Tulisan kita lah yang akan mengekalkan kita, meski kelak kita tak lagi ada di dunia ini. (Indari Mastuti, 2021)
Petikan pernyataan Teh Indari Mastuti Sang Founder Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang kudengar kemarin saat mengikuti puncak acara Festival Perempuan 2021, sangat mengena di hatiku. Menyemangatiku untuk terus menulis dan menulis.
Dan jujur ku harus nyatakan di sini, bukan hanya sepenggal kalimat itu saja yang menginspirasiku. Masih banyak petikan-petikan kalimat maupun tips-tips dari para pembicara sepanjang acara tersebut yang inspiratif dan memberi pencerahan bagiku. Ah, begini saja.. Berikut ini, akan kutuliskan pengalamanku mengikuti puncak acara Festival Perempuan 2021 yang berlangsung secara virtual pada Sabtu, 19 Juni 2021 lalu ya..
Tentang Festival Perempuan 2021

Festival Perempuan 2021 ini adalah sebuah event yang diselenggarakan oleh Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dalam rangka anniversary 11 tahun IIDN berkarya.
Berlangsung sejak Bulan Mei hingga Juni 2021, festival ini menggelar berbagai kegiatan keren yang terdiri dari parade buku, talkshow, virtual make up class, dan juga kompetisi menulis baik di instagram maupun blog, dll.
Puncak Acara Festival Perempuan 2021
Nah, sebagaimana telah kusebutkan sebelumnya, puncak acara Festival Perempuan 2021 ini telah berlangsung secara virtual pada 19 Juni 2021 lalu, sebuah sharing session tentang kepenulisan dan peluang literasi digital, bersama 3 anggota IIDN yang sudah ‘malang-melintang’ di dunia kepenulisan dan blogging ini yaitu mbak Mugniar Marakarma, mbak Damar Aisyah dan mbak Wiwin Pratiwanggini.
Sambutan dan Laporan Ketua Umum IIDN

Setelah dibuka oleh host acara yaitu mba Alfa Kurnia dari Divisi Blog IIDN, pembicara pertama yaitu mbak Widyanti Yuliandari menyampaikan laporannya selaku Ketua Umum IIDN sejak tahun 2017.
Setelah mendengar paparan mbak Wid, aku merasa salut dan angkat topi tinggi-tinggi untuk mbak Wid beserta seluruh jajaran pengurus IIDN yang telah bekerja keras mengelola komunitas yang saat ini beranggotakan sekitar 22 ribu orang dengan berbagai karakter dan latar belakang. Pasti bukan pekerjaan yang mudah, namun alhamdulillah di bawah pengelolaan Ketua dan seluruh pengurus yang solid telah banyak capaian yang diperoleh IIDN hingga di tahun ke-11 usianya kini. Bravo IIDN!! 👏
Sambutan Founder IIDN

Selanjutnya Teh Indari Mastuti selaku founder IIDN memberikan sambutannya, yang diawali dengan cerita flashback saat awal pembentukan IIDN yang meskipun kondisi sulit namun tak mengurungkan niatnya mempertahankan komunitas yang baru dibentuk ini, sebagai penyemangat sesama perempuan dengan segala permasalahannya.
Beliau menyatakan mendapat kekuatan dari komunitas ini sehingga ingin selalu menyebarkan kekuatan dan semangat yang sama pada perempuan-perempuan anggota IIDN.
IIDN lahir untuk saling menguatkan antar perempuan. Agar bisa saling berkolaborasi dan terdorong untuk menjadi lebih kuat, lebih hebat, lebih luar biasa, lebih produktif, lebih menghasilkan. Meskipun kaki perempuan-perempuan ini mengakar kuat di rumah, namun tangan-tangannya mampu merengkuh dunia seluas-luasnya, melalui tulisan-tulisannya.
Dengan pemanfaatan teknologi melalui internet, baik itu blog, sosial media, dll semua bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang produktif melalui tulisan. Tulisan yang akan abadi dan mengekalkan penulisnya.
Sharing Session Kepenulisan dan Peluang Literasi Digital

Saat ini, peluang usaha bagi penulis bukan hanya melalui penerbitan buku. Peluang literasi digital kian beragam, bisa berbentuk peluang review produk, liputan acara, copy writing, content placement di blog/sosial media, dll.
Dari paparan dan diskusi dengan ke-3 blogger dan penulis anggota IIDN yang berbagi pengalamannya kali ini, kucatat ada beberapa point penting yang mempengaruhi kesuksesan sebagai penulis/blogger/influencer yang mendapatkan manfaat dari berbagai peluang literasi digital yaitu:
1. Menjaga Konsistensi Menulis
Konsistensi menulis itu penting, karena dari sinilah kita akan dikenal. Brand atau calon klien tentunya akan melihat hal ini juga. Blog yang jarang ter-update misalnya, kurang memberi nilai lebih pada blogger dalam persaingan meraih peluang usaha.
Bagaimana tips menjaga konsistensi menulis ini?
Menulis setiap hari adalah kuncinya. Selalu luangkan waktu/kesempatan untuk menulis setiap hari, dengan menggunakan sarana/alat bantu apapun. Teh Indari mencontohkan, beliau menggunakan chanel-chanel di Telegram untuk dapat menulis setiap hari, sejak dari outline hingga pengembangannya, sebelum kemudian memindahkannya ke file pada software yang sesuai.
Dan yang tak kalah penting adalah menumbuhkan mindset bahwa ‘saya bisa/mampu mengalokasikan waktu untuk menulis setiap hari, apapun kondisinya’. Dengan pemikiran yang sudah tertanam dalam diri seperti ini maka kita akan terkondisi untuk meluangkan waktu untuk menulis setiap hari sesuai dengan mindset kita.
Lalu bagaimana dengan cara mengatur waktu antara aktivitas menulis dan tugas keseharian kita?
Menentukan prioritas kegiatan adalah yang pertama, sebelum kemudian membuat rencana misalnya menggunakan to do list sesuai dengan prioritas tersebut. Mengawali hari dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri/me time meski sebentar juga bisa membantu mengumpulkan energi untuk menjalani hari dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan.
Menentukan target harian juga bisa dilakukan dalam manajemen waktu kita sehingga penggunaan waktu terencana dan tidak ada yang terbuang sia-sia. Mbak Mugniar bahkan mentargetkan setiap bulan minimal membuat 9 tulisan, kalau bisa sampai 15 tulisan lebih bagus. Wow..kereen deh! Bagaimana denganku? Hihi..bisa update blog seminggu sekali adalah targetku saat ini 🙂
2. Mau Belajar dan Mencoba Hal Baru
Meningkatkan ketrampilan di bidang kepenulisan dan blogging itu sangat perlu. Karena segala sesuatunya dinamis/terus berkembang, sehingga untuk dapat sukses kita harus terus belajar bahkan tak segan mencoba hal-hal baru yang sekiranya akan meningkatkan performa kita atau bisa membuka peluang-peluang baru.
3. Bergabung dan Berkembang bersama Komunitas Penulis/Blogger.
Komunitas bisa menjadi tempat belajar dan saling menyemangati bagi penulis/blogger. Tempat berproses untuk menjadi penulis/blogger yang lebih berkualitas. Komunitas juga bisa menjadi salah satu pintu rezeki yang membuka peluang-peluang penghasilan ataupun pembelajaran bagi anggotanya.
Menurut Teh Indari, komunitas juga bisa menjadi tempat kita belajar memahami orang lain dan berendah hati dalam berinteraksi dengan orang lain. Pernyataan ini berdasarkan pengalamannya mengelola IIDN dan komunitas lainnya.
4. Menjaga Integritas Dalam Penyelesaian Tugas/Job Yang Diterima
Pada saat job sudah diterima dan kesepakatan sudah terjadi, maka menjadi kewajiban blogger/influencer untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan brief yang diterima.
Keberhasilan/kegagalan dalam menjalankan tugas sesuai kesepakatan akan menjadi catatan positif/negatif yang bisa mempengaruhi terbuka/tertutupnya peluang-peluang selanjutnya. Mencermati brief dan disiplin menjalankannya adalah salah satu kunci di sini.
Dalam menjaga integritas penyelesaian job ini mbak Damar mencontohkan bahwa beliau selalu memasang standar dalam setiap pekerjaannya. Tidak mau setengah-setengah dan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Selain itu juga menjalin komunikasi yang baik dengan klien sehingga masing-masing tahu pasti apa yang diharapkan dan tidak terjadi salah paham.
5. Menjaga Performa Blog & Meningkatkan Kualitas Tulisan
Performa blog sangat penting dalam membuka peluang literasi digital, oleh karena itu kita harus menjaga dan meningkatkannya antara lain melalui parameter-parameter kinerja blog yang seringkali menjadi acuan dari calon klien. Misalnya angka DA/PA, DR, page view, spam score, kecepatan blog, SEO friendly, dll.
Selain itu yang tak kalah pentingnya berperan dalam ‘mengundang’ job adalah kualitas tulisan. Tulisan yang terstruktur dengan baik selain membuat nyaman dan mengundang interaksi positif pembaca juga dapat memberikan pengaruh positif dalam optimasi blog.
Kesanku Tentang IIDN dan Festival Perempuan 2021
Alhamdulillah, sejak menjadi anggota komunitas IIDN ini aku mendapat banyak manfaat. Meskipun baru aktif sejak setahun terakhir ini, ada banyak hal positif yang kudapatkan dari keterlibatanku di IIDN.
Terpacu untuk produktif, mendapat ilmu-ilmu baru dan membuka wawasan melalui kegiatan pelatihan ataupun talkshow yang kuikuti, kesempatan menulis untuk buku antologi maupun (insya Allah) buku solo, bahkan beberapa peluang job adalah sebagian kecil yang kudapatkan di sini.
Baca juga : Menimba Ilmu Optimalkan Peluang Blog
Yang lebih terasa lagi adalah semangat kebersamaan dalam komunitas ini. Berbagi hal positif dan saling menginspirasi banyak kutemui dalam kebersamaanku dengan IIDN selama ini. Alhamdulillah…
Adapun tentang penyelenggaraan Festival Perempuan Indonesia ini sendiri aku sangat terkesan. Mengikuti event-event yang diselenggarakan dalam festival ini sangat membuka wawasanku dan tentu saja menyenangkan. Semoga, acara-acara keren seperti ini masih akan banyak diselenggarakan di masa yang akan datang.
Selamat 11 tahun berkarya, IIDN.. Semoga terus eksis, semakin sukses, maju bersama seluruh anggotanya dan mewujudkan moto IIDN Berkarya, Berdaya dan Bahagia.

Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah ceritaku mengikuti puncak acara Festival Perempuan 2021. Seru yaa.. Apakah kalian juga mengikuti kegiatan-kegiatan di Festival Perempuan 2021 ini? Yuk, ceritakan pengalaman kalian di komen yaa.. Terima kasih..
Komunitas blogger emang penting. Senang IIDN makin banyak kegiatan positif yang bagus buat blogger menambah kemampuannya
iya mba..sata pribadi telah merasakan manfaat bergabung dlm komunitas2 blogger..
Sudah lama saya enggak bersentuhan dengan IIDN lagi mbak, aduh jadi kangen deh baca ini. Dulu saya sempat jadi duta bukunya IIDN lho pas awal awal IIDN berdiri. Barakallah IIDN semoga tambah maju lagi yaa.
ayook mba..aktif lagi di IIDN..
Semakin kompak dan sukses selalu untuk IIDN.
Langkah kecil yang dilakukan bersama seperti ini tentu akan menjadi penguat bagi para perempuan di Indonesia untuk terus berkarya yang positif dan mengembangkan diri.
Menulis, salah satunya.
Bahagia banget bisa mengenal IIDN.
tos duluu..aku oun bahagiaaa bisa bergabung dg ibu2 keren di IIDN..
Intinya kalau niat nyemplung di dunia bloger, jangan pernah berhenti untuk belajar yaa..
Kudu terus update ilmu dan jangan lupa berbagi, walau sedikit.
nah iya…aku setuju nih pendapat ini..
Wah acara-acaranya seru banget ya ..menarik dan bermanfaat. Alhamdulillah…. senang banget nih ….
iya mba..alhamdulillah, mendapat banyak inspirasi di IIDN
Acara IIDN tahun ini membuka pikiran saya untuk belajar ngeblog. Setelah 11 tahun baru kenal IIDN. Yah, walaupun terlambat, ada rasa syukur karena diberi kesempatan untuk ikut festival perempuan 2021.
tak ada kata terlambat untuk hal2 positif bukan mba? yuuk..asyik2 ngeblog kita..
Komunitas IIDN ini sejak dulu memang hebat memberdayakan wanita ya, Mba. AKu tahu sejak awal aku membuka facebook dan gabung, tapi waktu itu masih aktif di group yang UMKMnya, jualan online gitu sama menulis juga
iya mba..banyak energi positif di sini..
hmm, saya orangnya gimana mood, susah ya, pantesan ga sukses2 wkwkwkk gimana ya biar nggak bergantung sama mood 🙂
hihi..aku juga sih mba.. ni lagi berusaha kalahkan kondisi gak.mood..hehe..
wah kompak selalu ya komunitas IIDN, sudah 11 tahun loh.
Tetap menginspirasi dan menebar kebaikan untuk banyak orang yaa, sehat selalu :))
insya Allah.. aamiin..
Terima kasih sharing acaranya mba Tanti, saya jadi nambah ilmu dan semangat, khususnya dalam konsisten menulis, perlu penyemangat banget utk sekarang ini. Bawaannya malas duluan.
Keren IIDN sudah 11 tahun. Semoga terus menginspirasi ibu-ibu dalam kepenulisan.
terima kasih juga sudah mampir dan membaca post ini mba..
Setuju banget kalau tulisan kita lah yang akan bikin nama kita tetap abadi.
karena itu pula saya mulai nulis blog dulu, hehe
nah toss dulu mbaa..
Wah 3 nama hit. Mba Mugniar Marakarma aku familiar nih namanya entah udah ktm apa belum ora pentinglah dua nama berikutnya , mbak Damar Aisyah dan mbak Wiwin Pratiwanggini rasanya belum pnh ktm tapi hebat hebat euy
sama mbaa..nama2 ketiga mbak keren ini sudah sangat akrab juga dengan karya2 mereka..
Ahhh..IIDN kesayangan aku juga nih..udah 11 tahun ya..makin besar makin banyak anggota..Semoga makin bermanfaat ya bagi buibu se Indonesia.. Selamat ultah IIDN..
Aamiin..insya Allah menebar nanyak manfaat ya mba..
aww . seru banget acaranya. terimakasih udah di ulas mba. aku jadi makin paham terkait penulisan dan peluang literasi digital.
Selamat ulang tahun IIDN, Semoga makin maju dan berkembang..
terima kadih sudah membaca mba.
semoga bermanfaat ya..
Wah seruuunya puncak acara Festival Perempuan 2021, sharing sessionnya bermanfaat sekali. Konsistensi menulis nih yang masih butuh perjuangan buatku hahaha, kadang muncul malesnya hiks. Ternyata sudah 11 th ya IIDN, semoga makin sukses, makin menginspirasi perempuan Indonesia.
iya mba..aku juga masih harus berjuang menjaga konsistensi ini, hehe
Ga nyangka aja IIDN suda berumur 11 tahun, pastinya sudah banyak membina banyak ibu-ibu untuk menulis yaaa. Semoga sukses selalu
aamiin
Terimakasih banyak semua ulasannya. Saya tidak mengikuti serangkaian cara IIDN ini karena ada banyak hal yang jadi kendala. Kecewa tapi setelah membaca artikel artikel Mbak alhamdulillah saya gak terlalu tertinggal nih informasi. Sekali lagi terima kasih ya
terima kasih kembali, Teh..
MasyaAllah banget ya Mbak Tan
bikin IIDN regional Pantura kita mbak yuk
pas kapan itu teh Indari cari kota-kota aku daftarin pekalongan pemalang tapi lupa belum tengok lagi
yuuk…kita colek teman2 laian di Pantura ya..
seru banget pastiny ya mbak, sevisi misi bergerak bersama menjadi bermanfaat lewat tulisan kita.
yups..begitulah..
Alhamdulillah sudah 11 tahun aja. IIDN sudah banyak menginspirasi perempuan Indonesia. Semoga IIDN makin bermanfaat
Aamiin..
Teh Indari memang perempuan yang sangat menginspirasi. Tapi masih belum bisa meniru tipsnya untuk bisa konsisten menulis di blog. Apalah daya aku yang moody ini
sama mba..aku juga moody tapi kalau mau sukses seperri mereka maka kita harus bisa singkirkan sifat moody kita, hehe..
Bapak Bapak Doyan Nulis ada nggak ya ?
bikiiin Paaak..jangan mo kalah, hehe..