Catatan Umrah Plus Turki 17 Hari (11): Berkunjung ke Sultanahmet Square Istanbul

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini kembali akan kulanjutkan cerita pengalaman kami saat menjalani umrah plus Turki beberapa waktu lalu, khususnya saat mengunjungi beberapa lokawisata di sekitar Lapangan Sultanahmet/ Sultanahmet Square di Istanbul.  Cerita sebelumnya yang ini.

Apa saja yang kami lihat di area Sultanahmet Square dan sekitarnya? Berikut catatanku tentang hal ini.

Hippodrome Konstantinopel

Setelah mampir makan siang di Warung Ibu Dedeh dan belanja suvenir di Bazar Indonesia, kami kemudian berjalan kaki menuju pusat area bersejarah Hippodrome Konstantinopel yang saat ini lebih dikenal sebagai area Sultanahmet Meydani ataupun Sultanahmet Square.

Lokasi maksi dan berburu suvenir di Istanbul siang itu

Konon, pada zaman Kekaisaran Bizantium terdapat sebuah pusat sosial, olahraga dan juga arena pacuan kuda di Konstantinopel yang disebut Hippodrome. 

Hippodrome ini dibangun pada awal abad 2 Masehi oleh Septimius Severus dan saat ini masih ada sisa-sisa dinding Hippodrome tersebut di beberapa lokasi dan salah satunya di sisi jalan / seberang tempat kami makan siang itu

Sisa dinding Hippodrome yang terlihat di seberang Warung Bu Dedeh Istanbul

Setelah beberapa menit berjalan kami pun sampai ke sebuah area terbuka berlantaikan paving blok yang terlihat memanjang bersih dan rapih dengan deretan pepohonan di samping kanan-kirinya dan yang paling menarik perhatian adalah dua tugu batu yang menjulang tinggi di tengah area lapangan tersebut.

Lho…itu kok ada lukisan khas Mesir di dinding tugu batunya?

Obelisk Theodosius di Sultanahmet Square Istanbul

Ahmed -guide kami- kemudian menjelaskan bahwa apa yang kami lihat tersebut memang sebuah Obelisk Mesir yang disebut sebagai Obelisk Theodosius. Sebuah Obelisk milik Fir’aun Tutmoses III yang didirikan kembali di area Hippodrome Konstantinopel tersebut oleh Theodosius I pada abad ke-4 Masehi.

Terdapat pula Obelisk lainnya di area ini yang disebut Obelisk Konstantinus dan berada di sisi Selatan lapangan Sultanahmet ini. Obelisk setinggi 32 m ini dibangun oleh Konstantinus I pada abad ke-7 Masehi dengan menggunakan material batu kasar dan tanpa lukisan khas Mesir seperti yang ada pada Obelisk Theodosius.

Obelisk Konstantinus di lapangan Sultanahmet

Kalau sisi Selatan lapangan ini dihiasi dengan obelisk-obelisk tersebut, maka di sisi Utara lapangan Sultanahmet ini dapat kita jumpai pula bangunan bersejarah lainnya.

German Fountain di lapangan Sultanahmet Istanbul

German Fountain atau Air Mancur Jerman ini merupakan sebuah air mancur bergaya gazebo yang dibangun untuk memperingati ulang tahun kedua kunjungan Kaisar Wilhelm dari Jerman ke Istanbul pada 1898 M.

Terus berjalan melewati gazebo air mancur ini, melewati taman-taman tempat orang-orang beristirahat atau berpose ria, terlihat di ujung sana terlihat kubah dan tiang-tiang menara sebuah Masjid cantik, itulah Masjid Biru.

Masjid Biru di kejauhan…

Masjid Biru

Masjid Biru ( Blue Mosque ) adalah julukan untuk Masjid Sultan Ahmed, salah satu dari 2 masjid besar di area Sultanahmet Square ini yang menjadi tujuan para wisatawan.

Masjid dengan 6 menara berbentuk khas semacam pensil itu dibangun sejak 1609-1616 M pada masa pemerintahan Ahmed I, terkenal karena lantainya yang menggunakan marmer Iznik berwarna biru dan bagian dalamnya berornamen cantik.

Pintu gerbang ke halaman Masjid Biru

Memasuki pintu gerbang ini kami sampai ke halaman luas Masjid Biru yang siang itu dipenuhi oleh cukup banyak orang. Karena satu dan lain hal, kami tidak bisa memasuki area sholat pada masjid dan harus puas menikmati keindahannya dari luar saja. Semoga suatu saat nanti bisa datang kembali dan sholat di dalamnya. Aamiin..

Sayangnya kami hanya bisa menikmati dari luar keindahan Masjid Sultan Ahmed/ Masjid Biru di Lapangan Sultanahmet Istanbul.
Foto bersama di halaman Masjid Biru

Hagia Sophia

Di area Sultanahmet Square ini, Masjid Biru letaknya berseberangan dengan masjid besar lainnya yang juga sangat terkenal dan menjadi tujuan wisatawan : Hagia Sophia atau Ayasofya Camii.

Area Hagia Sophia ini sangatlah luas, sore itu memasuki waktu Sholat Ashar, pengunjung antri dengan rapi memasuki area masjid melalui 1 pintu gerbang dengan pemeriksaan petugas.

Bagian luar Masjid Ayasofya, pemandangan dari area wudhu perempuan menuju area sholat.
Pintu-pintu menuju bagian dalam Masjid Ayasofya

Hagia Sophia (Bhs Yunani yang artinya ‘Kebijaksanaan Suci) ini mempunyai jejak sejarah yang panjang. Dibangun pada 537-1453 M sebagai Katedral Ortodoks, pada Masa Kekaisaran Konstantinopel oleh Pasukan Salib Keempat sempat diubah menjadi Katedral Katolik Roma, lalu pada Masa Kesultanan Ustmaniyah tahun 1453 M digunakan sebagai masjid hingga tahun 1931 M sebelum kemudian ditutup untuk umum oleh Republik Turki lalu dibuka kembali sebagai museum dan pada akhirnya difungsikan lagi sebagai masjid sejak Juli 2020 lalu.

Pemandangan atap dan dinding lorong masjid yang menghubungkan pintu gerbang dengan pintu-pintu ke bagian dalam masjid
Salah satu detil lukisan di bagian lorong, peninggalan fungsi bangunan ini sebagai gereja pada awal pembangunannya

Setelah agak berdesakan di pintu masuk, kami sampai di lorong dan diarahkan ke tempat sholat melalui pintu terpisah antara laki-laki dan perempuan. Setelah menyimpan alas kaki di loker-loker yang disediakan kami pun memasuki area sholat wanita yang terasa sangat lega dengan atap yang tinggi dan dinding serta pilar-pilar marmer serta hamparan karpet hijau menutup lantainya.

Tempat sholat perempuan di Ayasofya Camii

Usai sholat, sempat mengabadikan beberapa bagian dalam masjid yang dapat terlihat dari ruang sholat perempuan ini, meski tak seleluasa adik yang mengabadikan dari bagian sholat laki-laki.

Kolase sebagian foto suasana bag dalam Ayasofya
Dulu, ini adalah tempat kaum pria mengambil wudhu sebelum sholat di Ayasofya.

Setelah puas di dalam masjid kami pun kembali berjalan kaki keluar area masjid pulang menuju parkiran bus kami melewati area Sultanahmet Square sebagaimana waktu kedatangan kami ke sana.

Sebelum pulang, foto bersama dulu tentunya..

Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalaman kami mengunjungi area Hippodrome Konstantinopel yang sekarang dikenal sebagai Sultanahmet Square dan menikmati pemandangan serta jejak sejarah di sana. Sampai jumpa pada cerita perjalanan berikutnya ya…

24 thoughts on “Catatan Umrah Plus Turki 17 Hari (11): Berkunjung ke Sultanahmet Square Istanbul”

  1. Suka sekali baca artikel perjalanan seperti ini. Berasa ikut berada di tempatnya langsung dan menambah wawasan menarik. Semoga bisa ada kesempatan untuk ke sana juga.

  2. Turki memang selalu menarik wisatawan muslim ya. Keren banget memang negara itu. Bisa berkunjung ke Sultanahmet Square merupakan kebahagiaan sendiri ya, Mbak. Semoga kami yang belum bisa umroh/haji, bisa melaksanakannya. Syukur-syukur bisa menilik sejarah di Turki.

