3 Tips menabung untuk ONH

Mampu memenuhi panggilan-NYA untuk menjadi tamu Allah atau menyempurnakan rukun islam dengan melaksanakan ibadah haji mungkin merupakan impian setiap muslim / muslimat.

Namun sayangnya, biaya untuk pelaksanaannya atau yang seringkali kita sebut ONH -Ongkos Naik Haji- masih relatif mahal bagi sebagian (besar) dari kita.

Bersyukurlah bagi muslim / muslimat yang berkecukupan rizqinya sehingga tak kesulitan untuk memenuhi ONH yang ditetapkan pemerintah setuap tahunnya. Namun tidak semua orang seberuntung itu, masih banyak umat Islam yang sangat terkendala oleh tingginya biaya ONH itu.

Tapi apakah lalu berhaji menjadi hal yang mustahil bagi yang kurang mampu?

Menurut saya, tidak. Ya, rezeki memang sudah diatur oleh Yang Kuasa, namun kita juga wajib berusaha. Dan menabung, adalah salah satu usaha yang dapat kita lakukan. Berikut ini adalah pengalaman saya menabung untuk ONH.

Sebagai seorang pegawai negeri tingkat menengah yang tidak mempunyai penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup saya, memang saya sempat merasa pesimis bisa menyisihkan sebagian penghasilan tersebut untuk ditabung.  Belum lagi, pengalaman beberapa rekan yang lebih senior, yang menyatakan bahwa sudah cukup lama menabung untuk ONH namun jumlah tabungannya tak banyak bertambah bahkan lebih sering berkurang. Lhah..kok bisaa?? Continue reading “3 Tips menabung untuk ONH”

Padusan

Selain megengan dan nyadran, di beberapa daerah ada pula tradisi lain menyambut Ramadan, khususnya pada hari sebelum 1 Ramadan, yaitu mandi / bersuci pada sore menjelang 1 Ramadan.

Di daerah Jawa, tradisi itu sering disebut PADUSAN. Berasal kata ADUS yang artinya mandi, tradisi ini melambangkan upaya mensucikan jiwa raga sebagai persiapan menyambut Bulan Suci, bulan yg penuh rahmat dan ampunan Illahi…

Di beberapa desa yang mempunyai sumber air terbuka / kolam pemandian umum, biasanya pada H-1 Ramadan selalu penuh dg pengunjung yang beramai-ramai menjalani padusan di sana. Tuk Senjaya di Salatiga adalah salah satu tempat yang -seingatku- dulu selalu ramai untuk Padusan. Continue reading “Padusan”

Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan

Brug Loji

Pagi belum beranjak siang, ketika kami beristirahat setelah bersama-sama mengikuti acara kerja bakti -di lahan bekas lokasi Pasar Sentiling Pekalongan- yang merupakan salah satu kegiatan pada puncak acara Bulan bakti Gotong Royong Masyarakat ( BBGRM) di Kota Pekalongan pada akhir bulan lalu.

Sambil beristirahat di tepi Kali Loji, pandangan kami tertuju pada lalu lintas yang sudah mulai ramai melintasi kedua jembatan di atas sana. Ya, saat ini memang terdapat 2 buah jembatan yang melintang diatas Kali Loji / Kali Kupang dan menghubungkan Kawasan Jetayu (alun-alun utara Kota Pekalongan) dan Jl. Sultan Agung Pekalongan. Nah, tahukah teman, salah satu dari kedua jembatan tersebut, merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Kota Pekalongan, lho….

Tepatnya adalah jembatan yang tampak lebih ringkih dan berada di sebelah kanan ( dari arah Lap Jetayu ). Konon, Brug Loji ( Jembatan Loji ) tersebut dibangun pada sekitar tahun 1908 pada masa kolonial Hindia-Belanda, merupakan sarana penyeberangan sepanjang sekitar 90 m yang menghubungkan kawasan pemerintahan saat itu dengan kawasan Loji ( Lodge ) yang terletak berseberangan dibatasi Kali ( sungai ) Loji / Kali Kupang tersebut. Continue reading “Suatu pagi di sekitar Brug Loji Pekalongan”

Membuat Apem dan Pasung untuk Megengan Ruwahan

Apem & Pasung dalam Megengan Ruwahan
Apem & Pasung dalam Megengan Ruwahan

Ruwah adalah urutan bulan ketujuh dalam penanggalan Jawa, yang bertepatan dengan Bulan Sya’ban pada Tahun Hijriah. Pada bulan sebelum bulan puasa ini, dalam lingkungan masyarakat Jawa biasanya diadakan tradisi Ruwahan.

Di beberapa daerah, tradisi yang berlangsung sekitar 10 hari sebelum bulan Puasa ini terdiri dari beberapa ritual antara lain kenduren (selamatan) & megengan (hantaran makanan), bersih-bersih area makam, nyadran dan diakhiri dengan ritual padusan sehari sebelum puasa. Intinya, tradisi ruwahan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan bentuk penyucian diri sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Continue reading “Membuat Apem dan Pasung untuk Megengan Ruwahan”

Makan Kluban a la Pekalongan

Kluban atau kuluban, rasanya bukan kosa kata yang asing bagi kita, terutama yang bermukim di Jawa, lebih khusus lagi Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Sajian yang terdiri dari rebusan sayuran ( biasanya terdiri dari Kacang panjang, Taoge, Kol, Bayam atau Kangkung ) yang diurap dengan parutan kelapa muda berbumbu kencur dan mboksiyah alias Lombok ( cabai ) – terasi – uyah ( garam ) atau yang seringkali disebut juga sebagai Sayur Urap itu mungkin sudah akrab di lidah kita, bukan ?

Klubanan, gudhangan atau urapan ini juga seringkali kita temukan pula sebagai pelengkap Nasi Tumpeng, bersama dengan tahu / tempe bacem, ayam goreng / ingkung, telur rebus dan ikan asin. Hmmm…. nyamleng tenan 🙂

Nah, di Pekalongan juga dikenal masakan kluban ini. Namun berbeda dengan beberapa daerah lain yang biasanya mengkonsumsi kluban secara garingan artinya sebagai sayur tanpa kuah, orang Pekalongan mempunyai cara berbeda dalam mengkonsumsi Kluban ini. Continue reading “Makan Kluban a la Pekalongan”

Singgah sejenak di Kampung Rawa

Siang belum sempurna menggantikan pagi, ketika kami memasuki jalan lingkar Ambarawa beberapa waktu lalu, dalam perjalanan Jogja-Semarang. Pemandangan sawah nan hijau yang terhampar di kanan-kiri ruas jalan menyejukkan mata. Lalu mendekati Km 3 di arah sebelah kanan terlihat sebuah gapura hitam bertuliskan Wisata Apung Kampung Rawa.

Pintu gerbang ke Kampung Rawa
Pintu gerbang ke Kampung Rawa, di Jl Lingkar Selatan KM 3 Ambarawa

Merasa penasaran, akupun usul untuk mampir ke sana, yang langsung didukung oleh para krucil yang rupanya mulai bosan duduk manis di dalam kendaraan, sehingga akhirnya kami memutuskan untuk singgah sejenak di sana.

Jalan masuk ke Kampung Rawa
                                       Jalan masuk ke Kampung Rawa

Continue reading “Singgah sejenak di Kampung Rawa”

Tips berwisata ke Curug Muncar

CURUG MUNCAR
Inilah Curug Muncar , keindahan tersembunyi di Petungkriyono Kab Pekalongan.

