3 Alasanku Tidak Berencana Nonton Konser Coldplay

“Piye mba…entuk tiket konsere  Coldplay ra?”

“Ora Ki…”

“Woo..yo sedih tooo..”

“Ora lah..”

“Lho…kok ra sedih, mba?”

“Yo ora lah.. Njuk ngapa sedih, wong aku niat melu ngantri tiket we yo ora kok..”

“Oalaaah…pantesaaan…” 😁

***

Sahabat Lalang Ungu, itu sekedar guyon saja ya… Meski sudah beberapa waktu berlalu dari war tiket konser Coldplay yang menghebohkan kemarin, masih ada saja sih yang memperbincangkannya.

Oya, meskipun kutipan di atas itu sekedar guyon saja, tapi jujur memang seperti itulah yg kurasakan : tidak ada niatan nonton konser yang konon wow itu..

Kenapa?

Inilah 3 Alasanku Tidak Berencana Menonton Konser Coldplay

1. Aku Bukan Target Pasar Konser Coldplay

Harga Tiket Konser Coldplay

Dalam bayanganku, target konser ini adalah mereka-mereka yang sudah tidak perlu memikirkan lagi hal-hal dasar dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan memiliki ‘uang dingin‘ berlebih yang siap dibelanjakan kapan saja dan untuk apa saja.

Jujur saja, inilah alasan utamaku tidak berencana nonton konser ini, yaitu bahwa aku bukan target pasar konser Coldplay karena…aku masih menjadi bagian dari kaum mendang-mending 😬

Meskipun mungkin jika aku mau merogoh kantong cukup dalam, masih bisalah kebeli harga tiket untuk beberapa tingkat tertentu…tapi masih tidak tega menggunakan dana yang menurut ukuranku lumayan besar itu kalau hanya untuk menonton sebuah  konser. Mending buat hal lain : beli ini itu atau jalan ke sini ke situ.. Nah kan, terbukti aku masih masuk kamu mendang-mending  yang sama sekali bukan target merekahaha …

Belum lagi karena konser itu di Ibu Kota sementara aku masih menjadi warga daerah, maka tentunya harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk transport PP ke Ibu Kota dan juga penginapan dll… Aduuuh..baru membayangkan saja kantongku sudah meringis!! 😬

Kan bisa tuh nyari pinjaman dulu? Continue reading “3 Alasanku Tidak Berencana Nonton Konser Coldplay”

Yuk Memanfaatkan Limbah Dapur Sebagai Sumber NPK Organik bagi Tanaman

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Setelah sepagian tadi ngurusin tanaman dan kebutuhannya, siang ini gantian ngurusin rumah mayaku biar nggak terlantar lagi .. hehe..

Kali ini aku mau menuliskan tentang pengalamanku memanfaatkan 3 bahan limbah dapur (kulit telur, ampas teh dan kulit pisang) untuk membuat pupuk majemuk NPK organik secara sederhana. Ketiga bahan tersebut sayang kalau dibuang begitu saja karena mengandung unsur N,P dan K yang dibutuhkan untuk tanaman.

Sumber NPK Organik
3 Limbah Dapur Sumber NPK Organik

Apa Manfaat Pupuk NPK bagi Tanaman?

Continue reading “Yuk Memanfaatkan Limbah Dapur Sebagai Sumber NPK Organik bagi Tanaman”

Ceritaku 17 Bulan Merawat Seedling Dendrobium

Hai Sahabat Lalang Ungu, suatu hari di bulan lalu, sebuah komen dari sahabat di salah satu status FB ku membuatku senyum-senyum sendiri. Status FB ku yang dikomentari saat itu adalah tentang kebahagiaan menyambut anak-anak hijau adopsian terbaru.

Komen di FB
Keracunan anggrek yaaa?? 🤭

Aku keracunan anggrek? Haha…iya memang betul.. Sepertinya saat ini aku sudah mulai keracunan merawat Anggrek meskipun dua tahun sebelumnya aku masih beranggapan tanganku termasuk panas untuk anggrek alias hampir selalu gagal merawatnya. Nah, tulisan ku kali ini adalah cerita pengalaman ku memberanikan diri merawat Anggrek.

Berawal Dari Rasa Penasaran

Berawal dari rasa penasaran karena sebelumnya hampir selalu gagal merawat anggrek, awal 2021 aku memutuskan merawat 1 pot dendrobium yang sudah siap berbunga.  Konon dendrobium adalah salah satu jenis anggrek yang paling tepat bagi pemula karena relatif mudah dirawat.

