Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Setelah berbulan nganggur rumah maya ku ini, alhamdulilah bisa mulai nulis lagi di sini. Nah, kali ini aku ingin berbagi cerita pengalaman mengurus sendiri penggantian paspor.
Lho..memang sebelumnya pakai calo?
Haha…ya enggak gitu konsepnya, bestii.. Jadi gini..awal membuat paspor di tahun 2011 tuh karena keperluan haji, nah pada kesempatan itu kan pembuatannya termasuk fasilitas dari biro haji/umrahnya, pokoke aku cuma datang pas foto lalu terima jadi saja..haha… Lalu yang kedua (penggantian paspor karena habis masa berlaku) buat di Tahun 2018 masih di Kantor Imigrasi Pemalang.
Nah, kebetulan pasporku akan habis masa berlakunya pada November y.a.d, maka aku memutuskan untuk memperpanjang eh mengganti dengan yang baru, meskipun belum ada rencana ke LN dalam waktu dekat ini. Eh, siapa tahu tiba-tiba saja nanti ada yang ngajakin kemanaaa gitu..hehe.. Dan kali ini aku akan mengurus senfiri, di unit kerja kantor imigrasi kota Pekalongan.
3 Tahapan Proses Penggantian Paspor Yang Sudah Habis Masa Berlakunya
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya… Alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi di rumah maya ku ini.
Apakah kalian pernah offroad? Itu lho..salah satu jenis sport dengan menggunakan kendaraan/mobil jenis Jeep dan biasanya melewati medan yang tak biasa, seperti jalan berbatu, jalan berlumpur, sungai, dll. Membayangkannya saja aku sudah deg-degan lho…tak menyangka suatu saat mengalaminya juga, meski cuma sebentar.
Nah, ceritaku kali ini adalah pengalamanku saat ikut wisata jalan-jalan di seputar Desa Kemuning Karanganyar Jawa Tengah beberapa waktu lalu, dengan menggunakan Jeep dan melewati jalur yang tak biasa. Yaah …sebut saja sedang offroad tipis-tipis lah… 😁 Continue reading “Offroad Tipis-tipis di Kemuning Karanganyar”
Betul sekali bila ada yg bilang bahwa salah satu persiapan yg perlu kita lakukan sebelum (dan selama) ibadah haji adalah memperbanyak rasa sabar.
Antrian panjang, ada pada setiap proses. Bahkan sejak saat pendaftaran, karena meskipun dengan menyetorkan dana Rp. 25.000.000,- saat ini anda sudah mendapat porsi haji, namun untuk keberangkatan ada daftar tunggu yang cukup panjang, yang bervariasi untuk masing-masing daerah. Kecuali untuk ONH plus, mungkin daftar tunggunya tak selama itu. Jadi, mesti sabar menanti panggilan itu….
Dalam proses selanjutnya, tentu saja antrian itu akan teruuus ada. Saat pemeriksaan kesehatan ( yang dijadwalkan 4x selama proses persiapan hingga pemberangkatan ), saat pembuatan paspor, pemberangkatan bahkan selama pelaksanaan & kepulangan haji. Tentu saja, karena melibatkan begitu banyak orang, proses antrian akan terus ada dan tentunya menuntut kesabaran bagi semua yang terlibat.
Pokoke… kita memang mesti punya persediaan sabar yang tak terbatas..hehe…
Notes from Mecca – Catatan Perjalanan Haji Th 2011
***
Kutipan di atas adalah petikan dari Buku Notes From Mecca – buku pertamaku yang terbit beberapa tahun lalu – dan sesungguhnya merupakan catatan perjalanan haji yang kulakukan di tahun 2011. Teringat lagi pada catatan itu ketika beberapa waktu lalu salah seorang sahabat menanyakan apakah aku masih menyimpan catatan perjalanan haji ini, mungkin sebagai salah satu persiapan baginya untuk perjalanan yang sama Insya Allah tahun depan.
Sayangnya buku itu sudah tak terbit lagi dan yang ada padaku entah di mana. Haha…akhir-akhir ini aku memang agak abai dengan koleksi buku-buku kami. Tetapi aku teringat masih menyimpan materi buku karena memang berasal dari kumpulan tulisan-tulisan yang tersebar di blog detikku (Beranda Mechta) dan di blog ini.
Alhamdulillah setelah bongkar-bongkar arsip lama di laptop, ketemulah apa yang kucari. Ndilalah tema 1W1P Gandjel Rel kali ini juga tentang Naik Haji. Hmm, pas lah kalau kutulis lagi sedikit kenanganku tentang perjalanan 12 tahun lalu. Continue reading “Kaitan Erat Antara Sabar dan Ibadah Haji”
“Yo ora lah.. Njuk ngapa sedih, wong aku niat melu ngantri tiket we yo ora kok..”
“Oalaaah…pantesaaan…” 😁
***
Sahabat Lalang Ungu, itu sekedar guyon saja ya… Meski sudah beberapa waktu berlalu dari war tiket konser Coldplay yang menghebohkan kemarin, masih ada saja sih yang memperbincangkannya.
Oya, meskipun kutipan di atas itu sekedar guyon saja, tapi jujur memang seperti itulah yg kurasakan : tidak ada niatan nonton konser yang konon wow itu..
Kenapa?
Inilah 3 Alasanku Tidak Berencana Menonton Konser Coldplay
1. Aku Bukan Target Pasar Konser Coldplay
Harga Tiket Konser Coldplay
Dalam bayanganku, target konser ini adalah mereka-mereka yang sudah tidak perlu memikirkan lagi hal-hal dasar dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan memiliki ‘uang dingin‘ berlebih yang siap dibelanjakan kapan saja dan untuk apa saja.
Jujur saja, inilah alasan utamaku tidak berencana nonton konser ini, yaitu bahwa aku bukan target pasar konser Coldplay karena…aku masih menjadi bagian dari kaum mendang-mending 😬
Meskipun mungkin jika aku mau merogoh kantong cukup dalam, masih bisalah kebeli harga tiket untuk beberapa tingkat tertentu…tapi masih tidak tega menggunakan dana yang menurut ukuranku lumayan besar itu kalau hanya untuk menonton sebuah konser. Mending buat hal lain : beli ini itu atau jalan ke sini ke situ.. Nah kan, terbukti aku masih masuk kamu mendang-mending yang sama sekali bukan target mereka…haha …
Belum lagi karena konser itu di Ibu Kota sementara aku masih menjadi warga daerah, maka tentunya harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk transport PP ke Ibu Kota dan juga penginapan dll… Aduuuh..baru membayangkan saja kantongku sudah meringis!! 😬
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Setelah sepagian tadi ngurusin tanaman dan kebutuhannya, siang ini gantian ngurusin rumah mayaku biar nggak terlantar lagi .. hehe..
Kali ini aku mau menuliskan tentang pengalamanku memanfaatkan 3 bahan limbah dapur (kulit telur, ampas teh dan kulit pisang) untuk membuat pupuk majemuk NPK organik secara sederhana. Ketiga bahan tersebut sayang kalau dibuang begitu saja karena mengandung unsur N,P dan K yang dibutuhkan untuk tanaman.
Hai Sahabat Lalang Ungu, suatu hari di bulan lalu, sebuah komen dari sahabat di salah satu status FB ku membuatku senyum-senyum sendiri. Status FB ku yang dikomentari saat itu adalah tentang kebahagiaan menyambut anak-anak hijau adopsian terbaru.
Keracunan anggrek yaaa?? 🤭
Aku keracunan anggrek? Haha…iya memang betul.. Sepertinya saat ini aku sudah mulai keracunan merawat Anggrek meskipun dua tahun sebelumnya aku masih beranggapan tanganku termasuk panas untuk anggrek alias hampir selalu gagal merawatnya. Nah, tulisan ku kali ini adalah cerita pengalaman ku memberanikan diri merawat Anggrek.
Berawal Dari Rasa Penasaran
Berawal dari rasa penasaran karena sebelumnya hampir selalu gagal merawat anggrek, awal 2021 aku memutuskan merawat 1 pot dendrobium yang sudah siap berbunga. Konon dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang paling tepat bagi pemula karena relatif mudah dirawat.
Anggrek pertamaku di awal 2021 : Dendrobium hasil Kultur Jaringan
Hai Sahabat Lalang Ungu.. apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Oya di hari pertama Bulan Ramadan ini, izinkan aku mohon maaf lahir dan batin yaa..dan untuk sahabat yang akan melaksanakan ibadah Ramadan semoga diberi kemudahan dan kesehatan untuk menjalankannya wajib maupun sunah-sunahnya hingga akhir nanti. Aamiin ..
Sahabat, kali ini aku akan ceritakan pengalaman kami menikmati makan bersama di 3 kota yang berbeda saat sarapan, makan siang dan makan malam. Suatu kesempatan yang jarang terjadi bisa makan bersama lengkap dengan kakak dan adikku.
Alhamdulillah kesempatan ‘langka’ itu tiba beberapa waktu lalu saat kami menyengaja ketemu untuk ruwahan dan nyadran bareng, tradisi jelang Ramadan yang biasa kami lakukan setiap tahunnya. Baca juga : Pembuatan Kue Apem dan Pasung untuk Ruwahan
Dimulai dari acara ruwahan yaitu menyiapkan hantaran ruwahan -berupa apem, pasung, ketan dan pisang raja- lalu doa bersama dan membagikan hantaran ruwahan itu ke tetangga, lalu nyekar ke makam alm& Almh Mbah Putri, Mbah Kakung, bapak dan ibuk yang semuanya di Semarang.
Hantaran Ruwahan yang berisi Nasi Ketan, Kue Apem, Kue Pasung dan Pisang Raja
Keesokan harinya kami berangkat pagi hariuntuk nyekar ke makam-makam leluhur di kota kelahiran kami Salatiga lalu lanjut ke Jogja tempat makam almh Mbak sulung kami. Alhamdulillah perjalanan Semarang-Salatiga-Jogja PP aman dan lancar. Nah saat perjalanan itulah kami sempat kulineran 3 waktu di 3 Kota.
Sarapan di Salatiga
Tujuan pertama nyadran kali ini adalah ke makam Andong Salatiga di mana sebagian leluhur kami dimakamkan. Diawali dengan bersih-bersih makam Mbah-mbah buyut dan adik ibu, kirim doa untuk beliau semua dan diakhiri dengan tabur bunga mawar putih di masing-masing makam beliau.
Sebelum lanjut ke Jogja kita cari sarapan dulu agar perut aman sentosa..haha.. Awalnya pengen kulineran di alun-alun Salatiga tapi tidak jadi, diputuskan untuk lanjut perjalanan sambil nyari-nyari tempat sarapan yang searah ke jalan tol.
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Alhamdulillah aku akhirnya bisa update blog lagi..hehe.. Nah, kali ini aku akan mengajak kalian berkenalan dengan Jeruk berbentuk unik.
Sebelumnya aku ingin cerita flashback tentang asal mula kebun jeruk di kantor kami ya… Bermula dari keputusan kami mengelola lahan di belakang kantor yang lumayan luas dan tadinya untuk sawah namun karena satu dan lain hal tak dapat dijadikan sawah lagi.
Serah terima bantuan bibit Jeruk Siem dari BPTP Jateng ke Dinperpa Kota Pekalongan
Alhamdulillah pada November 2020 kami mendapat bantuan bibit jeruk dari BPTP Ungaran Jawa Tengah. Sebagian kami bagikan ke kelurahan-kelurahan di Kota Pekalongan dalam rangka program Kelurahan Menanam dan sebagian lagi kami budidayakan di lahan kosong eks sawah itu (bukan sebagai tabulampot).
Jenis jeruk yang kami dapat saat itu adalah Jeruk Siem Banjar dan Jeruk Siem Pontianak. Kedua nama itulah yang tertera pada label yang menyertai masing-masing bibit tersebut. Alhamdulillah dalam perkembangannya jeruk-jeruk itu tumbuh dengan baik dan pada tahun kedua mulai belajar berbuah.
Pohon Jeruk Siem umur 1 tahun di kebun BPP Kertoharjo
Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga kabar kalian semua baik dan tetap bahagia ya.. Tak terasa kita sudah melewati bulan kedua Tahun 2023 ini. Bulan kedua yang selalu menjadi bulan istimewa untukku pribadi karena merupakan bulan kelahiran 😊
Bukan hanya aku saja yang menandai bulan Februari ini sebagai bulan istimewa, salah satunya adalah Gandjel Rel yang merupakan komunitas blogger perempuan Semarang. Ya, Februari adalah bulan ultah komunitas Gandjel Rel yang tahun ini -tepatnya tanggal 22 Februari 2023- berusia 8 tahun.
Alhamdulillah, senang sekali akhirnya aku berkesempatan menghadiri Kopdar alias jumpa offline setelah 2 tahun sebelumnya GRes -sebutan untuk anggota Gandjel Rel- merayakan ultah komunitas kesayangan secara online akibat pandemi. Baca juga : Serunya Ultah ke-4 Gandjel Rel
GRes & Bang Odi di Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel (Foto by Hapsari)
Mau tahu keseruan acara Ultah ke-8 Gandjel Rel kemarin? Yuk, lanjut baca saja. Akan ku tuliskan keseruan acara kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel pada hari Sabtu, 25 Februari 2023 kemarin.
Sahabat Lalang Ungu, tak terasa awal Ramadan tinggal sebulan lagi. Sudahkah kalian bersiap menyambutnya? Atau bahkan sudah sangat siap hingga persiapan baju Lebaran bahkan sudah dipikirkan? 🤭
Kalau aku sih untuk Ramadan selain persiapan fisik antara lain mulai lebih memperhatikan kondisi lambung (karena pekan pertama Ramadan biasanya paling berat untukku yang punya sejarah maag ini) biasanya juga persiapan lahir batin agar bisa melakukan amalan-amalan Ramadan dengan sebaik-baiknya, khusus di tahun ini juga bersiap menata hati.
Iya, menata hati juga… Semoga bisa melewati Ramadan kedua tanpa almh ibuk ini dengan sebaik-baiknya. Tahun lalu, Ramadan dan Lebaran pertamaku tanpa ibu terasa amat sangat berat. Dan puncaknya ngungsi malam takbiran ke rumah kakak di Semarang karena tak sanggup berlebaran di rumah sendiri yang menyimpan begitu banyak kenangan Lebaran bersama beliau di tahun-tahun sebelumnya.
Ramadan kemarin itu, boro-boro mikir persiapan lebaran seperti baju, makanan, dll. Bisa lulus sebulan menjalani Ramadan kemarin itu dengan tetap waras bagiku sudah Alhamdulillah bangeeet.. Kehebohan bersama ibu mempersiapkan seragam Lebaran keluarga besar Soeranto dari jauh-jauh hari seperti tahun-tahun sebelumnya tinggal kenangan.