Jalan-jalan ke (calon) Pekalongan Mangrove Park

Pada tahun 2013 yang lalu, Menteri Kehutanan RI telah meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Mangrove (PPRM) yang merupakan bagian dari pembangunan kawasan agrowisata yaitu Pekalongan Mangrove Park.  Sudah cukup lama kami berkeinginan untuk mengunjunginya, namun kesempatan itu baru datang pada Sabtu, 28 Pebruari 2015 kemarin.

Berlokasi di Kelurahan Kandang Panjang Kec Pekalongan Utara Kota Pekalongan, kawasan ini semula adalah lahan tambak udang milik Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Pekalongan yang sudah tak produktif lagi dan akhirnya dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus tempat edukasi & wisata alam.

Sampai saat ini Pekalongan Mangrove Park memang belum selesai dibangun sehingga belum dibuka secara resmi. Namun masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar kota sudah diperbolehkan masuk ke lokasi agrowisata ini.

Ada apa di Pekalongan Mangrove Park ?

AIR

Continue reading “Jalan-jalan ke (calon) Pekalongan Mangrove Park”

Asyiknya jalan-jalan di Kaligua

Teman, sudah pernahkah mendengar tentang Perkebunan Teh Kaligua ?

Kaligua adalah kawasan agro wisata yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara Wilayah IX Jawa Tengah dan terletak di Desa Pandansari, Kec. Paguyangan Kab. Brebes  provinsi Jawa Tengah.

Sabtu ( 7 Peb 2015 ) kemarin kami berkesempatan jalan-jalan asyik di perkebunan teh Kaligua yang lokasinya terletak sekitar 10 km dari Kec Paguyangan Brebes, melalui jalur Pekalongan – Comal – Slawi – Bumiayu – Paguyangan – Kaligua.  Berangkat jam 7 pagi, dan ternyata sampai lokasi sudah jam 11.30! Wow.. cukup lama juga…

Dari pertigaan setelah pasar Paguyangan ke arah Kaligua
Dari pertigaan setelah pasar Paguyangan belok ke kiri ke arah Kaligua

Perjalanan cukup lancar sejak dari Pekalongan hingga pasar Paguyangan, lalu di pertigaan itu kami belok ke kiri … dan mulailah perjalanan naik-turun dan berkelok-kelok menuju lokasi perkebunan itu. Continue reading “Asyiknya jalan-jalan di Kaligua”

Sepenggal malam di sudut taman kenangan

Malam minggu pekan lalu, seorang sahabat menjemput di rumah masa kecilku, berencana meluangkan waktu bersama menikmati malam di Kota Atlas.

Langit sedikit mendung, tapi lalu lintas tetap padat sepanjang jalan dari Tegalsari ke arah Simpang Lima, yang pada awalnya menjadi tujuan kami malam itu.

Sesampai di Bunderan Air Mancur, kami melihat ada keramaian di sekitar Taman Menteri Supeno atau yang seringkali disebut juga Taman KB, taman yang berlokasi di depan almamater kami : SMA N I Semarang.

Akhirnya kami pun berbelok ke arah parkir di sekitar sana, memutuskan untuk menikmati malam di lokasi itu. Rupanya saat itu sedang ada acara pentas seni, kalau tidak salah Pertunjukan Kesenian Rakyat Jawa Tengah (PKRJT) yang antara lain akan menampilkan seni Tayub dari Pati (?). Hm… kaya’nya asyik tuuh…

oncor(1)

Continue reading “Sepenggal malam di sudut taman kenangan”

Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang

Ngeblog buatku adalah penyeimbang dalam keseharianku. Setelah sesiang sibuk utak-utik angka-angka, atau merangkai kata demi kata untuk konsep laporan ataupun review kegiatan, atau bertukar kata dalam rapat demi rapat yang -kadangkala- membosankan… maka mengisi malam hari dengan aktivitas meng-update blog, ataupun sekedar blogwalking terasa menenangkan buatku.

Yah, mungkin memang baru sebatas itu arti blog buatku. Belum menjadikannya suatu ‘sumber rezeki’ sebagaimana yang telah banyak dilakukan oleh teman-teman lainnya, tapi tetap saja aktivitas ini penting buatku, dan aku ingin juga ngeblog tak sekedar mengisi waktu luang saja.

Itu sebabnya, ketika beberapa waktu lalu membaca wara-wara di grup FB IIDN Semarang bahwa akan ada semacam workshop blogging bersama Mak Indah Julianti Sibarani dengan tema Blogging with heart  pada Minggu, 23 November 2014 akupun langsung daftar sambil berdoa mudah-mudahan tak ada acara lain yg tiba-tiba menggagalkan keikutsertaanku.

Alhamdulillah… rupanya Tuhan merestui harapanku untuk bertemu teman-teman sekaligus ngangsu kawruh tentang per-blog-an itu.  Tidak ada acara mendadak lainnya, sehingga Jumat sore aku sudah bisa meluncur ke Semarang, naik KA lagi.. 🙂 Continue reading “Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang”

Setangkup rindu untukmu…

With Bp-Ibu

Bapak, ini tahun ke-16 kepergianmu…

tapi rasanya baru kemarin kami melepasmu..

dan bulir-bulir kenangan indah bersamamu masih terpatri di hatiku :

~saat aku bermanja-manja padamu…

~saat kutemukan ketenangan dari kata-kata bijakmu…

~saat kau luangkan waktumu mengantar jemputku di sore hari…

~saat panjang lebar berdiskusi denganmu…

~saat-saat kebersamaan kita.

Bapak, ingatkah dengan foto ini?

Foto bersama ibu saat kepulanganku pertama semenjak jadi anak kost, bertahun lalu…

liburan reuni setelah perpisahan pertama kita, ya Pak…

kali pertama kujalani hidup jauh darimu, memendam rindu padamu, namun kau selalu menguatkanku meski hanya lewat telpon-telpon collect-call…

Bapak…, setelah 16 tahun kepergianmu :

aku masih merindumu!

“Foto ini untuk memperingati Hari Ayah Nasional dan diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog “Aku dan Ayah” di Surau Inyiak”

Antara Lolong dan Kali Paingan

Hm, ada hubungan apa antara silaturahmi dan sungai di pegunungan?

Hehe… kebetulan, beberapa waktu kemarin aku dan teman-teman berkesempatan menjalin pertemuan / silaturahmi dan keduanya melibatkan acara hepi-hepi di kali gunung alias aliran sungai yang mengalir di pegunungan. Tahu kan ciri khasnya aliran sungai pegunungan? Yap! Biasanya beraliran air nan jernih dan dipenuhi batu-batu besar nan berserak, tak seperti aliran sungai di perkotaan yang aliran airnya buthek dan dipenuhi sampah berserak 🙁

Kembali ke cerita silaturahmi dan sungai ya….

Bersama sahabat di Lolong.

Silaturahmi pertama adalah aku dengan keempat sahabatku, emak-emak nan heboh.  Kami berlima sudah cukup lama menjalin persahabatan, terlebih keempat sahabatku itu.  Sebenarnya aku pendatang baru bagi mereka, karena keempatnya telah memulai persahabatan sejak bertahun lalu ketika sama-sama bertugas di satu Kecamatan (dengan latar belakang profesi berbeda ) dan aku baru bergabung dengan mereka sekitar 5 tahun lalu.

Keakraban kami saat ini memang tak berubah meskipun sekarang masing-masing kami bertugas di instansi yang berbeda, kami masih menyempatkan diri kumpul-kumpul saat salah satu diantara kami berulang tahun.  Nah, acara kemarin itu adalah acara ultah 2 orang diantara kami, mbak Budi dan mbak Aya.  Sebenarnya ultah mereka di bulan Juli & Agustus lalu, karena bersamaan dg puasa dan lebaran -serta kesibukan masing-masing- akhirnya baru awal September lalu kami bisa kumpul bareng merayakannya.

Kami menginap di ‘rumah tetirah’ mbak Budi di Doro – salah satu Kec di Kab Pekalongan yang terkenal dengan buah durian dan salaknya.  Di sana memuaskan diri ngobrol ngalor-ngidul  sambil menikmati kebun & KRPLnya, lalu masak bareng (bakar Gurame-Gurame gendut dari kolam beliau yang sebelumnya ditangkap dengan susah payah & penuh gelak tawa..) dan tentu saja tak ketinggalan jalan-jalan… 🙂 Continue reading “Antara Lolong dan Kali Paingan”

Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )

Cerita ringan seputar lebaran kami kemarin, tak hanya kisah konyol tentang tahu pahit itu lho… Ada banyak kisah-kisah kebersamaan yang menyenangkan, satu diantaranya adalah manfaat bersilaturahmi.

Ya, tentunya sudah banyak yang tahu bahwa menjalin / mempererat silaturahmi itu sangat dianjurkan, karena memang banyak manfaat yang diperoleh.  Coba cari di mesin pencarian dengan kata kunci manfaat silaturahmi. Pasti hasilnya berdereeet.. 🙂

Salah satu hasil yang kami dapatkan dengan bersilaturahmi melalui pertemuan keluarga pada Lebaran kemarin itu adalah makin eratnya jalinan persaudaraan antar anggota keluarga besar. Dari dua orang kakak beradik yaitu ibuku dan Oomku, telah berkembang menjadi 10 keluarga dengan rata-rata 1-2 anak per keluarga sehingga jumlah anggota keluarga Bani Kasijo saat ini 39 orang (anggota termuda lahir H-3 Lebaran), yang tersebar di beberapa kota.

