Kanca Lalang Ungu, aja kaget ya maca tulisanku sing nganggo basa Jawa iki. Ora ana angin saka lor utawa kidul, kok ndadak aku kangen nulis nganggo basa Jawa.
Pas ndelok arsip tulisan Lalang Ungu iki, jebul pungkasan aku nulis nganggo basa Jawa ki pas wulan Maret 2017, nem taun kepungkur! Lhaaa..rak yo wis suwiiii nemen to..mula iki aku arep nyoba maneh nulis nganggo basa Jawa, sukur-sukur bisa tak biasaake maneh ra ketang mung sesasi sepisan nguri-uri basa tinggalane pinisepuh 🤭
Eh kanca-kanca, isih kulina ora karo istilah ‘Apa Tumon‘?
Iku lho..istilah sing biasane disebut wong Jawa yen pas nemoni kedadeyan kang marakke nggumun. Aku dewe luwih kulina karo istilah iku amarga sering maca Panjebar Semangat -majalah basa Jawa- lan ing majalah iku ana rubrik/bagiyansing jenenge “Apa Tumon” yaiku rubrik sing macak kiriman tulisan-tulisan cekak sing isine kedadeyan-kedadeyan lucu / konyol / aneh / ora tinemu nalar. Sakliyane tau ngirim crita cekak, aku yo nate ngirim tulisan ‘opo tumon’ sing isine cerita lucu. Seneeeng rasane yen pas tulisan kirimanku bisa kapacak ing majalah iku 😊
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Akhir pekan datang lagi nih..apa kegiatan kalian di akhir pekan kali ini? Untuk teman-teman yang hobi baca, kali ini aku akan menuliskan tentang sebuah buku menarik yang kubaca beberapa waktu lalu. Sebuah buku karya seorang sahabat, yang mempunyai judul unik dan mengundang rasa penasaran.
Lauk Daun
Lauk Daun by Hartari
Ya, itulah judul buku karya mbak Hartari seorang sahabat blogger dari Semarang. Judul yang unik, bukan? Psst, sempat terlintas tanya di benakku saat membaca judul buku itu, apakah ini buku tentang masakan atau tips kesehatan? Dan ternyata…. Continue reading “Lauk Daun : Beragam Kisah Dari Sebuah Kampung Di Masa Pandemi”
Hai Sahabat Lalang Ungu, pada jurnal anggrek kali ini aku akan kembali bercerita tentang anggrek, yaitu salah satu anggrek jenis dendrobium rawatan kami yang bernama D. Caesar Warawan.
Dendrobium Caesar Warawan
Oya, anggrek kami jenis ini adalah dua dari 12 seedling / bibit anggrek yang kami adopsi pada Desember 2021 lalu. Nah, salah satu kekurangan membeli anggrek ukuran seedling ini adalah, identitas tanaman belum tentu sesuai dengan nama/ID yang diberikan oleh penjual. Baca juga : Ceritaku 17 Bulan Merawat Seedling Dendrobium.
Nah, itu sebabnya identitas anggrek satu ini pun baru kami ketahui setelah mulai berbunga, yaitu sekitar 17 bulan sejak dalam rawatan kami. Setelah bunganya mekar, kupotret lalu foto bunganya ku unggah di FB grup pecinta anggrek dan alhamdulilah akhirnya dapat info dari teman-teman di sana bahwa ID dendrobium kami ini adalah Dendrobium Caesar Warawan Continue reading “Jurnal Anggrek (3): Dendrobium Caesar Warawan”
Sahabat Lalang Ungu, pernahkah kalian berada di sebuah lokasi wisata non religi namun merasa jadi lebih religius? Kalau aku sih sering, terutama di tempat-tempat wisata yang menguji nyali!
Nah, kali ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku saat di lokasi wisata yang membuatku merasa begitu, yaitu di Kemuning Sky Hills. Eh, itu bukan jembatan kaca yang kemarin beritanya viral karena kecelakaan lho yaa…
Beberapa Lokawisata Ngeri-ngeri Sedap yang Pernah Kukunjungi
Sebelum bercerita tentang pengalamanku mencoba wisata Jembatan Kaca di Kemuning itu, akan kuceritakan sedikit tentang tempat wisata yang pernah kukunjungi, yang menimbulkan rasa ngeri-ngeri sedap dan otomatis membuatku semakin mengingat dan menyebut Asma Allah selama di sana untuk mendapatkan perlindungan-NYA.
Perjalanan kami ke Curug Muncar Petungkriyono ini di tahun 2015, dan kondisi jalan utama di Lokawisata Petungkriyono di Kab Pekalongan waktu itu masih memprihatinkan. Dan yang paling bikin sport jantung adalah akses menuju lokasi Curug Muncul yang sempit, menanjak dengan kelokan-kelokan tajam. Mudah-mudahan sekarang kondisi sudah bagus, aman dan nyaman.
2. Gumuk Reco Sepakung
Tak hanya akses jalan ke salah satu lokawisata Kab Semarang ini yang bikin sport jantung, tapi wahana-wahana yang ditawarkan di sana untuk kita coba juga memacu adrenalin, a.l : Ayunan Langit dan Ondo Langit.
Nah kalau di Dieng menurutku kondisi akses wisata sudah jauh lebih bagus, mungkin karena ini adalah lokawisata yang sudah lama. Yang membuatku deg-deg ser dan langsung ndremimil doa-doa adalah saat di atas Batu Pandang Ratapan Angin (waktu itu) tak ada pengaman di sekitar lokasi berdiri sehingga harus sangat hati-hati. Bila terpeleset sedikit ya.. wasallam deh ..
4. Kemuning Sky Hills
Nah..yang terakhir ini akan kuceritakan lebih detil di tulisanku kali ini. Oya, kunjungan ke Kemuning Karanganyar ini sudah beberapa bulan lalu, tepatnya di Juni 2023.
Jembatan Kaca ikon terbaru di Kemuning Sky Hills Karanganyar
Hai Sahabat Lalang Ungu,mumpung baru lewat sehari, kuucapkan Selamat Hari Blogger yaa… Oya untuk teman-teman yang belum tahu, tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional sejak tahun 2007 lalu. Seharian kemarin berita-berita peringatan Hari Blogger yang dilakukan oleh teman-teman Blogger se-Indonesia bersliweran di lini masaku, mungkin di lini masa kalian ramai juga ya..
Ah..jadi teringat kopdar pertamaku bertahun lalu, terjadi saat aku mengikuti Kopdar Blogger Nusantara (KBN) 2013 di Jogja. Pengalaman seru yang selalu ngangeni! Kopdar pertama dan alhamdulilah bukan kopdar terakhir, justru mengawali pertemuan-pertemuan berikutnya dengan teman-teman blogger. Sahabat-sahabat dunia Maya yang merambah ke alam nyata 🙂
Kenangan di KBN 2013 Jogjakarta.
Tiga belas tahun bukan waktu yang sebentar, tapi rasanya baru kemarin aku membangun rumah mayaku. Berawal dari Beranda Mechta di Blog Detik pada Januari 2010, lalu Lalang Ungu lahir di 2012 dengan menggunakan wordpress gratisan sebelum akhirnya menjadi Lalang Ungu yang baru sejak 2017 hingga sekarang.
Selanjutnya berkesempatan bergabung dengan komunitas blogger juga merupakan hal yang selalu kusyukuri. Blogger Gandjel Rel dan Blogger Pekalongan adalah dua dari beberapa komunitas yang kuikuti dan telah memberikan banyak warna di hari-hariku sebagai seorang blogger .
Tiga belas tahun menjadi blogger memang telah memberikan banyaaaak hal padaku, yang bernilai material maupun immaterial. Hobi yang tersalurkan sekaligus mendatangkan cuan, memang sangat menyenangkan bukan? 😁 Baca juga : Ngeblog, apa sih manfaatnya?
GRes & Bang Odi di Kopdar Ultah ke-8 Gandjel Rel (Foto : Istimewa)
Boleh dibilang, tiga belas tahun ini adalah saat-saat yang sangat berkesan buatku. Dan masih tetap bisa menulis hingga saat ini, sungguh suatu kondisi yang selalu kusyukuri karena buatku pribadi itu bukanlah hal yang sangat mudah. Ibarat perjalanan, ini bukanlah jalan lurus dan datar saja, melainkan jalan berkelok dan naik-turun.
Kurasa, justru karena bukan merupakan perjalanan bebas hambatan itulah sebabnya aku masih menikmati perjalanan ngeblogku sejauh ini. Tak membosankan dan ada banyak tantangan!
Tiap tanggal 27 Oktober tiba, pertanyaan yang sama menghampiriku : masih pantaskah aku menyebut diri sebagai blogger?
Ada banyak perenungan memang sebelum aku memberikan jawabannya. Makin ke sini, rasanya makin lama waktu merenungku sebelum aku siap memberikan jawaban. Namun alhamdulilah sampai saat ini aku masih bisa menjawab: ya, aku masih seorang blogger. Rumah mayaku masih aktif update minimal seminggu sekali.
Hai Sahabat Lalang Ungu…beberapa hari terakhir ini, terasa semakin panas cuacanya ya.. Sempat hujan sebentar beberapa malam lalu, tapi setelah itu belum lagi turun air hujan membasahi bumi. Tak hanya kita, tanaman-tanaman pun terlihat merana…
Namun meskipun sering nggresah / mengeluh karena cuaca yang lumayan ekstrim kali ini, aku tetap merasa sangat bersyukur kami mempunyai tempat nyaman untuk berteduh setiap harinya. Ya, setiap kali masuk rumah dari bepergian..terasa sekali betapa nikmatnya, apalagi akhir-akhir ini. Alhamdulillah..
Pulang kantor di ujung hari adalah hal yang rutin kujalani bertahun-tahun ini, namun baru beberapa hari lalu aku merasa sangaaat senang ketika menuju rumah di siang hari nan terik dan dari kejauhan telah terlihat lokasi rumahku yang ditandai dengan pohon-pohon rimbun di depannya 😍
Cari rumah kami? Tuuh yg rimbun..hehe…
Rasanya plong.. Legaaa sekali sebentar lagi sampai rumah, dapat berteduh dari terik, mengistirahatkan badan setelah seharian wira-wiri melaksanakan tugas sehari-hari, kembali menikmati kenyamanan oasis kami.
Dan siang ini, sambil leyeh-leyeh di sofa ruang tamu dan menikmati semilir angin dari pintu yang terbuka lebar, kulihat pohon Jambu yang merupakan salah satu dari beberapa pohon yang berjasa meneduhkan halaman kami. Langsung aku teringat alm bapak yang telah menanamnya belasan tahun lalu dan kembali kubersyukur karenanya dan menuangkan rasa syukur itu dalam tulisan ini. Continue reading “Menjaga dan Merawat Oasis Warisan Ayah-Ibu”
Sahabat Lalang Ungu, pernahkah kalian mendengar ujaran dalam bahasa Jawa Diwenehi Ati Ngrogoh Rempela?
Arti harfiah dari kalimat itu adalah ‘diberi hati mengambil (juga) ampela’ merupakan kalimat yang sering diucapkan untuk suatu kondisi di mana seseorang meminta lebih dari apa yang telah diterimanya.
Aku tiba-tiba teringat peribahasa Jawa itu ketika melihat foto judul sebuah berita tentang permintaan baru pedagang Tanah Abang di salah satu beranda akun FB teman.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama, Tiktok Shop telah ditutup sebagai dampak dari ditetapkannya Permendag No 31 / 2023 terkait ketentuan perizinan usaha, periklanan, pembukaan dan pengawasan pelaku usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Ya, setelah TikTok Shop resmi ditutup pada 4 Oktober 2023 lalu, memang memunculkan perdebatan. Ada banyak pro dan kontra menyikapi hal tersebut. Yang pro antara lain beralasan bahwa penutupan itu sudah sesuai aturan, untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat serta merupakan salah satu upaya perlindungan UMKM. Yang kontra tak kalah banyak, antara lain beralasan bahwa penutupan tersebut adalah tindakan tergesa-gesa yang kurang memikirkan dampaknya secara luas.
Ini adalah salah satu anggrek yang relatif baru kami rawat. Ceritanya pada 17 Januari 2023 lalu, kami mendapat seonggok ‘sampah’ sisa pembersihan kebun di rumah tetangga yang kosong. Kata pak becak yang bersih-bersih itu bagian anggrek entah apa namanya yang di sana menggerombol menempel di salah satu pohon.
Penampilan Oncidium saat kami peroleh
Karena kami juga tak tahu apakah ini betul termasuk anggrek atau bukan, aku pun mengunggah foto ini di FB dan mendapat tanggapan dari teman-teman di sana bahwa tanaman itu adalah jenis anggrek oncidium. Continue reading “Jurnal Anggrek (2) : Oncidium Golden Shower”
Hai Sahabat Lalang Ungu, akhir pekan lalu aku berkesempatan mengikuti Blogger Gathering & Workshop SEO yang diadakan oleh Sinar Mas Land dan bertempat di Rooms Inc Hotel Semarang. Acaranya seru deh. Tak hanya mendapat ilmu tentang SEO aku juga mendapat rekomendasi hotel di Semarang karena jadi lebih mengenal tentang Rooms Inc yang merupakan salah satu hotel terbaik di Semarang ini. Mau tahu keseruannya? Yuk, ikuti terus tulisan ini…
Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga selalu sehat dan bahagia ya … Kali ini aku akan bercerita tentang anggrek rawatan kami, khususnya 2 jenis di antaranya yaitu : Dendrobium Fatahillah Star dan Cattleya Mantini
Mungkin sahabat lama Lalang Ungu masih ingat, bahwa aku belum terlalu lama merawat anggrek. Ya, baru sekitar 3 tahun terakhir ini. Masih pemula lah itungannya, hehe .. Oya, sebagai pemula aku sangat ingin mengenal anggrek-anggrek itu, agar aku dapat merawatnya dengan baik sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.
Nah untuk itu aku sering mengamati dan mencatat perkembangan mereka. Catatan itulah yang kali ini kutulis ulang di sini, agar tersimpan dengan baik. Syukur-syukur kalau catatan ini juga berguna bagi sahabat yang ingin merawat anggrek juga. Berikut ini catatan perkembangan mereka :