Anggrek Dendrobium
Anggrek pertamaku di awal 2021 : Dendrobium hasil Kultur Jaringan

Continue reading “Ceritaku 17 Bulan Merawat Seedling Dendrobium”

Kulineran 1 Hari 3 Waktu di 3 Kota

Hai Sahabat Lalang Ungu.. apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Oya di hari pertama Bulan Ramadan ini, izinkan aku mohon maaf lahir dan batin yaa..dan untuk sahabat yang akan melaksanakan ibadah Ramadan semoga diberi kemudahan dan kesehatan untuk menjalankannya wajib maupun sunah-sunahnya hingga akhir nanti. Aamiin ..

Sahabat, kali ini aku akan ceritakan pengalaman kami menikmati makan bersama di 3 kota yang berbeda saat sarapan, makan siang dan makan malam. Suatu kesempatan yang jarang terjadi bisa makan bersama lengkap dengan kakak dan adikku.

Alhamdulillah kesempatan ‘langka’ itu tiba beberapa waktu lalu saat kami menyengaja ketemu untuk ruwahan dan nyadran bareng, tradisi jelang Ramadan yang biasa kami lakukan setiap tahunnya. Baca juga : Pembuatan Kue Apem dan Pasung untuk Ruwahan

Dimulai dari acara ruwahan yaitu menyiapkan hantaran ruwahan -berupa apem, pasung, ketan dan pisang raja- lalu doa bersama dan membagikan hantaran ruwahan itu ke tetangga, lalu nyekar ke makam alm& Almh Mbah Putri, Mbah Kakung, bapak dan ibuk yang semuanya di Semarang.

Hantaran Ruwahan / Apeman
Hantaran Ruwahan yang berisi Nasi Ketan, Kue Apem, Kue Pasung dan Pisang Raja

Keesokan harinya kami berangkat pagi hari untuk nyekar ke makam-makam leluhur di kota kelahiran kami Salatiga lalu lanjut ke Jogja tempat makam almh Mbak sulung kami. Alhamdulillah perjalanan Semarang-Salatiga-Jogja PP aman dan lancar. Nah saat perjalanan itulah kami sempat kulineran 3 waktu di 3 Kota.

Sarapan di Salatiga

Tujuan pertama nyadran kali ini adalah ke makam Andong Salatiga di mana sebagian leluhur kami dimakamkan. Diawali dengan bersih-bersih makam Mbah-mbah buyut dan adik ibu, kirim doa untuk beliau semua dan diakhiri dengan tabur bunga mawar putih di masing-masing makam beliau.

Sebelum lanjut ke Jogja kita cari sarapan dulu agar perut aman sentosa..haha.. Awalnya pengen kulineran di alun-alun Salatiga tapi tidak jadi, diputuskan untuk lanjut perjalanan sambil nyari-nyari tempat sarapan yang  searah ke jalan tol.

Kedai Sop Mbok Mampir Salatiga
Kedai Sop Mbok Mampir di Salatiga

Continue reading “Kulineran 1 Hari 3 Waktu di 3 Kota”

Tak Sengaja Merawat Jeruk Berpenampilan Unik: Ugli atau Dekopon?

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar hari ini? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Alhamdulillah aku akhirnya bisa update blog lagi..hehe.. Nah, kali ini aku akan mengajak kalian berkenalan dengan Jeruk berbentuk unik.

Sebelumnya aku ingin cerita flashback tentang asal mula kebun jeruk di kantor kami ya… Bermula dari keputusan kami mengelola lahan di belakang kantor yang lumayan luas dan tadinya untuk sawah namun karena satu dan lain hal tak dapat dijadikan sawah lagi.

Serah terima bibit jeruk
Serah terima bantuan bibit Jeruk Siem dari BPTP Jateng ke Dinperpa Kota Pekalongan

Alhamdulillah pada November 2020 kami mendapat bantuan bibit jeruk dari BPTP Ungaran Jawa Tengah. Sebagian kami bagikan ke kelurahan-kelurahan di Kota Pekalongan dalam rangka program Kelurahan Menanam dan sebagian lagi kami budidayakan di lahan kosong eks sawah itu (bukan sebagai tabulampot).