Di Tegal1
Kumpul Bani Kasijo 2014 di Tegal. Kurang dari separuh yg hadir tapi tetep gayeng…

Continue reading “Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )”

Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.

“..Masih syawalan saja, Bu!…”

Itu sekelumit tanya yg muncul di komen post sebelum ini, yang lumayan mak jlebb! bagiku..hehe…

Betul juga… Meriahnya acara syawalan sudah lewat relatif lama, namun masih saja tulisan tentang itu yang nangkring di halaman muka berandaku alias belum ada tulisan baru.. Pengen nulis macem-macem sih udah dari kemarin-kemarin..tapi kok ya adaa… saja kendalanya #ngeles

OK deh… Biar blog ini nggak sawangen alias dipenuhi sarang laba-laba gara-gara tak terjamah oleh si empunya, maka di awal weekend ini langsung tancap deh bikin tulisan.

Sebagai pemanasan, nulis yang ringan-ringan saja dulu.. *padahal biasanya juga tulisannya ringaaan terus teu aya nu berbobot! haha…*

Ini cerita-cerita ringan di keluarga kami pada Lebaran kemarin itu lho…

Lebaran 2014 ini -seperti tahun sebelumnya- kami awali di ‘markas besar’ yaitu rumah keluarga yang di Semarang, padahal rencana awal kami akan berlebaran di Pekalongan sebelum ke makam Bapak & Simbah di Semarang lalu silaturahmi ke Tegal.

Rencana tinggal rencana. Pada saat-saat akhir Romadhon, tiba-tiba ibu ngersake  sholat Ied di Semarang saja, dilanjut nyekar-nyekar  di sana lalu pulang ke Pekalongan & istirahat sehari sebelum pergi silaturahmi ke rumah Oom di Tegal dilanjut ke rumah kakak di Jogja.

Waah… perubahan rencana di saat akhir itu membuatku agak pontang-panting mencari tiket ke Semarang dan ke Jogja. Alhamdulillah… akhirnya masih kebagian 1 tiket ke Semarang & 2 tiket ke Jogja… Jadilah memenuhi keinginan ibu berlebaran di Semarang (lagi).

Lhoo.. judulnya kok Tahu? Apa hubungannya dengan tiket?

Haha… gak ada hubungannya sama sekali! Cerita nyari tiket di H-3 itu cerita pertama…nah, tentang TAHU itu cerita kedua…

Ada hubungan apa antara TAHU dengan Lebaran? Ceritanya begini teman… Continue reading “Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.”

Syawalan di Kota Pekalongan

Suara petasan sudah terdengar sejak pagi.. Baik yang dibunyikan dari sekitar rumah kami maupun suara petasan besar yang seperti suara meriam itu… terdengar menggelegar dari arah atas rumah kami.

Arah atas? Ya betul… dari langit tepatnya.. karena langit di atas Kota Pekalongan pagi tadi disesaki noktah-noktah hitam..yang melayang-layang sebelum satu persatu meletus dengan bunyi yang cukup menggetarkan hati.

Ya.. noktah-noktah hitam di langit kota kami seharian tadi sebenarnya adalah balon-balon besar yang sengaja dibuat dan diterbangkan oleh sebagian (besar) warga untuk merayakan Syawalan , yang jatuh pada hari ini : hari ke-8 di bulan Syawal.

Balon raksasa
Kesibukan warga menyiapkan Balon Raksasa

Continue reading “Syawalan di Kota Pekalongan”

3 Waktu di 3 Tempat ibadah di Ibu Kota

Beberapa hari lalu, kami ditugaskan mengikuti konsultasi di Ibu Kota. Karena jadwalnya tak terlalu pagi, akhirnya kami berdelapan memutuskan untuk berangkat dari kota kami malam hari, menggunakan Kereta Api yang sampai di sana sebelum subuh lalu pulangnya akan menggunakan Kereta Api sore.

Nah, alhamdulillah, pada kesempatan itu kami mendapat pengalaman melaksanakan 3 waktu ibadah di 3 tempat yang berbeda. Naah… 3 tempat ibadah itu yg akan kuceritakan kali ini yaa..

Yang pertama adalah waktu subuh di Masjid Istiqlal.  Kami sampai di stasiun Gambir pada pukul 03.30 WIB.  Karena di stasiun saat itu tak kami temukan tempat makan sahur maka kami pun mencari di tempat lain, kemudian menuju ke Masjid Istiqlal untuk melaksanakan sholat subuh.

Istiqlal di dini hari
Istiqlal di dini hari itu

Cantiknya Masjid Istiqlal di dini hari itu.  Sayangnya tak sempat berlama-lama memotret keindahan itu, karena waktu subuh akan segera menjelang. Meskipun, di sekitar masjid itu masih terlihat cukup banyak  pengunjung yang sedang bersantap sahur di sana. Continue reading “3 Waktu di 3 Tempat ibadah di Ibu Kota”