  3. Ternyata lokasi Hippodrome Konstantinopel, Masjid Biru dan Hagia Sophia ini berdekatan sekali yaa, ka Tanti?

    Rasanya senang sekali belajar sejarah Islam langsung dari apa yang dilihat dan sekaligus bisa punya kesempatan untuk beribadah sholat di Masjid Biru dan Ayasofya Camii.

  4. Pasti deh ga ketinggalan wisata ke Hagia Sophia kalo ke Turki. Ini peninggalan sejarah yg wajib dikunjungi kalo lagi ke Istanbul sih. Beruntung sekali kak ada tour selengkap ini. Soalnya emg banyak wisata sejarah kalo di Turki. Kita berasa kyk diajak ke masa lampau dgn segala keunikan dan romantisasinya.

  5. Wah, Umrohnya sekalian jalan-jalan juga. Aku kalau baca soal Turki, jadi kebayang zaman lalu. Konstantinopel kan dibicarakan juga kalau bahas kejayaan Islam. Pasti di sana banyak cerita dan jejak juga

  6. Saya ikut mengaminkan sekaligus mendoakan diri juga, karena pengen juga untuk solat di Masjid Sultan Ahmed/ Masjid Biru itu, pastinya dapat suasana yang mengesankan

  7. Istanbul memang cantik dan penuh tempat-tempat bersejarah ya. Dulu semasa kecil saya pernah mampir melihat Hagia Sophia, dan dulu saya pikir Hagia Sophia dan Blue Mosque ini sama. Namun ternyata beda ya. Mudah-mudahan kapan-kapan bisa mampir lagi ke sini.

  8. Wow, seru banget cerita perjalanan kamu! Sultanahmet Square dan semua tempat bersejarahnya bikin pengen langsung terbang ke Istanbul.

  9. Suka banget sama arsitektur bangunan di Turki. Ada ciri khasnya. Turki banyak banget kucing liar tapi terkesan dipelihara. Ketemu kucing-kucing itu nggak, Kak?

  10. Turki ini emang negara yang cantiiik banget. Salah satu negara yang masuk ke wishlist ku. Sering juga nenek cerita dulu waktu umroh ambil paket yang sekaligus kunjungan ke Turki. Seru banget! Ditunggu cerita selanjutnya ya, kak.

  11. bangunan hagia sophia cantik banget, adem gitu kalau masuk kesana, rasanya jiwa juga tenang. Wishlist bisa mampir ke sini juga
    menyenangkan sekali pastinya bisa melihat bangunan bersejarah dan mengetahui history dibaliknya, selama ini taunya mungkin cuman dari buku sejarah aja dan itupun nggak semua dipelajari

  12. Ya Allah, impian banget jalan-jalan ke turki trus mengunjungi Mesjid Ayasofya. Semoga bisa terwujud, aamiin. Penasaran dengan kuliner di sana mba~

  13. Wah seru banget. Saya kepengen juga bisa wisata islami seperti ini. Mengagumi landmark Islam, mengetahui cerita dan budayanya juga arsitekturnya. Makasih infonya

  14. Kisah perjalanan ini menghidupkan kembali kejayaan Hippodrome Konstantinopel yang kini menjadi Sultanahmet Square. Menikmati pemandangan sekaligus mempelajari jejak sejarah di tempat ini tentunya memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Tempat ini tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan makna historis yang membuat pengunjung merasakan bagaimana masa lalu dan masa kini bertemu dalam harmoni

  15. Seru banget baca pengalaman travelingnya di Sultanahmet Square, Istanbul! Jadi pengen langsung terbang ke sana, apalagi lihat detailnya yang bikin seakan-akan ikut jalan-jalan. Makasih sudah berbagi cerita seru ini, bikin jadi nambah destinasi impian deh!

  16. Sering dengar tentang keindahan Masjid Biru ini terutama dari yang pernah pulang dari Umroh yang ada jadwal ke Turki juga.. semoga waktu yang akan datang bisa bekunjung kesana ah 🙂

Leave a Reply to Shalikah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *