LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Java Balloon Festival Pekalongan, Solusi Lestarikan Tradisi

| 69 Comments

JBFP solusi lestarikan tradisi

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia selalu di hari ke-8 Syawal 1439 H ini ya.. Oya, mumpung masih hangat nih beritanya..kali ini aku akan menulis tentang Java Balloon Festival Pekalongan 2018 yang diharapkan sebagai solusi untuk melestarikan sebuah tradisi.

Apa itu Java Balloon Festival Pekalongan 2018, dan tradisi apa yang ingin dilestarikan?

Pelepasan Balon udara Syawalan di Pekalongan

Nah, pertama akan kuceritakan terlebih dahulu tentang beberapa tradisi yang dilaksanakan masyarakat Kota Pekalongan dalam menyambut / memeriahkan Syawalan. Pemotongan lopis raksasa dan pembuatan serta pelepasan balon udara merupakan dua kegiatan yang erat kaitannya dengan perayaan Syawalan di Kota Pekalongan.

Pada hari ke-7 di Bulan Syawal yang merupakan puncak acara Syawalan di Kota Pekalongan, sejak dini hari sudah terdengar gelegar petasan-petasan besar dan di langit akan terlihat banyak noktah-noktah beterbangan yang satu persatu meledak di udara dengan bunyi keras. Ya, noktah-noktah itu sebenarnya adalah balon udara besar yang diterbangkan disertai petasan besar. Terlalu tinggi untuk dinikmati keindahannya namun suara gelegarnya saat meledak di udara tetap terdengar. Bersahut-sahutan seolah dalam suasana perang saja.

Ramai dan meriah memang, namun sekaligus membuat was-was. Bagaimana tidak? Balon besar itu diterbangkan lepas begitu saja dengan tambahan mercon/petasan besar-besar, bagaimana bila meledak sebelum benar-benar tinggi / menjatuhi rumah / menyangkut di tiang listrik? Ini bukan khayalan atau ketakutan tak beralasan, sudah ada peristiwa-peristiwa kecelakaan seperti itu yang benar-benar terjadi dan diberitakan di banyak media, namun sebagian masyarakat tetap nekad melakukan hal itu dengan mengatasnamakan tradisi. ๐Ÿ™

Kekhawatiran lain adalah apabila balon besar itu naik terlalu tinggi sehingga mengganggu lalu-lintas penerbangan. Sangat berbahaya bila balon berbahan plastik / kertas itu menutup pandangan pilot atau bahkan masuk ke bagian pesawat, bukan? Untuk itu, pemerintah melalui regulasi yang adaย  (a.l Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Th 2018) telah mengatur mengenai penerbangan balon udara raksasa yang ternyata tidak hanya terjadi di daerah Pekalongan saja, namun juga di beberapa daerah lainnya misalnya Wonosobo dan Ponorogo.

Nah, di sinilah polemik itu terjadi. Di satu sisi ada upaya untuk tetap mempertahankan tradisi masyarakat namun di sisi lain ada upaya untuk menjaga keamanan jiwa maupun lalu lintas penerbangan. Apakah masyarakat harus begitu saja dilarang membuat dan menerbangkan balon udara, tanpa ada solusi lain yang sama-sama menguntungkan?

Java Balloon Festival Pekalongan

Java Balloon Festival Pekalongan 2018 (JBFP2018) merupakan kegiatan baru yang dirintis oleh Pemerintah Kota Pekalongan bekerjasama dengan AirNav Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk tetap mempertahankan tradisi penerbangan balon udara namun dengan tidak membahayakan jiwa maupun melanggar regulasi yang ada.

Kegiatan JBFP2018 ini berbentuk lomba pembuatan balon udara dengan ukuran sesuai regulasi yaitu lebar maksimal 4m dan tinggi maksimal 7m. Motif warna-warni sesuai kreatifitas peserta. Pengasapan dilakukan secara manual. Tidak diperkenankan menggunakan atau menyertakan bahan-bahan berbahaya seperti gas ataupun mercon / petasan. Dan yang utama adalah balon harus DITAMBATKAN. Minimal menggunakan 3 tali tambatan sehingga balon mengudara maksimal 150m di atas permukaan tanah.

Sekitar sebulan sebelum pelaksanaan lomba, sosialisasi sudah dilaksanakan melalui penyebaran pamflet maupun flyer di media sosial. Ramai masyarakat membicarakannya. Biasa.., ada pro dan kontra. Apa asyiknya melihat balon udara tertambat? Mana seru balon udara tanpa suara petasan menggelegar? Begitu antara lain suara-suara masyarakat. Namun sebagian besar masyarakat juga menanti-nantikan acara baru ini.

Pada hari pelaksanaan -yaitu tanggal 21-22 Juni 2018 lalu– terjawablah sebagian besar pertanyaan itu.

Sejak dini hari masyarakat telah berduyun-duyun mendatangi Lapangan Kuripan Pekalongan Selatan yang menjadi lokasi acara. Terdapat 31 peserta lomba yang tampil dalam 2 hari tersebut. Aku berkesempatan menyaksikan acara pada hari ke-2. Dan ternyata MEMANG ASYIK!!

JBFP2018 di Pekalongan

Antusias warga menyaksikan JBFP2018 di Lapangan Kuripan Pekalongan

Menyaksikan balon-balon besar bermotif aneka rupa dan warna-warni di satu lokasi dan dalam jarak pandang kita, sungguh memanjakan mata! 😍

JBFP2018 Kuripan Pekalongan

Balon-balon raksasa berlatarkan langit pagi

Pengunjung juga bisa mengamati dengan jelas aneka motif hasil kreatifitas peserta. Sebagian besar bermotifkan batik, sebagai ciri khas Pekalongan, namun masing-masing unik sehingga benar-benar meriah warna-warni dan motifnya.

Balon batik, ciri khas Pekalongan nih…

Dan kami jadi mengetahui tahapan-tahapan penerbangan balon udara, yang dimulai dengan pengasapan secara manual menggunakan pembakaran di ‘mulut’ bawah balon raksasa itu. Dibutuhkan pula kerjasama yang baik dalam suatu tim ‘penerbangan’ itu : ada yang menjaga pembakaran sehingga pengasapan sempurna, ada pula yang menjaga tepian balon agar mengembang sempurna dan siap ‘mumbul‘ alias mengangkasa.

Perlu kreativitas dan kerjasama tim yang baik

Aku sempat bertanya pada salah satu tim, yaitu Tim Sedulur dari daerah Curug Tirto, pembuatan balon mereka memakan waktu sekitar 2 hari dengan bahan 10 kodi kertas layangan dan biaya sekitar Rp. 200.000,- Wow..melihat hasil balonnya tentu aku mengacungkan dua jempol pada pemuda-pemuda kreatif ini! Oya pengasapan dilakukan sekitar 15-20 menit agar balon dapat naik dan berada di atas sekitar 15 menit pula untuk kemudian turun dan harus dilakukan pengasapan ulang. Demikian selama waktu penambatan tersebut.

Balon JBFP2018

Ini balon hasil karya Tim Sedulur dari Tirto

Acara dimulai sejak jam 5.30 pagi dan pemandangan aneka warna balon berlatar belakangย  langit kemerahan benar-benar sangat cantik lho! Aku sama sekali tak menyesal harus ke luar rumah pagi-pagi hehe… Mungkin demikian pula perasaan warga yang antusias menikmati JBFP2018 ini.

JBFP2018 Kuripan Pekalongan

Balon-balon raksasa berlatarkan langit pagi Pekalongan

Pada tanggal 22 Juni malam, diumumkan juara lomba ini yaitu balon dari Tim Sak Onone dan Tim Bahdi Hore, yang mendapat hadiah 10 juta rupiah. Selain itu ada doorprize untuk peserta yaitu 2 paket umroh, 1 sepeda motor dan 1 kulkas. Wow!! Benar-benar keren nih AirNav Indonesia!

Penutupan JBFP2018

Foto bersama Walikota Pekalongan, Dirut AirNav Indonesia dan Juara JBFP2018

Nah, itu ceritaku tentang JBFP2018 yang diharapkan bisa menjadi solusi pelestarian tradisi penerbangan balon udara di Kota Pekalongan, sekaligus menjadi agenda wisata baru di Kota Pekalongan pada perayaan Syawalan. Memang belum bisa hilang sepenuhnya penerbangan balon ilegal itu. Saat aku menulis ini pun masih terdengar beberapa kali dentum mercon dari balon di langit Pekalongan. Semua butuh proses dan sosialisasi yang terus menerus. Semoga tahun depan akan lebih baik. Nguri-uri tradisi tanpa melanggar regulasi, kenapa tidak? ๐Ÿ˜€

Oya, acara serupa juga dilakukan di Wonosobo dan Ponorogo. Jika penasaran dengan keseruan acara ini, yuuk.., kami tunggu kedatangan teman-teman di acara JBFP pada Syawalan tahun depan yaa..

69 Comments

  1. Oh tetep aman ya mba, karena nggak melayang-layang di udara bebas seperti sebelumnya. Keren ihh acaranya dan sayangnya saya gak jadi nonton kemarin.

  2. Wah selalu ingin piknik ke Pekalongan tapi kurang ngerti harus kemana aja. Ini bisa jadi tujuan wisata banget nih mbak. Tahun depan boleh nih nonton langsung.

  3. Kreatif-kreatif ya orang Pekalongan. Jadi serasa berada di Cappadocia

  4. Udah bwrapa hari ni timeline IG berseliweran acara ini dan sukses bikin aku mupeng deh. Pengeeenn

  5. Baguuus berarti harus pagi-pagi ya ke Pekalongan. Sampe jam berapa ya mba acaranya?
    *siap2 tahun depan

    • Utk yg kemarin ada 2 sesi mba.. sesi pagi dari j 5.30 s.d jam 7an.. sesi sore di hari kedua jam 14 s.d malam (penutupan). Demikian mba..

  6. Keren yaa ideรฑa.. kpn2 pgn banget bisa liat langsung

  7. Wah, kyknya seru bgt ya. Kalau ga mudik, mau ah liat syawalan di Pekalongan

  8. Ya Allah ini yang kemarin ramai2 di TV dan sosmed ya, Mbak. Beruntungnya Mbak bisa hadir di tengah2 kegiatan ini. Tak bayangin sepanjang mata memandang yang ada hanya balon udara yg warna-warni.

  9. Tahun depan harus kuagendakan niih…keren banget scars syawalannya

  10. Ini keren! Sayang pas mudik ke Pekalongan gak sempet lihat event ini karena lagi ada urusan.
    Semoga tahun depan masih ada, semoga saia bisa nonton juga ๐Ÿ™‚

  11. Aku baru tau di pekalongan dan wonosobo ada tradisi seru begini, di Jogja nggak pernah ada soalnya. Ini setiap mau syawalan ya mba? Kalau tahun depan pingin lihat, jadwalnya bisa cek dimana mba?

    • Iya mba, di Pekalongan insya Allah jadi agenda rutin Syawalan.. Bisa dicek via IG Wisata Kota Batik dan bbrp IG Pekalongan mba..

  12. Gede bangeet hadiahnya 10 jt. Doorprizenya juga keren banget, umroh lhooo

  13. Kebayang kalo aku ada disana untuk nonton, bakal takjub bgt pastii liat pemandangan balon2 terbang

  14. Cantiiiikkk…pengen dehh. Pagi dan sore aja ya. Difoto dengan efek matahari tenggelam pasti kecee yaa….

  15. Jujur kalau baca atau dengar tentang Pekalongan, yang terlintas adalah koleksi batiknya ^^.
    Sepertinya sudah satu paket nih.

    Pekalongan semakin inovatif yak dengan JBFP2018!

  16. Duh keren-keren ya motif balon udaranya, anak-anak paling suka nih lihat balon udara kalau lihat acara festival ini pasti seneng banget

  17. Pekalongan ada festbaloon, kl di Sumbar ada festkite, hehe…layangannya bisa guedeee banget. Bunda blm pernah ke Pekalongan.

  18. keren banget acaranya, Mba ๐Ÿ™‚
    lihat gambarnya aja udah takjub, apalagi bisa hadir dan ikut menyaksikannya, pasti tambah seru yaa ๐Ÿ™‚

  19. Bahagia banget nih kalau bisa menyaksikan festival balon. Aku belum pernah menyaksikan langsung dan pengen suatu saat bisa saksikan langsung

  20. Tetap asik ya kalau ditambatkan. Malah jadi bisa menikmati kecantikan balon lebih lama. Lagipula daripada membahayakan banyak orang

  21. Seru juga ya tradisi di Syawalan Pekalongan. Semoga suatu saat nanti bisa Syawalan ke Pekalongan sekaligus liburan. Waktu itu ke Pekalongan cuma sebentar aja sih soalnya. Hehehe.

  22. wah mantap, pekalongan rasa cappadocia ini mah hehe.. semoga ini jadi daya tarik wisata baru untuk pekalongan ya

  23. Alhamdulillah, sudah ada aturan yang bisa menjaga keselamatan semua pihak ya..
    Memang keliatan gak asyik kalau balonnya hanya ditambatkan aja. Tapi demi keselamatan penerbangan, semua harus ikut aturan ya…

    • Buatku pribadi lebih senang begini karena bisa melihat jelas motif2nya..kan kalau diterbangkan terlalu tinggi untuk dinikmati mata telanjang..hehe..

  24. Balon udara gini kelihatan seruuu, tapi kemarin ada balon yg meledak itu. Memang kudu ikut aturan demi keamanan dan keselamatan bersama

  25. Pengen juga ihh lihat acara seperti ini, disini gak ada yg spt itu, heheh.
    Tp itu beneran ngeri ya Mbak, gimana coba klo balonnya tiba2 meledak dan membahayakan orang lain juga penerbangan, jadi masalah baru lagi huhuhuh. Dilema, padahal balon2nya unyu2 deh.

  26. Wooo Salfa pengen banget lihat beginian Mbak
    Astaga bakalan bahagia lihat wajahnya yang ceria terus selama di sini.
    Balon Udara dia kenal karena baca buku sih dan mupeng pas diceritain wkwkw.

  27. Mbak, ini agendanya rutin pas syawalan kah? Pengen banget bisa ke sana ih. Anak saya tu terobsesi banget sama balon udara. Sayang ya, balon udaranya nggak bisa dinaikin.

  28. balon-balon udaranya juga pakai motif batik ternyata ya mbak. Duh aku pingin banget lihat langsung festivalnya

  29. Wuiih cantik banget ini balon-balonnya. Kayak di luar negeri aja yaaa… apalagi kalo diterbangin saat sore.

  30. Kereeen banget balon balon itu mba! Suka deh dengan yang motifnya anek batik. Akan jadi agenda tahunan yaaa

  31. keren..nggak perlu jauh-jauh ke Cappadocia ya lihat balon raksasa kayak gini ๐Ÿ™‚

  32. Waah…Festival ini menyenangkan sekali yaa…
    Aku belum pernah lihat ballon terbang.
    Pasti rasanya serruu~

  33. Waaa dari dulu sampai sekrang pengen lihat ballon seperti ini ke udara, ini balloonya keren khas batik yah, waah ternyata melestarikan tradisi bisa dengan cara seperti ini juga,

  34. balon-balonnya cakep-cakep mba pakai motif batik gitu, photoable banget hihihi

  35. Bagus banget ya mbak baloon festivalnya. Jadi inget pengen ke turki pengen liat festival balon di sana. Jauh jauh padahal mah ke Pekalongan aja ya hihi

Leave a Reply

Required fields are marked *.