Ingin Praktis Belanja di Pasar Tradisional? Pakai Tumbasin Saja!

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga di awal Tahun 2020 ini tetap sehat dan bahagia ya… Oya tulisanku kali ini adalah ceritaku belajar masak bersama mbakku ketika berkunjung ke rumahnya beberapa waktu lalu, sekaligus berkenalan dengan Tumbasin.

Ingin Praktis Belanja di Pasar Tradisional? Pakai Tumbasin Saja!

Yakin nih belajar masak…atau cuma bantuin mbak masak?

Haha…iya..tahu sendiri kan aku ni Si Awamdapur..jadi yo jelas cuma bantuin masak saja lah.. Istilah belajar masak kan hanya sebagai pemanis kata saja.. 😁

Jadi gini…

Sore itu saat sampai di rumah kakakku di Tegalsari Semarang, aku menjumpai mbakku itu sedang upleg di dapur, menyiapkan makan malam untuk keluarganya. Maka aku pun membantunya sambil ngobrol ngalor-ngidul, maklum jarang ketemu langsung, jadi kalau ketemu adaaa..saja bahan obrolannya hehe..

Oya, aku salut sama mbakku ini, meski sibuk dalam tugasnya sebagai pendidik di salah satu SMA negeri di Semarang, tak lalai akan tugasnya mengurus keluarga, antara lain menyiapkan sarapan dan makan malam bagi keluarga kecilnya.

Seperti sore-sore lainnya, sore itu selepas istirahat sebentar sepulang dari tugas, ia sudah mulai memasak untuk makan malam. Sedangkan untuk persiapan sarapan, biasanya ia bangun sebelum subuh agar sarapan sudah siap sebelum jam 6 pagi karena kebetulan kakak iparku juga guru sehingga jam 6.30 keduanya sudah harus menuju tempat tugas. Sedangkan keponakanku yang masih kuliah sih lebih fleksibel jam berangkatnya..

Pindang Serani Ayam

Oya, sore itu kami masak Pindang Serani Ayam. Pssst, Pindang Serani adalah salah satu makanan favoritku meski termasuk kategori ‘bahaya’. Iyaa…bahaya bagiku karena segarnya masakan ini seringkali membuatku nambah-nambah nasi! Haha..

Kalau yang sering kubeli adalah Pindang Serani berbahan ikan, ternyata kali ini mbakku membuat Pindang Serani berbahan ayam. Eh, bisa juga to? Haha..ini sih pertanyaan dari Si Awamdapur tentunya…

Bahan-bahan Pindang Serani Ayam

Bumbu Pindang Serani Ayam
  • Ayam kampung 1 kg (dipotong 8 atau sesuai selera)
  • Bawang merah 6 siung
  • Bawang putih 3 siung
  • Daun bawang 2 batang
  • Cabe merah sesuai selera
  • Jahe sekitar 2 cm
  • Kunyit sekitar 2 cm
  • Serai 1 batang
  • Daun Salam 2 lembar
  • Lengkuas sekitar 3 cm
  • Tomat 1 bh
  • Kecap asin 2 sdm
  • Air asem Jawa 100 ml
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Air 750 ml
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Cara masak Pindang Serani Ayam

  1. Ayam kampung yang telah dipotong direbus hingga daging lunak.

    Daging ayam untuk Pindang Serani Ayam direbus dulu
  2. Iris-iris 2 siung Bawang merah dan 2 siung Bawang putih. Bamer & Baput sisanya dihaluskan.
  3. Iris Cabe merah, Daun Bawang dan juga Tomat

    Irisan Tomat dan Daun Bawang
  4. Tumis irisan Bamer & Baput bersama cabe, lalu masukkan bumbu halus, jahe, lengkuas, kunyit, serai dan Daun Salam.
  5. Setelah harum, masukkan potongan ayam, kecap asin dan air asam Jawa. Aduk hingga rata dan tambahkan air.
  6. Tambahkan gula dan garam secukupnya, masak hingga mendidih, lalu masukkan potongan Tomat dan Daun Bawang.

    Pindang Serani Ayam dalam proses pemasakan
  7. Koreksi rasa dan Pindang Serani Ayam siap dihidangkan.

Hmm..ternyata nggak terlalu sulit ya membuat Pindang Serani Ayam ini. Kapan-kapan mau coba bikin juga ah, dirumah..hehe.. Oya, hasil masakan lupa  nggak sempat difoto sebelum disajikan, dan langsung ludes! Wkwkw..

“Besok masak apa kita ya?” tanya kakakku setelah kita selesai makan.

