Ajarkan Anak Lindungi Diri dari Kekerasan Seksual, Bisa kah?

Ajarkan anak lindungi diri dari kekerasan seksual, bisa kah? Hai sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia ya..

Oya, pertanyaan di awal tulisan ini, mungkin pernah juga terlintas di benak sahabat, terlebih ketika kita mendengar / membaca kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Bagaimana perasaan kita saat membaca / mendengar hal tersebut? Tentunya merasa kesal dan marah, bukan?

Terlepas dari kita mengenal atau tidak korban kasus-kasus tersebut, kita pasti sepakat bahwa hal tersebut sangat biadab dan harus dicegah semaksimal mungkin. Masalahnya, bisakah kita mengajarkan kepada anak-anak untuk melindungi diri mereka sendiri dari kekerasan itu?

Jawaban atas pertanyaan itu adalah : bisa dan bahkan sangat perlu!

Ya, sejak dini kita bisa dan sangat perlu mengajarkan kepada anak-anak kita -baik anak laki-laki ataupun perempuan- tentang ketrampilan keselamatan pribadi (personal safety skills) agar anak-anak ini dapat terhindar dari kekerasan seksual.

Lalu, bagaimana caranya?

Beberapa waktu lalu, aku mengikuti pertemuan di lingkungan kantor kami yang membahas tentang hal ini dan inilah ringkasan dari materi tersebut, kubagikan di sini siapa tahu ada yang membutuhkan ya….

Kita dapat mengajarkan anak-anak agar dapat melindungi diri dari kekerasan seksual melalui pengenalan hal-hal dasar berikut ini :

Mengenali (recognize)

Anak-anak harus diajarkan untuk mengenal bagian-bagian tubuh pribadinya, yang TIDAK BOLEH dilihat dan disentuh sembarang orang. Bagian-bagian pribadi itu terdiri dari : mulut, dada, kemaluan dan pantat.

Nak, ini bagian-bagian pribadi kita

Bagian-bagian pribadi yang disebutkan di atas hanya boleh disentuh seperti saat ibu memandikan mereka atau membersihkan mereka setelah buang air, atau saat dokter memeriksa, dengan didampingi oleh orang-tua.

Ajarkan anak untuk mengatakan TIDAK dan menolak apabila :  orang lain menyentuh bagian pribadinya, atau menyuruhnya membuka baju di hadapan orang itu, atau menunjukkan bagian pribadinya, atau menunjukkan film / foto telanjang.

Nak, katakan TIDAK saat…

Mampu bertahan & melaporkan (resist & report)

Apabila mengalami kejadian-kejadian itu, apa yang dapat dilakukan anak-anak? Ajarkan mereka untuk :

* lari ketempat yang ramai

* berteriak minta tolong

* melaporkan kepada orang tua / guru / orang dewasa lain di sekitar mereka.

Lari, teriak dan laporkan ya Nak…

Penting untuk mengajarkan kepada anak agar mau bersifat terbuka atas kejadian-kejadian yang menimpa mereka, agar segera dapat dilakukan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi anak.

Nah.., itulah beberapa hal dasar yang dapat kita ajarkan kepada anak-anak dalam upaya perlindungan diri terhadap kekerasan seksual, selain itu perhatikan juga tips-tips untuk orang tua ini  :

  • Mandikan dan pakaikan baju anak sendiri. Usia anak 3-5 tahun sudah mulai dapat diajarkan untuk memakai baju sendiri.
  • Selalu periksa bagian tubuh anak
  • Jangan biarkan orang tak dikenal menyentuh anak anda
  • Sering-sering ngobrol dan dengarkan anak
  • Sering tunjukkan rasa sayang dan peluk anak
  • Beri pakaian yang sopan
  • Jangan suka memarahi dan menyalahkan anak
  • Berkata baik dan lemah lembut
Tips untuk orang tua

Sahabat, itulah ringkasan materi yang kami terima tentang  pencegahan kekerasan seksual pada anak. Semoga menjadi tambahan wawasan untuk kita dan semoga semua anak-anak kita terhindar dari kekerasan seksual maupun hal-hal buruk lainnya… Aamiin… Jika ada yang mau menambahkan tips lain, silakan share di kolom komen ya…

***

Sumber materi & foto infografis : “Aku Mandiri – Anak Mampu Menjaga Diri” (Leaflet Mitigasi Sosial Anti Kekerasan Seksual pada Anak).

