LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

[Prompt #62] Sesaat bersama lagi

| 17 Comments

sumber

“Senangnya, bisa ke sini lagi…”

“Iya, Nda… Syukurlah, akhirnya Mama mengizinkan kita merayakan ultah di sini lagi..”

Memang, menyenangkan sekali bisa kembali bersama menikmati indahnya sore di villa,Β apalagi di hari istimewa kami ini.Β Rasanya sudah lamaaa sekali kami tak duduk bertiga begini.

“Eh, Kak Win… Lihat itu mawar kesukaan Kak Ndy sedang bermekaran…” seru Winda tiba-tiba.

Rumpun mawar itu berseri seolah menyambut kebersamaan kami kembali…

“Ya, cantik dan lembut seperti Windy kita..” sahut Kak Wina lalu tersenyum sendu.

Ah, Kak Wina menyanjungku. Sebenarnya dialah yang paling lembut diantara kita bertiga. Winda manja sedangkan aku sedikit tomboy.

“Winaaa… Windaaa… Ayo pulang, hampir maghriiib..” teriakan Mama dari teras mengusik kebersamaan kami.

“Yaah…, Mama benar-benar belum mau menginap di sini lagi..” keluh Winda.

“Masih butuh waktu bagi beliau untuk kembali ke sini tanpa Windy..” jawab Kak Wina perlahan.

Mereka pun segera beranjak menuju teras…

Meninggalkanku kembali sendiri, di kesunyian villa ini.

***

150 kata untuk MFF Prompt #62 : Hey Girls!

17 Comments

  1. Windy meninggal ya mbak

    ceritanya sih begitu, mbak.. hehe…

  2. sedihnyaa Mba Mechtaa.. πŸ™

    *puk-puk Dani sambil nyodorin tisu πŸ™‚

  3. Nicely written. Sedih tapi manis.

    trims apresiasinya, Tika πŸ™‚

  4. semoga Windy bahagia di sana

    aamiin.. πŸ™‚

  5. manis sekali mbak. Tempat yang penuh kenangan bersama Windy

    Terima kasih apresiasinya, Mas…

  6. Sepupuku ada loh adik kakak namanya mirip seperti tokoh-tokoh di atas. Windi, Wanda, Wine πŸ™‚

    Iya kah? kebetulan yaa…tapi semua masih lengkap kan? hehe…

  7. Windy sayang, mama minta waktu ya menata hati tanpa kehadiranmu secara nyata.
    Tulisan Diajeng selalu enak dinikmati. Salam

    aah…komen Ibu juga selalu menyemangati saya… Suwun sanget, Bu Prih πŸ™‚

  8. Sampai butuh baca berulang kali untuk bisa menangkap twist cerita ini. Cerita yang mengena, Mba… ^_^

    naah..msh hrs banyak belajar nih agar pembaca langsung bs menangkap twist FF ini hehe… Terima kasih Mas / Mbak…

  9. wina itu gue, winda adik gue, windy juga adik gue. nah? bs klop! tp syang windy udah … ;(

    Huwaat….sjk kapan lo jd Wina?? hehe.. Iya urutannya: Wina-Windy-Winda, dan iya.. Windy hadir tak kasat mata πŸ™

  10. Kasian Windy, arwahnya gentayangan. Blom menemukan cahaya :p

    iyaa… semoga segera damai di alam sana yaa.. πŸ˜‰

  11. singgah kemari sambil menyimak saja, habis bingung mau komen apa hehehe, salam perkenalan ya bu, ditunggu loh kunjuingan baliknya ^_^

    terima kasih sudah mampir dan salam kembali, Ayu.. πŸ™‚

  12. melihat keluarga dari alam yang berbeda, sedih ceritanya mbak. πŸ™

    hanya melihat…tak bisa dilihat πŸ™
    Trims sudah mampir yaa..

  13. Wah, ‘flash’-nya bagus sekali. Utuh, tidak tergesa. πŸ™‚

    Terima kasih apresiasinya… πŸ™‚

  14. sedihnya kurang terasa.. πŸ™‚

    Begitu ya… trims masukannya… πŸ™‚

  15. Ahelah. Bacanya pas malam Jumat -__-”

    qiqiqi… ga papa mbak Carra… ga suka ngegangguin kok πŸ™‚

Leave a Reply to RedCarra Cancel reply

Required fields are marked *.