“Lodeh Bu Acit, laah..” jawabku spontan. Lodeh masakan mbakku ini memang sudah terkenal sedep di kalangan keluarga kami.

“Mah, lha aku pengen Brokoli ik..” celetuk keponakanku.

“Tenaaang..bisa diatuur.. Kita masak semuanya besok..” jawab mbakku meyakinkan.

“Lha bahan-bahannya sudah ada semua po mbak?” tanyaku.

“Belum sih.. Tapi gampang, kan ada tumbasin,” jawabnya enteng sambil meraih HPnya.

Apa itu Tumbasin?

Tumbasin adalah aplikasi belanja pasar tradisional online yang dirancang untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin berbelanja di pasar tradisional Semarang tanpa harus datang sendiri ke pasar tersebut.

Saat ini, aplikasi yang dirancang oleh Bayu Mahendra dan rekan-rekannya ini memang baru mencakup 4 Pasar di Semarang, yaitu Pasar Peterongan, Pasar Karang Ayu, Pasar Bulu dan Pasar Pedurungan. Mudah-mudah nantinya lebih banyak lagi pasar yang bekerjasama dengan Tumbasin.

Cara berbelanja menggunakan Tumbasin

Ternyata mudah sekali lho..belanja dengan menggunakan Tumbasin ini. Setelah mbakku menjelaskan, aku langsung praktek deh..hehe.. Nih ya..langkah-langkahnya seperti ini :

  1. Unduh app Tumbasin di playstore. Ya itu adalah langkah awal, yaitu kita mengunduh app ini di playstore. Gampang kok..cari saja yg gambarnya kotak berlatar merah, ada gambar tas putih bertuliskan huruf t dan i. Seperti ini nih..

    SS App Tumbasin di Platstore
  2. Lalu buka app Tumbasin yang telah diunduh itu, dan tampilan awal adalah seperti ini :

    Tampilan awal Tumbasin
  3. Pilih pasar dari 4 lokasi pasar yang tersedia dengan meng-klik kotak merah bertuliskan GANTI. Kalau kami saat itu memang pilih Pasar Peterongan yang lebih dekat..hehe.. Ini alternatif pasarnya :

    Pilihan pasar di app Tumbasin
  4. Pilih Jenis Produk. Di bawah kolom nama pasar, ada logo/gambar yang mewakili ke-7 jenis produk yang dipasarkan, yaitu : Sayuran, Lauk-pauk, Bumbu, Seafood, Sembako, Jajanan dan Buah. Klik / ketuk gambar untuk melihat pilihan produk yang tersedia.

    Memilih jenis produk
    Pilih gambar sayuran untuk melihat jenis-jenis sayuran yang tersedia
  5. Setelah pilihan terbuka, scroll untuk mencari produk yang diinginkan, klik pada tulisan ‘tambahkan’ untuk memilih dan ketuk + / – untuk menambah atau mengurangi jumlahnya. Di pojok bawah ada gambar keranjang belanja yang akan menandai jumlah item belanjaan kita.

    Jenis-jenis sayuran di Ps Peterongan
    Jenis-jenis sayuran yang ada di Ps Peterongan saat Tumbasin digunakan
  6. Setelah selesai memilih ketuk gambar keranjang dan kita akan melihat rincian belanjaan kita saat ini.

    Rincian belanja
  7. Ketuk ‘lanjutkan’ bila rincian belanja telah sesuai, dan kita akan sampai pada rincian pesan. Dalam nominal yang tertulis di tahap ini sudah ditambahkan ongkos kirim.

    Rincian pesanan dan biaya yang harus dibayar
  8. Nah selanjutnya tinggal lakukan pembayaran. Oya pembayaran bisa via transfer atau tunai saat pesanan kita datang. Praktis kan?
  9. Setelah langkah-langkah ini selesai kita tinggal menunggu datangnya pesanan. Untuk mbakku memang seringnya pesan pada sore / malam, dan pesanan itu diantar keesokan harinya.

Keuntungan menggunakan Tumbasin

Nah..mudah dan praktis ya.. Memang kepraktisan adalah salah satu dari banyak keuntungan kita belanja melalui Tumbasin, keuntungan-keuntungan itu adalah sbb :

  • Praktis. Belanja ke pasar tradisional jadi semakin mudah. Bahkan setiap bulan ada promo lho..
  • Hemat Waktu. Dengan belanja melalui Tumbasin, waktu yang harusnya untuk ke pasar itu bisa kita gunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain.
  • Garansi kualitas. Konsumen boleh melakukan klaim apabila tidak puas dengan kualitas barang yang dipesan. Klaim harus dilakukan pada hari yang sama ya..
  • On demand serviceBatas waktu order sampai jam 8.00 pagi dengan batas maksimal pengantaran jam 11.00 siang. Untuk pesanan setelah jam 8 pagi diantarkan hari berikutnya.
  • Order malam hari. Tumbasin juga melayani pemesanan pada malam hari lho, dan jika pemesanan sehari sebelumnya ini bisa request jam pengantaran. Asyik kan?

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah pengalaman kami menggunakan Tumbasin. Kata mbakku, aplikasi Tumbasin ini sangat membantunya yang tidak bisa ke pasar setiap hari atau sewaktu-waktu. Dengan waktu terbatas yang dimilikinya, ia merasa sangat terbantu dengan Tumbasin dalam melakukan tugas-tugasnya selaku Ibu Rumah Tangga. Demikianlah, #BerbelanjaDiPasarTradisionalJadiMudah dengan Tumbasin. Bagaimana dengan kalian, punya pengalaman belanja dengan Tumbasin juga kah? Yuk bagi ceritanya di kolom komen yaa…

Baca juga : Menyimak Foodprep a la Diah Didi di Tumbasin Weekend Gathering

51 thoughts on “Ingin Praktis Belanja di Pasar Tradisional? Pakai Tumbasin Saja!”

  1. Wah menarik nih buat pindang serani di rumah. Aku save ya blogpostnya Mbak, pas banget lagi pusing mikir buat resep apa buat masak kalau liburan.

  2. wow pelopor nih aplikasi belanja online pasar tradisional, di depok belum ada deh sepertinya.. menarik banget ini.. aku termasuk yang suka belanja di pasar tradisional karena masih seger seger sayuran daging dan ikannya.. praktis banget ini ya.. pesanan sebelum jam 8 pagi bisa sampai dirumah maksima jam 11 siang.. langsung masak masak deh

  3. Praktis nih ya mba belanja pake Tumbasin. Bisa pesan di malam hari dan pagi udah diantar. Siap untuk dimasak keesokan harinya.
    Aku mau nyobain juga aaahh… paling deket kayaknya ya Pasar Peterongan juga.

  4. Woow…pasar zaman now keren banget.
    Tinggal klak-klik, bisa langsung dapet apa yang dipinginin.
    Sayangnya kalo ga ke pasar, jadi hilang senin tawar-menawar yaa..

    Kalo barang yang dibeli gak sesuai, bisa protes ga, kak?

  5. Bisa aja mbak Mechta kalau pindang seruni ayam berbahaya ternyata saking enaknya ya sampai nambah terus. Aku lupa pakah pernah makan pindag seruni atau belum. Kalau dilihat dari kuahnya sih terlihat segar banget ya mbak.
    Wah ternyata sekarang ada aplikasi belanha di pasar tradisonal ya.

  6. Wah keren nih aplikasi tumbasin ya mbak, mau masak apapun tak perlu ribet harus keluar rumah dan belanja. Semoga suatu saat aplikasi ini ada di Bali supaya saya tidak terjebak macet saat belanja kebutuhan dapur.

  7. Wah sayang cuma ada di Semarang ya. Belanja di pasar itu nyenengin, sayur & daging segar2, belum masuk pendingin. Semoga nantinya di kotaku ada aplikasi ini

  8. Saya sempat mikir upleg itu apa. Kirain bahasa inggris hihihi…

    Pindang itu khasnya di tomat sama cabenya ya mbak. Bener ini, ngabisin nasi.

    Boleh juga nih dicoba resepnya.

  9. uuwwww, ya ampuuun sekrang serba praktis ya mbak.. nggak perlu repot2 ke pasar tinggal pesan sayuran pakai app tumbasin.. sayangnya ditempatku blm ada ya, hihi

  10. Keren banget pasar di Semarang..ini aplikasi bisa dipakai di luar empat pasar tersebut gak sih? Andaikan di Cianjur juga sudah ada pelayanan seperti ini…

  11. Weh, pindang serani tapi daging. Boleh coba nih. Aku biasanya pakai ikan. Terus sekarang ada Tumbasin. Halah kok enak gini. Aku sebenarnya lebih suka ke pasar sendiri. Tapi kalau ribet, kali aja bisa ya coba aplikasi ini

  12. Waah asyiknya kalo makanan dengan bumbu selengkap Pindang Serani, bisa belanjanya lewat Tumbasin. Tinggal duduk manis di rumah ya. Kadang yang bikin mikir kan pergi belanja ke pasarnya, apalagi di musim hujan begini.

    BTW, bumbu pindang seraninya kayaknya oke juga buat ikan ya, Mbak Tanti?

Leave a Reply to Ida Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *