Trip to Batu Malang (3)

Alun2Batu

*Alun-alun Kota Batu*

Hari ke-3 trip to Batu Malang adalah hari perjalanan pulang kami. Setelah seharian sebelumnya dari pagi hingga sore hari menikmati wisata di Batu Secret Zoo dan Museum Angkut, serta 2 malam nyenyak beristirahat di homestay nan nyaman, maka tiba waktunya kami meninggalkan kota sejuk Batu ini.

Bersiap_pulang
Sebelum meninggalkan homestay, narsis berjamaah dulu..hehe..

Sekitar pukul 7 pagi kami meninggalkan kawasan Mutiara Panderman Residence, namun tidak langsung menuju luar kota, karena ingin mampir sarapan di Alun-alun Kota Batu. Sebenarnya malam sebelumnya berencana untuk menikmati suasana malam di Alun-alun Kota Batu, namun apa daya pulang dari Museum Angkut badan sudah mengajak leyeh-leyeh saja..

Maka pagi itu, kami menyempatkan diri mampir ke Alun-alun, ngiras-ngirus pamitan dengan kota sejuk itu šŸ™‚Ā  Setelah sempat beberapa kali bertanya arah di sepanjang rute ke sana dari daerah Oro-oro ombo, akhirnya kami pun sampai di pusat Kota Batu itu šŸ™‚

Alun-alun Kota Batu
Alun-alun ini diresmikan tgl 7 Mei 2011

Ternyata suasana di sekitar Alun-alun pagi itu belum tampak ramai, sehingga kami punĀ  leluasa menikmati alun-alun yang indah dan rapi itu. Ya, kami sukaaa…dengan suasana Alun-alun yang tertata rapi dan tampak bersih, mengundang kaki-kaki untuk melangkah santai, menyusuri sudut-sudutnya, sekedar duduk-duduk nyaman di bangku-bangku yang tersedia di sana atau ber-selfie-ria di sudut-sudut taman yang asri. Yuuk, mareee… Continue reading “Trip to Batu Malang (3)”

Trip to Batu Malang (2)

*Museum Angkut*

“Lhah, wong kadar angkot wae kok yo ndadak dilebokke museum?”

“Hah? Angkote sinten, Eyang?”

“Lha kuwi jare cah-cah arep nonton museum angkot?”

“Oalaaah… Museum Angkut, Eyaaang… Sanes, angkot..hehe”

Itu sekelumit percakapan kami dengan si Eyang dalam perjalanan ke Museum Angkut. Rupanya beliau salah sangka, dikiranya yang mau dilihat adalah ‘angkot’ / angkutan / transportasi umum dalam kota itu..hehe..

Kota Batu sudah mulai terasa panas ketika kami meninggalkan Batu Secret Zoo menuju ke lokasi Museum Angkut di suatu siang pada akhir Bulan Desember tahun lalu. Berdasarkan informasi, Museum alat transportasi yang berlokasi di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Batu Malang itu mulai buka jam 12.00 WIB hingga jam 20.00 WIB, namun belajar dari pengalaman di Jatim Park II yang sudah penuuuh pengunjung sebelum jam buka, maka kami pun bergegas meninggalkan lokasi jatim Park II sebelum pukul 12Ā  di siang itu.

Betul saja, karena sedang high season, lalu lintas menuju lokasi-lokasi wisata di Kota Batu siang itu padaaaat oleh aneka kendaraan, baik bus-bus wisata maupun aneka jenis kendaraan pribadi.Ā  Walhasil sampai di lokasi Museum Angkut sekitar jam 13, sehingga setelah mencari parkir dan antri tiket masuk kami pun langsung menuju zona Pasar Apung untuk mengisi perut dulu.

Museum Angkut
Horee… setelah bermacet-macet-ria, sampai juga di Museum Angkut Batu Malang

Continue reading “Trip to Batu Malang (2)”

Cerita interaksiku di Dunia Maya

Sejak kapan kau mengenal internet, teman?

Mungkin rata-rata akan menjawab sudah lama yaa.. Menurut Wikipedia, sejarah internet di Indonesia dimulai pada tahun 1990-an. Jadi internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita lebih dari 2 dekade, dan kedudukannya bagi kita saat ini mungkin mengalahkan keberadaan televisi ataupun radio, yang sudah jauh lebih lama kita kenal. Nah, ini cerita interaksiku di Dunia Maya.

Aku sendiri mengenal internet sejak masa-masa awal di dunia kerja namun baru sebatas aktivitas ber-email ria untuk urusan kantor. Perkenalan dengan internet lebih lanjut adalah setelah membuat akun Facebook di saat heboh mau reunian dengan teman-teman SMP, sekitar tahun 2009.

Selain chit-chat dan say hello dengan teman-teman via FB, aku juga menggunakannya untuk menampung hasil tulisan-tulisan singkat pada Catatan FB. Rasanya, aku lebih banyak menulis di Catatan daripada menulis status, hehe… Selebihnya sih komen-komen sana-sini saja..

Lalu, aku mulai mengenal Blog. Continue reading “Cerita interaksiku di Dunia Maya”

Yuk, rakhatan di HUT ke 110 Kota Pekalongan

HUT 110 Kota Pekalongan
Sumber Gambar : akun twitter @kotabatik

Tanggal 1 April merupakan Hari Jadi Kota Pekalongan. Dan kemarin, Jumat tanggal 1 April 2016 merupakan HUT ke 110 Kota Pekalongan. Jadi jangan heran kalau sekarang-sekarang ini kami sedang heboh merayakan HUT Kota Batik tercinta. Rakhat wis pokoke..!

Apa itu rakhat?

RAKHAT adalah istilah khasnya Wong’kalongan yang artinya : ramai, menyenangkan dan penuh kebersamaan. Kalau kata Pak Gub Ganjar Pranowo sih, Gayeng… šŸ™‚

Sesuai dengan tagline pasangan Walikota & Wakil Walikota saat ini yaitu Brayan Urip & Brayan Kerja, maka kegiatan perayaan HUT Kota Pekalongan mulai tahun ini lebih melibatkan masyarakat yang diwakili oleh komunitas-komunitas budaya yang ada di Kota Pekalongan. Tepatnya ada 21 komunitas masyarakat yang terlibat dalam perayaan HUT ke 110 Kota Pekalongan di tahun ini yang mengusung tema “Kreativitas dan Keragaman Budaya Penggerak Ekonomi Menuju Pekalongan Lebih Sejahtera”.

Apa saja agenda acaranya? Continue reading “Yuk, rakhatan di HUT ke 110 Kota Pekalongan”

Trip to Batu Malang (1)

Haaai… apa kabar, semuanyaaa???

Wuiih…kangen banget nulis di sini, setelah 2 bulan tidak apdet…hiks.. *bersih-bersih debu di Beranda..

OK deeh, mumpung proposal sudah jadi, dan kerjaan rumah juga masih aman terkendali, langsung deh mau nulis tentang perjalanan ke Malang kemarin..

Kemarin??

Hehe… Akhir tahun kemarin, tepatnya ! Iyaaa…memang sudah telaaat byanget nulisnya, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan?? šŸ˜›

Meskipun tanpa perencanaan yang matang seperti sebelum-sebelumnya, libur beberapa hari di akhir tahun kemarin akhirnya kami gunakan sebagai kesempatan jalan bareng yang sudah lama ingin kita lakukan, tapi tertunda-tunda terus.

Aku, Ibu, kakak berserta suami & putranya, serta 2 orang keponakan, itulah peserta jalan-jalan dadakan di akhir tahun kemarin. Tujuan utamanya adalah ke Museum Angkut, karena ABG-ABG itu sudahĀ kepincutĀ dengan cerita teman-temannya yang sudah ke sana sebelumnya.

Di awali dengan kehebohan mencari penginapan, karena mendadak sehingga tidak bisa memilih-milih lagi, rata-rata hotel / penginapan yang kami kontak sudah full book, mengingat saat itu memang high season kalau kata orang pariwisata..hehe..Ā  Syukurlah, setelah klak-klik di inet, akhirnya berhasil mendapat 1 villa yang masih bisa di sewa, meskipun dengan harga 2x lipat biasanya.. *fyuuh…perjuangan pertama berhasil…

Dari Semarang kami berangkat sebelum subuh, dengan niat jalan-jalan dengan santai dan tidak ngoyo mengejar waktu.Ā  Oleh karena itu, perjalanan darat Semarang – Batu itu penuh dengan jeda istirahat…hehe…

Perhentian pertama di sebuah masjid di perbatasan Kota Salatiga, untuk melaksanakan sholat subuh di sana. Brrr…dingiiiin… Sudah lama tak merasakan air sejuk kota kelahiran, kami agak kaget ketika merasakan air wudhu di masjid yang bersih dan nyaman itu.

Awal perjalanan
Awal pagi di sekitar Boyolali

Perhentian kedua, di sekitar Boyolali, karena ibu melihat ada beberapa penjual Bubur Jangan di sekitar sana. OK deh… beli sarapan dulu kita…

Continue reading “Trip to Batu Malang (1)”

Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (3)

Selamat tahun baru 2016, kawan!!

Waah…, lama juga off dari kegiatan tulis menulis di sini, hingga cerita tentang keseruan offroad di lereng Merapi jadi terkatung-katung..hehe.. Maafkan, yaa…Ā  OK deh, mumpung ada waktu, langsung saja kuteruskan cerita itu yaa…

Setelah puas menikmati pemandangan di sekitar lokasi Batu Alien kami pun kembali menaiki jeep wisata, menuju perhentian terakhir offroad pagi itu :

Museum Mini Sisa Hartaku

Setelah melalui jalan berliku dan naik-turun dari lokasi Batu Alien tepatnya di dusun Jambu Kepuharjo Cangringan itu, akhirnya kami pun sampai di Dusun Petung, masih di Desa Kepuharjo Cangkringan yang menjadi lokasi MUSEUM MINI SISA HARTAKU .

Jangan bayangkan sebuah gedung mentereng ya… Yang mereka sebut Museum Mini itu adalah sebuah rumah sederhana, yang menyimpan benda-benda sisa harta mereka setelah erupsi Merapi 2010 itu.

Sebelum memasuki museum mini tersebut, pengunjung disambut dengan kios-kios yang menawarkan souvenir Merapi sebagai kenang-kenangan. Ada foto-foto erupsi Merapi, aneka T-shirt, topi-topi dll. Pengunjung dapat membeli sebagai kenangan sekaligus membantu warga di sana …

Kios-kios cinderamata lereng Merapi .
Kios-kios cinderamata lereng Merapi .

Continue reading “Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (3)”

Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (2)

Meninggalkan Kaliadem, menuju lokasi Batu Alien
Meninggalkan Kaliadem, menuju lokasi Batu Alien

Yuhuuu….kita lanjutkan cerita offroad kemarin yaa…

Batu Alien

Dari Kaliadem, mas sopir membawa kami menuju lokasi berikutnya. Perjalanan semakin menyenangkan karena mentari telah muncul sehingga kami tak lagi berkendara melewati medan yang ‘wow’ dalam keremangan subuh yang bikin deg-degan itu…

Pemandangan menuju Dusun Jambu di lereng Merapi
Pemandangan menuju Dusun Jambu di lereng Merapi

Kanan-kiri jalan terlihat sudah ditumbuhi pepohonan nan menghijau, tak lagi tampak kegersangan bekas erupsi Merapi tahun 2010 lalu, kecuali puing-puing rumah atau bangunan yang dibiarkan mangkrak begitu saja.

Beberapa kali jeep berhenti di lokasi bekas pemukiman, yang tinggal reruntuhan bangunan-bangunan diantara semak belukar, pengingat tragedi yang membawa rasa haru dan duka…

Sisa Kampung
Reruntuhan di antara sesemakan…

Lalu akhirnya kami sampai di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Kec Cangkringan, Sleman. Eks dusun, tepatnya…karena di lokasi itu tak ada lagi pemukiman, hanya sebidangĀ ara-ara / tanah lapang di tepiĀ Kali GendolĀ – sungai utama yang menjadi jalur material erupsi Merapi.

Naah...kita sampai di Dusun Jambu...lokasi batu Alien itu...
Naah…kita sampai di Dusun Jambu…

Ada apa di Dusun Jambu ini? Continue reading “Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (2)”

Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (1)

Menanti mentari di Kaliadem

Jam baru sedikit lewat dari pukul 3 pagi ketika bus wisata yang kami tumpangi dari Pekalongan berhenti, dan mbak Via – Sang pemanduĀ  – membangunkan kami dengan menyalakan lampu dalam bus.

“Mohon perhatian, Bapak dan Ibu… Kita telah sampai di tujuan pertama kita yaitu di Basecamp 86..” begitu pemberitahuannya kepada kami.

Aah…, sudah sampai di kaki Merapi??

Bergegas kami menegakkan tubuh di tempat duduk masing-masing, dengan penuh antisipasi. Namun, ketika mengintip keluar jendela… hanya keremangan yang tampak di sekitar bus. Hiii… pasti dingin di luar sana, bukan??

Akhirnya setelah nyawa terkumpul sepenuhnya kami pun mulai keluar satu persatu dari bus yang nyaman itu, menuju…toilet! hehe…

Setelah menyelesaikan kebutuhan pagi itu, kami pun bersama-sama menuju mushola kecil yang ada di lokasi basecamp tersebut, bersiap menunggu adzan subuh untuk kemudian sholat berjamaah di sana.

Sesudahnya, kami pun bersiap memulai perjalanan offroadĀ  Lava tour Merapi paket sunrise itu. Kostum anti dingin sudah dikenakan : jaket tebal, kaus tangan, kaus kaki, topi penghangat plus masker yang dibagikan pendamping sebagai penahan dingin maupun debu-debu vulkanik dan kamipun menaiki jeep-jeep yang sudah siap sedia. Masing-masing jeep berisi 4 orang, dan lepas subuh pagi itu keseruan offroad pun dimulai!!Ā eng-ing-eeeng…. šŸ™‚

Lewat subuh, start dari Basecamp 86
Lewat subuh, start dari Basecamp 86

Agak deg-degan rasanya ketika sopir memacu mobil dengan laju, melewati jalanan sempit yang berkelok tajam, naik-turun dan…tentu saja melewati medan yang cukup mengocok perut alias gronjalan!Ā  Dalam hati akupun berdoa semoga tak turun hujan pagi itu, karena aku tak membawa jas hujan dan akan sangat mustahil untuk mengembangkan payung yang kubawa bila hujan turun selama perjalanan yang WOW itu…

Perhentian pertama adalah bunker di Kaliadem.Ā  Ya, sebuah tempat perlindungan yang menjadi tempat kejadian meninggalnya 2 orang relawan karena panas yang sangat tinggi berhasil menembus bunker pada saat erupsi 2006 dan pernah tertimbun material erupsi merapi tahun 2010. Saat ini bunker tersebut telah dibuka kembali dan menjadi salah satu tujuan wisata Lava di lereng Merapi ini.

Inilah penampakan bunker itu di dini hari...
Inilah penampakan bunker itu di dini hari…
Wiii... ada yg berani masuk ke bunker dini hari itu!
Wiii… ada juga yg berani masuk ke bunker dini hari begitu!

Di sekitar bunker itu kalau siang rupanya sudah banyak penjaja makanan & minuman, terlihat dari lokasi-lokasi tempat warung-warung tenda tersebut, namun pagi itu tentu saja belum ada warung yang buka.Ā  Setelah melihat bunker – tentu saja dari luar..hehe..- kami pun mendaki bukit di atas bunker tersebut, sementara kabut masih cukup tebal dan membuat kami was-was apakah sunrise akan bisa kami saksikan dengan baik…

Kabut di bukit Kaliadem
Dini hari berkabut di bukit Kaliadem

Continue reading “Pengalaman offroad pagi di lereng Merapi (1)”

Menumpang Kalijaga menuju Surakarta

Aah…. ternyata sudah sebulan tak merangkai kata di rumah maya ini … Hm, kangeeen… *ambil sulakĀ  untuk membersihkan debu & sawang di blog ini. Untung musim hujan belum benar-benar datang..bisa-bisa lumuten blog ini, hihi…

OK deh, kali ini aku ingin bercerita tentang perjalanan dengan Kereta Api beberapa waktu lalu.Ā  Apakah itu perjalanan pertamaku naik KA?

Bukaaan… Tentu saja sudah sering aku melakukan perjalanan dengan KA karena akhir-akhir ini KA menjadi favoritku sebab semakin nyaman dan mudah mendapatkan tiketnya. Namun, perjalananku berkereta-api kemarin itu, adalah perjalanan pertama ke Surakarta dengan Kereta Api.

Ya, aku memang sudah lama mendengar adanya jadwal KA Surakarta / Solo – Semarang PP, namun baru sempat mencobanya beberapa hari yang lalu, ketika mendadak mendapat tugas ke Solo, dengan jadwal acara dimulai pukul 12 siang.

Dari Pekalongan, aku menumpang KA Kaligung Mas start dari Stasiun Pekalongan jam 6 pagi, sengaja memesan tempat duduk di sebelah jendela, agar bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, terutama hamparan laut Ujung Negoro (Kab. Batang)Ā  yang dapat kita nikmati dalam perjalanan Pekalongan – Semarang.

Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas
Pantai Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas

Continue reading “Menumpang Kalijaga menuju Surakarta”

Maafkan aku, Mama…

Brak!!

Suara daun pintu terbanting yang terdengar hingga ke teras rumah, membuat Bu Winda mengerutkan kening, lalu menghela nafas panjang.

ā€œNgambeg lagi ya, Bu ?ā€ Tanya Bi Inah ketika membukakan pintu.

Bu Winda mengangguk sambil masuk rumah. Diletakkannya tas tangan di kursi tamu, lalu diliriknya sekilas kamar Dani –anak bungsunya- yang tertutup rapat.

Continue reading “Maafkan aku, Mama…”