Citizen Journalism |Kelas ke-47 Akber Pekalongan bersama Maman Suherman

Kang Maman Suherman berbagi inspirasi tentang Jurnalisme Warga
Kang Maman Suherman berbagi inspirasi tentang Jurnalisme Warga di Kelas ke-47 Akber Pekalongan

Akademi Berbagi adalah sebuah gerakan sosial pendidikan, wadah belajar, berbagi ilmu pengetahuan, ketrampilan dan inspirasi, yang telah ada sejak tahun 2010 dan saat ini telah ada di 28 kota se-Indonesia.

Demikian pula di Kota Pekalongan, telah ada Akademi Berbagi (Akber) Pekalongan sejak tahun 2012, dan telah mengadakan kelas demi kelas sejak saat itu hingga saat ini, telah 47 kelas diselenggarakannya. Continue reading “Citizen Journalism |Kelas ke-47 Akber Pekalongan bersama Maman Suherman”

Meriahnya Hari Batik di Kota Batik

Teman, hari Batik memang sudah lama berlalu, di awal bulan ini -tepatnya pada 2 Oktober lalu- namun izinkan aku menuliskan kembali meriahnya acara peringatan Hari Batik Nasional th 2015 di Kota Batik Pekalongan …

Hari Batik 2015 di Kota Batik
Meriahnya Hari Batik 2015 di Kota Batik

Sudah menjadi agenda rutin Kota Pekalongan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang ditetapkan setiap 2 Oktober tersebut. Pada tahun-tahun kemarin, peringatan Hari Batik di Kota Pekalongan dirayakan dengan Lomba-lomba, Karnaval Batik dan Pekan Batik. Namun, pada tahun 2015 ini karnaval Batik dan Pekan Batik sudah dilaksanakan sebelumnya pada akhir Juli 2015 lalu bersamaan denga pelaksanaan Gelar Karya TTG Th 2015 di Kota Pekalongan. Continue reading “Meriahnya Hari Batik di Kota Batik”

Menikmati nuansa merahnya Sam Po Kong dan Masjid Muhammad Cheng Hoo

Sudah cukup lama aku tertarik dengan Klenteng Sam Po Kong, salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Kota Semarang itu. Terlebih karena sejak awal tahun ini hampir tiap hari minggu kulewati lokasinya yang terletak di Jl Simongan Raya No 129 Semarang itu.

Sayangnya, belum ada kesempatan untuk secara khusus mengunjungi petilasan Laksmana Zheng He / Cheng Ho yang kemudian dibangun sebagai kelenteng  / tempat ibadah penganut Kong Hu Cu tersebut. Sudah banyak yang menceritakan / menuliskan / mengunggah foto-foto cantik kelenteng yang sering disebut juga Kelenteng Gedong Batu itu, membuatku makin penasaran untuk berkunjung ke sana. Merahnya, benar-benar menggoda 🙂

Namun alhamdulillah… akhirnya beberapa waktu lalu Allah mengabulkan keinginanku, berkesempatan mengunjungi bangunan-bangunan yang didominasi warna merah itu meskipun hanya beberapa menit, karena hanya mampir saat perjalanan pulang dari Ngrembel dengan teman-teman waktu itu.

Dan inilah beberapa tampilan bangunan2 merah yang sempat kuabadikan di siang yang cukup terik waktu itu…

SamPoKong1

Continue reading “Menikmati nuansa merahnya Sam Po Kong dan Masjid Muhammad Cheng Hoo”

Cerita di balik Blog a la Mechta

 

“Waah…dapat hadiah lagi ya, mbak?”

“Iya nih, alhamdulillah… Rezeki ngeblog, hehe… ”

“Seneng ya mbak…, bisa dapat  hadiah macam-macam modalnya cuma nulis saja..”

“Hm…iya… Alhamdulillaaaah banget…”

***

Itu sekelumit percakapan yang beberapa waktu lalu kualami, dan sudah beberapa kali pula terjadi.

Ada beragam perasaan muncul di hati saat percakapan semacam itu terjadi.

Yang pertama, tentu ada rasa senang…bangga…lalu ada juga rasa jengkel.

Jengkel??

Iya benar… rasa yang satu itu muncul ketika mendengar kalimat yang kugaris bawahi itu.  CUMA NULIS SAJA”.

Nulis itu…tak sekedar CUMA, Oy…!!

Pengen rasanya aku teriak begitu bila ada yang menggambarkan ketrampilan menulis dengan kata CUMA atau HANYA ataupun SEKEDAR.

Ya -buatku- menulis itu tidak mudah. Sebuah proses yang tak sekedar merangkai huruf menjadi kata dilanjutkan merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Jauh lebih dari itu. Buatku, menulis itu menceritakan apa yang kurasa, mengemukakan pendapatku, mengisahkan kembali apa yang kulihat, kudengar ataupun kualami.  Memberitakan suatu hal, menuturkan langkah-langkah yang ingin kujabarkan…dll, dsb, dst…. Intinya, menurutku menulis itu bukan suatu pekerjaan yang pantas diargai hanya dengan CUMA / HANYA / SEKEDAR saja. Continue reading “Cerita di balik Blog a la Mechta”

Bertemu kembali dengan Sawo Ijo, si manis lembut penuh kenangan…

Akhir pekan yang lalu, kami berkesempatan mendampingi adik-adik fasilitator pemberdayaan yang mengikuti pelatihan di Baturraden. Ya, sebuah tempat wisata alam yang berhawa sejuk di Kab. Banyumas itu…

Saat beristirahat diantara 2 sessi materi pelatihan, kami duduk-duduk di teras Aula Hotel Moroseneng itu, dan tiba-tiba perhatianku tertambat pada sebuah pohon rimbun di sebelah Aula Bakula itu.

Pohon Sawo Ijo Continue reading “Bertemu kembali dengan Sawo Ijo, si manis lembut penuh kenangan…”

6 Langkah registrasi e-PUPNS 2015

PUPNS 2015

Apa itu e-PUPNS 2015 ?

Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara Elektronik (e-PUPNS) Tahun 2015 adalah suatu sistem pendataan ulang PNS terbaru yang dibangun oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN ) dengan tujuan untuk memperoleh data PNS yang akurat, terpercaya dan terintegrasi yang mendukung pengelolaan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

Kapan pelaksanaan e-PUPNS 2015 ?

Berdasarkan SE BKN No : K26-30/V77-4/99 tanggal 27 Juli 2015 tentang implementasi e-PUPNS, pelaksanaannya dijadwalkan sejak 1 September 2015 – 31 Desember 2015.

Bagaimana langkah-langkah pendataan dilakukan ? Continue reading “6 Langkah registrasi e-PUPNS 2015”

Jlamprang , motif batik khas Pekalongan.

Beberapa waktu lalu, ketika menulis tentang Pekalongan Jlamprang Carnival, ada beberapa teman yang menanyakan tentang Motif Jlamprang itu, yang seperti apa ??

Penampakan Batik Jlamprang PekalonganIni salah satu penampakan Batik Jlamprang

Nah, untuk menjawabnya, aku harus mencari beberapa referensi dulu, karena terus terang meskipun lumayan hafal dengan motif khas Pekalongan itu, aku tak banyak tahu tentang hal-hal lain tentang motif Jlamprang itu sendiri. Dan ini adalah rangkuman beberapa informasi mengenai Batik pekalongan pada umumnya, motif Jlamprang pada khususnya .. (eh..kok seperti bikin laporan resmi yah? hihi…)

Sebagai daerah pesisir, dengan pelabuhan yang sejak dahulu sudah dimanfaatkan sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan Nusantara, motif Batik Pekalongan sangat dipengaruhi oleh interaksi masyarakat pribumi dengan para pendatang baik itu etnis Tionghoa, Arab, India maupun Eropa.

