5 Kunci Keamanan Pangan

Sebelum kita makan, Dik..

cuci tanganmu dulu…

Jagalah kebersihan, Dik..

agar sehat selalu…

Hai Sahabat Lalang Ungu..adakah di antara teman-teman yang masih ingat syair di atas? Ya, itu adalah penggalan syair lagu anak-anak yang diajarkan saat TK / SD zaman dulu…entah kalau anak-anak zaman now diajarkan / tidak ya lagu itu? Sebuah lagu yang mengingatkan kita untuk menjaga kebersihan, makan sayur dan ada etika makan juga..hehe..

Menjaga kebersihan memang sangat penting ya teman, itu sebabnya penting disosialisasikan sejak dini dan hal itu juga merupakan salah satu dari 5 Kunci Keamanan Pangan. Apa saja ke-5 Kunci Keamanan Pangan itu? Berikut ini uraian singkatnya..

5 Kunci Keamanan Pangan

1. Jagalah kebersihan sebelum dan selama mengolah pangan.

Kenapa hal ini penting?

Walaupun kebanyakan mikroba tidak menyebabkan gangguan kesehatan, namun terdapat juga mikroba berbahaya yang tersebar luas di tanah, air, tubuh hewan maupun manusia.

Mikroba ini dapat terbawa oleh tangan, serbet, maupun peralatan masak yang kita gunakan (mis. Talenan), kontak-kontak inilah yang dapat mentransfer mikroba ke makanan yang kemudian masuk ke tubuh kita dan dapat menyebabkan penyakit.

Bagaimana cara menjaga kebersihan itu?

  • Cuci tangan sebelum mengolah pangan dan sesering mungkin selama mengolah pangan.
  • Cucilah tangan sesudah dari toilet atau memegang benda kotor.
  • Cuci dan sanitasi seluruh permukaan yang kontak dengan pangan dan alat yang digunakan untuk mengolah pangan.
  • Jagalah area dapur dan pangan dari serangga, hama dan binatang lainnya.

2. Pisahkan pangan mentah dari pangan matang

Kenapa harus begitu?

Pangan mentah, terutama daging sapi, daging unggas dan hasil laut dan cairan yang ditimbulkannya dapat mengandung mikroba yang berbahaya dan dapat mencemari pangan lainnya selama pengolahan dan penyimpanan.

Bagaimana sebaiknya?

  • Pisahkan daging sapi, daging unggas dan pangan hasil laut dari pangan lainnya.
  • Gunakan peralatan yang terpisah, seperti pisau dan talenan yang berbeda untuk mengolah pangan mentah tersebut.
  • Simpan pangan dalam wadah terpisah, untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang.

3. Masaklah dengan benar

Mengapa ini penting?

Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh hampir semua mikroba berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa memasak pangan dengan suhu internal 70 derajat Celcius dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi. Pengolahan pangan yang benar-benar harus diperhatikan di sini adalah daging cincang, daging panggang utuh, daging potongan besar, ayam utuh dan pangan hasil laut.

Bagaimana cara memasak yang benar?

  • Rebuslah pangan, seperti sup sampai mendidih dan pastikan agar suhu di dalamnya mencapai 70 DerCel. Untuk daging sapi dan unggas, pastikan cairannya bening, tidak berwarna merah muda. Agar lebih yakin dapat gunakan thermometer untuk mengukur.
  • Lakukan proses pemanasan kembali secara benar.

4. Jagalah pangan pada suhu aman

Mengapa harus demikian?

Mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang. Dengan menjaga suhu di bawah 5 DerCel atau di atas 60 DerCel, pertumbuhan mikroba lebih lambat/berhenti. Namun terdapat beberapa mikroba berbahaya tetap dapat tumbuh pada suhu di bawah 5 DerCel.

Cara menjaga pada suhu yang aman :

  • Jangan membiarkan pangan matang lebih dari 2 jam di suhu ruang
  • Simpan segera pangan yang cepat rusak ke dalam lemari pendingin (suhu sebaiknya di bawah 5 DerCel).
  • Pertahankan makanan panas pada suhu lebih dari 60 DerCel sebelum disajikan.
  • Jangan menyimpan pangan terlalu lama dalam lemari pendingin.
  • Jangan biarkan pangan beku mencair pada suhu ruang.

5. Gunakan air dan bahan baku yang aman

Apa pentingnya hal ini?

Bahan baku termasuk air dan es dapat terkontaminasi oleh mikroba dan bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari panganyang rusak dan berjamur. Memilih bahan baku yang baik dan perlakuan sederhana seperti mencuci dan mengupas kulit, dapat mengurangi resiko yang ada.

Bagaimana perlakuan sebaiknya?

  • Gunakan air yang aman atau beri perlakuan agar air aman untuk digunakan.
  • Pilihlah bahan pangan yang segar dan bermutu.
  • Pilihlah cara pengolahan pangan yang menghasilkan pangan aman, misalnya pasteurisasi susu.
  • Cucilah buah dan atau sayur,terutama yang akan dikonsumsi segar.
  • Jangan mengkonsumsi pangan yang sudah kadaluwarsa.

Nah, Sahabat Lalang Ungu..itulah uraian singkat mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan. Mudah-mudahan catatan kecil ini berguna bagi kita dalam menjaga kesehatan keluarga kita. Adakah teman yang punya pengalaman tentang menjaga / memilih pangan yang aman bagi keluarga? Yuk bagi di kolom komen ya… Terima kasiiih…

Sumber materi & gbr : leaflet ‘Lima Kunci Keamanan Pangan’ Dinperpa Kota Pekalongan -2019.

34 thoughts on “5 Kunci Keamanan Pangan”

  1. Terimakasih banyak materi nya sungguh sangat berharga buatku.

    Konsepnya penulisannya beda dengan orang lain mba jadi saya suka

  2. Makasih sudah diingatkan, Mba. Cuci tangan ini memang harus jadi kebiasaan yaa karena tangan yang kotor adalah jalan mudah masuknya penyakit ke tubuh kita

  3. cuci tangan itu hal kecil yang berdampak besar untuk kesehatan, terutama untuk anak-anak. semoga orang tua makin sering mengingatkan anaknya utk rajin cuci tangan sebelum makan

  4. Ini nih salah satu alasan kenapa aku lebih suka masak menu makan keluarga sendiri daripada beli, paling tidak kita tau bahan dan proses masaknya dengan baik

  5. Setuju banget kita harus menjaga kebersihan pangan dengan demikian kt jg menjaga kesehatan tubuh, utamanya jgn pernah menyepelekan cuci tgn sebelum makan

  6. Iya nih mbaaa, hal2 yg tampak “sepele” semacam ini, harusnya kita jadikan pegangan dlm menyajikan bahan pangan ya.
    Supaya sekeluarga sehat dan stroooonggg!

  7. Ops banyak salah nih dan harus di perbaiki. Ternyata harus 70 derajat. Mpo harus masukan pangan jika sudah ada gelembung air tapi tidak tahu berapa derajat.

  8. Cuci tangan tuh penting, aku sudah membiasakan sejak dini ma anak-anak kalau habis ngapain aja trus mau pegang makanan harus cuci tangan dulu.

  9. Hal seperti ini harus diperhatikan. Termasuk kalau kita masak sendiri. Maksudnya ingin membuat makanan yang lebih sehat daripada jajan, malah jadinya bermasalah kalau lalai dengan keamanan pangan

  10. Biasanya tuh cucinya gak bersih, kalau paksu udah bantuin masak.
    Apalagi cuci sayur, dia cucinya bukan di air mengalir gitu, padahal tau sendiri bagaimana pemakaian pestisida pada tanaman sekarang.

    Kalau cuci tangan, Alhamdulillah udah jadi habbit yang baik buat anak-anak saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *