LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Panorama sawah di Svargabumi
Panorama sawah di Svargabumi

Rangkaian Kenangan JOTS 2020 di Magelang : Kuliner, Wisata Alam, Edukasi dan Budaya

| 38 Comments

Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu.. Masih meneruskan cerita dari serunya kegiatan JOTS 2020 Kab Semarang dan Magelang nih.. Setelah mengunjungi destinasi wisata di Kab Semarang pada hari pertama dan hari kedua, maka selanjutnya giliran kunjungan ke destinasi wisata di Kab. Magelang yang akan kutuliskan kali ini.

Pada Minggu (8/11/2020) siang, rombongan meninggalkan kawasan wisata alam Gumuk Reco Sepakung, menuju Magelang. Hampir jam 2 siang ketika kami memasuki kota Magelang dan bersiap mencicip menu makan siang yang istimewa.

Apa tuh, menu istimewanya?

Kuliner khas Magelang tentunya! Makanan berkuah yang segeeer dan khas Magelang, apa hayooo??

Menikmati Sop Senerek

Yup, itulah Sop Senerek khas Magelang. Siang itu kami menuju ke salah satu tujuan wisata kuliner Magelang yang legendaris yaitu “Sop Senerek Pak Parto” yang berlokasi di Jl. Jend. Sudirman, Magersari (Terminal Lama) Magelang.

Sop Senerek Pak Parto

Tampak depan Warung Sop Senerek Pak Parto

Seperti apa sih Sop Senerek itu?

Makanan khas Magelang yang satu ini adalah masakan Sop dengan isian daging sapi / jerohan dan sayur-sayuran yang terdiri dari Wortel, Bayam dan…Kacang Merah. Nah, Kacang Merah inilah yang menjadi ciri khas dari kuliner berkuah satu ini. Kuahnya bening segar dengan citarasa gurih yang pas di lidahku. Cocok banget disantap dengan nasi hangat dan bisa ditambahkan gorengan seperti tahu / tempe / bakwan jagung sebagai pelengkapnya. Yummy… 😋

Sop Senerek khas Magelang

Puas menikmati Sop Senerek itu, rombongan pun berkemas, melanjutkan perjalanan menuju penginapan untuk beristirahat sejenak sebelum meneruskan rangkaian acara yang telah dipersiapkan.

Balkondes Saka Pitu Tegalarum

Balkondes Saka Pitu Tegalarum

Halaman depan Balkondes Saka Pitu Tegalarum

Penginapan yang kita tuju siang itu adalah homestay bernama Balkondes Saka Pitu yang berlokasi di Jl. Raya Salaman-Borobudur Km 5, Desa Tegalarum Kec Borobudur Kab Magelang.

Balkondes, apa itu?

Balai Ekonomi Desa (Balkondes) merupakan program penguatan perekonomian masyarakat desa yang didukung oleh BUMN dan dioperasionalkan oleh BUMDes setempat. Balkondes ini telah tersebar di desa-desa wisata, dan salah satunya adalah Balkondes Saka Pitu Tegalarum ini yang merupakan binaan dari PT Angkasapura II.

Homestay unik Balkondes Saka Pitu

Homestay Balkondes Saka Pitu Tegalarum, bentuknya unik 😍

Saka Pitu itu sendiri ternyata bukan sekedar nama, namun mempunyai makna yang dalam. Dari beberapa artikel di dunia maya yang kubaca, nama ini berasal dari 2 kata dalam Bahasa Jawa yaitu ‘Saka’ dan ‘Pitu’. Saka  berarti tiang / penyangga, melambangkan pendirian teguh masyarakat Jawa dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan Pitu selain berarti ‘tujuh’ juga merupakan bagian dari tuntunan perilaku : pitutur (perkataan); pituwas (nasehat); pituduh (petunjuk); pituhu (perilaku); pitungan ( perhitungan); dan pitulungan (pertolongan).

Homestay kecil Balkondes Tegalarum

Homestay no 2 di Balkondes Saka Pitu Tegalarum, tempat menginap kami kemarin

Balkondes Saka Pitu Tegalarum ini terdiri dari 7 rumah / homestay dengan total kamar 17 dengan kapasitas 2 orang/kamar. Ada homestay kecil (2 kamar, kapasitas 4 orang) dan homestay besar (3 kamar, kapasitas 6 orang). Masing-masing homestay terdiri dari 2 lantai, dengan bentuk yang unik dan instagramable 😍

Interior Homestay Balkondes Saka Pitu

Tempat tidur di lt 1 & 2 Homestay 2 Balkondes Saka Pitu

Desa Bahasa Borobudur

Malamnya kami berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur yang berlokasi di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo Kec. Borobudur Kab. Magelang. Oya, ini adalah kunjungan kedua bagiku, yang pertama di tahun 2016 bersama teman2 IIDN Semarang & Blogger Gandjel Rel. Dan ternyata, kondisinya sudah jauuh berubah. Desa Bahasa Borobudur kini mangklingi! 🙂

Baca juga : Berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur

Tempat pertemuan di Desa Bahasa Borobudur

Seingatku..tempat pertemuan ini, dulu berupa lapangan rumput terbuka, tempat kami balapan theklek waktu itu 😊

Namun keramahan para pengelola Desa Bahasa Borobudur ini tetap seperti dulu. Pendiri Desa Bahasa Borobudur -Mr. Hani Sutrisno- dan teman-teman pengelola Desa Bahasa Borobudur ini menyambut kami dengan ramah dan bersahabat di Minggu malam 8/11/2020 lalu. Selain sajian makan malam yang nikmat, hiburan musik dan sulap, kami juga diajak belajar menghafal 16 Tenses dengan cara mudah, dan yang paling asyik…bermain angklung bersama! 😍

Bermain angklung di Desa Bahasa Borobudur

Bermain angklung bersama di Desa Bahasa Borobudur (Foto : Disporapar Jateng)

Svargabumi Borobudur

Svargabumi Borobudur

Selamat datang di Svargabumi

Keesokan harinya, destinasi wisata Kab Magelang yang pertama kami kunjungi di hari terakhir JOTS2020 Kab Semarang & Magelang ini adalah sebuah destinasi wisata yang relatif baru, namun sudah hits di kalangan milenial dan foto-fotonya banyak bertebaran menghiasi feed Instagram.

Svargabumi itulah nama destinasi wisata yang berlokasi di Jl. Borobudur – Ngadiharjo, Kec. Borobudur Kab. Magelang. Baru diresmikan pada Bulan Agustus 2020 lalu, destinasi wisata ini bisa menjadi jujugan bagi pecinta fotografi karena menyediakan 25 spot foto instagramable dengan panorama persawahan nan fotogenik yang menjadi daya tarik utamanya. Oya, tiket masuk Svargabumi ini Rp.25.000/orang.

Panorama sawah di Svargabumi

Panorama persawahan fotogenik menjadi salah satu daya tarik Svargabumi

Spot foto di Svargabumi

Jangan lupa bawa perangkat pepotoan kalau ke sini yaa…

Berpose di Svargabumi

Punya teman jago motret, itu berkah.. hehe.. Trims fotonya, Yasir..

Sebagai salah satu destinasi wisata yang telah direkomendasikan oleh Satgas Covid19 setempat, pengelola Svargabumi juga telah menerapkan protokol kesehatan dan senantiasa mengingatkan pengunjungnya akan hal ini.

Protokol kesehatan di Svargabumi

Jangan lupa 3M tetap diterapkan yaa…

Oya, saat jalan-jalan di sana kemarin, aku sempat melihat seseorang yang sedang menggarap sawah di sana. Kudekati dan ajak ngobrol, ternyata beliau petani yang sedang nyawah pagi itu. Pak Heri nama beliau, petani beneran lho..bukan pegawai yang sedang cosplay jadi petani untuk menarik perhatian pengunjung. Hehe..

Ternyata ada kerjasama yang saling menguntungkan antara pengelola (PT Svargabumi) dengan sekitar 15 petani pemilik lahan di sana. Pengelola menyewa lahan dari petani, dan tetap mengizinkan petani melakukan usaha taninya di sana, bahkan membantu dengan pemberian bibit dan pupuk, sementara hasilnya nanti adalah untuk para petani tersebut. Wah..bagus ya..semoga kerjasama baik ini lestari. Dan mudah-mudahan meskipun lingkungan persawahan ini menjadi berbeda, tidak berpengaruh pada sarana-prasarana pertanian dan produksi padi para petani ini. Aamiin..

Petani di Svargabumi

Pak Heri sedang merawat tanaman padinya

Omah Mbudur

Kunjungan selanjutnya adalah ke Omah Mbudur yang berlokasi di Dusun Jowahan, Wanurejo, Borobudur Kab. Magelang. Tapi kami tidak hanya duduk manis di lokasi ini saja, kami diajak berkeliling ke beberapa UMKM di sekitar Borobudur ini, Tilik Ndeso itu istilah yang disebutkan Pak Nur –founder Omah Mbudur- untuk kegiatan jalan-jalan ini.

Tilik Ndeso Omah Mbudur

Dengan menggunakan kereta kelinci / Odong-odong kami mengunjungi beberapa UMKM yang mempunyai usaha ekonomi produktif unggulan di kawasan sekitar Borobudur.

  • Ashfa Madu. UMKM yang bergerak di ternak Lebah dan pengolahan madu ini berlokasi di Desa Tanjungsari Borobudur. Di sini kami mendapat penjelasan tentang pengambilan madu dan pengolahannya.
    Protokol Kesehatan di Ashfa Madu

    Ngantri cuci tangan sebelum masuk ke Ashfa Madu

    Asfha Madu Borobudur

    Mendengar penjelasan tentang panen madu

    Memegang Sarang Lebah Madu

    Ternyata memegang sarang penuh lebah madu, ada triknya 🙂

  • UMKM Gula Jawa. Kunjungan berikutnya adalah ke rumah salah seorang pengrajin Gula Jawa. Meskipun saat itu sedang tidak ada pembuatan Gula Jawa, kami mendapat penjelasan mengenai proses pembuatannya, dan mencicip hasilnya..hehe..

    Gula Jawa Boeobudur

    Ini Gula Jawa hasil IRT di Borobudur, masih diolah secara tradisional…

  • UMKM Rengginang. Dari lokasi pembuatan Gula Jawa kami melanjutkan perjalanan ke UMKM Pembuatan Rengginang di Kampung Tingal. Ibu Yatin, yang memproduksi rengginang di sini dibantu para Lansia yang ada di sekitar rumah beliau. Wah..salut kepada Ibu Yatin dan kawan-kawan. Selain Rengginang, produksi lainnya aneka cemilan tradisional, a.l Kripik Singkong, Kripik Gadung, dll.

    Pawon Desa

    Pawon / dapur tradisional yang masih digunakan dalam pembuatan Rengginang dll..

Jamuan Makan Siang & Hiburan di Omah Mbudur

Dari Kampung Tingal kami kembali ke Omah Mbudur lagi untuk makan siang dan menyaksikan tarian. Oya, jamuan di Omah Mbudur ini berkesan sekali untukku, baik minuman tradisionalnya yaitu Wedang Empon-empon juga menu makan siang yang mirasa alias nikmat.

Wedang Empon-empon Omah Mbudur

Wedang Empon-empon, welcome drink a la Omah MBudur. Sedeeeeep…

Menu Makan Siang Omah Mbudur

Ini isi piringku siang itu. Psst, Iwak Kali nya itu, wenaaaak… 😋

Siang itu kami juga berkesempatan menyaksikan tarian persembahan Sanggar Seni Laskar Bambu Runcing dari SMK Muhamadiyah 1 Muntilan yang menampilkan fragmen Sendra Tari Ramayana dan Tari Keprajuritan.

Tarian di Omah Mbudur

Perang tanding Buta Cakil melawan Hanoman, bagian dari fragmen Ramayana yang ditampilkan siang itu

Sebelum pulang kami sempat ngobrol dengan Bp Noeryanto -pendiri Omah Mbudur- seorang seniman yang sempat lama berkreasi di Bali sebelum kemudian pulang kembali pada Tahun 1999 karena bercita-cita memajukan desa kelahirannya. Beliau mendirikan Omah Mbudur dengan kegiatan-kegiatan seni budaya yang ada di sana dengan tujuan utama nguri-uri budaya dan melestarikan Budi Pekerti warisan leluhur.

Obrolan dengan pendiri Omah Mbudur

Ngobrol bersama Pak Nur, pendiri Omah Mbudur (Foto by Disporapar Jateng)

Sahabat Lalang Ungu, kunjungan ke Omah Mbudur ini adalah akhir dari kebersamaan kami di kegiatan Jateng On The Spot 2020 Kab Semarang dan Magelang. Seru sekali kegiatan ini, pengen mengulang destinasi-destinasi wisata ini lain kali bersama keluarga ataupun sahabat-sahabatku. Pasti seruuu..

Terima kasih Disporapar Jateng atas kesempatan yang diberikan padaku untuk mengikuti kegiatan keren ini. Terima kasih juga untuk teman-teman seperjalanan kali ini yang menjadikan kebersamaan selama 3 hari ini sangat berkesan. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya 😊

Tulisan JOTS2020 lainnya : Menikmati Sore Indah di Bandungan

38 Comments

  1. Haha…salah fokus sama pak heri yang lagi nyawah beneran.

    Gula jawanya dijual online ga, mbak?

