LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Berkenalan dengan Bawang Dayak

| 53 Comments

Lalang Ungu. Berkenalan dengan Bawang Dayak baru kulakukan sekitar setahun lalu, tepatnya sejak aku menjadi bagian dari keluarga besar Dinas yang sekarang menjadi tempatku bertugas sehari-hari. Oya, apakah teman-teman juga sudah mengenal tumbuhan yang dikenal sebagai salah satu jenis obat herbal ini? Bila belum, yuk kenalan dulu….

Flashback ke awal tahun lalu, hari-hari pertamaku bertugas di kantor baru, kugunakan untuk mengenal lingkungan kerjaku. Tidak hanya ruangan-ruangan kerja saja tentunya, namun juga lingkungan di luar gedung alias halaman dan juga kebun. Ya, berbeda dengan kantor-kantorku terdahulu, tempat tugasku kali ini mempunyai lahan yang cukup luas di sekitar gedung kantor yang juga digunakan sebagai ‘lahan percobaan’ budidaya beragam tanaman pangan maupun hortikultura.

Nah, suatu pagi saat jalan-jalan di luar ruangan, aku melihat beberapa polibag berisi tanaman hijau yang nampak subur. Waaah..ada Anggrek tanah, pikirku waktu itu. Ya, penampilan tanaman itu sangatlah mirip dengan tanaman Anggrek tanah yang pernah kumiliki dulu : daunnya panjang berbentuk pita dengan tulang daun yang khas memanjang sampai ke ujung. Mirip dengan daun Anggrek tanah atau pohon Salak, bukan?

Tanaman Bawang Dayak dengan daunnya yang khas

Tapi, ternyata perkiraanku itu salah. Tanaman yang kulihat itu sama sekali bukanlah Anggrek tanah. Salah seorang rekan baruku mengatakan bahwa nama tanaman itu adalah Bawang Dayak, bukan termasuk tanaman hias sebagaimana Anggrek tanah, namun termasuk tanaman berkhasiat obat.

Karena penasaran, aku pun mencari tahu tentang tanaman itu dan khasiatnya / manfaatnya sebagai obat, dan inilah rangkuman hasil pencarianku itu :

Tentang Bawang Dayak

Bawang Dayak yang sering disebut juga Bawang Sabrang ini mempunyai nama latin Eleutherine palmifolia L.Mer , banyak dibudidayakan di Kalimantan dan masyarakat suku Dayak telah turun temurun memanfaatkannya sebagai obat alternatif.

Meskipun hampir serupa dengan bawang merah biasa, namun Bawang Dayak ini mempunyai kekhasan yaitu umbinya yang berwarna merah terang ini permukaannya lebih licin dan apabila kita mengirisnya, warna merah ini akan tertinggal di kulit kita. Saat mengiris Bawang ini, mata kita juga tidak akan terasa pedih sebagaimana bila kita mengiris Bawang merah.

Kandungan dan manfaat Bawang Dayak

Salah satu artikel pada mediskus-com menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada tumbuhan ini terkandung fitokimia seperti alkaloid, flavaloid, steroid, glikosida, fenolik maupun zat Tanin, yang kesemuanya itu besar perannya bagi kesehatan tubuh.

Dalam artikel tersebut dituliskan juga beberapa manfaat Bawang Dayak antara lain : obat sakit perut, obat flu, anti inflamasi, anti bakteri, anti kanker serviks, mencegah jantung koroner, mengobati diabetes, dll. Namun meskipun demikian, disarankan tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat alternatif ini agar tidak terjadi hal yang tidak diharapkan. Silakan teman-teman gugling untuk mencari tahu lebih rinci ya… 🙂

Oya sayangnya, dari artikel-artikel yang kubaca aku belum juga mendapatkan penyebutan dosis dalam pengobatan tersebut. Mungkin memang perlu konsultasi lebih lanjut bagi yang ingin mengkonsumsi ya…

Bertanam Bawang Dayak

1. Pembibitan

  • Bibit dapat dipilih dari umbi yang telah tua, besar dan kondisinya bagus (tidak ada cacat).
  • Siapkan gelas plastik, isi air secukupnya
  • Tusukkan lidi pada bagian tengah bibit yang terpilih, lalu letakkan pada bibir gelas dengan bagian bawah mengarah ke bagian gelas berisi air
  • Biarkan hingga akar dan tunas muncul, hingga ketinggian tunas sekitar 10 cm, siap untuk dipindahkan ke media tanam
  • Selain langkah-langkah tersebut di atas, dapat juga dilakukan pembibitan dengan membenamkan langsung umbi terpilih di media tanam, setelah tumbuh tunas setinggi 5-10 cm, bibit siap dipindahkan ke tempat yang lebih besar atau langsung dilakukan perawatan bila bibit telah ditanam di pot / polibag besar. Cara ini lebih praktis.