***

#roadto4thGandjelRel #blogchallengeGandjelRel Pekan ke-3 : Perlindungan Anak

92 thoughts on “Ajarkan Anak Lindungi Diri dari Kekerasan Seksual, Bisa kah?”

  1. Wahl, penting banget nih buat ngajarin Shoji dan Rey cara melindungi diri dari kejahatan seksual. Sebagai orang tua juga kudu paham banget keseharian anak ya, jadi anak juga nggak akan sjngkan kalau mau cerita cerita ke kita soal aktivitasnya sehari-hari.

  2. Anak-anakku dulu juga mulai belajar memakai pakaian sendiri saat usia 3 tahun, mbak. Kalo untuk orang asing, sejak mereka bisa diajakin bicara, aku mengajarkan tidak ada yang boleh menyentuh tubuhnya kecuali ibu dan bapaknya aja.

  3. Daerah sensitif memang tidak boleh di pegang.

    Anak perlu mengetahui agar tidak jadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

    Seram dan amit amit kalau anak kita mengalami dan jadi korbannya

  4. Iya ini penting banget, karena parnonya aku sampai berkali-kali jelasi apa saja wilayah tubuh mereka yang tidak boleh dipegang oranglain, dan waktu pelecehan marak..setiap mereka pulang sekolah, pulang main dan dari masjid aku tanyain ada gak yang memegang mereka

  5. Ya Allah, suka ngeri kalau baca kasus-kasus begitu, dan memang betul sebagai ortu nggak setiap saat bisa menjaga anak-anak, sehingga memang anak sebaiknya diajarkan untuk bisa berkata TIDAK dan meminta pertolongan

  6. Memang harus sedini mungkin ngajarin anak perkara ini mbak. Aku juga sering mengingatkan sama nadia apa2 yg ga boleh dipegang orang lain selain mamanya. Kalo sampe ada orang mencurigakan teriak yg keras

    1. Betul Muna..lebih baik dibilang cerewet bolak-balik ngingetin ini-itu drpd ‘kecolongan’.. yekan..

  7. Aku udah mulai ngasih tahu ke Rara nih mbak soal melindungi diri dari kekerasan seksual. Yang paling pertama aku kasih tahu kalo yg boleh pegang badan adek yang ini dan ini cuma bunda ya, kalo yang adek ga kenal jangan mau

  8. Ada lagunya juga ya mba yang sentuhan boleh dan sentuhan tidak boleh, aku juga sudah mulai ajarkan anakku utamanya yang sulun mana yang boleh mana yang tidak dan berani menyuarakan kalau ada yang macam-macam

  9. Ah iya saya jadi ingat saya punya ponakan yang sangat teredukasi baik tentang sex dari sekolahnya. Dan saya rasa Meski orang tua memiliki peranan penting, pendidikan di sekolah juga harus memadai ini. Hehehe

  10. Betul, Mbak. Memang anak-anak perlu dibekali gimana menghindari pelecehan seksual. Infografisnya bagus. Selama ini saya sudah ajarkan sama anak2 gimana menghadapi orang yg tak dikenal dan kudu gimana. Oya ada dalam bentuk lagu juga ya…anak2 dulu sering nyanyikan.

    1. Bagus idenya tuh mba..edukasi lewat lagu2 ya..
      Oya, infografisnya bukan karya saya mba..sudah saya sebutkan di akhir tulisan ya..

  11. Perlu banget dikasih pengetahuan ttg ini anak-anak soalnya sekarang banyak penyusup jahat diluar sana bahkan orang terdekat yang khilaf juga sekarang banyak aku takut banget sebenernya sebagai ibu ya mbak. Izin save posternya ya mbak

  12. BEner banget mbak anak-anak harus tau cara melindungi diri sendiri kalau pas gak ada orangtuanya. Gak maulah ada kejaidan yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan anak-anak kita selalu terhindari dari hal yang jelek.

  13. Anak-anak memang harus belajar tentang ini, tarutama dari rumah. Karena orang tua gak selalu bersama anak. Jadi, anak juga harus belajar melindungi diri sendiri

    1. Ya..betul sekali..kadang anak tak tahu bahwa yang disuruh orang utk dilakukan itu boleh / tidak boleh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *