LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Cerita Lebaran Kami di 1439 H

| 12 Comments

Assalamualaikum, teman.. Apa kabar? Oya, mumpung masih di awal Syawal, izinku mengucapkan Selamat Idulfitri 1439 H bagi teman-teman yang merayakan, dan mohon maaf lahir batin kepada segenap sahabat Lalang Ungu di manapun berada, atas segala khilaf yang mungkin ada dalam silaturahmi kita melalui rumah maya ku ini.

Mudik ke mana nih, teman-teman? Kalau aku dalam kesempatan Lebaran tahun ini tidak mudik, namun alhamdulillah tetap mengalami suasana mengesankan di liburan lebaran kali ini, yang akan kuceritakan dalam tulisan perdana setelah cukup lama blog ini nganggur..hehe..

Oya, seperti kusampaikan sebelumnya, tahun ini aku tidak mudik. Itu karena sejak 3-4 tahun terakhir ini ibu kembali menetap di Pekalongan sehingga kalau dulu aku merupakan bagian dari pasukan mudik -ke Jogja atau Semarang, tergantung di mana ibu kami menetap saat itu- maka tahun ini aku menjadi bagian dari penerima tamu, yang tak lain adalah kakak kami dan keluarganya 😊

Hm, ada suka dukanya sih semuanya itu.. Kalau sebelumnya menjadi pemudik harus berdesakan dengan para pemudik lain menggunakan travel atau kereta api -tergantung tiket yang diperoleh- maka menjadi tim tuan rumah tak perlu repot-repot berebut tiket, hanya berkutat dengan persiapan menerima tamu..hehe.. Terutama dalam menyiapkan hidangan lebaran, maklum lah..aku kan seorang awam-dapur yang dapat dihitung jari frekwensi masak-memasaknya..haha..

Tapi Alhamdulillah..memasuki tahun kedua masak sendiri hidangan lebaran rupanya aku sudah mulai terbiasa dan bisa mengatur ritme. Meskipun masih berbekal resep hasil gugling, dengan segala kerempongannya -terutama saat mengupas dan memotong-motong buah Nangka muda untuk bahan Gudeg- akhirnya pada buka puasa terakhir kemarin, hidangan lebaran Ketupat, Gudeg, Sambal goreng dan Opor telah siap santap! 😋

Hasil nguplegnya Si awam dapur 😊

Lebaran tiba kami sambut dengan suka cita. Alhamdulillah, ibu berhasil sholat Id bersama di masjid perumahan kami, tanpa alat bantu kursi roda seperti dua tahun sebelumnya. Setelah sholat kami pun melakukan sungkeman kepada ibu dan seperti biasa air mata tertumpah selama prosesi ini..hiks.. Aktivitas selanjutnya adalah menemui tetangga kanan-kiri yang melakukan ujung-ujung yaitu datang dan bersalam-salaman secara berombongan dari rumah ke rumah..

Bersama ibu tersayang di IdulFitri 1439 H

Sedikit berbeda, tahun ini aku dapat tugas piket Posko Lebaran di Pemkot tepat pada Hari H Lebaran. Alhamdulillah, tugas dapat tertunaikan sebelum kemudian bersiap untuk perjalanan luar kota. Ya, siang itu kami sejenak meninggalkan Pekalongan, menuju Semarang dan Salatiga untuk nyekar alm Bapak dan juga alm/almh simbah-simbah kami. Puji syukur perjalanan lancar dan di sela tour de makam itu sempat bersilaturahmi dengan keluarga Pakde di Salatiga yang sedang berkumpul juga. Wah, itu pertemuan pertama kami dengan anak-cucu Pakde secara relatif lengkap, setelah bertahun-tahun tak bertemu. Indahnya silaturahmi.. ☺

Nyekar alm Bapak di Semarang

Bersama keluarga Salatiga di Lebaran 1439 H

Setelah beristirahat di hari kedua, pada hari ketiga kami menuju Tegal, kali ini bersilaturahmi dengan keluarga Bani Kasijo -anak-cucu-cicit dari alm Eyang Kasijo yaitu ayahanda ibu kami- yang tahun ini bertempat di rumah Oom Din, satu-satunya saudara ibu. Kemeriahan dan kehangatan silaturahmi sangat terasa karena memang hanya setahun sekali kami bisa berkumpul relatif lengkap seperti ini. Pulangnya, sempat nyasar di daerah Pemalang ketika akan mampir sebuah lokawisata tapi ternyata sudah tidak eksis. 🙁

Sungkeman Bani Kasijo pada Lebaran 1439H

Bani Kasijo di Lebaran 1439 H

Begitulah..acara silaturahmi dari kota ke kota memang merupakan acara inti libur lebaran di keluarga kami. Memang inilah kesempatan kami bertemu muka dan saling berkabar secara langsung, setahun sekali di musim mudik. Selain itu tentunya kami juga saling mendoakan semoga semua keluarga sehat wal afiat dan dapat berkumpul lebih lengkap lagi di lebaran yang akan datang. Aamiin..

Keluarga Soeranto mengucapkan Selamat IdulFitri 1439 H, Mohon maaf lahir dan batin..

Nah, bagaimana dengan acara libur lebaranmu, teman? Semoga berkesan dan menjadi penyemangat kerja selanjutnya ya.. Yuuk, bagi ceritanya di kolom komen..

12 Comments

  1. Waah asyik ya mbak bisa jadi tuan rumah..enjoy the time ya mbak nguruain tetek bengeknya. Aku tahun ini roadtrip mbak karena liburannya panjang.. Semarang-Kendal-Kebumen-Jogja hehehe

    • Ya mba Dani..tetap dinikmati saja posisi jadi tamu ataupun tuan rumah.. wah pasti banyak cerita nih yg habis road trip..hehe..

  2. Karena sebelum lebaran udh balik Aceh jd lebaran ni kami ga mudik tp piknik tipis ke Surabaya nengokin kakaknya abang yg tinggal disana

  3. Aku juga nggak mudik mbak. Jalan-jalan aja keliling kota sendiri. Muterin Semarang yang sepi

  4. Auntiii Mechta… Selamat Idul Fitri, ya. Taqabbalallahu minnawa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir batin baru sempat kunjung balik.

    Semoga kita semua diberi panjang usia dan dapat menikmati Ramadhan tahun depan dengan penuh khidmat. Aamiin. 🙂

  5. Hidangan lebarannya kelihatan maknyus banget tuh Mbak, pasti enak rasanya 🙂

    Saya mudik ke kampung halaman di Pekalongan (satu kota kita, hehe!).
    Senang sekali rasanya bisa cuti hampir 10 hari dari kepenatan ibukota.

    Selamat Idul Fitri, Mbak. Mohon maaf lahir & batin 🙂

    • Waah..mba Lena mudik Pekalongan ya..di daerah mana mba? Sayang tak sempat ketemuan di tmn2 blogger Pekalongan ya.. semoga lain kali..

      • Rumah saya di daerah Karanganyar Pekalongan, Mbak.
        Amin, semoga lain kali bisa ketemu dg teman2 Blogger Pekalongan, pengen menimba banyak ilmu dari para suhu blogger Pekalongan 🙂

  6. Semoga Ibu diberikan kesehatan di sisa usianya ya mba. Dan mba Tanti juga sehat sehat ya, agar bisa menemani Ibu.

    Masakannya bikin galfok hehee

Leave a Reply

Required fields are marked *.