Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Tak terasa, kita semakin dekat dengan Hari Raya Idul Adha ya.. Pemberangkatan kloter-kloter jemaah haji sudah dimulai sejak awal bulan Juli ini, mungkin hingga awal Agustus nanti.
Untuk jamaah dari Kota Pekalongan pemberangkatannya pada tanggal 20 Juli 2019 lalu, sedangkan jamaah Kab Pekalongan sehari sebelumnya (19 Juli) dan jamaah dari Kab Batang pada tanggal 18 Juli. Kalau rombongan jamaah di daerah kalian, sudah berangkat/belum, teman?
Oh ya, biasanya sebelum hari pemberangkatan itu, rumah calon jamaah haji sudah ramai dengan kedatangan banyak tamu. Sanak saudara, teman dan kerabat mengunjunginya untuk mengucapkan selamat jalan dan mendoakan keselamatan serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Nah, para tamu itu biasanya membawa oleh-oleh atau buah tangan bagi calon jamaah haji, sebagai tanda turut berbahagia atas keberangkatan calon haji tersebut. Buah tangan apa saja yang biasanya dibawa oleh para tamu itu?
Makanan/minuman

Makanan / minuman adalah jenis barang yang paling umum dibawa saat menjenguk calon haji. Adapun jenis makanan dan atau minuman yang dibawa ini bisa dimaksudkan untuk digunakan di rumah calon haji itu (sebagai sumbangan / tambahan bahan menjamu tetamu) atau dimaksudkan untuk dibawa ke tanah suci.

Buah-buahan, makanan basah ataupun kering dapat dibawa sebagai tambahan untuk jamuan tamu di rumah calon haji ini. Aneka cake, roti, cookies, jajan pasar hingga buah-buahan bisa menjadi pilihan untuk tujuan ini. Sirup, kopi, teh, gula bisa jadi pelengkapnya. Insya Allah berguna bagi calon haji karena memang banyak tamu yang harus dijamu, bukan?
Namun bila dimaksudkan untuk dibawa ke tanah suci, tentunya makanan kering yang paling cocok. Abon, Kering Kentang, Kering Tempe, Teri Kacang, Bawang goreng, adalah beberapa makanan / lauk kering yang sering dibawakan ke tanah suci. Sedangkan untuk minumannya, bisa Jahe bubuk, Serbat ,Sekoteng, teh celup dll yang sekiranya khas / minuman kesukaan yang jarang dijual di sana. Siapkan dalam kemasan-kemasan kecil agar mudah dikemas ke dalam tas / koper.

Memang sih di tanah suci jamaah tak kurang-kurang makanan, namun kadangkala kangen makanan rumah, atau sedang kurang selera dengan menu yang disajikan di sana. Nah…,bekal makanan dari rumah sering jadi solusi jitu saat kondisi tersebut 🙂
Pakaian
Meskipun agak jarang, selain makanan / minuman, tamu-tamu dapat membawa oleh-oleh pakaian untuk digunakan di tanah suci. Biasanya buahtangan ini dibawa oleh tamu yang tergolong kerabat dekat. Sarung, baju Koko, gamis, daster panjang, kerudung hingga syal itu beberapa jenis pakaian yang sering kulihat dibawa oleh tamu saat menengok calon haji.
Bila menghadiahkan pakaian atau sepatu, agar dapat digunakan sebagaimana yang diharapkan, tentunya harus dipastikan lebih dahulu ukurannya ya..hehe..
Perlengkapan Ibadah
Nah, buah tangan lain yang juga sering dibawa oleh tamu-tamu yang akan menjenguk calon haji adalah perlengkapan ibadah. Baju ikhrom, mukena, sarung, sarung tangan umroh, kaos kaki wudhu, sepatu haji, counter, dll.
Ah, jadi ingat..waktu akan berangkat haji di Tahun 2011 lalu, sampai ada beberapa baju ikhromku. Dari bank tempat nabung haji, dari KBIH, juga hadiah-hadiah dari keluarga dan sahabat-sahabat. Terima kasih, semua kesayangaaan.. 😘😘
Perlengkapan lainnya
Selain perlengkapan ibadah, tamu dapat pula membawakan perlengkapan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menunjang kelancaran ibadah maupun keseharian di tanah suci. Antara lain perlengkapan mandi ataupun perlengkapan kosmetik yang boleh digunakan saat umroh/haji, pelembab (ini sangat penting nih..), tumbler / tempat minum, juga botol spray.
Ohya, ada salah satu brand kosmetik lokal yang mengeluarkan kosmetik paket haji/umroh termasuk botol spray ini. Botol spray kecil -bagian dari paket haji/umroh ini yang merupakan hadiah dari sahabat waktu itu- sangat berguna bagiku di tanah suci. Diisi zam-zam dan masuk tas kubawa kemana-mana.
Nyaman sekali rasanya setiap kali usai menyemprotkan air zam-zam ke wajah beberapa kali, di siang nan terik.. Atau untuk membersihkan tangan/kaki secara darurat.. Pengalaman menyenangkan itu menginspirasiku untuk memberikan paket yang sama bagi kerabat/teman-teman yang akan berhaji/umroh.. hehe..
Nah Sahabat lalang Ungu, itulah beberapa jenis buah-tangan / oleh-oleh yang dapat kita bawa saat berkunjung ke rumah teman, sahabat atau kerabat yang hendak menunaikan ibadah haji. Oh ya, bila oleh-oleh itu dimaksudkan untuk dibawa ke tanah suci, tentunya jangan diberikan menjelang hari keberangkatan yang sudah dekat, karena pada saat itu koper & tas tentunya sudah tertata rapi siap berangkat..hehe..
Lepas dari semua hal itu, tentunya doa dari kita untuk kesehatan, keselamatan, kemudahan dan kelancaran menunaikan ibadah baik rukun, wajib maupun sunnah bagi calon haji yang akan berangkat itu, adalah pemberian dan bekal terbaik dari kita. Bukankah begitu, teman-teman? ☺
Adakah teman-teman punya cerita juga tentang silaturahmi ke calon haji ini, atau mungkin ada jenis barang lain yang belum kutuliskan di sini? Yuuk..bagi di kolom komen ya..
Kebiasaan Yang Perlu di Rubah.. Pergi Haji Bagi Yang Mampu.. Mampu disini Bukan Berarti Berangkat Kembali Saja, Akan Tetapi Sudah Siap Menanggung Resiko Sebelum Brangkat dan Setelah Kembali Nya… Tidak Jarang di temui Kebiasaan Ini Menjadikan Orang Terpaksa Membawa Buah Tangan Saat Menjenguk… karena di Anggap Tak Lazim di Mata Orang² Jika Tidak Membawa Sesuatu.. Ada Sebuah Kaidah Hukum (Al adatu Muhkamah).. Adat Bisa Menjadi Hukum, Jika Adat Seperti Ini MenjadiHukum, Alangkah Hancurnya Kaidah² Islam…
Komplit banget ini intipan buat bingkisan nenangga ke para calhaj.
Pasti juga berguna buat yg berangkat haji dan keluarganya.
Iya, Bun..insya Allah berkah buat semuanya..
Kalo mau pakaian atau peralatan ibadah paling ngga ya sebulan sebelum pergi ya mba. Jadi pas blm belanja2 orangnya. Makanan jadi kaya samal teri, abon ide bagus tuh.
Betul Rahmi..
Kalau dkampungku kebiasaan klo krmh calon Haji tuh bawa gula, buat apa coba bawa gula?? Kan aneh
Sama sekali nggak aneh lah Mara.. Gula kan diperlukan buat menjamu tamu2 dh minuman manis.. Jadi kebiasaan itu sangat membantu kalau menurutku..
Jadi punya ide nih setelah baca postingan Mba Tanti ini. Bener ya, yang satu set botol kecil-kecil, termasuk botol spray itu, tampaknya akan sangat bermanfaat bagi penerimanya. Kayaknya kecil tapi penuh manfaat.
Betul dik..aku sudah merasakan sendiri manfaatnya hehe..
Aku belum pernah nih berkunjung ke orang yg mau berangkat ibadah haji. Artikelnya berguna untuk suatu hari nanti buat aku. Makasih ya mbak.
Sami2..
Kalau di sini malah uang,Mbak. Bukan buat calon jemaah hajinya, tapi di sana disedekahkan terus didoakan. Baru tau juga tahun lalu pas tetangga mau berangkat haji. Tapi ga tau ya, semua gitu atau ibuk aja. Soalnya kemarin aku datang dengan tangan hampa. Ga tau ada beginian. Jadi malu baca ini. Xixi
Gak hatus juga kok bawa oleh2 gini..yg paling penting kan doanya ya..hehe..
Kalau di desaku umumnya bawa makanan dan amplop. Kalau aku jarang banget ngunjungin orang mau naik haji keknya, sebelum aku pindah Bali sih ada guru ngajiku naik haji, ramai2 ngasih hadiah gamis 🙂
Iya ya, rupanya spray penting juga ya Mba, karena di sana panas.
Oh ada amplop nya juga ya..
Nah, botol spray penting banget! Aku waktu umroh bawa botol spray diisi air zam zam buat semprot semprot ke wajah supaya tetap segar. Plus tumbler untuk isi ulang zam zam 🙂
Masuk rekomendasi dariku juga buat dibawa pas mengunjungi calhaj.
Iyaa…nikmaaat banget semprot2 wajah pakai zam2 di sana..