LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Lebaran 2022 Kami Sungguh Berbeda

| 24 Comments

Lalang Ungu. Gema takbir bersahut-sahutan mengiringi perjalanan kami di malam takbiran tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2022 lalu, beberapa saat setelah pemerintah mengumumkan bahwa Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022.

malam takbiran 2022

Menuju Semarang di Malam Takbiran 2022

Perjalanan kami malam itu menuju ke Kota Semarang, ke rumah masa kecil kami yang kami putuskan akan menjadi tempat lebaran kami tahun ini, setelah tahun-tahun sebelumnya selalu lebaran di Pekalongan bersama Ibu.

Sebuah keputusan mendadak sebenarnya, baru kita putuskan sekitar seminggu sebelumnya. Awalnya ketika aku merasa sepertinya tak kuat hati untuk melakukan kebiasaan kami menjelang hingga hari lebaran, di rumah Pekalongan.

Ya, semua terasa berbeda sekarang. Sejak awal ramadan hingga menjelang akhir masih terasa menyesakkan dada karena ini ramadan dan lebaran pertama kami tanpa almh Ibu. Sejak awal ramadan pun sudah terasa berat dan begitu sering air mata berlinang tiba-tiba karena kenangan akan kebiasaan-kebiasaan yang kami lakukan bersama beliau saat ramadan dan mempersiapkan lebaran.

Lalu adik mengusulkan untuk lebaran di rumah Semarang saja. Kalau biasanya baru sehabis sholat Id kami berangkat ke Semarang lanjut Salatiga untuk nyekar ke makam alm bapak juga kakek-nenek dan leluhur lainnya, maka kali ini kami berangkat malam takbiran, sholat Id di sana lalu nyekar bapak-ibu-simbah, sebelum kembali ke Pekalongan.

Begitulah yang akhirnya kami lakukan. ‘Memangkas’ beberapa kebiasaan menjelang dan saat lebaran, karena merasa belum sanggup untuk melakukannya tanpa kehadiran Ibu di sisi kami.

Tak ada kehebohan memilih seragaman lebaran. Tak ada keseruan bersama membuat selongsong ketupat sambil ngobrol ngalor-ngidul di hari ke-29 ramadan. Tak ada kehebohan di dapur, setahun sekali masak ‘menu wajib’ lebaran a la Ibu yaitu ketupat, gudeg, opor ayam dan sambal goreng. Kali ini aku hanya membuat sedikit gudeg dan sambal goreng hati untuk disantap bersama keluarga di Semarang, selebihnya kakak yang menyiapkan di sana.

Pagi hari Idul Fitri 1443 H pun terasa sepi bagi kami. Berjalan kaki dari rumah menuju masjid kami lakukan dalam hening. Sesekali melempar senyum dan bertukar sapa dengan beberapa keluarga tetangga yang kami temui. Sesekali melintas kenangan saat mendorong kursi roda Ibu menuju masjid untuk sholat Id di tahun-tahun sebelumnya. Kangen… 😢

Air mata kembali mengalir di pipi ketika pulang ke rumah setelah sholat Id. Tak lagi ada Ibu yang akan duduk menerima sungkem dari kami anak-cucu beliau. Maka kami pun hanya saling bersalaman dan berpelukan, saling memaafkan di hari fitri kali ini, sambil kuyakin masing-masing memendam kecamuk rasa yang hampir sama di dalam hatinya.

Sepiring menu lebaran

Sepiring menu lebaran kali ini

Suasana santap lebaran setelah itu pun tak seheboh biasanya, meskipun yang terhidang di meja tak beda dari tahun-tahun sebelumnya. Resep yang sama, dimasak oleh tangan-tangan yang sama, tapi rupanya suasana berbeda membuat hidangan tak senikmat biasanya.. Aah..

Puncak rasa haru adalah saat di makam. Sowan bapak-ibu, namun tak lagi bisa bertatap muka. Tak lagi bisa memeluk langsung. Hanya melalui lantunan doa kami sampaikan semua rindu yang terpendam. Hanya taburan kuntum-kuntum mawar putih di atas makam beliau berdua yang menjadi saksi perjumpaan kami.. 😢

Makam Bapak Ibu

Assalamualaikum Bapak, Ibu… Kangeeeen..

Ramadan dan lebaran kali ini, sungguh berbeda bagi kami dan tak akan pernah sama seperti dulu lagi. Namun, seberat apapun semua tetap harus kami lalui. Bapak, Ibu, Mbak An, Simbah..semua sudah damai di sisi-Nya, tinggal kami di sini meneruskan langkah menapaki takdir kami masing-masing hingga batas yang telah ditentukan-Nya kelak. Bismillah..

Demikianlah cerita lebaran kami kali ini. Bagaimana cerita lebaran kalian, teman?

Sahabat Lalang Ungu terkasih, selamat Idul Fitri 1443 H bagi yang merayakannya, dan mohon maaf lahir batin atas semua khilaf kata dan lakuku selama silaturahmi kita.. Selamat liburan juga yaaa…

Lebaran's Greeting

Selamat Idul Fitri 1443 H, Mohon maaf lahir dan batin

24 Comments

  1. Berkaca-kaca saat membacanya. al fatihah untuk alm ibunda.

  2. Sedih baca tiap paragrafnya. Yang tabah ya kaak.
    Alfatihah untuk alm ayahanda dan ibunda

  3. Makam ibunda masih seger ya, Mbak Tanti. Baru sajakah meninggalnya? Aku ikut bela sungkawa.

    Aku sangat senang mendengar Mbak Tanti masih berkumpul dengan saudara-saudara untuk merayakan lebaran.
    Keluarga yang lain, saudara-saudaranya kebanyakan tidak guyub lagi semenjak orang tua mereka meninggal.

  4. Turut berbelasungkawa mbak Tanti. Semoga almarhumah ibu khusnul khatimah ya.

    Tahun ini kebetulan ramadan saya juga sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, gegara terserang DB. Akhirnya 1/3 akhir ramadan saya pun berantakan.

    Tapi tetap saja masih ada yang saya syukuri, yaitu kebersamaan keluarga yang somehow makin erat karena kejadian ini

    • terima kasih doa dan supportnya mas.. oya semoga kondisi srkarang sudah sehat kembali ya..

  5. Turut berduka cita dan semoga almarhumah Ibu-nya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

    Memang setiap lebaran ini, terkadang terasa sedih juga karena kita nggak pernah tahu siapa yang masih menetap dan siapa yang akan pergi. Di lebaran tahun ini, kedua kakek-nenek dari ayah dan ibu saya, juga sudah tak ada.

    Ada rasa yang beda saja, dari tiba-tiba ramai, lalu menjadi sepi.

    • Terima kasih doa & supportnya.. memang bgmn pun kita harus bisa menerima kondisi yg ada saat ini ya..

  6. Ikut berduka cita ya mbak
    Semoga Ibu diampuni dosa-dosanya
    Lebaran kali ini memang berbeda ya mbak,pasti sedih
    Tapi tetap harus diiklaskan ya mbak
    Selamat lebaran mbak, maaf lahir dan batin

  7. Tidak Ada Mudik Tahun Ini

    Jika dijadikan sebuah judul maka begitulah hasilnya.

    Untuk tahun ini, dan tahun tahun sebelumnya masih belum bisa Mudik.
    Jika sebelumnya terkendali oleh aturan pemerintah perihal pandemi, untuk tahun ini, alhamdulillah, karena mendapatkan mandat untuk jaga kantor alias tetap masuk bekerja di hari ketiga lebaran.

    Ya mau bagaimana lagi, kadang hidup selucu itu, penuh kejutan. Namun, alhamdulillah keluarga di kampung mengerti dengan kondisi saya saat ini.

  8. Nderek belasungkawa, kak Tanti.
    Semoga Ibu rahimahullah mendapatkan sebaik-baik tempat dan untuk keluarga yang ditinggalkan bisa terus diberi kemudahan dan ketabahan.

    Taqaballahu minna wa minkum.
    Semoga Lebaran demi lebaran menjadi hal yang tak terlupakan karena silaturahm antar saudara tetap terjaga dengan hangat.

  9. Kalau saya nyaris Lebaran di Rumah Sakit karena jelang akhir Ramadan harus masuk IGD tanpa sebelumnya terpikir ke sana.
    Sakit yang ditakdirkan membuat saya banyak muhasabah diri di ranjang pasien bahwa usaha menjaga kesehatan pun ternyata tidak cukup tanpa berdoa dan mengharap Allah senantiasa menjaga.

  10. Mbakkkkkkkkkk peluk virtual ya,….
    Aku ikut sesek membacanya. Sungguh aku ikut merasakan apa yang mbak ceritakan. Tahun ini kondisi lebaran kami juga berbeda.

    Beberapa hal, salah satunya ibu mertua meninggal di awal Ramadhan dan lagi ibuku sendiri masuk RS karena gejala struk. Akibatnya lebaran yang biasanya hiruk pikuk. Suasana bener2 berkurang.

    I feel you mbak.
    Bener adanya, meski terhidang makanan nikmat namun suasana berbeda jadinya ada yang kurang.

    Aku jadi teringat ibuku mbak. Mohon doanya ya mbak atas kesembuhan beliau.

    Dan aku turut berduka cita atas kepergian ibunda mbak. Semoga yang telah pergi mendapat tempat terbaik di sisiNya. Aamiin.

    Semoga kerukunan antar sanak saudara mbak juga terjaga selalu. Sehat-sehat y Mbak.

  11. Peluk mbak Tanti. Kalau ngkmongin soal orang tua pasti mberes Mili deh aku. Semoga orang tua diberi tempat terbaik di sana ya mbak. Alhamdulillah tahun ini masih berkumpul dengan saudara lain ya mbak…selamat lebaran juga ya mbak

  12. Lebaran kali ini memang berbeda banget, orang-orang semua pada mudik sampai rumah-rumah di komplek terasa sangat sepi tidak ada penghuninya dan saya sendiri masih menetap dirumah sendiri tidak mudik.

    Turut berbela sungkawa untuk ayah dan ibunya yaa, semngat terus!

Leave a Reply

Required fields are marked *.