Melihatnya, terasa hilang semua lelah (dan stres) yang terasa selama perjalanan menuju lokasi ini. Ah, benar juga kata pepatah, untuk menemui keindahan biasanya memang harus bersusah-payah dahulu … dan keindahan itu akan terasa makin indah ! 🙂 Continue reading “Tips berwisata ke Curug Muncar”

Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar

Ketika beberapa waktu lalu melalui instagram mendapati foto-foto keren dari air terjun bernama Curug Muncar yang disebutkan ada di Kab Pekalongan, aku sungguh merasa penasaran. Kab. Pekalongan? Lhaah… itu kan tetangga sebelah… kok ya aku baru dengar tentang Curug ituu? Therlhalhuu… (kalau kata si Bung ituuh..hehe..)

Hasil cari-cari info di dunia maya menyatakan bahwa Curug Muncar berada di lereng Gunung Ragajembangan, tepatnya di Desa Curugmuncar Kec. Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada ketinggian 1.249 m di atas permukaan laut dan berjarak sekitar 30 km dari Kajen.

Foto-foto yang ditemukan hasil browsing Curug Muncar juga membuatku semakin ingin melihat langsung, namun ternyata tak mudah menemukan informasi mengenai rute dan kondisi jalan yang harus ditempuh ke sana 🙁

Meskipun begitu, kami nekat saja memutuskan untuk mengunjungi lokasi wisata itu pada liburan Jumat 1 Mei 2015 kemarin, bersama 3 orang keponakan -yang langsung heboh mengiyakan ajakan jalan-jalan ini- berbekal sedikit informasi dari internet dan aplikasi maps yang ada.

Eng..ing..eeng…  Continue reading “Perjalanan ‘ngeri2 sedap’ ke Curug Muncar”

Trauma belanja online? enggak lagi tuh …

Cuaca masih saja tak tentu. Malam kemarin, turun hujan lumayan deras sehingga pagi-pagi tadi saat berangkat ke kantor sempat harus mlipir-mlipir ketika melewati ruas jalan yang berhiaskan genangan-genangan air, eh ternyata siangnya matahari sedang getol-getolnya berbagi sinar sehingga kami cukup ngos-ngosan berjalan di bawah terik matahari mendampingi tetamu dari Kalimantan Timur yang mengunjungi kota kami.

Oleh karena itu, rasanya legaaa… ketika sore tadi bisa pulang (relatif) tepat waktu dan akhirnya berhasil rebahan dengan nikmatnya di kamar sambil menunggu magrib. Sempat mak lees.. sebentar, sebelum dikejutkan oleh suara HP.

Sambil terkantuk-kantuk kuterima, ternyata dari salah seorang sahabat yang mengingatkan bahwa hari ulang tahun salah satu sahabat kami sudah semakin dekat, dan aku yang bertugas memilih kado untuknya…

Oya, tentang keempat sahabatku ini, rasanya pernah kuceritakan pada tulisan-tulisanku yang lalu ya … Sebenarnya kami memang jarang bertemu, karena saat ini tidak satupun dari kami berlima yang bekerja di kantor yang sama. Namun alhamdulillah, hal itu bukan merenggangkan persahabatan kami, justru menjadikan kami makin aktif memanfaatkan teknologi yang ada untuk tetap berhubungan. Saling bertukar kabar ataupun saling menguatkan hati lewat pesan singkat ataupun inbox FB tak menjadi masalah bagi kami. Continue reading “Trauma belanja online? enggak lagi tuh …”

Cantiknya Pohon Saputangan

Beberapa waktu lalu, saat mendatangi GOR Jetayu ( Kota Pekalongan ) untuk melihat pameran buku, kami terpesona dengan pohon besar yang tumbuh di pojok halaman GOR tempat pameran buku itu berlangsung.

Pohon apakah ini ???
Pohon apakah ini ???

Naah, penampilan pohon besar dengan ‘bunga-bunga’ putih yang tampak menonjol diantara rimbunnya dedaunan hijau pohon itu, memang baru kali itu kami temui, meskipun sudah seringkali kami mengunjungi lokasi tersebut. Continue reading “Cantiknya Pohon Saputangan”