lantai / disusun di rak / digantung… tergantung kreativitas 🙂

  8. Siip Jeng tak ada alasan untuk tidak berkebun, kebun juga bisa cantik bersih koq ya. Salam

    Inggih bu.. meskipun punya lahan lumayan luas tetep jadi impian..hehe… Salam, ibu…

  9. Layak ditumbuhsuburkan seperti jaman rame-ramenya TOGA segala itu ya Jeng
    Pekarangan saya ada jambu kluthuk, jambu air
    Sisanya bunga
    Terima kasih pencerahannya
    Salam hangat dari Surabaya

    Ditambah lombok, tomat, kembang kol, dll Pakdhe… biar Budhe gampang cari2 bahan masakan… 🙂 salam kebul2 dari Kota Batik, Pakde…

  10. baru dikit, dalam pengembangan.

    siip… lanjutkan! #eh… 🙂

  11. Program ini emang bagus Mbak, tapi syaratnya harus punya halaman agak luas.. Di rumahku sudah ada sih Mbak semacam pandan, tomat, cabe, pohon pepaya tapi ya gitu belum apa-apa sudah dipetik sama anak-anak hehe..

    Di teras / halaman sempit pakai model vertikultur / di pot gantung, Yun… hehe.., dinggo pasaran arek2 cilik yo Yun ? sabaaar…

  12. Met sore,
    Program yg bagus. Jadi sedikit bermimpi, seandai nanti akhirnya saya punya rumah sendiri, akan saya rancang pekarangannya seperti ini…

    semoga mimpinya bisa segera terwujud yaa… *nyicil nanem dari sekarang saja, hehe..

  13. Mohon arahan teknis juga petunjuk teknis untuk pelaksanaan program tersebut agar bisa dikembangkan di Kelurahan Kemantren Kec. Sumber Kab. Cirebon

    Mohon maaf, saat ini saya tidak ada bahan yg bs langsung di share.. Anda bisa berhub dg dinas pertanian / Kantor Ketahanan Pangan setempat… atau insya Allah kalau nanti saya dapat bahan2 bisa saya emailkan… Trima kasih sdh mampir di blog ini..

  14. Pingback: Oil drop speck method |

Leave a Reply

Required fields are marked *.