Jlamprang adalah salah satu motif Batik khas Pekalongan, yang juga dipengaruhi oleh interaksi masyarakat setempat dengan pendatang, dalam hal ini etnis India. Continue reading “Jlamprang , motif batik khas Pekalongan.”

Suatu siang di Umbul Sidomukti

Sudah lumayan lama aku mendengar tentang tempat wisata alam di kawasan lereng Gunung Ungaran ini.  Oleh karena itu, ketika beberapa waktu lalu rekan-rekan mengajak untuk mampir ke lokasi wisata itu -dalam perjalanan silaturahmi ke rumah rekan kami di Boyolali- akupun antusias mengikutinya.

Tepat pukul 12.00 WIB ketika rombongan kami sampai di tempat parkir Taman renang alam Umbul Sidomukti ini, namun cuaca panas tak terasa karena hembusan angin yang sejuk menyambut kami begitu keluar dari kendaraan. Hm… beginilah cuaca siang di pegunungan…segaaar 🙂

Oya… kelegaan adalah salah satu yang kami rasakan begitu sampai di lokasi yang berada di Desa Sidomukti Kec Bandungan Kab Semarang itu. Apa pasal? Hehe…itu semua karena jalan menuju lokasi Umbul Sidomukti yang terletak di ketinggian 1200 dpl itu cukup membuat deg-degan : jalan relatif sempit, menanjak dan berkelok-kelok! Wow..deh pokoknya! Aku lebih deg-degan karena teringat perjalanan ke Curug Muncar beberapa waktu lalu, namun rupanya pengelola & warga sekitar di Umbul Sidomukti ini lebih siap mengelola tempat wisata ini, sehingga ada penduduk / petugas (?) yang mengarahkan di persimpangan-persimpangan sempit dan jalannya pun jauh lebih bagus dan tertata, semacam beton cor dengan alur-alur khusus yang (mungkin) dibuat agar tak licin / berbahaya saat musim hujan. Continue reading “Suatu siang di Umbul Sidomukti”

Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015

Pekan Batik merupakan salah satu agenda rutin di Kota Pekalongan. Biasanya berlangsung pada awal Oktober untuk memperingati Hari Batik tanggal 2 Oktober, namun pada tahun ini dilaksanakan pada akhir Juli s.d awal Agustus 2015 ditengah bersamaan dengan Pameran Inovasi & Kreatifitas yang berlangsung sejak 30 Juli – 3 Agustus 2015 lalu.

Dalam rangkaian acara Pekalongan Batik Week tahun ini diselenggarakan juga Pekalongan Jlamprang Carnival tepatnya pada hari minggu tanggal 2 Agustus 2015 lalu, yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga siang harinya.

Karnaval tahun ini lebih berkesan bagiku, karena bersama rekan-rekan lainnya aku terlibat langsung sbg peserta karnaval hari itu.

Beberapa hari sebelumnya teman-teman sudah sibuk berembug kostum yang akan digunakan maupun konfigurasi gerakan yang akan ditampilkan di depan panggung kehormatan. Karena kesibukan masing-masing Badan dan Kantor yang tergabung dalam 1 kontingen ini, bukan hal yang mudah untuk dapat meluangkan waktu pada saat yang sama untuk berlatih gerakan yang akan ditampilkan.

Dan akhirnya hari H datang juga. Pagi-pagi sudah sibuk berkutat dengan kebaya dan kain batik juga riasan -ala kadarnya- dan perlengkapan lainnya. Aah…untung saja kontingen yg kuikuti tidak menggunakan kostum yg ribet, hanya kain-kebaya untuk para ibu dan baju koko – celana panjang + kain & tutup kepala batik untuk para bapaknya.

Oya, aku sengaja menggunakan sepatu datar sebagai alas kaki karena harus berjalan kaki sepanjang route karnaval itu, meskipun agak tidak matching dengan kain-kebaya..hihi… Hasilnya? Nyaman saat jalan sih…tapi tetap saja lumayan pegeeel setelah selesai karnaval … hehe… Continue reading “Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015”