2. Penanaman & Perawatan

  • Setelah tunas siap, pindahkan ke media tanam yang sudah disiapkan (tanah + pupuk kandang / kompos)
  • Dalam setiap pot tanam 2-3 bibit yang telah bertunas, karena makin sedikit jumlah bibit dalam 1 media akan makin baik pertumbuhannya (tidak harus bersaing mendapatkan zat hara)
  • Tempatkan pot dengan bibit baru tersebut di tempat yang teduh, lakukan penyiraman dan pemupukan sesuai kebutuhan, hingga tanaman siap panen

3. Pemanenan

Bawang Dayak yang baru saja dipanen

  • Pemanenan dapat dilakukan sekitar 5-6 bulan. Salah satu tanda tumbuhan ini siap dipanen bila telah muncul bunga-bunganya, yang berukuran mungil dan berwarna putih.
  • Lakukan pemanenan dengan cara menggali di sekitar pokok tanaman, dan mengambil umbinya.
  • Potong daun yang ada, keringkan sebentar di bawah sinar matahari agar tahan dalam penyimpanan, sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut

4. Pengolahan Umbi

Bawang Dayak siap diolah

Umbi Bawang Dayak ini dapat dijadikan simplisia (irisan kering), bubuk atau juga dibuat manisan.

Untuk pembuatan simplisia, bawang dicuci bersih, lalu diiris-iris tipis, selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Selanjutnya dapat disimpan sebelum digunakan / diproses lebih lanjut.

Bila ingin membuat bubuk, maka simplisia yang telah disiapkan tadi bisa digerus / digiling hingga menjadi bubuk yang halus lalu dikemas untuk disimpan / digunakan.

Tahapan pengolahan Bawang Dayak menjadi Simplisia

Bawang Dayak dapat juga dibuat manisan lho… Tapi terus terang aku belum pernah membuat dan mengkonsumsinya, cara pembuatan berikut ini kudapat dari beberapa artikel ya..

  • Pisahkan umbi bawang dengan daun dan akarnya, cuci bersih lalu kukus selama 5 menit.
  • Buat larutan gula (perbandingan gula dan air = 1:1) masak sambil terus diaduk-aduk sampai mengental.
  • Masukkan bawang yang telah dikukus tadi, aduk hingga rata, angkat dan siap dinikmati.

Nah..itu dia perkenalan kita dengan Bawang Dayak, salah satu tanaman berkhasiat obat. Saat ini telah banyak diperjual-belikan secara online juga lho, baik umbinya sebagai bibit, umbi segar, maupun olahannya berbentuk simplisia ataupun bubuk. Oya, adakah teman-teman yang sudah pernah menanam, mengolah atau mengkonsumsi Bawang Dayak ini? Sila bagi cerita di kolom komen ya… Terima kasih..

53 Comments

  1. Aku baru tau soal bawang dayak ini. Sama seperti bawang merah nggak ya ? Etapi itu manfaatnya juga banyak ya mbk. Aku penasaran sm bawang ini yang manisannya.

  2. Jadi penasaran dengan bawang dayak, oh iya bawang dayak ini apa sama dengan bawang biasa bisa dipakai sebagai bumbu masakan? Terus rasanya gimana?

  3. Baru tau saya tentang Bawang Dayak ini. Bentuknya beda dengan bawang yanh kita kenal ya?

  4. Aku juga baru pertama kali ini tahu tentang Bawang Dayak.

    Yang aku tahu cuma Bawang Batak atau lokio, yang biasa dipakai untuk makanan khas Tapanuli Utara, “arsik”. Ada juga yang memakainya sebagai campuran masakan “Goreng Balado”.

    Dan hari ini aku pas BW, di sebuah artikel blogger tentang lumpia Semarang, lokio mentah juga disantap bareng lumpia Semarang.

  5. Pernah dikasih oleh-oleh sama teman kalo aku bilang rasanya lebih manis dibanding bawang lainya dan baunya lebih menyengat

  6. Sekilas sama aja dengan bawang merah biasa tapi lebih lonjong dan merah. Pernah lihat ada yang jualan ini tapi waktu itu ga sempat nanya apa ya khasiatnya sampe dijual khusus gitu.

  7. saya baru tahu ada jenis bawang yang bernama bawang dayak, selama ini tahunya hanya bawang merah, bawang putih sama bawang bombay doang, hehehe 🙂

    tapi kalo dilihat-lihat, bawang dayak ini mirip banget dengan bawang merah yaa, Mba

  8. Aku baru tahu bawang dayak ini, mana bisa buat manisan lagi. Kalau dicampur oseng2 kayanya enak. Warna merahnya bikin mata cerah

  9. Berarti rasanya tidak sepedas bawang merah mungkin ya mbak? Enak dibuat fried onion kaya bawang bombay kali yaa :))

  10. Ini bawangnya lebih besar ya dari bawang biasa, tapi langsing. Enak ngeliatnya. Jadi pengen masak.

  11. Pertama lihat foto di atas kupikir ya mirip banget sama bawang merah. Ternyata punya perbedaan. Terutama soal warna dan efek tidak pedasnya. Ini bisa jadi lahan usaha nih, Mbak.

  12. Warna merah dari bawang dayak bisa tertinggal di tangan, ya? Bagaimana kalau dijadikan pewarna makanan ya? Bisa, kan?

  13. Keliatan ya mbak bedanya sama bawang yg biasa dijual di pasaran. Lebih nendang warnanya.

  14. Aku pernah nemu bawang Dayak ini pas di Care Free day mba. Katanya memang banyak sekali khasiatnya. Aku belum pernah nyoba dan penasaran juga sama rasanya 🙂

    • Kapan2 kalo Nemu lagi dicoba ya mba.. saya penasaran karena yg pernah saya rasakan (pahit) kok berbeda dgn yg dirasakan teman lain..

  15. Bisa dijadikan manisan ya mba, jadi penasaran gimana rasanya. Bawang-bawangan kayaknya nyaris serupa manfaatnya. Salah satunya adalah anti inflamasi, ya mba

  16. Sepertinya beberapa waktu silam sempat booming yaa…
    Karena banyaknya manfaat, maka orang-orang pada beralih pengobatannya menggunakan bawang dayak ini.
    Tapi aku lupa…khasiatnya apa..

    Hanya saat itu, Ibu dan Babe rahimahullah rajin sekali mencari dan mengkonsumsi bawang.

  17. Bawang dayak ini populer ya sekarang. Keren Indonesia punya banyak plasma nutfah banyak banget

  18. Aku dulu pas lihat, ga percaya kalau ini bawang. Aku pikir ada nama lain.
    Bawang Dayak di lidahku ga begitu amis sih…

  19. Aku baru denger kai ini deh mba. Tapi mungkin udah pernah liat sebelumnya 🙂

  20. besar juga ya ukuran bawang dayak ini, aku baru tau loh mbak ada jenis bawang seperti ini

  21. Baru tahu ini Mbak, bagus dong ya klo diiris gak pedis gitu.
    Rasanya gimana ni Mbak klo dijadikan bawang goreng? Mirip bawang merahkah? *penasaran. Belum pernah lihat sih disini.

  22. Aku sering menemukan bawang dayak ini Mbak. Gampang juga mengembangbiakkannya lho.. Tapi jujur, baru tau manfaat dan cara mengolahnya. Aku kira ini cuma tanaman bawang-bawangan buat pemanis taman aja.

  23. aku pernah lihat ada yang jual bawang dayak ini di seputaran masjid raya bandung.. waktu itu belum tau khasiatnya.. trus gak lama, baca majalah trubus.. baru tau dahsyatt.. tau gitu kemarin kemarin belii.. hihihi

  24. aku pernah lihat ada yang jual bawang dayak ini di seputaran masjid raya bandung.. waktu itu belum tau khasiatnya.. trus gak lama, baca majalah trubus.. baru tau dahsyatt.. tau gitu kemarin kemarin belii.. hihi

  25. tanaman tanaman kayak begini harus dilestarikan banget ya mbak
    harus di sosialisasikn juga ke para masyarakat siapa tau ada juga yang mau tanam di rumah nya

  26. Wah baru tahu saya ini, Mbak. Belum ada saya lihat di kota saya. semoga ada yang budi dayakan juga di Makassar

  27. Panjang ya bawangnya. Bisa nih dijadikan penelitian untuk herbal

  28. Wah bru tahu nih bawang dayak…pingin nanem

Leave a Reply

Required fields are marked *.