Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu… Bagaimana kabar hari ini? Semoga tetap sehat dan bahagia yaa… Sahabat, kali ini aku akan menuliskan kenangan kunjungan kami ke Yogyakarta di akhir tahun 2022 kemarin.
Dalam perjalanan singkat waktu itu, selain berkunjung ke Lorong Sayur Juminahan dan juga tempat pengolahan Mie Alamie, kami sempat berkunjung ke 2 wisata Yogyakarta yaitu Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Yuk ikuti cerita kunjungan kami sejak dari terminal Ngabean, Keraton, Taman Sari hingga kembali ke Ngabean.

Shuttle Si Thole
Tujuan wisata kami adalah ke Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Karena menggunakan bus, dari penginapan di daerah Malioboro kami tidak bisa langsung sampai ke lingkungan Keraton, melainkan transit di taman parkir Ngabean, lalu menggunakan shuttle Si Thole menuju Keraton dan Taman Sari PP.
Kendaraan ini mudah ditemukan dengan bentuknya yang khas yaitu microbus berwarna hijau cerah dengan banyak jendela sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan selama perjalanan. Oya, armada Si Thole ini dikelola oleh koperasi dan beroperasi untuk rute kawasan Njeron Beteng : Keraton, Taman Sari, Sonobudoyo, dll. Harga tiketnya Rp 5.000,- per orang sekali jalan atau tiket terusan Rp 15.000,- Untuk 1 mobil muat 15 orang dewasa.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Obyek wisata Keraton Yogya atau tepatnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terletak di pusat kota Jogja, tepatnya di Jl. Rotowijayan Blok No 1 Panembahan, Kec Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mulai dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755 M dan sampai saat ini masih menjadi tempat kediaman resmi Sultan. Kawasan Keraton meliputi seluruh area di dalam Benteng Baluwarti, alun-alun Utara & Selatan, gapura gladag, kompleks Masjid Gedhe Yogyakarta dan tentunya area kedhaton / bagian inti Keraton yang luasnya sekitar 14 hektar.
Pada kunjungan kemarin kami memilih untuk didampingi guide yang sudah disediakan oleh Dinas Pariwisata setempat, agar dapat lebih mengenal tentang Keraton, bagian-bagiannya dan juga sejarahnya.
Alhamdulillah ibu pendamping memberikan penjelasan dengan runtut dan gamblang sehingga kami sangat menikmati kunjungan tersebut. Dimulai dari pelataran Kamandungan Lor atau sering disebut juga sebagai pelataran Keben karena ada pohon Keben besar di pelataran ini. Di sini ada Bangsal Pancaniti, Bale Antiwahana dan Bale Pacaosan.

Kemudian melalui regol Kamandungan menuju ke pelataran selanjutnya yaitu pelataran Srimanganti di mana terdapat bangunan Bangsal Srimanganti (saat ini digunakan untuk pertunjukan seni), bangsal Trajumas (penyimpanan beberapa benda pustaka Keraton) dan bangunan-bangunan pendukung lainnya.



Dari Srimanganti selanjutnya kami menuju kedhaton yaitu pelataran utama Keraton yang mempunyai 2 bangunan utama yaitu Bangsal Kencana dan Gedhong Prabayaksa serta bangunan-bangunan pendukung lainnya, antara lain Gedhong Jene, Bangsal Mandalasana, dll. Bangsal Kencana digunakan sebagai tempat upacara-upacara penting, letaknya berhadapan dengan Kasatriyan. Sedangkan Gedhong Jene atau gedung kuning dahulu merupakan rumah tinggal Sri Sultan namun sekarang difungsikan sebagai kantor resmi Sultan dan tempat menerima tamu-tamu resmi Keraton.



Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Museum yang didirikan untuk mengenang dan sebagai penghormatan terhadap Sri Sultan Hamengkubuwono IX ini merupakan salah satu dari beberapa museum yang ada di Keraton ini, diresmikan sejak 18 November 1990 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Di dalam museum ini pengunjung diajak untuk lebih mengenal sosok Hamengkubuwono IX yang bukan hanya tokoh lokal karena merupakan Sultan Yogja namun juga tokoh nasional, salah seorang Wakil Presiden Republik Indonesia.


Selain foto-foto dokumentasi, perlengkapan pribadi maupun perlengkapan Keraton yang digunakan oleh Sultan HB IX, dalam museum ini juga terdapat regalia yaitu benda-benda pusaka yang melambangkan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang Sultan dalam memimpin negara dan rakyatnya.

Waktu dhuhur sudah tiba ketika kami selesai berkeliling museum dan area Keraton, setelah berpamitan dengan ibu pendamping kami pun bergegas kembali keluar melalui pelataran Keben, dan mampir ke masjid Rotowijayan untuk sholat dhuhur sebelum ke Tamansari.
Pesanggrahan Taman Sari
Selanjutnya Si Thole mengantar kami meninggalkan Keraton menuju ke Taman Sari di daerah Patehan Kec Keraton Kota Yogyakarta. Oya ini adalah kunjungan pertama ku ke tempat wisata ini, meskipun sudah berkali-kali ingin ke sana setiap kali ke Jogja sebelumnya tapi ada saja halangan sehingga aku antusias dengan kunjungan kali ini.

Taman Sari ini merupakan sebuah taman air yang dahulu terletak di dalam benteng, mulai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan Sultan dan keluarga.
Kolam-kolam luas dengan air nan jernih serta latar belakang dinding benteng dan ornamen-ornamen yang ada di Taman Sari ini memang membuat hasrat pepotoan menyala-nyala 😁 Ada 3 kolam besar di Taman Sari, yaitu Umbul Panguras (untuk raja), Umbul Kawitan (untuk putri-putri raja) dan Umbul Pamucar (untuk selir-selir raja).

Sebenarnya di Taman Sari masih banyak spot-spot yang belum kulihat siang menuju sore kala itu, ada Sumur Gumuling, Gedong Kenanga, Gapura Panggung, yang menurut foto-foto yang kulihat dan ulasan yang kubaca sebelumnya semuanya cantik dan menarik untuk dikunjungi. Namun karena satu dan lain hal kemarin aku tak dapat melihat semuanya. Mudah-mudahan berkesempatan datang lagi untuk eksplor tempat wisata yang cantik ini.

Guide yang mengantar kami mengingatkan bahwa batas akhir jam operasional Si Thole dari Taman Sari segera akan tiba, itu sebabnya setelah berpose bersama dengan latar belakang Gapura Agung Taman Sari itu kami pun bergegas menuju pintu keluar dari Taman Sari menuju halte Si Thole. Perjalanan menuju halte itu melewati pedagang-pedagang cinderamata, dan gang pemukiman penduduk sekitar Taman Sari.

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita jalan-jalan singkat kami ke Keraton Yogyakarta dan Taman Sari, dengan di antar Si Thole. Asyik juga lho..lain kali ingin juga menggunakan jasa Si Thole untuk mengunjungi tempat wisata lain di Yogyakarta misalnya Museum Sonobudoyo, Taman Pintar, dll.
Apakah kalian juga sudah mengunjungi tempat-tempat wisata ini? Yuk bagi kisahnya di kolom komen yaa ..
melihat foto-foto Mba Tanti, waktu ke yogyakarta tahun 2007 lalu, sepertinya Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah salah satu tempat yang kami kunjungi deh. Kayaknya saya harus cari foto-fotonya nih, hehehe
Kalau saya, lihat kolam dengan air yang jernih itu bawaannya bukan mau pepotoan, tapi pengen nyebur. Hahahaha. Seger bener euy itu airnya. Benar-benar kehidupan kerajaan yaa itu, kebayang dulu sekeluarga punya kawasan pemandian sendiri.
Asiknya bisa masuk ke Keraton dan menjelajah dalamnya. Aku sama suami dua kali ke Yogya, malah pas lagi ada acara apa gitu dan keraton ditutup. Hiks. Next harus dijadwalin ulang nih wisata dan jalan-jalan ke Yogyakarta.
Dari dulu pengen ke Taman Sari Yogya belum kesampean aja 🙁 Pengen poto2 cantik disitu hehehe…
Wah asyik banget jalan2 ke keraton Yogya. Aku belum pernah sih. Kalau keraton Solo malah udahan.
Pengen banget kesana…
Aku paling sukaaa sama wisata ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Karena kenangan masa kecilku saat diajak ke keraton, Ibu membelikanku gelang dari salah satu pengrajin perak di sekitaran keraton.
Sejak saat itu, kenangan manis itu selalu aku simpan dan ingin kembali wisata keraton untuk mengenalkan budaya Jawa pada anak-anakku.
Daku belum pernah ke sana Bu.
Pasti menyenangkan ya melihat keraton, sambil menambah edukasi juga tentang khasanah budaya plus ya sambil liburan juga hehe
Wah seru banget ini jalan-jalan ke keraton. Bisa lihat-lihat bangunan dan berbagai halnya ya di sana. Aku kalo ke Jogja belom pernah deh main dan lihat-lihat keraton. Semoga bisa segera main ke Jogja lagi. Kepengen deh lihat keraton secara nyata yang biasanya aku lihat di tv dan Youtube aja. 😀
Dulu pernah ke Taman Sari, nyepeda dari Amplaz, mbak. Sayangnya masih kepagian, jadi belum buka. Masih sepiii… ndak bisa masuk. Pengin juga nih explore Jogja ke beberapa tempat yang ditulis ini dan ngerasain naik Si Thole.
Mbak aku baru tahu soal shuttle bus-nya. Terakhir ke sana tahun 2019 apa 2018an gak pernah tau hehe. InsyaAllah kalau tidak ada halangan aku juga mau ke Yogya mau liat Taman Sari dan Keraton. Kusimpen siapa tau bisa jadi referensi.
Terakhir ke Taman Sari tuh ada kolam yang direnovasi, sekarang udah cakep lagi dan terisi penuh air ya TFS.
senangnya mbaaaa…aku juga kalau ke Jogja selalu ke sini, walaupun udah bolak – balik mampir ya mba. Tempatnya cantik soalnya
Kalau saya lihat air jernih gitu malah berhasrat pengen nyebur. Berenang maksudnya hahaha. Itu aslinya masih suka dipakai gak, Mbak? Atau udah jadi tempat berkunjung wisatawan aja?
sayangnya saya waktu ke Jogja kemarin belum sempat ke Keraton dan Taman Sari Yogyakarta ini Mbak, padahal sebenarnya pengen banget, biar bisa foto-foto dong tentunya, hehehheh. Apa daya ke Jogja waktu itu memang bukan tujuan jalan-jalan sih yang utama tapi berobat hehehh.
Tapi sempat deng waktu itu ke Taman Pintar dan juga Taman Pelangi 🙂
dan tentu saja sempat ke Malioboro juga sejenak, hehehh
Loh, aku punya rumah di Juminahan mbak, warisan dari almarhum mertua tapi aku nggak tinggal disana wkwkwk.
Aku malah gatau ada lorong sayur disana padahal KTPku sana. Wah bukan warga yg baik.
Semoga jalan2 ke Krataon & Tamansarinya menyenangkan dan mengesankkan.
Seru banget berkunjung ke keraton dan taman sari Yogya dianter si Thole, mba.
Saya sudah lama banget mengunjungi ke Keraton dan Taman Sari Yogya.
Kapan waktu harus diulang dengan nak remaja agar dia ingat pernah wisata ke sana.
Anak-anak belum pernah diajak main ke Yogyakarta nih Mbak. Padahal mbah buyutnya kelahiran sana he he. Semoga ada kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. Jalan-jalan ke tempat seperti ini bisa sekaligus jadi edukasi untuk anak-anak.
Dulu waktu kuliah seeing banget ke keraton jogja, Karena Ada tugas kuliah, kadang juga Karna nonton pertunjukan, pernah kkl juga disana. Pas baca penjelasannya bikin Aku nostalgia Jaman dulu
Akk kangen pengen piknik ke Jogja dan jadi turis di sana seseruan dengan teman-teman naik bus hihi aku belum pernah ke Taman Sari nih dulu nggak sempat mampir
Terakhir ke keraton jaman aku masih muda, mba. Hahahaa, agak lupa lupa ingat, tapi sempat nonton pertunjukan wayang kulit karena si sulung suka. Untuk naik si Thole harus registrasi atau langsung aja nunggu di halte nya, mba?
Langsung di haltenya bisa mba
Aku sudah pernah mengunjungi keraton dan taman sari Yogyakarta. Mendatangi tempat-tempat begini tuh jadi bikin aku mikir. Gimana ya kehidupan orang-orang saat keraton dan taman sarinya baru-baru dibuat? Semacam itu.