LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Punai…oh Punai…

| 19 Comments

“Harapkan burung terbang tinggi PUNAI di tangan dilepaskan”

Ada yang pernah dengar peribahasa itu ? Tahu artinya?

Peribahasa itulah yang langsung teringat olehku ketika mendengar kata PUNAI.  Sebuah peribahasa yang mempunyai arti : melepaskan sesuatu yang kecil yang sudah didapat, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar yang belum tentu didapat.

Nah, kenapa pula kata PUNAI tiba-tiba hadir dalam percakapan kami yang membuatku teringat peribahasa itu?

Ceritanya, beberapa waktu yang lalu saat sedang di Ibu Kota, kami diundang makan malam di sebuah resto yang salah satu menu-unggulannya adalah BURUNG PUNAI goreng.

Terus terang itu kali pertama aku merasakannya, dan memang enak, empuk dan gurih. Rasanya lebih enak daripada Burung Dara atau Burung Puyuh, dua menu burung goreng yang pernah kurasakan sebelumnya.

Lalu aku penasaran, seperti apa sih si Burung Punai itu? Beberapa teman mengatakan bahwa itu adalah burung yang seperti Burung Puyuh. Hm, apa iya? Aku masih penasaran, yang mengantarkanku pada kegiatan mencari tahu tentang Si Burung Punai itu.

Menurut Wikipedia, PUNAI -yang nama dalam Bahasa Inggrisnya adalah Green Pigeon– adalah jenis burung berukuran sedang hingga besar yang masuk dalam keluarga columbidae . Termasuk hewan arboreal yaitu hewan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di pepohonan atau belukar. Masih menurut Wikipedia, status konservasi beberapa jenis Punai (a.l Punai Kecil, Punai Lengguak dan Punai Pengantin) adalah Risiko Rendah,  sedangkan untuk Punai Besar status konsevasinya Rentan. Menurut Media Ronggolawe [dot] com, burung ini termasuk burung yang dilindungi.

Ooh… jadi Burung Punai ini masih berkerabat dengan Burung Dara / Merpati… Nama ilmiahnya Treron, dan ada banyak jenisnya, menurut Wikipedia terdiri dari 23 species, antara lain Punai Besar, Punai Gading, Punai Pengantin, Punai Tanah, dll.

Bagaimana penampakannya? Ini adalah beberapa gambar Burung Punai dari Blog Alkisah Rakyat dan Blog Burung Kicau Nusantara :

cerita-si-nalau-dan-puteri-burung-punai

Sumber gambar : Blog “Alkisah Rakyat”

burung-green-pigeon-atau-burung-punai

Sumber gambar : Blog “Burung Kicau Nusantara”

burung-green-pigeon-atau-burung-punai2

Sumber gbr : Blog “Burung Kicau Nusantara”

Waaaah…cantiiik…. Lebih cantik dari Burung Merpati yang biasanya kulihat yang hanya berwarna kelabu ataupun coklat.

Dampak menemukan tampilan Burung-burung PUNAI ini…. aku nggak tega untuk menyantap kuliner itu lagi! 🙁

Bagaimana denganmu, teman? Sudah pernah mengenal dan merasakan burung cantik ini? Oya, kalau burung ini termasuk yang dilindungi, mengapa masih boleh ditangkap & diolah? Bagaimana pendapatmu kawan? Share di kolom komen yuuk…

19 Comments

  1. Burung secantik punai hrsnya dilindungi ya mb bukan disantap..punai oh punai yg malang

  2. Iya mbak gak tega burungnya cakep heuheu, aku paling maem ayam dan bebek goreng aja hihi, pernah sekali maem burung dara ditraktir temen kok keinget burung dara yang di rumah ortu, jadi gak mau makan hehe

  3. Burungnya cantik bangeett.. Sama deh mbak, aku kayaknya juga ga tega makan burung secantik itu. Kasian.. :'(

  4. dulu punai banyak di sekitar rumah masa kecil
    bahkan kalau nggak salah aku dikasih makan hati burung punai goreng karena lambat bicara he.. he..

    • Ya, mungkin dulu masih mudah ditemui sehingga jadi pantun juga ya mba Monda.. Wah mba Monda pernah lihat langsung burung cantik ini ya..Mudah2an sekarang pun masih ada di habitatnya..

  5. Cantik banget burungnya mbak 🙂

  6. Tak kira PUNAI itu hanya pribahasa belaka mb mechta, ternyata nm burung ya. Burungnya cantik, bentuk tubuhnya si kaya burung dara yaa mba. Aku jg ndak tega mb makannya, memang selama ini jg ndak tll suka makan daging burung 🙂

  7. baru tau burung secantik ini dibikin masakan

  8. Iya mbak Wati..baru tahu burungnya secantik itu..hiks..

  9. Hihi..aku g tahu brp, krn diundang saja..

  10. Iya, masih saudaraan sama merpati rupanya..

  11. Ketika suatu menu mjd unggulan, daya tarik ekonomi jg utk owner resto… sama halny a dgn ikan hiu. Awal mula penasaran, tp lama2 timbul perasaan guilty…

Leave a Reply

Required fields are marked *.