  2. Wah, titik2 t4 wisata yg dikunjungi bagus2 ya. Psnginapan 2 lantainya unik. Hidangan Serenepnya suegeeer sisan ya mbak? Semula mau tanya JOTS2020 itu artinya apa? Untung gak nanya karena akhirnya ketemu juga kepanjangannya: Jateng On The Spot2020. 10 or maybe more then 10 years bunda ke Magelang jelas tzk sri dah sekarang ya. Untung msh ada kel yg tinggal di Magelang
    (para keponakan) udzh moling2an sih indya Allsh Si Covid 29 bubrah siap2 ke Magelang. Aamijn

  3. Tadinya saya gak tau sop senerek. Ternyata sop kacang merah. Tetapi, sop senerek harus dikasih bayam dan wortel juga, ya?

  4. Aku baru ini liat sop senerek bun, bedanya ada kacang merah dan campur bayam ya. Jadi kepikiran kapan2 bikin sop senerek juga.

  5. klo liat foto-fotonya…jadi pngen fotofoto untuk konten di medsos, apalagi di lokasi di persawahan,,,indonesia tuh emang indah dan beragam pemandangannya

  6. Saya baru tau Sop Senerek khas dari Magelang ini, Mbak. Ternyata ada kacang merah di dalamnya ya. Jadi ingin nyicipin juga.

    Rangkaian kegiatan JOTS 2020 banyak juga ya, dari mulai menikmati kuliner sampai pertunjukan seni budaya

  7. Subhanallah bikin takjub mbak. Saya masih penasaran sama sop senerek, jadi pengen nyoba browsing nyari resepnya. Tertarik banget lihat balkondes saka pitu, asri banget bangunannya, pasti betah menginap disini ya mbak…apalagi kegiatannya padat dan menyenangkan. Bisa nambah pengetahuan dan informasi.

  8. Unik ya sopnya. Bisa gitu bayam wortel kayak bayam bening biasanya. Tapi ada kacang merahnya ya. Ituntemapt penginapan nya ya apik banget

  9. Masya Allah, perjalanan yg luar biasa seru dan pasti membahagiakan.
    Dari semua tempat wisata yang ada di dalam.foto, saya paling sukaa pemandangan di Svargabumi. Kreatif banget pengelolanya. Keren euy

  10. waaah mba keren – keren smua ini tempat yang didatangi. Saya ke Magelang udah lama banget, tahun 2013 kalau ngga salah. Perlu segera mampir ke sini lagi nih.. suka dengan Balkondesnya mbaaa. Asli kereen

  11. Bagus ya konsep wisata alamnya, karena sekaligus mengedukasi masyarakat juga dan mengenalkan pada kebudayan setempat. btw jadi pengen nyicipin sopnya deh, kayaknya beda dengan sup yang biasa aku buat

  12. seru banget acaranya. Aku baru tau nih sayur senerek itu ternyata bening dan isinya berbagai macam sayuran juga ya, ka.
    Btw, tempat penginapannya nyaman banget ya bikin betah disana deh. Pokoknya seru banget perjalanannya, ada edukasinya juga

  13. Kak Tantii…
    Itu enak banget megang sarang lebahnya.
    HIhii…gak akan morat-marit kan yaa.. ((panik))

  14. Huaaa nyaman banget tempatnya cocok buat staycation atau sekedar melepas penat ya. Jadi inget terakhir ke Magelang tuh pas SD hehe dah lama banget ga kesana.

  15. Ternyata di Magelang juga banyak tempat wisata, dan kebanyakan aku tuh belum pernah denger, dan paling tertarik di Svargabumi, pemandangan swah bikin ademin mata. Jadi kepengen bisa berkunjung ke kota ini.

  16. Aku gagal fokus sama penginapan Balkondes Saka Pitu
    Asri, dengan semi bangunan mirip cottage.
    Perjalanan nya seru dan menarik ya mba..ga cuma sekedar senang 2 tapi ada nilai edukasi termasuk lebih jauh melihat pemberdayaan umkm

  17. Wah..aku dapat info nih ttg hal ini..dan jadi bisa nambah wawasan. TFS ya..

  18. Lengkap ya agendanya ini. Kok bikin betah ya di sini. Pas pandemi gini pum virtual tetap menarik lho ya mba e…
    Suwon informasinya.

Leave a Reply

Required fields are marked *.