Jenis jeruk yang kami dapat saat itu adalah Jeruk Siem Banjar dan Jeruk Siem Pontianak. Kedua nama itulah yang tertera pada label yang menyertai masing-masing bibit tersebut. Alhamdulillah dalam perkembangannya jeruk-jeruk itu tumbuh dengan baik dan pada tahun kedua mulai belajar berbuah.

Pohon Jeruk 1 th
Pohon Jeruk Siem umur 1 tahun di kebun BPP Kertoharjo

Nah, saat mengamati pohon-pohon yang baru belajar berbuah itulah kami menemukan ada 2 pohon jeruk yang buahnya berbeda dari lainnya : ukuran buahnya jauh lebih besar dan bentuk buahnya pun unik! Continue reading “Tak Sengaja Merawat Jeruk Berpenampilan Unik: Ugli atau Dekopon?”

Serunya Belajar Public Speaking di Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel Semarang

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga kabar kalian semua baik dan tetap bahagia ya.. Tak terasa kita sudah melewati bulan kedua Tahun 2023 ini. Bulan kedua yang selalu menjadi bulan istimewa untukku pribadi karena merupakan bulan kelahiran 😊

Bukan hanya aku saja yang menandai bulan Februari ini sebagai bulan istimewa, salah satunya adalah Gandjel Rel yang merupakan komunitas blogger perempuan Semarang. Ya, Februari adalah bulan ultah komunitas Gandjel Rel yang tahun ini -tepatnya tanggal 22 Februari 2023- berusia 8 tahun.

Alhamdulillah, senang sekali akhirnya aku berkesempatan menghadiri Kopdar alias jumpa offline setelah 2 tahun sebelumnya GRes -sebutan untuk anggota Gandjel Rel- merayakan ultah komunitas kesayangan secara online akibat pandemi. Baca juga : Serunya Ultah ke-4 Gandjel Rel

Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel
GRes & Bang Odi di Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel (Foto by Hapsari)

Mau tahu keseruan acara Ultah ke-8 Gandjel Rel kemarin? Yuk, lanjut baca saja. Akan ku tuliskan keseruan acara kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel pada hari Sabtu, 25 Februari 2023 kemarin.

Continue reading “Serunya Belajar Public Speaking di Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel Semarang”

Memakai Baju Kembaran, Suka atau Tidak?

Sahabat Lalang Ungu, tak terasa awal Ramadan tinggal sebulan lagi. Sudahkah kalian bersiap menyambutnya? Atau bahkan sudah sangat siap hingga persiapan baju Lebaran bahkan sudah dipikirkan? 🤭

Kalau aku sih untuk Ramadan selain persiapan fisik antara lain mulai lebih memperhatikan kondisi lambung (karena pekan pertama Ramadan biasanya paling berat untukku yang punya sejarah maag ini) biasanya juga persiapan lahir batin agar bisa melakukan amalan-amalan Ramadan dengan sebaik-baiknya, khusus di tahun ini juga bersiap menata hati.

Iya, menata hati juga… Semoga bisa melewati Ramadan kedua tanpa almh ibuk ini dengan sebaik-baiknya. Tahun lalu, Ramadan dan Lebaran pertamaku tanpa ibu terasa amat sangat berat. Dan puncaknya ngungsi malam takbiran ke rumah kakak di Semarang karena tak sanggup berlebaran di rumah sendiri yang menyimpan begitu banyak kenangan Lebaran bersama beliau di tahun-tahun sebelumnya.

Ramadan kemarin itu, boro-boro mikir persiapan lebaran seperti baju, makanan, dll. Bisa lulus sebulan menjalani Ramadan kemarin itu dengan tetap waras bagiku sudah Alhamdulillah bangeeet.. Kehebohan bersama ibu mempersiapkan seragam Lebaran keluarga besar Soeranto dari jauh-jauh hari seperti tahun-tahun sebelumnya tinggal kenangan.

Eh ngomong-ngomong soal baju kembaran saat momen-momen khusus (misalnya Lebaran, kondangan, dll), kalian suka atau tidak sih pakai baju kembaran? Continue reading “Memakai Baju Kembaran, Suka atau Tidak?”

Perpanjangan SIM di Polresta Pekalongan : Gak Pakai Lama!

Sahabat Lalang Ungu, apa yang kalian lakukan saat bulan kelahiran tiba? Merasa senang dan bersyukur? Merencanakan pesta perayaan? Kalau aku, selain merasa senang dan bersyukur, yang juga kulakukan adalah cek kartu-kartu, apakah masih berlaku atau sudah harus perpanjangan. Hehe ..

Nah kalau dulu cek KTP dan SIM (yang tanggal habis masa berlakunya disamakan dengan hari kelahiran untuk memudahkan mengingat) maka sejak KTP sudah berlaku seumur hidup yang harus kuperiksa tinggal SIM. Dan ternyata ketika awal bulan ini kuperiksa SIM ternyata tahun 2023 sudah harus perpanjangan.

Kantor Polresta Pekalongan
Polresta Pekalongan tempatku melakukan perpanjangan SIM kemarin

Lima tahun lalu aku pertama kali mengurus perpanjangan SIM sendiri (sebelumnya titip ke teman yang biasa menguruskan), Alhamdulillah ternyata sekitar 45 menit jadi. Nah, berdasarkan pengalaman itu, kali ini pun aku akan mengurus sendiri.

Dokumen yang harus dipersiapkan sebelum perpanjangan SIM

Tenang saja Sahabat, cuma ada 3 jenis dokumen yang harus dipersiapkan sebelum menuju tempat perpanjangan SIM, yaitu:

  • Fotocopy KTP 2 lembar
  • SIM lama
  • Hasil cek kesehatan

Continue reading “Perpanjangan SIM di Polresta Pekalongan : Gak Pakai Lama!”

Sudahkah Kita Meminta Maaf Dengan Baik?

Sahabat Lalang Ungu, apakah kalian tahu tentang 3 kata ajaib / three magic word yang konon merupakan kunci kesuksesan komunikasi/ interaksi antara seseorang dengan orang lainnya? Yups, ketiga kata ajaib yang kumaksud itu adalah Please (tolong),  Sorry (maaf) dan Thank you (terimakasih).

Ketiga kata sederhana yang tidak selalu mudah untuk dikatakan oleh seseorang kepada orang lainnya. Ada yang karena tidak tahu bahwa kata-kata itu penting, ada pula yang mungkin tidak menganggap ketiga kata itu penting sehingga merasa tidak perlu mengucapkan dalam kesehariannya.

Kalau aku sendiri sih setuju dengan pendapat bahwa ketiga kata itu penting, sebagai bentuk penghargaanku kepada orang lain. Dan beberapa kali aku merasa agak terganggu ketika menjumpai seseorang mengabaikan 3 kata ajaib itu sementara menurutku secara etika dia perlu mengatakannya.

Baca juga :  2 Ilustrasi

Meminta maaf misalnya. Menurutku dari ketiga kata ajaib itu yang paling berat diucapkan adalah kata maaf. Sebuah kata yang menjadi salah satu bentuk pengakuan atas sebuah kesalahan, sekaligus salah satu upaya pertanggungjawaban atas kesalahan tersebut.

Sorry
Gambar oleh Raka C. dari Pixabay

Continue reading “Sudahkah Kita Meminta Maaf Dengan Baik?”

Antara Aku dan Bawang Goreng

Sahabat Lalang Ungu, apakah kalian punya pengalaman dengan sesuatu yang dulunya nggak suka…eh lha kok sekarang jadi suka? Kalau aku, punya beberapa. Antara lain beberapa buah-buahan dan olahan makanan.

Buah Kedondong dan Salak adalah buah-buah yang dulu aku nggak suka tapi sekarang jadi doyan. Dulu aku menemukan banyak alasan untuk tidak menyukai kedua buah ini, antara lain rasanya (yang satu sepet satunya lagi asam), bentuk fisik buahnya (yang satu kulit nya tajam sering melukai jari, satunya lagi keras dan perlu perjuangan untuk bisa memakannya). Pokoknya ada saja alasannya. Haha .. Anehnya alasan-alasan itu tak berarti lagi saat sekarang aku suka makan keduanya! 😀

Nah selain kedua buah itu, ada lagi nih makanan yang seperti itu : dulu tak suka, eh sekarang nyari-nyari kalau nggak nemu. Nama makanan itu adalah….Bawang Goreng! Ada apa antara aku dan Bawang Goreng? Simak ceritanya ya ..

Gambar oleh Regimantas Danys dari Pixabay

Continue reading “Antara Aku dan Bawang Goreng”